Love Kamu 3000

Love Kamu 3000
part 4 Suara siapa itu?


__ADS_3

Seseorang telah memukul pundakku dengan tenang, dan membuat lamunanlu terhenti.


"Rani, tuh ibu Hanum manggil dari tadi," ucap Nita teman sebangkuku seraya menatap kearah Bu Hanum.


"Hah apa? Hanum siapa?" tanyaku.


Yang tadi suasananya hening, sekarang menjadi suara cekikikan tawa semua murid yang pastinya mereka menertawakan tingkah konyolku. Tetapi tidak dengan Bu Hanum raut wajahnya berubah dari benang kusut menjadi kerbau yang seperti ingin menandukku.


Entah apa yang lucu dari aku, sehingga teman-teman yang lain tertawa terbahak-bahak dibuatnya. Beda dengan aku yang sangat khawatir sekali karena tidak sopan kepada Bu Hanum, aku takut pelajaran yang disukai mendapat nilai C gara-gara masalah konyol ini.


"Rani, kamu kenapa sih? lihat tuh wajah benang kusut udah berubah 100 derajat," bisik Nita kearahku.


"Nggak tahu, Nit. Gimana dong?" tanyaku.


"Ya sudah, semua diam!" perintah bu Hanum.


Dan sontak semua murid diam.


Tak lama kemudian semua murid mengeluarkan suaranya lagi.


"Sudah-sudah, lanjutin pelajaran," lanjut ibu Hanum.


"Baik, Bu," jawab semua murid.


Tak lama kemudian, suara handphone Bu Hanum berbunyi, dan ternyata seseorang menelepon dari seberang sana. Kemudian bu Hanum izin keluar kelas kepada kami.


"Anak-anak ibu tinggalin dulu yaa, ada rapat penting, sepertinya ibu akan lama," jelas ibu Hanum yang terlihat tergesa-gesa.


"Begini saja, supaya tidak ada yang keluar kelas, ibu beri tugas saja," ucap bu Hanum, "buka buku halaman 140 baca dan pahami! Minggu besok akan ibu tanya satu persatu yang kalian baca itu yaa, itu ibu jadikan sebagai nilai ulangan harian, paham semua?" jelas ibu Hanum tanpa berhenti.


"Paham, Bu" jawab kami bersamaan.


Kemudian ibu Hanum membalasnya dengan senyuman, dan segera pergi keluar.


"Yes ... si benang kusut sudah keluar," celoteh Yoga.


"Eh kamu ini Yoga, lebih baik kamu baca deh yang disuruh oleh bu Hanum tadi, itu lebih baik dari kamu celoteh kesana sini, nambah dosa kamu saja, lihat tuh badan sudah gembrot, padat, nggak ada mampusnya deh kamu," ejek Salsa kepadanya.

__ADS_1


"Gembrot-gembrot gini banyak yang suka lah, nggak macam kamu, jomblo!" jawab yoga menimpali.


Kami hanya diam mendengar jawaban dari Yoga, nanti jika dilawan mulutnya tambah monyong ke depan lagi, hehe ....


🌱🌱🌱


Setelah selesai membaca tugas yang diberikan ibu Hanum, aku Nita dan Salsa bersiap untuk pergi ke kamar mandi.


"Nita, salsa ayo ke kamar mandi, ada yang mau aku ceritain," ajakku.


"Oke, siap!" jawab mereka bersamaan.


Selama di perjalanan menuju kamar mandi, terlihat dari jauh ada sekumpulan murid laki-laki dekat parkiran. Setelah kami perhatikan ternyata mereka adalah teman-temannya si Bagas.


Tentu kami sangat risih melihat mereka, karena teman Bagas termasuk murid yang bandel di sekolah, mereka juga suka tawuran, dan menganggu anak murid perempuan lainnya.


Kami berjalan sedikit lebih cepat dari biasanya, sehingga aku tidak menyadari salah satu dari mereka telah menyapaku.


(kamar mandi)


"Dasar Rani, sok jual mahal tuh sama Fiyan," ucap Salsa.


"Iya, itu Fiyan yang manggil kamu," jawab Salsa.


"Aduuh ... nggak mungkin, kamu ngaco deh," jawabku.


"Ya udah bilang aja ke Nita," jawab Salsa.


"Iya kan Nit?" tanya Salsa.


Nita hanya diam dan membalasnya dengan senyuman.


"Ayo jawab Nit ...! dia Fiyan kan?" tanya Salsa lagi.


"I-iya Sal ...," jawab Nita terbata-bata.


Entah apa yang difikirkan Nita yang pasti dia seperti enggan menjawab pertanyaan dari Salsa, bahwa yang mereka lihat adalah Fiyan.

__ADS_1


Fiyan adalah teman Bagas yang sangat beda kelakuannya dengan teman-teman Bagas yang lain, dia mempunyai pribadi yang baik, sopan dan ramah kepada anak perempuan yang lainnya, dan ditambah juga dia anak seorang haji di komplek perumahan Bagas. Sehingga dia tidak pernah lupa akan kewajiban yaitu sholat lima waktu, terkadang dia sering azan di mesjid sekolah, tidak salah kalau dia disukai oleh banyak perempuan yang salah satunya adalah aku, hehe ....


"Aku kurang percaya nih, kok Nita gerogi banget ya, seperti ada yang disembunyikan" ucapku.


"Ya sudah lihat saja kalau tidak percaya," jawab salsa dengan suara lantang.


"Aduuh ... putri salju ngambek nih," godaku seraya memegang kedua pipi Salsa.


"Sudahlah jangan ngambek lagi aku percaya kok sama dua sahabatku ini," lanjutku.


"Oh iya Ran, aku dengar dari yang lain, Fiyan pacaran sama si Nadya anak IPA itu, Nadya yang ikut Pramuka," tambah Nita.


"Aku pernah dengar juga sih dari anak IPA yang lain, yakali Fiyan sama Nadya, Nadya kan anak nakal, nggak mungkin sama Fiyan," tambah Salsa.


"Ya udah lanjutin di kelas aja," ajakku.


"Tapi ada yang mau kamu ceritain ya tadi, Ran?" sanggah Nita.


"Em, nggak jadi deh, hehe ...," elakku.


Ketika melewati tempat parkiran tadi ternyata tidak ada sekumpulan teman-temannya Bagas disana. Sepertinya mereka sudah masuk ke kelasnya masing-masing.


🌱🌱🌱


bel pulang berbunyi.


Murid-murid yang lain berhamburan menuju parkiran. Tetapi tidak dengan kami bertiga yang masih berada di dalam kelas untuk mengerjakan kewajiban seorang murid di dalam kelasnya yaitu piket kelas.


(parkiran)


"Eh, Sal, by the way, makasih ya kamu telah bantu kami piket tadi," ujarku kepada Salsa.


"Sesama sahabat harus saling membantu dong ya, tapi jangan lupa besok ya, bantu aku juga, hehe ...," jawab Salsa dengan tertawa terkekeh.


"Yah ... itu namanya kamu nggak ikhlas," ucap Nita to the point.


"Just kidding," jawab Salsa.

__ADS_1


"Sudah, oke deh Sal, aku pasti bantu kok, kan kita sahabat," jawabku kemudian berpelukan layaknya teletubies.


♥️Terima kasih telah membaca♥️


__ADS_2