Love Kamu 3000

Love Kamu 3000
part 49 (3)


__ADS_3

๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ


Segera ku hampiri mereka yang masih ngobrol dengan riangnya.


Tetapi Nita keburu menutup dan mengunci pintu kamarnya, tak ada celah untuk mengintip nya sedikit pun.


Tetapi samar - samar kudengar percakapan mereka menyebut namaku. Ini semakin membuatku curiga dan berinisiatif untuk mengintipnya di celah - celah lubang udara di atas pintu kamar Nita.


"Astaga, aku nggak nyangka," batinku, tak sengaja air mataku jatuh dengan sendirinya.


"Nita teganya kamu."


"Kamu sudah ku anggap sebagai saudara sendiri."


"Nyatanya."


Aku menangis sejadi - jadinya, tak menyangka ternyata selama ini teman yang sudah ku anggap sebagai saudara sendiri ternyata dia tak layak di anggap sebagai teman baikku.


"Kamu kenapa nangis?" tanya Tiara mengejutkanku dengan segera kuhapus air mata yang sudah membasahi pipi ini.


Aku hanya menatap pintu kamarnya Nita dan kemudian menangis sejadi - jadinya


"Ada apa disana?" tanya Tiara heran.


"Dia ada disana," ucapku.


"Siapa? dia? adik kelas kamu itu? yang tidak pernah ngasih kabar? dia di kamar perempuan? dan perempuan itu adalah teman kamu sendiri?" tanya Tiara tanpa berhenti.


Aku hanya mengangguk atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Tiara.

__ADS_1


"Oke, mereka akan membalas semuanya malam ini," ucap Tiara kemudian bangkit menuju kamar Nita.


Tiara mengetik pintu kamar Nita dengan keras, sekali - sekali mendobrak nya dengan paksa.


"Heh, lu siapa?" tanya Nita kemudian menatap kearahku. Aku hanya diam dan menangis sesedu - sedunya.


"Rani, kamu nangis?" tanya Nita


"Enggak usah lu tanya - tanya Rani, dasar munafik, tukang tikung, sekarang gue ingatkan lu jangan dekati Rani mulai dari sekarang," gertak Tiara.


"Sudah, sudah Tiara, kita pergi saja dari sini," ucapku menghentikan.


"Lu siapa? main - main dobrak pintu gue dengan paksa, lu juga bilang gue tukang tikung, maksud lu apaan?" Nita tak kalahnya kemudian mendorong paksa Tiara


"Mulai dari sekarang lu dan cowok lu itu jauhi Rani dari sekarang!" gertak Tiara.


Mendengar perkelahian Tiara dan Nita membuat seisi kos bangun dan menghampiri kami yang sedang bertikai.


"Bu, lebih baik ibu usir nih anak dari kos, dia sudah buat kos kita tercemar," ucap Tiara.


"Maksud kamu apaan tiara?" tanya Salsa yang masih menguap dan menggaruk - garuk kepalanya.


"Eh Rani kamu kok nangis?" tanya Salsa kemudian mendekati ku.


Aku hanya diam.


"Kamu tahu Farhan cowoknya Rani kan?" tanya Tiara ke Salsa.


"Ta-tahu," ucap Salsa terbata - bata.

__ADS_1


"Tuh dia ada di dalam kamar nya Nita sekarang," ucap Tiara.


"Apa ...?" ucap semua orang yang ada disana.


"Heh, lu ba*ingan. Keluar lu!" gertak Tiara.


Tak lama kemudian, keluarlah laki - laki yang dulunya pernah berjanji akan hidup bersamaku sampai maut memisahkan, dan ternyata dia bersama sahabat dekatku yang sudah ku anggap sebagai saudara sendiri.


Ya ... dia adalah Farhan Kurniawan. Adik kelas yang sempat mencuri hatiku dan karena dia hatiku ini terbuka lebar - lebar untuknya. Dengan kata gombalannya yang sangat khas bisa membuatku terlena akan kata - katanya itu.


Salsa yang melihat Farhan hanya diam dan menunduk.


"Sal, kamu sudah tahu?" tanyaku.


Salsa hanya diam.


"Sal?"


"Sal!!" gertakku.


kemudian Salsa mengangguk pelan.


"Dasar kalian semua sama saja," ucapku kemudian pergi.


Hanya menangis yang bisa ku lakukan saat ini, aku menghempaskan semua nya ke tempat tidur, serasa semua tampak kabur dan sosok bayangan seseorang terlintas di pikiranku.


***Hay readers๐Ÿ˜


author mohon dukungan reader semua ya, author saat ini mencari viewers.

__ADS_1


Jadi, untuk para readers tinggalkan jejak dan berilah masukan yang bermanfaat yaa๐Ÿค—๐Ÿ˜Š


See you next part ๐Ÿค—๐Ÿค—***


__ADS_2