
Hari pertama dalam perjalanan waktu ku dan ini hari pertama ku juga masuk sekolah sebagai bocil SMP.
Ayah mengantar ku kesekolah, kami bonceng tiga dengan adik ku yang masih SD, sialan sudah SMP kenapa aku masih di antar begini yah.
Walaupun aku pernah melalui ini entah kenapa orang - orang sudah terasa asing di mata ku. Ini seperti lelucon meraka adalah orang yang sama tapi kenapa sangat asing ya apa karena aku sudah lama melalu ini.
Aku bertanya ke guru di mana kelas ku mereka tertawa namun aku mengerti alasan mereka tertawa. Walaupun mereka mengarahkan nya dengan benar.
Sesampainya di kelas orang - orang terlihat hidup seperti biasa nya tak ada yang aneh. Namun aku baru sadar mata pelajaran pertama adalah matematika dan aku tak membawa buku pelajaran apapun hari ini selain buku tulis.
“Ahh sial aku tak tahu, aku baru ingat guru matematika itu bu desi yang garang nya minta ampun” gumam ku dalam hati.
Aku juga tak memiliki teman sebangku karena aku nakal di SMP sering ketiduran jadi aku di asingkan wali kelas agar aku tobat. Jadinya aku tak punya buku pelajaran untuk di baca berdua.
“Baik anak - anak buka buku kalian halaman 125 kita belajar tentang deret dan bilangan” tegas bu desi.
Hampir setiap meja memiliki buku minimal 1 di bagi dua. Namun hanya meja ku saja yang tak ada buku. Aku hanya mengeluarkan wajah seperti keledai bodoh di depan semua nya.
“Mulai lagi anak nakal satu ini, kamu kapan sih berubah nya? Yaudah sini kamu belajar di papan tulis saja sekalian kamu yang ajarin semua nya” tegas bu desi lagi
Semua nya menertawai ku.
Dengan percaya diri nya aku berdiri dan maju kedepan menunggu pertanyaan dari bu desi.
Semua orang disana terbengong melihat ku termasuk bu desi padahal dia cuma menggertak tak serius menantang anak bodoh seperti ku. Teman ku yang lain pada tepuk jidat dan ada juga yang menutup mata nya karena malu melihat ku.
“Kenapa dia yang ngelakuin aku yang malu ya” ucap teman sekelas ku bernama Dani.
“Oohh jadi kamu mau coba belajar di depan langsung ya karena tidak ada buku. Hebat kamu” ketus bu desi.
Aku malah mengangguk dengan polos nya.
Teman - teman ku semua memasang muka datar.
“Baik lah tulis di papan 0, 2 , 4,…,…, 10. Jawab itu kalau nyerah nanti ibu ajari “
Aku menulis nya dan kemudian aku menjawab nya dengan tulisan ku yaitu 0,2,4,6,8,10.
“Itu bu, gampang kok” ucap ku
“Lah dari mana anak ini bisa tahu? Apa dia les dirumah nya, soal nya dia kalau di kelas tiap hari tidur kalau gak menggambar hal - hal aneh” ucap bu desi di dalam hati nya.
“Jelasin coba kenapa jawaban nya itu , saya belum bilang itu benar loh” ucap nya
Aku mengambil spidol nya dan menjelas kan semua nya bahwa ini adalah penambahan 2 setiap bilangan.
\~menjelaskan secara detail
Semua bingung apa yang terjadi pada ku. Bu desi masi belum senang dan dia memberikan satu soal lagi yang lebih menantang agar aku gagal dan dia bisa memarahi ku.
Dia mengambil spidol dan menulis di papan tulis angka 1,3,4,3,1..,…,..
“Sekarang jawab ini cepat” sentak nya
Aku cuma menatap nya dengan tatapan menganggap dia layak nya keledai yang haus penghormatan.
Aku menulis angka 1,3,4,3,1,0,1,3.
“Sudah bu” jawab ku
__ADS_1
“Dari mana kamu dapat jawaban itu?” Ucap nya
“Jawaban nya benarkan bu?” Kata ku.
“Ya benar tapi coba jelaskan ke yang lain gimana caranya”
“Cara nya?” Jawab ku.
“Iyalah gimana kamu ni jangan asal jawab aja harus jelas dari mana kamu tau?”
“Hmmm gimana ya, rahasia dong 😜kasi aja buat PR mereka bu” ledek ku.
Bu desi mulai merah muka nya melihat ejekan ku, tapi dia tak bisa berkata - kata dan menyuruh ku duduk.
Tak terasa waktu berlalu begitu saja aku pun pulang dari sekolah dan sampai di rumah hari ini, aku mulai memikirkan ternyata ini menguntungkan buat ku, pelajaran - pelajaran yang dulu ku anggap susah sekarang terasa mudah karena aku sudah melalui hal - hal yang lebih sulit selama ini di banding soal - soal anak SMP.
Aku memutuskan metode pembelajaran yang berbeda dan mencoba memperbaiki jadwal hidupku mulai sekarang.
Aku menargetkan SMA negeri favorit di kota kota ku karena aku bersekolah di SMP yang lumayan kurang baik dari segi pembelajaran.
Aku mulai menciptakan suatu kekonsistenan yang berbeda dari pola hidup dan pola makan agar segalanya seimbang.
Jam setengah 5 pagi aku bangun untuk belajar setengah jam fokus ke pelajaran yang bersifat hafalan dan wawasan, kemudian aku sholat subuh setelah itu berolahraga 40 menit yaitu push ups 30 kali (bertambah 1 setiap hari nya stack sampai 100) , squat 30 (bertambah 1 setiap hari nya) , kemudian latihan tinju dasar agar tubuh tidak kaku.
Sembari mengeringkan badan dari keringat aku belajar lagi pelajaran - pelajaran seperti menghafal rumus - rumus fisika maupun menghafal tabel periodik.
Yang terakhir aku mandi bersiap untuk sekolah dan memasak makanan ku sendiri , aku memutuskan untuk menjadi seorang karnivor agar tubuh dan fikiran ku menjadi tajam layak nya seorang pemburu. Aku tak mengkonsumsi nasi agar tak mengantuk saat beraktivitas, semua itu berguna untuk memperbaiki gizi di dalam tubuh ku agar otak ku mampu melewati batasan nya.
Sepulang sekolah aku belajar pelajaran 1 tingkat di atas kelas ku sekarang jika aku kelas 9 berarti aku akan mempelajari pelajaran kelas 10 (SMA) metode ini berguna untuk menguatkan dasarku jika aku memasuki SMA nanti agar aku tak mengalami kebingungan lagi saat SMA. Aku membuat metode pelajaran ku 1000 kemungkinan di kali 1000 kemungkinan lain nya.
Kalian pasti bingung kan ?
Tak terasa ujian nasional SMP telah berlalu dan aku menjadi peringkat 1 di sekolah ku dengan nilai UN 100 di setiap pelajaran. Aku tak fokus ke pelajaran saat ini karena aku sudah menamatkan pelajaran di tingkat yang lebih tinggi.
“Wah wah wah siapa sangka anak ini bisa jadi sepintar ini, gitu dong anak mama” ujar ibu ku.
“Papa bangga sama kamu nak” ucap ayah.
“Ini bukan apa - apa bagi ku, ini masih permulaan” ucap ku sinis dan terlihat ambisius.
“Aku butuh nutrisi dan dukungan yang lebih dari ini ma, pa” tegas ku.
Aku terlihat sangat ambisius dan mulai terlihat dingin, sangat berbeda dari diri ku di masa lalu. Entah apa yang mempengaruhi ku sekarang.
“Oke kami dukung. Apapun itu demi kesuksesan mu nak” ucap ayah dan ibu ku.
Aku pun masuk ke SMA, sebenarnya aku masuk di sekolah yang sama seperti sekolah ku di masa lalu. Aku masuk sekolah bagus gini karena keberuntungan dulu dan menjadi pecundang di dalam nya. Tapi sekarang berbeda Evan yang berada disini adalah Evan yang akan berada di puncak dari segalanya.
Dulu aku berada di kelas 10 (10) kelas 10 paling ujung yang berisi anak - anak yang tak punya harapan. Tapi kali ini aku berada di kelas 10 (1) yang berisikan puncak dari anak - anak pintar di sekolah ini.
Dulu tubuh ku sewaktu SMA sangat kurus dan bungkuk tidak terlalu tinggi hanya 160 cm. Tapi sekarang aku memiliki tubuh atletis akibat pola hidup sehat dengan tinggi 168 cm di kelas 1 SMA. Wajah tampan ku pun terlihat jelas dengan kulit putih yang cerah.
Awal masuk sekolah aku melewati ospek untuk beberapa hari. Namun aku terlihat tak tertarik karena ini bukan hal baru lagi bagi ku dan terlihat membosankan.
Setelah 3 hari ospek aku pun masuk ke kelas ku untuk memilih bangku dimana aku akan duduk. Aku datang ke sekolah pukul 06:20 WIB agar bisa duduk paling depan dan dekat papan tulis agar fokus dalam pelajaran.
Perlahan - lahan teman ku memasuki kelas satu persatu dan memilih tempat duduk nya. Aku hanya cuek dan fokus membaca buku pelajaran.
Sebelum lulus SMP aku sudah membeli semua buku pelajaran SMA kls 10 dan kali ini aku sudah membeli semua buku pelajaran kelas 11. Tentu saja aku membaca semua nya di saat aku senggang.
__ADS_1
Karena hanya aku laki - laki yang duduk di depan semua memperhatikan ku. Tak lama datang seorang wanita menghampiri ku.
“Hei kenapa kau tak duduk di belakang bersama cowo lain nya?” Ucap nya menegur ku.
“Aku rabun jauh gabisa duduk di bangku belakang” ucap ku bohong.
“Hmm tempat duduk udah penuh dan aku tak mau duduk di belakang dengan cowo mesum disana” ucap nya.
“Woii” teriak cowo yang di bilang mesum.
“Terus?” Jawab ku
“Yaudah aku duduk disini aja boleh kan?” Ucap nya sambil duduk di sebelah ku.
“Lakukan semaumu aku gak perduli” jawab ku sambil membaca buku ku.
“Kenalin nama ku elisa, nama mu siapa?” Tanya nya
“Nama ku Evan, panggil aja Evan” jawab ku sambil masih membaca buku.
“Ohh evan senang berkenalan dengan mu ya semoga kita cocok” ucap nya menggoda.
“Hahh ? Kau kenap..” omongan ku terputus saat melihat wajah nya pertama kali.
Aku terbengong ketika melihat wajah elisa, aku baru ingat dia elisa 10(1) wanita idola di masa ku, kok bisa dia duduk di sebelahku. Apa ini anugrah.
Tapi tiba - tiba aku teringat ambisi dan alasan aku di kembalikan kemasa ini bukan lah untuk suatu obsesi terhadap hal - hal gak penting seperti ini.
“Ohh ya senang bertemu dengan mu semoga kau orang yang menyenangkan elisa” aku tersenyum sambil membalikkan kata godaan nya tadi.
“Hmmm” dia terlihat mati kutu.
“Kau membaca apa evan?” Tanya elisa
“Aku sedang belajar jangan ganggu” ketus ku
“Ehh emang ini materi kita?” Tanya nya.
“Bukan elisa, aku hanya iseng aja baca ini karena gabut” jawab ku sambil tersenyum datar dan terlihat sarkas.
“Oohh yasudah lanjut deh lanjut maaf ya ganggu” ujar nya.
20 menit kemudian pun kelas di mulai dan guru memasuki kelas. Kali ini wali kelas yang masuk untuk mendata anak - anak murid asuhan nya.
Namun saat guru sedang mengabsen satu - satu datang seorang perempuan yang terlambat. Dia berlari dengan nafas ngos - ngosan berdiri di depan pintu sambil mengetuk.
\~tok tok
“Maaf bu saya terlambat” ucap nya dengan nafas yang sesak.
“Kamu ya, hari pertama sudah bikin masalah cepat duduk besok jangan di ulangi” ucap ibu wali kelas sembari marah.
Setelah melihat wanita itu aku terkejut sejadi - jadi nya, mata ku tak berkedip dan jantung ku berdetak tak karuan.
Aku melihat Alena cinta pertama ku, aku sangat menyukai wanita ini dulu sewaktu SMA dan hanya bisa menjadi pemuja dalam diam. Karena aku sadar diri Alena adalah seorang tuan putri dan aku hanya seorang tukang kebun yang menyukai tuan putri nya sendiri.
Itu hanya perumpaan ku dengan aku membandingkan Elena dengan ku yang layak nya langit dan bumi. Dia adalah alasan aku semangat untun sekolah dulu karena menatap nya saja membuat ku bahagia.
Aku menundukkan kepala ku dan mencoba menetralisir emosional bodoh ku. Untuk umur aku memang lah seorang anak puber saat ini tapi faktanya aku sudah hidup selama 24 tahunan dan tak akan terpengaruh hal - hal kekanakan seperti ini.
__ADS_1
Karena aku yang egois mengambil bangku depan Elana terpaksa duduk di belakang dengan seorang laki - laki. Hipotesis ku bahwa Elena dan Elisa adalah teman semeja dulu nya. Karena kedatangan ku takdir mulai berubah dan aku mulai merusak takdir itu.
Next\~