Memperbaiki Masa Lalu

Memperbaiki Masa Lalu
Pertama kali berbicara dengan mu


__ADS_3

“Bongek?? Siapa tuh hahah” ucap ku sambil mengejek mereka


“Aku juga pakai helm kenapa kalian tau wajah ku kaya cewe?” Saat ini aku sedang memakai helm full face milik ku.


“Kami sudah memperhatikan mu sejak tadi, di lihat - lihat sih kau berbeda dari kutu buku lain nya” ucap salah seorang senior lain nya


“Terus? Kalian mau apa? “


“Kalian fikir dengan mengerumuni ku seperti ini aku takut ? Kalian cuma para kera di mata ku” ucap ku lantang


Para senior itu emosi dan menyerang ku, seorang senior melancarkan pukulan nya, namun aku menghindarinya. Pukulan lambat seperti itu tak akan mengenai ku, karena aku cepat dan setiap hari berolahraga baik itu latihan kecepatan, kekuatan dan berfikir cepat dalam keadaan terdesak.


Aku langsung mengeluarkan tangan ku dari saku jaket ku yang sudah ku pakai kan knuckle. Aku sudah pernah lulus dari sekolah ini beberapa tahun yang lalu jadi aku sudah tahu watak brandalan disini.


Aku menangkap kepala senior yang menyerangku dengan tangan kiri kemudian aku memukul nya dengan tangan kanan tepat di rahang bawah nya, dia langsung sempoyongan karena bahkan tanpa knuckle pun pukulan ku harus nya bisa membuat nya kesakitan apalagi menggunakan knuckle yang terbuat dari besi.


Senior itu tumbang, aku melihat masih ada empat orang lagi di hadapan ku, aku langsung menerjang yang lain, memang konsep bela diri adalah lari dari pertarungan jalanan itu lebih baik namun aku melihat mereka sangat lemah bahkan aku lebih tinggi dan lebih berotot dari mereka.


Pukulan ku langsung ku uppercut ke arah satu nya dan di pastikan dia tumbang tinggal tiga lain nya yang mencoba menangkap ku dari belakang.


Seseorang menangkap ku dari belakang dan yang lain nya mencoba memukul perut ku karena mereka tak mampu memukul wajahku yang sudah memakai helm full face.


\~duagh duagh duagh


Suara pukulah ke arah ulu hati ku.


“Hahaha segitu aja?” Ucap ku


“Kenapa ini tak berdampak ?” Gumam nya di dalam hati.


Tentu saja aku selalu menyiap kan rompi yang di isi angin di tas ku untuk mengatasi hal hal seperti ini dan jika keadaan terdesak aku akan memakai nya.


Secara tidak langsung mereka tak punya celah untuk menghajar ku lagi.


Aku pun langsung menghantamkan kepala ku kebelakang. Senior yang memegangku dari belakang langsung tersungkur.


Aku tak akan menyerang nya, aku fokus menyerang dua orang di depan karena yang tersunkur sudah pasti ter knock out.


Dalam pertarungan jalanan fokus kepada serangan satu pukulan. Aku menangkap kepala nya. Menjambak rambutnya kemudian membelikan tendangan sikut yang keras tepat di hidung nya.

__ADS_1


Ke satu orang lain nya aku melancarkan low kick dan menghantam pipi nya dengan pukulan ku.


Meraka ku hajar sampai aku puas di pastikan hari ini mereka hanya samsak hidup bagi ku.


“Hei siapa ketua mu?” Aku menjambak seseorang yang sedang babak belur penuh darah di wajah nya.


“Aaaaku tak tahu” ucap nya ketakutan


“Hoo, gak tahu ya, hmm yaudah aku bakal cabut 5 kuku mu sampai kau berbicara sejujurnya” aku mulai mencabut satu kuku nya.


“Aampuun , baiklah nama ketua kami si tigor, dia anak kelas 12 ips 5, jangan siksa aku” tangis nya


“Hmm tigor ya? Yaudah kalau kau ngasih informasi palsu ku cabut bola matamu” ucap ku


Aku tahu tigor memang pentolah sekolah kami dulu, mungkin saat ini dia masih menjadi pentolah sekolah karena takdir masih belum berubah.


Aku pun membiarkan mereka pergi, kemudian aku pergi ke warung terdekat untuk membeli minuman bersoda.


Kemudian aku duduk di parkiran motor dan duduk di sekitar situ.


Selagi aku meminum soda milik ku, kemudian aku mendengar suara langkah kaki mulai mendatangi ku.


“Apa orang - orang tadi memanggil teman nya lagi? Tapi tak mungkin soal nya yang datang ini hanya satu orang” ucap ku dalam hati sembari waspada akan serangan dadakan.


Kemuadian aku terkejut seorang wanita cantik keluar dari gang itu dan menghampiriku


Siapa sangka itu Elana, dia menghampiri ku dan berbicara pada ku.


“Kenapa kau melawan para senior itu? Apa kau mau mati di buat mereka?”


Itu pertama kali nya dia berbicara pada ku sejak kami sekelas.


“Memang nya kenapa? Hidup mati di tangan tuhan bukan di tangan bocah brandalan kaya mereka “ ucap ku


“Dih apaan” saut Elena


“Kenapa belum pulan? Ini udah 1 jam dari bel pulang berbunyi, kau sedang menunggu siapa?” Tanya ku penasaran


“Mmm, aku menunggu mu menyelesaikan hal bodoh tadi” ucap nya

__ADS_1


“Kenapa nungguin aku? “


“Aku tau kamu bakal di cegat oleh senior tadi, rencana kalau kamu di gebukin aku mau melerai” jawab nya


“Terus kenapa kamu gak lerai kami pas aku bantai merek? Kamu peduli sama aku doang nih hahah” aku mulai mengejek nya


“Terserah kamu aja deh, yaudah aku pulang ya, nih sapu tangan ku ambil aja dari tadi kamu keringetan sampe baju mu basah tuh” tawar nya


“Haha makasih ya” aku langsung lap keringat ku dengan sapu tangan itu dan mengembalikan nya


“Nih udah” sambil memberikan nya kembali


“Kamu mau balikin gitu aja setelah itu kotor dengan keringat mu?” Jawab Elana ngambek


“Ohh iya yaudah ntar ku cuciin, besok aku pulangin ya” jawab ku


“Ohh yaudah oke” jawab nya


“Oiya biasa nya kamu di antar jeput ayah mu kan, kok kamu masih disini sih?” Tanya ku pada elana


“Loh kenapa kamu bilang begitu? Perasaan ayah ku belum pernah antar jeput aku pas aku SMA deh soal nya dia masih di luar kota” elana bingung dengan pertanyaan ku.


Ahh sial aku lupa, aku terbawa suasana aku masih mengingat masalalu sewaktu aku menjadi penggemar rahasia elana aku selalu memperhatikan nya di antar jeput ayah nya dulu.


“Ohh hahaha seperi nya aku salah oranv ku kira itu kamu, maaf ya mirip soal nya” jawab ku panik


“Emang lu kira muka gue pasaran”


“Evan lain kali jangan buat masalah ya aku takut kamu di keluarin dari sekolah, soal nya kamu anak yang pintar” dia menasehati ku


“Iya deh iya , yaudah pulang yuk, kamu mau aku antar kerumah? Aku bawa motor nih”


“Yaudah sampe simpang gang rumah ku aja ya, aku gamau orang di rumah mikir aneh - aneh” jawab elana


“ hmm iya deh iya, lagian siapa juga yang mau di fikirin sama kamu” jawab ku


“Bukan aku oon tapi orang di rumah ku”


Kami berbicara sambil menuju parkiran motor ku dan aku mengantar nya pulang

__ADS_1


Next \~



__ADS_2