
🌱🌱🌱
Mata ini sangat sulit untuk di pejamkan. Sesekali teringat apa yang kulakukan dengan Fakur tadi. Serasa aku telah membuat dosa besar. Tanpa berfikir panjang, kutarik selimut dan kutenggelamkan badanku.
Tak lama kemudian, handphone-ku berbunyi.
Segera kuambil handphone tersebut yang sedari tadi berada di atas meja. Kemudian kuhidupkan data selulernya, lalu membuka aplikasi hijauku.
Ternyata Bagas sepulang dari rumahku sempat mengirimiku pesan beberapa kali.
"Maaf, mungkin untuk ke depannya kita tidak akan bertemu dulu Rani," dari Bagas.
"Jangan rindu, berat, biar aku saja," dari Bagas.
Aku tidak membalas pesan dari Bagas, jangankan balas, melihatnya saja aku tak mau.
Tak lama kemudian, masuk pesan dari nomor tak dikenal.
[p] dari nomor tak dikenal.
[Siapa ya?] balasku.
Kemudian dia tak membalasnya lagi.
Aku merindukan seseorang yang telah mengambil ciu*an pertamaku tadi, sedang apa dia? apakah dia sudah sampai dirumah?
Terpintas dibenakku untuk mengerjainya, kemudian tanpa basa basi kutelepon nomor Fakur, dengan memakai nomor cadanganku, tak sabar mendengar suaranya, tak kusangka, hanya suara perempuan di seberang sana yang kudengar dengan mengatakan bahwa 'nomor ini sedang sibuk'.
Kecewa ditambah cemburu dengan semua ini, kucoba meneleponnya juga di aplikasi hijauku, dan ternyata sama dengan sebelumnya, dia berada di panggilan lain.
Perasaan ini bercampur aduk, ingin rasanya keluar mengunjunginya, kemudian bertanya semua ini langsung kepadanya.
Tak lama kemudian dia mengirimiku pesan.
__ADS_1
[ Sayang, maaf! kuota aku habis] dari Fakur, padahal barusan dia berada di panggilan lain di aplikasi hijau.
[Iya, nggak apa-apa] jawabku berbohong.
[Gimana rasanya yang tadi?] balasnya.
[B aja] balasku.
[Jadi kamu mau lagi? ya udah aku kesana sekarang] balasnya.
Melihat isi pesannya itu, membuatku jijik dengan perlakuannya yang tadi. Segera kubalas pesannya dengan cuek. Dan mematikan data selulerku dengan segera.
[Nggak perlu, aku mau tidur!] balasku.
Sampai saat ini, aku juga tidak bisa memejamkan mata, kemudian pikiranku fokus kepada nomor baru tadi yang mengirimiku pesan.
Dan sesekali muncul dibenakku nama Fakur, tentang 'nomor yang sibuk' dan 'sedang berada di panggilan lain'.
Pikiran ini terus menerawang apa-apa saja masalah yang datang padaku, masalahnya bukan satu tapi malah bertubi-tubi.
Entah kenapa, tumbuh jiwa kekepoanku, segera kubuka aplikasi berwarna biru, iseng-iseng kuketik nama Farhan Kurniawan di kolom pencarian. Ternyata muncul akun yang bernama 'Farhan Kurniawan Kur'.
Kemudian klik, dan muncul akun tersebut baru memperbaharui foto sampulnya 2 menit yang lalu. Foto ini yang membuatku terbakar api cemburu, yaitu foto Fakur duduk berdua dengan seorang perempuan, tetapi wajah perempuan itu ditutupi sebuah emoticon senyum bahagia dengan mata yang mengeluarkan hati.
Ingin melabraknya dengan mengirimi pesan ke akun itu, tetapi kuurungkan niatku terlebih dahulu, aku akan mencari bukti-bukti yang lain supaya aku bisa berbicara dengannya secara empat mata.
Ngantuk berat sudah melandaku saat ini, ingin kembali mencaritahu akun tersebut, tetapi untuk saat ini, mataku tidak bisa bersahabat.
☘️☘️☘️
Kubaringkan badan ke kasur yang sangat empuk ini. Ketika ingin mengambil selimut, terdengar seseorang mengetuk pintu kamarku.
Segera beranjak ke arah pintu, kubuka pintu perlahan-lahan tidak ada seseorang pun disana.
__ADS_1
"Cuma halusinasiku saja," batinku.
Ketika hendak menutup pintu kembali, bayangan seseorang melintas di depanku dengan cepatnya, sehingga aku tidak sempat melihatnya.
Kejadian ini sama persis yang kualami ketika di dapur, mukanya juga tidak jelas terlihat olehku.
Serasa bulu romaku berdiri, segera kukunci pintu dan segera memasukkan badanku di dalam selimut.
Aku sangat takut sekali, sekilas kulihat di balik selimut kemudian melihat ke arah jendela, seseorang yang mengintipku di luar sana.
Aku takut, tatapannya sangat sinis sekali, seperti ingin menerkamku.
Tak lama kemudian, handphoneku berbunyi. Sekilas kulihat ke arah jendela wajah yang tadi menatap ke arahku tidak ada lagi, segera kuambil handphone tersebut dengan rasa was-was.
Nomor tak di kenal telah meneleponku. Dan di tambah pesan masuk dari nomor yang sama.
[Aktifkan data selulermu!] dari nomor tak dikenal tadi.
"Ya ampun ini siapa? kenapa dia menerorku? aku takut," batinku.
[Cepat hidupkan data selulermu!] dari nomor tak dikenal lagi.
Dengan segera menghidupkan data seluler, kemudian beralih ke aplikasi hijau. Kudapati ada 10 panggilan video tidak terjawab dari nomor misterius tadi.
Kulihat dengan jelas foto profilnya.
"Ya ampun, hancur hancur!"
"Mukanya hancur!"
Dengan segera kubuang handphoneku ke lantai, peluh dinginku keluar seketika, badan ini serasa melayang, ditambah kepala terasa berdenyut kencang.
Semuanya sudah tampak gelap.
__ADS_1
Dan saat itu aku tidak tahu apa-apa lagi.