Love Kamu 3000

Love Kamu 3000
part 13 bukan dia, tapi siapa?


__ADS_3

🌱🌱🌱


"Fakur."


"Ternyata itu kamu?" tanyaku tersenyum sinis.


Fakur hanya diam menatapku dengan tatapan yang penuh arti ditambah muka sedikit pucat.


"Kamu ngapain kesini?" tanyaku, Fakur hanya diam.


"Ada apa dengan dia? wajahnya pucat dan kelakuannya beda banget, aneh deh," gerutuku dalam hati.


Fakur tetap diam mematung, entah apa yang sedang dipikirkannya.


"Yuk keluar!" ajakku kemudian mengambil tas yang sedari tadi ingin kuambil.


Fakur berjalan keluar bersama denganku, ketika hendak menutup pintu tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang.


" Hey kok sendirian? hayoo ... ada apa itu?" tanya seseorang tersebut.


"Suara ini pernah kudengar sebelumnya, seperti suara ...," gumamku.


"Hey, ditanya malah diam, sedang apa disini?" tanyanya lagi.


Kemudian kubalikkan badan, ternyata benar dia Fakur, "kenapa dia tanya sedang apa aku disini, toh dia sudah melihatnya tadi," batinku.


"Malah nanya, kan kamu sudah melihatnya tadi, dasar amnesia!" ucapku.


Fakur keheranan dan menaikkan alisnya sebelah.


"Yuk ikut aku!" ajakku.


"Kemana?" tanyanya.


Aku segera pergi dan tak menjawab pertanyaannya, tetapi dia tidak mengikutiku.


☘️☘️☘️

__ADS_1


 


\(UKS\)


 


Betapa terkejutnya aku, melihat Fakur yang sudah duduk santai di kursi UKS.


"Hey," sapa Fakur dan mengedipkan mata sebelahnya kepadaku, "lama amat jadi cewek," tukasnya.


"Hah? bukannya kamu tadi nggak ikut ya?" tanyaku.


"Siapa bilang? aku lewat jalan tikus tuh di belakang kantin," jawab Fakur.


"Dasar!" gerutuku.


"Oh iya, kamu selalu mengikutiku, dimulai dari aku ambil tas di sekolah," ucapku.


"Di kelas? ambil tas? emang kapan?" tanya Fakur tak kalah herannya.


"iya iya dan iyaa, kamu membuntutiku dari kelas sampai ke UKS," ucapku.


"Husstt ... udah kita pulang aja yuk!" ajak Salsa yang sedari tadi sudah bangun.


🌱🌱🌱


Setibanya dirumah, segera kuparkirkan motor di samping mobil hitam mengkilat milik ayah.


"Sepertinya ayah sudah pulang," batinku.


Segera kupercepat langkah untuk masuk ke dalam rumah.


Ketika hendak membuka pintu, sekilas ingat kejadian di sekolah tadi, aku menjadi takut.


Kututupi mata rapat-rapat, pintu sudah terbuka, dan tidak ada siapa-siapa, syukurlah ....


Tepat di depan pintu kamar ayah dan ibu, samar-samar ku dengar suara perempuan yang sangat manja.

__ADS_1


"Sepertinya ibu meluapkan segala kerinduannya sekarang, hehe ...," batinku.


☘️☘️☘️


Sesampainya di kamar, segera kubaringkan tubuh ini ke kasur yang empuk, tanpa disadari handphone yang terletak di bawah bantal berbunyi sedari tadi.


Ternyata ibu yang menelepon sedari tadi.


Segera ku telepon kembali bidadariku itu.


[Hallo, ada apa, Bu?] tanyaku.


[Kamu sudah pulang?] tanyanya.


[Sudah, Bu,] jawabku.


[Apakah ayah ada di rumah? katanya dia sudah sampai, ibu lagi di pasar nih, Ran] jawabnya di seberang sana.


[Su-sudah, Bu] jawabku.


[Syukurlah]


[Ibu mau beli daging dulu, mau buat sup daging kesukaan ayahmu]


[Kamu mau dibuatkan sayur bayam?] tanya ibu tanpa berhenti.


[Ti-tidak usah bu, Rani udah kenyang,] jawabku.


[Oke deh, ibu belanja dulu ya,] ucap ibu.


[Iya Bu,] jawabku.


Telepon putus.


Ibu di pasar, jadi suara manja perempuan di kamar ibu dan ayah siapa? salah dengar kali ya, gak mungkin salah dengar, ini hanya halusinasiku saja, tidak boleh suuzhon. Apalagi sama ayah sendiri.


Positive thinking Rani ....

__ADS_1


Sekilas hatiku bertanya-tanya suara siapa yang ada di kamar itu?


__ADS_2