Memperbaiki Masa Lalu

Memperbaiki Masa Lalu
Rusak nya Takdir


__ADS_3

Aku tak perduli dengan takdir yang sudah rusak, karena ini lah alasan aku disini jika aku tak merubah apapun aku tak akan berubah.


Di suatu mata pelajaran seorang guru fisika memberikan suatu pertanyaan yang sangat sulit. Dengan jaminan siapa yang bisa menjawab nya akan di berikan nilai sempurna dan tak perlu mengikuti uts lagi dari nya. Ucap guru itu


“Baik siapa yang bisa jawab maju kedepan” tanya nya.


Aku melihat soal itu, aku yang sudah bisa menjawab nya belum lagi aku sudah mempelajari nya secara otodidak tahun lalu itu terlihat mudah, tapi aku tak tertarik mencari perhatian di awal jadi aku hanya diam.


Tak ada satu murid pun yang mau mencoba nya. Kelas menjadi hening, aku pun bingung.


Namun setelah 5 menit kemudian seorang bernama dimas maju dan menjawab soal itu. Namun dia masih salah menjawab nya. Aku hanya diam melihat itu walaupun aku tahu jawaban nya.


“Jawaban nya masih salah, ada yang ingin mencoba lagi?” Tegas guru itu


Terus bergantian orang - orang menjawab soal itu. Namun tak ada yang benar hanya saja ada yang mendekati jawaban nya.


“Hei nak kau duduk di depan kenapa cuek sekali, gak mau mencoba menjawab nya?” Guru itu berbicara kepada ku.


Aku tersenyum pada nya kemudian berdiri dan menjawab soal itu.


Guru itu terkejut karena aku menjawab nya dengan benar tapi yang membuat dia lebih terkejut lagi aku menjawab soal itu seperti tanpa berfikir seakan - akan aku sudah menghafal nya.


“Wah bagus jawaban kamu benar !! Siapa nama mu nak?” Tanya pak guru


“Evan pak” jawab ku


“Evan sesuai janji saya kamu sudah asuransi nilai sempurna mulai sekarang di mata pelajaran saya” ucap nya


“Terimakasih pak” ucap ku


\~prok prok prok


Semua tepuk teman sekelas ku tepuk tangan


“Wah ternyata kamu pinter ya van” ucap elisa kagum kepada ku.


“Biasa aja kok” ucap ku


Waktu pun berlalu hingga jam istirahat


Aku tak kemana - mana dan fokus membaca buku.


“Hei kamu Evan kan, kekantin bareng yok” ucap seorang anak laki - laki di kelas bersama teman lain nya.


Seperti nya circle sudah mulai terbentuk di hari pertama.


“Aku sudah bawa bekal, aku disini saja kalian deluan aja” jawab ku sambil tersenyum.


“Hmm yasudah lain kali gabung lah jangan kaku banget Evan” ucap pria satu nya


“Iya iya maaf ya” ucap ku


Aku tak tertarik makan di kantin karena aku sudah membawa bekal makanan yang ideal bagi ku. Aku tak butuh makan enak yang ku butuh kan adalah makanan tinggi nutrisi.


Bel masuk sudah berbunyi semua kembali kekelas.


“Hei kau gak ke kantin ya buat istirahat dan makan?” Ucap elisa.


“Aku gak lapar” ucap ku sambil membaca buku.


Lagian kenapa aku harus kekantin, semua penjual makanan disana aku udah kenal bahkan posisi bangku yang rusak pun aku sudah tahu karena aku yang dulu lebih lama di kantin ketimbang di kelas.


“Dih apaan nih anak” ucap elisa


“Hei elisa, kita teman semeja kan? Sepertinya aku harus banyak tahu tentang kamu nih” ucap ku sambil menutup buku ku dan menatap matanya.

__ADS_1


Elisa terkejut melihat keberanian ku.


“Wah kamu mau tahu tentang apa? Kamu bukan laki - laki mesum kan?” Ucap nya


“Enggak kok, aku cuma mau lebih kenal aja, kamu anak keberapa dan apa warna kesukaan mu?” Tanya ku


“Aku anak keuda dari 3 bersaudara, satu abang laki - laki, adik perempuan, warna kesukaan ya? Hmm kaya nya pink deh tapi aku suka warna hijau juga” ucap nya


“Hmm begitu ya, menarik” ucap ku


“Lah menarik apa nya, emang buat apa sih tahu begituan” ucap elisa bingung


“Apa abang mu mengekang mu?” Tanya ku tenang.


“Hmm mengekang ya ? Seperti nya lumayan sih kek dia ngelarang - larang aku pacaran gak sih atau dia ngelarang aku pergi jauh - jauh” jawab nya


“Apa adik mu di perlakukan lebih spesial?” Tanya ku.


“Hmm entah lah tapi aku terkadang berfikir begitu” elisa bingung kenapa aku bertanya - tanya masalah pribadi nya tapi dia tak bisa menolak untuk menjawab.


“Itu bukan sesuatu yang terkadang terlintas di fikiran mu, tapi itu memang sesuatu yang selalu kau fikirkan” jawab ku


“Apa maksud mu van?” Tanya elisa mulai antusias.


“Tapi menurut ku kau adalah orang yang menarik, mereka hanya tak tahu potensi mu. Kau harus membangkitkan itu jika ingin di akui” aku mulai mengacaukan kegundahan hati elisa selama ini


“Bukan kah kau selalu berfikir untuk mandiri, ku rasa kau harus lebih baik dari ini elisa, bukan kah kau selalu berfikir bagaimana cara nya membuktikan bahwa kau adalah sesuatu yang berharga untuk mereka banggakan?” Aku mulai membuka sesuatu yang di pendam elisa selama ini di fikiran nya.


Elisa hanya terdiam dan tak mampu berkata - kata dia terus merenung.


Seharian kami tak berbicara setelah itu. Elisa terus kepikiran dengan apa yang ku katakan.


Hari pun berlalu


Keesokan hari nya aku bersekolah seperti biasa. Aku datang lebih dulu ketimbang elisa.


\~ duakk pintu di pukul seorang murid senior kelas 2


“Hei kalian para kutu buku, kumpul dulu 2 rb per orang untuk beli rokok kami” ucap nya.


Pria ini datang sendirian karena teman - teman lainnya pergi ke kelas lain.


\~next


Pria itu mengutip uang kesemua orang . Kalau gak di kasi bakal di ancam


“ehh dek Elana gausah deh, soal nya kamu cantik banget. Udah punya pacar dek?” Dia coba menggoda Elana


“Hehe” elana cuma nyengir saja


“Manis banget senyum kamu dek, boleh abang minta pin BBM nya gak?” Goda nya


“Gak punya bb bang” elak elena


“Hmm yasudah deh,lain kali abg boleh dong sering - sering kesini liat kamu hehe”


Elena cuma diam saja dia tak mau menggubris senior itu.


Senior itu mengutip uang dari bangku paling belakang sampai bangku paling depan, hingga sampai lah dia ke meja ku.


“Ehh dek elisa, kamu manis ya kaya Elana. Cewe - cewe disini cantik - cantik banget heran deh. Sayang banget cowo nya kutu buku semua kaca mataan culun, mending kalian main ke kelas abang aja banyak cowo keren loh” goda nya


“Nih bang 2 rb udah ya” potong Elisa


Senior itu menatap ku

__ADS_1


“Oy lu kok semeja sama cewe, di depan lagi duduk duduk nya, kaya banci lu, khusus buat lu sini 10 k mau beli rokok” dia mulai menagancam


Aku cuma diam seakan - akan anjing menggongong kapilah berlalu.


“Ohh budek ni orang kaya nya deh” ucap nya kemudian menarik rambutku sambil mengangkat kepala ku ke atas dan kami saling bertatapan.


“Ada perlu apa ya ? “ aku bertanya sambil tersenyum


“Dih kau mau mati ha? Sini setoran kalau gak mau di hajar” bentak nya


“Setoran? Siapa yang suruh? Guru kah? Kalau memang iya siapa nama guru nya biar aku langsung kesana ngasih nya langsung” ujar ku


“Dih si anji** ini ngelunjak ya, mau mati kau ha?” Bentak nya lagi


“Ohh tadi abang bilang mau beli rokok kan? Berarti ini ilegal dong” aku menatap mata nya secara sinis


“Lah terus kenapa? Gak terima?” Senior itu emosi


Dia langsung melayangkan pukulan kearah wajah ku, pukulan nya mengenai wajah ku, aku sengaja tak menghindar namun pukulan itu seakan tak ada dampak sedikit pun.


\~duaggh


Pukulan balasan dari ku mengenai rahang nya, karena incaran ku adalan rahang senior itu mulai sempoyongan namun ketika dia mulai jatuh aku langsung menarik rambutnya dan menyikut nya dengan sikut kaki kanan ku.


Senior itu jatuh ke lantai lemas, aku berdiri sambil menatap nya dari atas, memberikan tatapan jijik saat melihat nya.


Dia mulai panik dan sangat malu, semua orang melihat kami. Harga diri senior itu seketika hancur karena ku.


Dia pun bangkit dan menggerutu


“Awas kau ya, gak selamat kau ku buat sialan” teriak nya sambil meninggal kan kelas ku.


Aku hanya diam dan kembali duduk di bangku ku. Keadaan seketika hening sementara. Namun aku membuat seolah - olah tak terjadi apa - apa.


\~teeeet


Bel istirahat kedua berbunyi


“Hei Evan kau gila ya, kenapa mukul senior sih kau mau mati apa gimana?” Teriak elisa


“Entah kenapa mood ku lagi gak bagus ngeliat bocah tadi” ucap ku


“Hei kita lebih bocah dari dia tau” ucap teman sekelas ku bernama randy seorang ketua kelas


Aku menutup buku ku dan melihat sekitar teman - teman sekelas ku sudah mengelilingi ku. Mereka mulai kepo bertanya - tanya.


Aku melihat Elane sepertinya dia tak tertarik, dia berbincang dengan teman cewek lain nya.


“Oi Evan kau melihat apa ha?” Elisa masih mengintrogasi ku


Aku hanya melihat mereka dengan tatapan datar ____-


“Kalian kenapa sih? Sana ke kantin dan beli popok bayi biar gak pipis celana liat orang berantem, kalau takut main boneka aja di rumah” ucap ku sambil bercanda


“Ni anak ya gak ngerti situasi, malah sempat sempat nya bercanda” ucap aldi teman cowok di bangku belakang.


“Hei kalian kutu buku kalau gak berani mending diem aja biar aku di gebukin nanti pulang sekolah, kalian jangan ikut campur ya jangan ngadu ke guru juga , ku patahin nanti kaca mata kalian” omong ku sambil ketawa.


Beberapa jam kemudian bel pulang sekolah pun berbunyi


Aku sengaja pulang lebih lama dari yang lain, aku menunggu semuanya pulang sampai sekolah benar - benar kosong.


Aku pun pulang sambil meretakkan tangan ku di saku jaket coach ku.


Aku di hadang oleh beberapa senior, ada 5 setidak nya yang mengepung ku saat ini.

__ADS_1


“Oy katanya kau mukulin bongek ya? Bocah ini muka nya kaya cewe putih banget anjay” ucap seorang senior kelas 3.


Next\~


__ADS_2