
Kali ini penulis benar - benar akan membuat sudut pandang Elisa yang sebenarnya, berbeda dengan Elana namun kali ini Elisa sendiri lah yang akan menceritakan dirinya sendiri kepada pembaca semua.
Nama ku adalah Elisa Val seorang putri dari orang kaya, ayah ku merupakan seorang pengusaha di bidang material bangunan.
Tak bisa ku pungkiri hidup ku sangat lebih dari orang - orang disekitar ku. Namun jangan kalian fikir hidup ku enak hanya karena memiliki harta yang berlimpah.
Walaupun dengan ayah ku seorang yang kaya raya namun aku tidak hidup bahagia bahkan beberapa kali aku berfikir untuk mati saja dan mencoba untuk bunuh diri suatu saat nanti.
Akan aku ceritakan sedikit kisah kelam ku pada kalian.
Aku adalah seorang anak haram yang lahir ku pun tak diinginkan oleh siapa pun. Ayah ku yang kaya raya namun sudah memiliki istri, tak sengaja bertemu ibuku di suatu klub.
Mereka ayah ku yang saat itu hanya menghilangkan stress nya karena lelah bekerja kesana bersama teman - temannya. Mereka mabuk hingga lupa segalanya.
Ibuku adalah pelayan di klub itu. Ayah ku tak sengaja memperkosa ibu saat dia mabuk berat.
Setelah kejadian itu keadaan menjadi gempar, ayah menyogok pemilik klub dan orang - orang yang mampu bersaksi. Ayah juga menyogok orang tua dari ibu ku agar tak mempermasalahkan hal ini.
Ibu yang depresi karena kejadian itu memutuskan berhenti bekerja disana. Walaupun dia menerima uang yang banyak, ibu tetap tak mampu menahan semua nya.
Tak lama ibu pun hamil dan meminta pertanggungjawaban dari ayah. Namun itu tak akan berhasil karena ayah ku tak akan mau menerima nya.
Segala cara telah dilakukan bahkan sudah sampai test DNA untuk memastika anak siapa yang di kandung oleh ibu.
Ibu ku berkali - kali mencoba menggugurkan ku namun tak kunjung berhasil. Hingga dimana hari dimana aku dilahirkan.
Setelah aku berumur 1 tahun ibu menjadi kacau dia mulai kehilangan akal sehat nya. Ibu depresi karena di anggap warga sekitar sebagai psk di klub tersebut dan melahirkan ku.
Walaupun begitu ayah tetap mengirimkan kami uang tanda rasa bersalah nya kepada ibu dan beberapa kali dia berkunjung untuk menemuiku.
__ADS_1
Setelah aku berumur 4 tahun ibu sudah berada di titik tidak mampu berfikir normal bahkan sampai menyakiti dirinya sendiri.
Aku yang saat itu masih kecil belum mengerti apa yang terjadi. Bahkan teman - teman ku mulai mengejekku karena memiliki seorang ibu yang tidak waras dan aku adalah seorang anak haram.
Setahun kemudian ibu ku bunuh diri di kamar nya dan meninggalkan ku sendiri. Ayah yang mengetahui itu langsung membawaku kerumah nya dan tinggal disana.
Aku yang berfikir hidung dengan orang kaya akan bahagia karena bisa memiliki apa yang ku inginkan ternyata salah setelah aku berada disini. Aku tak lebih hanya seorang budak dimata istri sah ayan dan saudara tiri ku.
Aku di perlakukan kejam bahkah mereka tak segan - segan melakukan kekerasan fisik padaku.
Awal nya aku merasa itu semua menyakitkan hingga aku berumur 10 tahun, aku sadar ada yang lebih menyakitkan dari kekerasan fisik yaitu kehancuran mental ku saat berada disini.
Ayah yang sibuk bekerja pergi pagi pulang malam sehingga aku hampir setiap saat bersama ibu tiri ku, aku selalu makan- makanan sisa dari mereka dan tak boleh berada dimeja makan bersama mereka. Padahal aku tahu di meja tersedia banyak makanan mewah.
Bahkan kucing mereka pun lebih layak dari pada aku.
Beberapa tahun telah berlalu kini aku memasuki SMA. Aku bangun pagi tanpa ada harapan hari esok akan indah. Aku hanya menjalani hari - hari seolah aku berfikir aku diciptakan tanpa alasan dan tanpa tujuan yang jelas.
“Elisa makan kami mana!!!” Teriak ibu tiri ku.
“Iya ma ini lagi Elisa bawakan” ucap ku lembut
“Kamu ini ya anak tak tahu diri! Masih sukur kamu dibiarin tinggal disini, harus nya suami ku biarin kamu melarat bersama keluarga mu disana” ucap ibu tiri ku.
“Elisa taruh makanan ku dan tunggu kami makan setelah itu kau boleh makan sisa ku, kau beruntung hari ini aku diet jadi kau bisa makan banyak” ucap kakak tiri ku.
“Makasih kak” ucap ku lembut
“Kamu kalau buat onar disekolah aku isolasi kamu!!” Ucap ibu tiri ku sambil makan dengan lahap.
__ADS_1
“Tapi aku salut sih kamu jago masak, kamu gak akan racunin makanan kami kan?” Ucap kakak tiriku
“Enggak kok kak mana aku berani” jawab ku
Aku selalu memasakkan mereka makanan. Karena pembantu lama sudah berhenti beberapa tahun yang lalu ibu menyuruh ku memasak untuk mereka. Namun aku akaui aku punya bakan dalam bidang memasak.
Aku bisa langsung memahami dan mempraktekan secara sempurna hanya dalam sekali di ajari, aku juga dapat mengembangkan suatu masakan hingga sangat sempurna bahkan aku menciptakan beberapan masakan khas buatan ku sendiri.
Setelah mereka selesai makan aku pun memakan sisa makanan yang ada di meja makan. Aku mengambil makanan yang tak mereka sentuh untuk ku makan dan bergegas berangkat kesekolah.
Itulah yang membuat ku selalu datang terlambat dan akhir nya satu meja dengan Evan.
Hari pertama aku memilih duduk di bangku depan dan harus satu meja dengan seorang pria misterius.
Dia terlihat serius dan kutu buku, ya aku tahu ini kelas unggulan tapi hanya dia yang sepertinya seserius ini belajar.
Aku pun menyapanya dan mengajak nya berkenalan. Namun reaksi nya datar tak terlihat memiliki jiwa sosial.
Namun anak ini sangat berbeda dari yang lainnya, dia benar - benar menguasai segalanya. Seperti dia tak berumur sama dengan kami, seakan dia itu sudah jauh lebih tua dari kami semua, aku pun mulai tertarik dengan kedewasaan dan kebijaksanaan nya.
Sepulang aku sekolah aku pun melakukan hal - hal biasa setiap hari harus hidup dalam tekanan dan penghinaan, hanya di sekolah lah aku merasa menjadi diri ku sendiri.
Namun hari itu Evan mencoba masuk kedalam fikiran ku. Dia menebak masalah - masalah di dalam hidupku yang selama ini ku tutupi.
Dia mencoba mengintrogasiku dan selalu berkata aku adalah Elisa yang malang.
Apa arti itu semua, aku tak pernah bercerita pada siapapun tentang hidupku. Kenapa dia seakan mengetahui aku, aku juga tak merasa Evan adalah seseorang yang pernah ku kenal sebelumnya.
Sepertinya aku mulai tertarik dengan Evan dan ku harap suatu saat aku punya kesempatan untuk mengatakan semuanya padanya tentang ku.
__ADS_1
Next\~