
🌱🌱🌱
Melihat kedatangan seseorang yang tidak diundang, dengan segera kuhapus air mata ini, kuperhatikan Salsa seperti orang yang sangat gugup.
"Eh Nita, kamu kok tahu kami ada disini?" tanyaku.
"Ya iyalah, a-aku kan te-teman ka-kalian juga," jawab Nita gugup.
Semenjak kedatangan Nita, Salsa hanya diam dan tak melontarkan kata-kata satupun dari mulutnya.
Kuperhatikan Nita sempat melirik salsa dengan tatapan sinisnya.
"Ada apa dengan mereka? kenapa mereka bisa jengkel satu sama lain," batinku.
Tak lama kemudian, Nadya datang dan duduk bersama dengan kami.
Disaat Nadya ingin memulai pembicaraannya, Salsa telah menatap Nadya dengan sinisnya.
"Eh lu Sal, gue nggak mau ya lu melotot seperti itu ke gue, serem ...," ucap Nadya.
Salsa tidak mendengarkannya, dia tetap menatap Nadya dengan seperti itu.
"Eh Rani, gue deketin lu bukan untuk berteman lagi, tapi tolong dengarkan gue untuk sekali ini saja," ucap Nadya.
"Apa?" tanyaku.
"Lu tahu kan? teman gue yang rambutnya agak pirang itu? yang seperti bule," ucap Nadya.
__ADS_1
"Iya tahu, emang ada apa?" tanyaku.
"Dia adalah pacarnya pacar elu," ucap Nadya.
Dan seketika aku, Salsa, dan juga Nita terkejut bersamaan. Saat itu juga Salsa menatap Nita.
"Pacar lu itu playboy, dia adalah junior di Pramuka kami, dia selalu menggoda anggota dan senior yang ada disana," lanjut Nadya.
"Dan perlu lu ingat, dulu dia mengaku jomblo ke teman gue Tasya, anak bule itu," ucap Nadya, "dia punya 1001 kata gombal untuk merayu teman gue, dan akhirnya teman gue terlena akan gombalannya, dan sampai saat ini mereka masih pacaran," lanjutnya kemudian dia beranjak untuk pergi.
Aku hanya diam, dan tak menghiraukan apa yang dikatakan Nadya, Fakur tidak akan seperti itu, karena dia sangat sayang kepadaku.
Kepergian Nadya membuat suasana hening seketika. Tak lama kemudian, Nita beranjak untuk pulang.
"Guys, aku pulang dulu ya, udah ditungguin mama dirumah," pamit Nita.
"Oke," jawabku.
"Sal, kamu kok diam aja? emang ada apa?" tanyaku.
"Eng-nggak ada kok Rani," jawabnya terbata-bata.
"Oh iya, yang tadi jangan dibahas lagi ya, aku udah muak dengar nama itu," ucapku.
"I-iya deh ran," jawabnya.
☘️☘️☘️
__ADS_1
Apa benar yang dikatakan Nadya? tapi Fakur sampai saat ini tidak menghubungiku, padahal teman yang lain juga sempat bertemu dengannya. Mungkin dia sudah melupakanku.
Terfikir bagiku untuk menghubungi Fakur.
[Sayang?] dariku.
Ternyata dia tidak online, Whats"pp nya saja ceklis satu, aku terus memandangi foto profil yang memakai baju Pramuka itu, tanpa kusadari ternyata Fakur membalas pesanku itu.
[Iya sayang, gimana keadaanmu?] balasnya.
[Alhamdulillah, udah baikan,] balasku.
[Kamu kenapa nggak beri aku kabar sama sekali, kamu udah lupakan aku?] balasku.
[Maaf, sayang, aku tidak sempat] balasnya
Melihat balasan dari Fakur membuat air mata tergenang di mataku.
Aku seperti orang yang tak di anggap olehnya saat ini, padahal dia adalah orang yang aku sayang setelah keluargaku. Tapi kenapa dia sekarang jadi begini?
Kemudian datang dua pesan darinya.
[Kamu kenapa?] balasnya.
[Maafin aku ya, aku nggak ngasih kabar, supaya kamu fokus UN nya,] darinya.
[Iya, aku maafin, tapi aku minta maaf ya udah nuduh yang enggak - enggak,] balasku.
__ADS_1
Melihat pesannya seperti ini, membuat hatiku tenang. Ternyata dia selama ini peduli terhadap masa depanku, dan mulai sekarang aku tidak akan mencurigainya lagi.
Bersamaan dengan itu, masuk pesan seseorang yang membuatku gugup setelah melihat pesan darinya, aku tidak menyangka dia ingat akan janjiku dulu.