Love Kamu 3000

Love Kamu 3000
part 6 ketemu dia lagi


__ADS_3

"Astaga ibu kenapa?" tanyaku khawatir.


"Kehujanan nak," ucap ibu kemudian melirik kebawah, "itu Qiran kenapa?" tanyanya.


Dengan segera kulihat ke bawah, "Yassalam, Qiran kamu kenapa?" tanyaku dan segera membopong Qiran.


(kamar Qiran)


"Rani, ini minyak angin," ucap ibu sembari memberikan sebuah botol mini kepadaku, "kamu olesi ke hidungnya Qiran ya, nanti dia akan bangun dengan sendirinya," ucap ibu.


"Kalau ada apa-apa cepat kasih tahu ibu," lanjutnya.


"Baik, Bu," jawabku.


Setelah 15 menit diberi minyak angin, Qiran belum juga sadar, rasa khawatirku sangat luar biasa kali ini, ingin ke kamar ibu takut jika dia sudah terlelap karena kehujanan tadi.


Tumbuhlah ide kreatifku, untungnya ada air minum di kamar Qiran, dengan segera kuambil air tersebut dan kulentikan sedikit air di jari-jariku sehingga mengenai pipi Qiran, dan refleks, dia bangun dengan sendirinya.


Alhamdulillah ....


"Kak, Qiran dimana?"tanya Qiran yang melirik sekeliling kamarnya. "ini kok muka Qiran basah?" tanyanya lagi.


"Ini kamar kamu lah Qiran, masa kamar sendiri lupa, hehe," jawabku sedikit tertawa.


"Ya sudah kakak mau ke kamar dulu, udah ngantuk ni,"


"Daahh ...," lanjutku.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, pikiranku fokus mencari handphone yang terjatuh tadi. Akhirnya kudapati handphone tersebut dibawah tempat tidur. Segera kuhidupkan data seluler dan membuka aplikasi hijauku.


[Ketemuan yuk] balas nomor tak dikenal.


Ini siapa sih orang baru kenal diajak ketemuan.


[Maaf, ini siapa ya?] balasku.


[Ini aku beb, Bagas] balasnya.


[Aku kerumah kamu yaa] lanjutnya.


Dasar orang satu ini, tidak tahu apa, udah hampir tengah malam ingin berkunjung di rumah orang. Nanti apa dibilang tetangga.


[Ini sudah malam, dan hujan lebat] balasku.


[Ya] balasku.


🌱🌱🌱


Seperti biasanya, aku bangun lebih awal dari sebelumnya. Kubantu pekerjaan ibu, dan kemudian membangunkan adik-adikku. Mataku melotot karena tak kudapati Dika di tempat tidurnya.


"Ibu, Dika dimana? kok nggak ada di kamarnya?" tanyaku sangat khawatir.


"Dia tidur di rumah nenek," jawab ibu.


"Oh syukurlah Bu, dikirain dia hilang di jalan semalaman, hehe," jawabku kemudian tertawa terkekeh.

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 06.50, kali ini untuk pertama sekalinya aku pergi sekolah naik motor bersama Qiran dan Dika.


"Udah naik nggak semua?" tanyaku untuk memastikan supaya aman.


"Udah kak," jawab mereka bersamaan.


"Bu, kami berangkat dulu yaa, assalamualaikum,"


"Walaikumssalam, hati-hati dijalan nak," jawab ibu.


Tak butuh waktu 10 menit kami telah berada di depan sekolahku, segera Qiran turun dan menuju sekolahnya. Terakhir tinggal Dika yang ku antar ke sekolahnya.


Ketika memasuki gerbang sekolah, seseorang yang berbadan kekar menyenggolku, dan segera kualihkan pandangan ke wajah orang tersebut.


"Maaf kak, aku tidak sengaja," ucapnya.


"Kamu, yang aku tabrak di kamar mandi kemarin 'kan?" tanyaku sembil menunjuk-nunjuk ke arahnya.


"I-ya kak, sekali lagi maaf yaa," ucapnya.


"Ya sudah, lain kali kalau jalan lihat-lihat ke depan, jangan lihat ke bawah," ucapku tegas, kemudian pergi meninggalkannya.


"I-iya kak, maaf!" ucapnya.


Seorang kakak kelas harus tegas kepada adik kelasnya, kalau tidak, adik kelas seperti itu bisa merajalela, dan membuat sekolah ini menjadi tidak tertib. Orang dia yang salah harus dia yang minta maaf duluan dong, emangnya siapa nyuruh badannya sekekar itu? dan bisa-bisanya menabrak tubuhku yang mulai kurus ini, mimpi ... hehe ....


Bel masuk telah berbunyi.

__ADS_1


Semua murid dari segala tempat berhamburan masuk ke kelas, ada yang dari kamar mandi, ada yang dari kantin, dan ada juga yang baru masuk, sama sepertiku.


__ADS_2