Love Kamu 3000

Love Kamu 3000
part 54 (4)


__ADS_3

🌱🌱🌱


"Elu jangan kasar sama wanita!" gertak seorang laki - laki tampan yang sedang berdiri tegap di depanku.


"Kamu enggak apa - apa kan, Rani?" tanya laki - laki tampan itu.


"Aku nggak apa - apa kok, Fiyan," ucapku.


Ya ... dia adalah Fiyan, laki - laki yang pernah ku kagumi ketika masih sekolah di jenjang SMA.


"Makasih ya Fiyan," ucapku.


"Dia siapa Rani? kenapa dia sangat kasar padamu?" tanya Fiyan.


"Dia adalah pacarnya Nita, dan laki - laki yang telah mengkhianati Rani, sehingga membuat Rani seperti ini," ucap seseorang yang baru datang dari dalam kos.


"Salsa?" ucapku.


Semua menatap ke arah Salsa kecuali Nita, dia hanya menundukkan kepalanya.


"Iya Fiyan, dia Fakur laki - laki munafik dan Nita juga tak kalah munafiknya, mereka berdua memang ulat bulu," ejek Salsa.


"Elu bukannya pacarnya Nadya?" tanya Fakur ke Fiyan.


"Dulu, sekarang tidak!" ucap Fiyan.


"Terus apa urusannya dengan lu?" tanya Fiyan.


"Gue mau ngunjungi cewek gue, salah? enggak kan?" tanya Fakur.


"Dia nya aja tuh yang gatel, orang gue nggak suka dia, malah dia maksa dekatin gue lagi," ujar Fakur berbohong.

__ADS_1


Deghh ....


Detak jantungku mulai tak teratur, darahku berdesir hebat, mendengar perkataan Fakur yang tidak sesuai dengan fakta sehingga sangat menusuk hati ini.


Fakur yang dulu pernah ku anggap bagian dari keluargaku. Dia juga penyemangat hidupku. Ternyata dia serendah ini dimataku sekarang.


"Eh itu mulut atau bun*ut ayam?" gertak Salsa.


"Nah elu ikutan juga, elu cantik tapi tak laku, dasar jomblo!" ejek Fakur.


Ejekan Fakur itu sampai kena ke relung hati Salsa yang paling dalam, muka Salsa tampak panas dan memerah mendengar perkataan itu.


Kemudian dia pergi dengan mengumpat.


Tak lama kemudian, dia datang dengan membawa balok kayu yang cukup besar kemudian dia berlari dan mengayunkannya ke Fakur.


Bugh ....


Bugh ....


Bugh ....


Salsa memukulkannya beberapa kali ke punggung Fakur, Fakur sesekali menangkisnya tetapi tidak bisa, kemudian dia tergeletak di atas rumput dan kemudian pingsan.


"Awan?"


"Awan?"


"Awan?"


Nita mengguncang tubuh Fakur, tetapi Fakur tidak ada respon untuk bergerak sedikitpun.

__ADS_1


Melihat itu, Nita dengan muka marahnya bangkit dan menghampiri Salsa yang masih belum puas memukulnya.


"Heh lu! sini!" Nita emosi.


"Apa lu? mau gue pukul juga?" gertak Salsa.


Kemudian terjadi aksi tarik menarik rambut, cakar mencakar, melihat mereka berdua semakin emosi, aku segera menggerainya


"Eehh ... mau kemana?" tanya Fiyan menghentikanku.


"Mau melerai mereka," jawabku.


"Ayo, bantuin aku!" lanjutku dan menarik paksa lengan Fiyan.


"Ya udah deh," ucap Fiyan.


Tidak sulit memisahkan pertengkaran perempuan, buktinya Fiyan kena cakaran dari kuku - kuku mulus Nita. Fiyan memilih berhenti dan bergegas ke rumah ibu kos, supaya mereka berhenti karena ibu kos yang melerainya, dan aku masih dalam pertengahan pertengkaran mereka.


Akhirnya, mereka berhenti. Karena ibu kos sempat mengancam mereka untuk melaporkan kasus ini ke pihak yang wajib.


☘️☘️☘️


"Rani, kamu yang sabar ya," ucap Fiyan.


Tepat di sebuah tempat, dekat kos - san tempat tinggalku. Aku dan Fiyan menghabiskan waktu duduk berdua di taman.


Fiyan berusaha menghiburku, dari membelikanku es krim, membelikan setangkai bunga mawar, membuat lelucon, hingga akhirnya dia menyanyikan lagu yang aku suka ditambah bunyi gitar yang sangat klasik.


Satu kata akan tampilannya


sempurna

__ADS_1


__ADS_2