Love Kamu 3000

Love Kamu 3000
part 45 (2)


__ADS_3

🌱🌱🌱


Mulut orang itu berhenti berucap, mata nya itu seperti melirik ke sesuatu tempat, ku coba melirik ke tempat tersebut tidak ditemukan siapa yang sudah dilihatnya.


Fokusku kembali kepada murid - murid yang membantuku tadi.


"Teman - teman semuanya, terimakasih ya, telah mengejar dan menangkap orang ini hingga sampai ke kita," ucapku masih memegang pundak orang tersebut.


"Iya, terimakasih ya semua, berkat kalian kami nggak akan bertemu dengan si pe*undang ini," sanggah Salsa.


"Iya, sama - sama," ucap mereka bersamaan.


"Bi-bisa nggak minta nomornya satu orang aja, ba-barangkali jika kami butuh bantuan bisa minta tolong sama teman semua, yakan?" ucap Salsa berusaha meyakinkan.


"Heh dasar modus," bisikku dengan menyenggol pundak Salsa.


"Biarin, suka - suka hati aku dong, hehe," bisiknya.


"Boleh banget, Kak," ucap seseorang dari mereka.


Kemudian salah satu dari mereka memberikan nomor handphone nya, kemudian pamit untuk masuk ke kelas karena bel masuk telah berbunyi.


"Kak, sa-saya juga mau masuk kelas, mau belajar," ucap orang yang di tangkap tadi.


"Tidak bisa!" ucapku.


"Katakan dulu siapa yang menyuruhmu!" gertakku.


"Aku nggak disuruh, ini hanya kemauanku sendiri," ucapnya.


"Bohong!" gertakku.


"Jika ini cuma kemauan lu sendiri, kenapa lu ngerjain teman gue? padahal kami nggak kenal sama lu sama sekali," gertak Salsa tak kalahnya.

__ADS_1


"Katakan siapa!" gertakku.


Bersamaan dengan itu, datanglah Nita dengan sedikit berlari.


"Hey, kalian disini," ucap Nita.


"Ada apa?" tanya Salsa cuek.


"Eh, ni orang siapa?" tanya Nita.


"Dia adik kelas yang telah menipuku tadi," jelasku.


"Udah lepasin aja!" suruh Nita.


"Hah?" Aku dan Salsa.


"Iya, maksud aku itu ng-nggak penting kan, ini yang le-lebih penting," ucap Nita terbata -bata.


"Itu hmm si - si Fakur, dia manggil kamu barusan," ucap Nita.


"Katanya di tunggu di tempat pohon rindang belakang sekolah," lanjut Nita.


"Emang dia mau apa?" tanyaku.


"Eng-nggak tahu, katanya penting," ucap Nita meyakinkan.


"Okelah,"


"Hey, kamu sekarang aku bebaskan, jika aku dengar kamu mengulanginya lagi padaku atau orang - orang yang lain, aku akan melaporkanmu ke guru BP, supaya kamu di keluarkan dari sekolah ini, ngerti?" gertakku.


"Nge-ngerti kak," ucapnya terbata - bata.


Kemudian ku lepaskan peganganku di pundaknya, dan bergegas orang itu pergi.

__ADS_1


Dan kemudian, aku, Salsa dan juga Nita pergi ke tempat dimana Fakur berada.


Tiba disana, tidak kami temukan Fakur dimanapun, semua sudut - sudut tempat sudah dicari tetap saja tidak ditemukan keberadaan Fakur.


"Heh Nit, kamu bohong ya?" tanya Salsa.


"Eng-nggak kok, tadi dia manggil aku di kelas, katanya dia tunggu disini," ucap Nita terbata- bata.


"Enggak ada kok," ucapku


"Mungkin kamu kelamaan, Rani, makanya dia pergi," ucap Nita.


"Iya juga sih,"


"Yuk kita pulang aja," suruhku.


"O-oke," jawab Nita.


Ketika hendak membalikkan badan, fokus kami bertiga melihat sepasang kekasih yang sedang duduk berduaan.


"Upss ... ada yang lagi romantisan nih di sekolah kita," ucap Salsa menutup mulutnya dengan telapak tangan.


Kemudian aku teringat sepasang kekasih yang kulihat tadi sebelum di panggil oleh adik kelas penipu itu untuk pergi ke ruangan kepala sekolah.


"Sebelum aku di panggil ke ruangan kepsek, aku juga lihat sepasang kekasih, tetapi mereka duduk disini," ucapku sembari menunjuk tempat kami berdiri sekarang.


"Se-serius kamu, Rani?" tanya Nita terbata - bata.


"He'em,"


Kemudian mereka bangkit dan berdiri.


Ternyata ....

__ADS_1


__ADS_2