
🌱🌱🌱
"Eh itu siapa? larinya kencang banget,", tutur Salsa.
Fokusku memandang sesuatu yang warnanya sangat mencorak dari yang lain.
"Eh itu apa?" tanyaku.
Ternyata sebuah kotak kecil berwarna hitam yang dihias dengan pita berwarna pink, kemudian di selipkan secarik kertas di sudutnya.
"Orang itu meninggalkan ini," ucapku memegang kado kecil itu.
"Hey, orang misterius, lu ketinggalan sesuatu," teriak Salsa.
*Sepi*
Hanya suara jangkrik yang terdengar.
"Hey, kalau lu nggak nongol juga, kado ini gue buka ya," ucap Salsa.
"Kamu apa - apaan sih, Sal, nanti dia marah," ucapku.
Salsa tidak mendengarkan perkataanku.
"Ya udah, gue buka ya," ucap Salsa.
"Satu, dua, ti ...,"
Dengan sigap ku rampas kado kecil itu.
"Baca dulu surat kecil ini, baru dibuka," suruhku.
Kemudian kubuka dan segera kubaca tulisan di secarik kertas itu.
***
HAPPY ANNIVERSARY DUA TAHUN HONEY
***
Isi pesan dari secarik kertas itu.
"Wah, pasti ini hadiah untuk pacar nya orang misterius itu, kasian, dia pasti kehilangan," ucapku.
"Tidak Rani, di belakangnya masih ada tulisan," ucap Salsa.
Kubalikkan kertas tersebut, "oh iya ya," kemudian kubaca.
__ADS_1
***
*TERIMAKASIH SUDAH MELENGKAPI HARI - HARIKU SELAMA DUA TAHUN INI
TIDAK ADA YANG LAIN DIHATI INI, HANYA KAMU YANG ADA DI HATIKU
HONEY BABY
LOPE - LOPE AKU
JADILAH ISTRI SEHIDUP SEMATIKU
DARI SAYANGMU
~AWAN*~
***
"Awan?" ucap kami bersamaan.
"Emang ada ya nama Awan di sekolah kita ini?" tanyaku.
"Dasar, orang ini alay banget," gerutu Salsa.
"Kita buka aja tuh kado nya," ucap Salsa.
"iya deh iya,", jawab Salsa pasrah
☘️☘️☘️
Di parkiran
"Nita dimana, Sal? sehari ini aku nggak lihat batang hidungnya," tanyaku.
"Nita udah berubah, Rani," ucap Salsa.
"Berubah maksudnya?" tanyaku.
Bersamaan dengan itu, seorang laki - laki menghampiri kami berdua.
"Permisi, kakak tadi ke halaman belakang sekolah ya?" tanyanya.
"Iya, emang ada apa?" tanya Salsa.
"Kakak lihat sesuatu nggak di sana?" tanyanya.
"Sejenis apa?" tanyaku.
__ADS_1
"Barang kak, kado kecil," ucapnya.
"Oh, ini yang kamu cari?" ucap Salsa sambil memperlihatkan kado kecil tadi.
"I-iya kak, syukurlah kakak menemukannya," ucapnya dengan senang.
Kemudian Salsa memberikan kado kecil itu kepada orang tadi, "nih, tolong lu jadi cowok jangan alay ya!" ucap Salsa kemudian tertawa keras.
"I-iya kak," jawabnya malu - malu.
Kemudian cowok itu pergi dengan perasan yang senang.
"Kamu ada - ada aja sih, Sal, kan malu dia nya," ucapku.
Salsa hanya tertawa menatap ke arah cowok itu pergi.
Tak lama kemudian, seseorang berlalu tepat di depanku.
"Hey kamu, berhenti!" ucapku.
Orang itu berlari dengan kencangnya, kemudian aku dan Salsa mengejarnya.
"Tolong, kejar dia! dia penipu," teriakku, supaya orang lain mengejar orang tersebut.
Dan rencanaku berhasil, sebagian orang yang di parkiran mengejar orang tersebut.
Tak lama kemudian, mereka membawa orang tersebut kepadaku.
"Ini orang yang kakak maksud?" tanya salah satu dari mereka.
"Iya, dia penipu," ucapku.
"Dia orang yang sama dengan kejadian di kantin tadi kak," ucapnya.
"Kejadian apa?" tanya Salsa.
"Dia mengambil lima gorengan tapi dia bayar satu kak," ucapnya.
"Tidak itu juga, dia pernah menipu teman kami," ucapnya.
"Iya, dia juga menipuku tadi," jawabku.
"Iya, itu aku yang kalian maksud, tapi ini semua karena aku disuruh," ucap orang penipu itu.
"Siapa?" tanyaku.
"N- ...."
__ADS_1