Memperbaiki Masa Lalu

Memperbaiki Masa Lalu
ELISA part 2


__ADS_3

Semalam kami baru saja bermain futsal dan malam ini Aku, Evan dan Rayhan akan pergi ke pasar malam.


07:00 wib sebelum aku berangkat sekolah.


“Oyy Elisa!! Makan nih kami dah selesai makan!” Teriak ibu tiri ku.


“Oke ma” ucap ku.


Dia hanya melihat ku dengan tatapan sinis nya seperti biasa lalu meninggalkan ku.


Aku pun bergegas makan agar ada tenaga di sekolah. Walaupun ayah selalu meninggalkan jajan bulanan yang lumayan besar untuk ku.


Setelah makan aku bergegas kesekolah di antar oleh supir pribadi kami.


07:30 wib aku sampai di sekolah.


Setelah memasuki kelas aku melihat Evan yang sedang membaca buku dan menyapa nya.


“Opp si pinter lagi belajar” ucap ku sambil menutup buku itu.


“Apa lagi sih anak ini” ucap nya.


“Gada kok cuma nyapa doang, gak apa - apa kali haha” ucap ku.


Evan melihat ku dan hanya diam. Namun tatapan nya terlihat bersahabat.


“Ehh van jangan lupa malam ini ya”tanya ku pada Evan.


“Kamu ini emang nya boleh keluar malam terus? Bukan nya kamu ini cewe ya? Atau kamu ini sebenarnya trasgender hahaha” jawab nya bikin kesal aja.


“Apa sih kamu!” Aku memarahi nya


“Tanya tuh rayhan, kalau dia bisa aku bisa juga” jawab nya


“Kamu tanya aja sendiri kan kamu yang ngajak dia, aku sih enggak!” Jawab ku lagi


“Yaudah kamu aja pergi sendiri malam ini weekk” ejek nya


“Ngancem ya kamu, udah pandai sekarang ya!!” Ucap ku sambil mencubit lengan nya.


“Dih apaan sih, noh tanyain tuh rayhan mau gak!” Jawab nya sambil menepis tangan ku.


Aku berjalan ke arah rayhan dan bertanya kepadanya.


“Han bisa kan malam ini?” Tanya ku ke rayhan


“Acieee apa nih? Lu ngajak kencan ya sa?” Ucap angga


“Enggak cuma ngajak ke pasar malam doang” jawab ku polos.


“Oyy elisa mau ngedate ke pasar malam bareng rayhan malam ini !!” Angga mengumumkan kesemua nya.


“Dih apaan sih kamu!, kami bertiga bareng Evan” jawab ku sambil menendang kaki angga

__ADS_1


Tapi aku heran kenapa rayhan malah terlihat malu - malu dan malah curi - curi menatapku namun saat kami beradu tatapan dia langsung menoleh.


Anak ini kenapa sih padahal aku cuma mengajak nya ke pasar malam, jangan bilang dia mikir aneh - aneh.


Aku tak sengaja melihat kearah Elana dan dia sedang melihat ku dengan tatapan yang aneh.


“Mereka ini pada kenapa sih?” Ucap ku dalam hati.


Aku kembali ke bangku ku dan mencoba untuk cuek saja.


\~tok


Evan menyentil jidat ku.


“Apaan?” Ucap ku sambil memegang jidat yang dia sentil.


“Gak apa - apa lagi pengen aja hahaha” jawab nya terlihat usil


Aku melihat Evan yang tertawa dan jahil dia tak seperti Evan ketika bersama orang lain. Biasa nya Evan sangat cuek dan ketus entah kenapa ketika bersama ku dia terlihat jadi orang yang berbeda.


Elana lagi - lagi melihat ku, seperti nya dia merasa kepo dengan sesuatu, aku tak terlalu dekat dengan nya namun aku harus berhati - hati soal nya dia mirip sekali dengan Evan hanya saja dia seperti Evan versi wanita.


Wanita sempurna seperti nya selalu mendapatkan apa yang dia mau, sebenarnya aku sedikit iri padanya namun aku tak memikirkan itu, aku hanya fokus pada diriku.


Waktu berlalu begitu cepat sekolah pun sudah berakhir. Semua orang kembali ke rumah nya masing - masing namun entah kenapa aku sangat malas kembali kerumah karena tak ada yang menarik disana yang ada hanya rasa sedih dan tekanan.


Aku duduk di bawah pohon depan kelas ku sembari menatap langit yang sedang tertutup awan. Aku menikmati ini dengan hembusan angin.


Tiba - tiba ada seseorang memegang kepala ku.


Aku yang terkejut langsung menoleh ke arah nya, ternyata orang itu adalah Evan.


“Sedang mikirin apa?” Ucap nya sambil meletakkan telapak tangan nya di kepala ku.


Aku hanya bisa diam.


“Kau terlihat senang hari ini” dia berbicara sembari mengelus rambutku.


Angin yang sepoy - sepoy, langit yang tertutup awan, di bawah pohon yang sejuk namun entah kenapa aku merasa tangan Evan lebih nyaman dibandingkan itu.


“Enak ya cuaca nya” dia melepaskan tangan nya dan duduk di sebelahku.


“Nih permen!” Ucap nya sambil menyodorkan permen kepada ku.


Aku mengambilnya, ternyata di bungkus belakang permen itu ada sebuah tulisan, ya memang permen sekarang gitu kan rata - rata ada tulisan nya di bungkus belakangnya.


“Orang bodoh” itulah yang tertulis disana.


“Hahhhh?? Kok tulisan nya gini sih!! Bukan nya permen ginian biasa nya selalu ngegombal ya?” Tanya ku pada Evan


“Ntah tu gatau hahaha” jawab nya


“Kamu ini orang aneh ngumpulin ginian!” Ucap ku

__ADS_1


“Oy anehan kamu lah, hahaha” jawab nya.


“Van kamu percaya gak sih sama aku?” Tanya ku tiba - tiba


“Lah kok nanya gitu? Pasti kamu tersinggung ya ku bilang nyopet dompet kemarin haha” jawab nya bercanda lagi


“Kamu ini serius dikit lah! Aku tahu itu bercanda kali!!” Jawab ku


“Terus apa dong?” Tanya nya


“Kamu berbeda banget ketika bersama ku dibanding teman kita yang lain, bahkan ke Elana sekalipun padahal kalian terlihat akrab” tanya ku lagi


“Kenapa ya?? Hmm, mungkin karena aku bertindak sesuai apa yang di butuhkan” jawab nya


“Maksud nya van?” Aku kebingungan


“Aku tahu kamu butuh teman untuk di ajak bicara dan bercanda, aku tak mau menambah beban hidup mu” jawab nya


Aku bingung dengan apa yang dia katakan seolah dia malah melantur kemana - mana.


“Elisa! Kamu butuh teman untuk di ajak bicara kan?” Dia bertanya sambil menoleh ke arahku, tatapan nya sangan dalam terasa.


“Sok tahu kamu van!” Jawab ku


“Kamu tahu gak di tubuh manusia ada sesuatu yang tak pernah bisa berbohong bahkan setelah mulut berdusta” ucap nya


“Yaitu mata, orang - orang tak sadar bahwa mata mereka dapat mencerminkan fikirannya, bahkan kau bisa mengetahui perasaan orang lain dengan melihat matanya saja, kau mungkin tertawa dan terlihat riang, namun matamu sangat terlihat lelah dengan beban di fikiran mu, itulah yang membuat ku faham kau sedang memikirkan hal yang rumit” ucap nya lagi


Aku hanya bisa terdiam dan merenungi kata - katanya.


“Ngelamun ya kamu!” Ucap nya sambil menarik hidungku.


“Aduh!!! sakit tahu, kalau hidungku patah gimana?” Jawab ku


“Hahaha lagian hidung mu mancung banget enak di tarik” jawab nya


“Kamu muji aku ya? Makasih” jawab ku mengejek nya


“Pinokio hidungnya juga mancung tapi gak pernah dia se PD kamu ini!!” Jawabnya.


“Yeee itu mah beda” ucap ku sambil mendorong bahu nya pelan.


“Yaudah aku pulang ahh, kamu jangan kelamaan disini ntar di culik, soal nya kabarnya ada yang lagi nyari tumbal proyek dan ciri - ciri nya kaya kamu ini haha” ucap nya sambil pergi meninggalkan ku.


“Dihh!” Ucap ku


“Oy evan jangan lupa ntar malam ya!” Ucap ku sambil tersenyum


Evan menoleh ke arah ku “iya iya, berisik ya kamu!” Kemudian dia pergi meninggalkan ku.


Aku pun pulang tak sabar menunggu nanti malam.


Next\~

__ADS_1


__ADS_2