
🌱🌱🌱
Aku masih memikirkan senyuman dari Bagas, seolah - olah ada rencana lain yang di rencanakan nya tanpa sepengetahuanku.
Suara ayam jantan membuat lamunanku seketika berhenti, cahaya pagi hampir menyinari seisi rumahku, ditambah rayuan manja dari kucing kesayanganku, Moli.
"Moli, kamu tahu maksud senyuman dari Bagas tadi?" tanyaku kepada kucing peliharaanku itu.
Moli hanya bergelayut manja kepadaku.
"Aku masih ragu - ragu akan ideku itu, jika Bagas sempat macam - macam kepada Rani, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri," ucapku.
🌱🌱🌱
Di sekolah pun tiba, aku hanya duduk santai di depan kelasnya Rani.
Tak lama kemudian, seseorang perempuan yang wajahnya selalu membuatku semangat, ditambah senyuman nya yang khas seakan - akan bisa membuat duniaku runtuh seketika.
Kemudian dengan suara khas, kusapa perempuan itu, dan kudapati dia sedang mencari suara siapa yang telah menyapanya.
Dan inilah saatnya, hatiku berdegup kencang akan ide yang kuberikan kepada Bagas. Seolah - olah ini menjadi beban buatku.
***
Rencana sudah selesai, tetapi jika ini hanya mengatakan perasaan saja, kenapa Bagas belum mengasih satu aba - aba pun kepadaku untuk membuka pintu ini.
Hati ini merasakan ada yang aneh terjadi di dalam sana. Kemudian segera kubuka kunci pintu, dan mendapati Rani menahan c*uman paksa dari Bagas.
Segera ku ambil balok yang terdapat di belakang pintu gudang ini, dan ku arahkan ke pundak Bagas. Seketika Bagas tergeletak hingga jatuh pingsan.
Aku merasa bersalah dengan semua ini, segera meminta maaf ke Rani. Tetapi mendengar penolak dan tamparan dari Rani, membuat hatiku yang seolah - olah berseri menjadi hancur berkeping - keping.
__ADS_1
Aku telah membuat kepercayaan Rani terhadapku menjadi hancur, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.
POV FIYAN OFF
BACK TO STORY
Aku tidak akan mengampuni lelaki yang sempat membuatku hancur. Dia hampir membuatku kehilangan masa depanku.
Dan Fiyan, dia adalah lelaki yang jahat.
Aku merasa perempuan yang sangat bodoh karena telah menyukainya dulu.
Fiyan, kau dan Bagas tidak akan ku ampuni.
"Hey, lu ngapain nangis di kamar mandi?" tanya seseorang yang baru masuk ke kamar mandi.
"Emang kamar mandi bagi lu fungsi nya untuk buang air aja ya?" tanyaku.
"Iya bagi elu, bagi gue tidak, kamar mandi bagi gue sarana tempat curhat dan buang air, paham lu!" jelasku kemudian pergi.
"Dasar bucin lu," teriak seseorang itu.
☘️☘️☘️
"Rani, kita lulus di tempat kuliah yang kita daftar kemarin," teriak Salsa.
"Serius kamu, Sal?" tanyaku.
"Serius, ini buktinya," jawabnya sambil menyodorkan handphone nya itu kepadaku.
"Alhamdulillah," jawabku.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, datanglah Nadya cs ke kelasku.
"Eh, lu berdua kuliah dimana?" tanyanya.
"Bukan urusan elu," jawab Salsa.
Kemudian Nadya merebut handphone salsa dari tangannya.
"Apa? nggak salah?" tanya Nadya kemudian seperti memikirkan sesuatu.
"Dasar lu tahu ya Ran, teman lu itu tukang tikung, kemarin gue lihat dia dengan cowok lu itu, berduaan soswit banget," ucap Nadya.
"Siapa?" tanyaku.
Ku dapati Fakur sedang melihatku di jendela.
"Nita," jawab Nadya.
"Maksud gue siapa yang elu maksud cowok gue, gue nggak punya cowok," gertakku kemudian pergi.
"Tunggu Rani," Salsa berusaha memberhentikan.
☘️☘️☘️
"Hay kakak cantik, ngapain disini?" tanya seseorang.
"Lagi memikirkan seseorang yang terus melukai hati, tetapi tidak sanggup untuk menjauh darinya," ujarku.
"Siapa?" tanya seseorang itu.
"Kamu," jawabku.
__ADS_1