
🌱🌱🌱
"Nadya?" ucapku.
Ternyata Nadya yang telah memukul pundakku, dengan sigap Nadya memanggil teman-temannya yang berada tidak jauh dari tempat kami berdua.
"Iya, ini gue Nadya," ucapnya dengan kasar.
"Emang ada keperluan apa?" tanyaku dengan tenang.
"Gue mau bilang aja sama lu, jika lu masih dekatin Fiyan. Jangan harap adik kelas itu bisa bersamaan dengan lu lagi," ancam Nadya, disertai ketawa lepas dari teman-temannya.
Mendengar kata 'adik kelas' mataku sedikit melotot menatap kearah Nadya.
"Gua gak peduli!" ucapku kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Pacar lu itu pla*boy, lebih baik lu tinggalin aja dia," ucap salah satu teman Nadya, dan disertai gelak tawa teman-teman yang lain.
Mendengar itu, langkahku berhenti dan menghampiri mereka.
"Dimana lu tau?" tanyaku dengan kasar.
Mendengar pertanyaan itu, sontak mereka tertawa lagi. karena tak dihargai, segera kulayangkan tamparan ke wajah perempuan itu. Dengan muka memerah dia menamparku kembali, akhirnya terjadi perkelahian antara kami berdua.
Di sela-sela perkelahian, tak terasa lambungku perih, dan rasa mual menghampiriku saat itu, ditambah pengelihatanku yang mulai memudar. Diwaktu yang sama, perempuan itu mendorongku dengan kasarnya. Dan membuatku terjatuh.
Dan saat itu juga aku tidak tahu apa-apa.
__ADS_1
🌱🌱🌱
POV SALSA
Melihat temanku yang sudah terbaring di depan kelas, dengan segera aku dan Nita mengejar untuk menghampirinya. Tak kuduga ternyata Nadya cs sudah ada disana.
"Lu apain teman gue? kenapa dia bisa begini?" tanyaku dengan kasar.
"Gu-gue ng-nggak tahu," jawab Nadya terbata-bata.
"Kalau ada apa-apa sama Rani, awas lu!" ancamku, tak kusangka Nita menghentikanku.
"Rani Sal, Rani dia lagi pingsan, kita harus menolongnya segera!" ucap Nita sedikit membentak.
Mendengar perkataan Nita, kuperhatikan keadaan di sekitar, tidak ada orang lain yang kulihat.
☘️☘️☘️
(UKS)
"Thanks," jawabku kepada Nadya cs.
"Dasar, udah ditolongin, masih jutek juga," umpat seseorang teman Nadya.
"Sudah, sudah, ayo kita pergi!" jawab Nadya meleraikan.
Segera mereka pergi dan meninggalkan kami bertiga di UKS.
__ADS_1
Aku dan Nita sangat cemas melihat keadaan Rani yang semakin hari tidak ada kemajuan sembuhnya, berfikir sedikit penyakitnya bisa kambuh. Melihat keadaanya yang sekarang ini, aku dan Nita sangat kasihan melihatnya seperti ini, badannya yang dulu berisi sekarang sudah seperti tulang berjalan.
POV SALSA OFF
☘️☘️☘️
BACK TO STORY
"Nita, Salsa, ini dimana?" tanyaku.
"UKS, kamu pingsan Rani," ucapku.
Kuingat apa yang terjadi sebelumnya.
"Eh Rani, tadi kan kamu dengan Nadya cs, emang mereka buat ulah lagi ya?" tanya Nita.
"Eng-nggak kok, tadi aku mau ngejar kamu Nit, tapi sebelum melangkah semuanya udah tampak buram dimataku, dan aku tidak tahu apa-apa lagi," jawabku berbohong.
"Kalau sempat ini gara-gara dia, Nadya tidak akan aku beri ampun," ancam Salsa.
"Udah, udah Sal, udah berlalu kok," ucapku dengan senyum.
"Sekarang kita pulang aja, karena semua udah pulang," lanjutku.
☘️☘️☘️
Pulang dari UKS, perasaanku saat ini seperti diawasi seseorang dari belakang.
__ADS_1