Love Kamu 3000

Love Kamu 3000
part 25 asal mula


__ADS_3

🌱🌱🌱


"Rani kamu jahat, jahat!" bisik seseorang samar-samar terdengar.


"Suara siapa itu?" tanyaku gertak.


Pintu kamarku yang tadinya tertutup kini terbuka perlahan-lahan dengan sendirinya.


"Ada orang disana?" tanyaku kemudian menghampiri pintu tersebut.


"Pintunya terbuka sendiri, mungkin rusak kali ya," ucapku kemudian memegang ganggang pintunya.


"Besok aku laporin ke ibu saja, supaya ibu cari orang untuk memperbaiki ini, sekarang sudah malam, lebih baik aku tidur saja," ujarku dan menutup pintu dengan rapat.


Kemudian kembali ke tempat tidur. Nahas, pintu terbuka lagi, padahal sudah aku tutup sebelumnya.


Dan ku hampiri pintu itu kemudian menutupnya kembali. Refleks, semua lampu mati.


"Rani, kamu tidak sendirian, disini ada aku!" bisik seseorang sambil membelai lembut rambutku.


"Kamu siapa?" tanyaku kemudian pergi menjauhi sumber suara.


"Kamu tidak kenal aku? dasar kamu jahat, jahat!" teriak seseorang tersebut.


Suaranya berserak sekali.


"Kamu jahat Rani, kamu pantas mati, mati, mati" suaranya makin berserak dan keras, sehingga membuat telingaku sakit.


"Kamu jahat! kamu pantas mati!" teriaknya.


"Mati! mati!"


"Tidaaaakkkk ...," teriakku.


Kemudian ku terbangun. Dan sudah ku dapati ibu dan Qiran di samping.


"Kakak kenapa?" tanya Qiran.


"Kamu kenapa nak?" tanya ibu.

__ADS_1


"Nak?" panggil ibu dengan menepuk pundak ku.


"Ayah kemana Bu?" tanyaku.


"Ayah kamu keluar kota selama empat hari," jawab ibu.


Aku hanya diam, dan menangis.


"Ini minum dulu airnya" tawar ibu.


"Kamu kenapa?" tanya ibu.


"Aku mimpi buruk, Bu" jawabku kemudian memeluk ibu.


"Makanya sebelum tidur, baca doa dulu!" ucap ibu.


"Tapi bu, aku takut. Mimpi itu seperti kenyataan bagiku, Bu" tangisku memecah.


"Sudah nak, nanti kamu sakit gara-gara terus menangis," bujuk ibu sambil mengelus rambut dan punggungku.


"Kamu tidur lagi ya nak, atau ibu temani disini tidurnya?" tawar ibu.


"Iya, jagain kakak kamu ya," perintah ibu.


"Oke, Bu," jawab Qiran.


Kemudian ibu pergi keluar dan menutup pintu kamarku, sekilas ku perhatikan ibu memegang ganggang pintu, terlihat sangat nyata. Pintu itu memang rusak.


"Pintu kamu sudah rusak ya Ran? besok ibu panggil tukang benerinnya ya," ujar ibu.


"Iyakah bu?" tanya Qiran.


"Iya ini udah rusak total, ibu pergi dulu!" pamit ibu.


"Iya, Bu," ucap Qiran


Mimpi itu berasa nyata sekali, aku takut nanti sosok itu menerorku lagi.


"Kak," panggil Qiran.

__ADS_1


"Hmm,"


"Kakak mimpi apa sih? kok sebegitunya?" tanya Qiran.


"Nggak ada,"


"Atau kakak seperti ini karena mikirin kak Farhan?" tanya Qiran.


"Nggak,"


"Terus apa?" tanya Qiran.


"Nggak ada,"


Tak terasa perutku kembung dan pusing, sehingga membuatku muntah berkali - kali.


"Aduh ... kakak. Aku kan jijik sama muntah," ucap Qiran dengan jijik.


"Aku panggil ibu dulu ya," ucap Qiran.


"Nggak usah, kamu bersihin ini ya!" suruhku.


"Kasihan ibu, dia pasti udah tidur, lagian kakak pusing nih, kakak nggak mau kamu pergi," ucapku.


"Oke deh aku bersihkan," jawab Qiran pasrah.


Kemudian Qiran membersihkan kotoran muntahku dengan jijik sambil menutup hidungnya rapat - rapat.


Akhirnya, Qiran bisa membersihkan semuanya.


"Udah nih, kak, jijik!" ucap Qiran.


"Makasih,"


"Udah jam tiga nih, Ayo tidur!" ucap Qiran.


"Iya,"


Bersamaan dengan itu, terdengar suara tangis wanita yang mengerikan dan langkah kaki yang pelan ingin menuju ke tempat kami.

__ADS_1


"Bwaaa ...."


__ADS_2