
Aku pun pulang dengan tertatah menuju rumah. Aku sengaja memakai masker dan memakai topi agar orang - orang di rumah tak ada yang curiga.
Kemudian singgah kerumah paman ku dan memulangkan pistol nya diam - diam meletakkan nya di kamar mandi mereka.
Hari pun berlalu seperti biasa nya hingga keesokan harinya.
Elisa lebih dulu sampai di kelas dari ku. Saat aku datang dia sudah duduk di bangku nya.
“Hei, kau lama hari ini ya van” tanya nya sambil mengejek
“Apa kau sengaja datang cepat untuk mengatakan itu?” Ucap ku sambil menghiraukannya
Aku melihat ke arah Elana, saat aku melihatnya kami beradu tatapan mata. Dia tersenyum kepada ku dan aku langsung menolehkan wajahku ke arah lain, entah kenapa aku seperti itu.
Aku memang merasa Elana adalah wanita tercantik yang pernah ku lihat. Bahkan setelah lama aku tak bertemu dengan nya di masa lalu aku masih merasa tak pernah ada wanita secantik ini. Bahkan 90% populasi pria di sekolah ini terhipnotis dengan kecantikan nya.
Elana juga memiliki banyak penggemar di kalangan pria maupun wanita. Namun dia tak tertarik menjadi seorang yang terkenal. Aku tak mengerti apa yang dia inginkan.
Menjadi seorang idol maupun seorang seleb bukan lah hal yang mustahil sih, ahh apa sih yang ku fikir kan. Aku harus fokus pada tujuan ku. Elana hanya orang yang ku kagumi bukan tujuan ku dimasa ini.
Hari ini adalah mata pelajaran bahasa ingris. Guru bahasa ingris pun masuk untuk pertama kali nya. Berkenalan dan langsung menjelaskan materi nya.
“Anak - anak materi gramer hari ini sudah selesai. Tapi saya ingin mengetahui kemampuan kalian dalam speaking baiklah saya akan meminta sukarelawan untuk berbicara bahasa ingris dengan saya” ucap guru itu.
Tak ada yang mau menjadi sukarelawan bukan karena mereka tak bisa berbahasa ingris namun masih banyak yang terbata dan malu.
“Baiklah kalau gitu saya tunjuk saja. Hey you student with glasses. Your name?” Ucap nya menunjuk rayhan.
“My name is rayhan ma’am” ucap rayhan terbata
“Alright. Try to explain in detail what is the choice in your life and your ideology ray” ucap guru itu
Rayhan hanya diam, dia mengerti namun rasa malu nya terlalu tinggi untuk menjawab nya.
“Why are you silent?” Ucap guru itu bertanya
“I dont know mam” rayhan menunduk
“Hmm sepertinya anak ini tak tahu tujuan hidupnya” gumam si guru dalam hati
“So, who are you?” Guru itu meletakkan kedua tangannya keatas meja ku sambil menatap mataku.
Aku menatap nya kembali dengan mata yang santai, tak sedikitpun aku merasa terintimidasi.
“You are a handsome boy, what is your name?” Tanya nya
“My name Evan” ucap ku santai
“So evan can you answer the question? For you!!”
“My opinion hmm, No! It’s not what I just think but what I have to do.” Jawab ku
“I want to change everything and become something different. Btw you are the most beautiful teacher I have ever met Mrs. Lina” jawab ku lagi sambil tersenyum menatap mata guru itu. Seakan akan aku memasuki fikiran nya dan memenuhi itu semua.
Bu lina langsung memalingkan wajah nya. Entah kenapa jantung guru muda ini berdetak tak karuan dia menyadari ini sesuatu yang aneh.
“Anak ini aneh seperti nya dia memiliki psikologis yang aneh, dia mencoba bermain - main dengan fikiran ku” ucap nya dalam hati.
Semua murid di kelas itu hanya cengar cengir namun mereka sembunyi - sembunyi.
“Wah parah si evan salah tingkah tu guru wkwk” ucap angga kepada abdul.
“Haha orang ganteng mah bebas bro kalau aku yang bilang gitu udah pasti di tabok” bisik angga
“Looks like you're a naughty guy, evan” ucap bu lina sambil kembali ke mejanya
“But youre smart i think” ketus nya
Bel istirahat pun berbunyi.
“Okay anak - anak mungkin segini saja untuk hari ini” tutup bu lina.
“Hei evan kamu gila ya haha” ucap abdul menghampiri ku.
“Dia mencoba menggoda ku yaudah ku fikir kami harus saling goda” jawab ku nyengir.
“Ehh evan besok main futsal yok, kita satu kelas rencana mau sparing futsal sama anak 10 - 2 kamu mau ikut gak?” Ucap ketua kelas
“Banyak cewek yang nonton loh evan, apalagi Elana kaya nya nonton tuh” bisik abdul.
\~duagh
Pulpen melayang kekepala abdul. Ternyata yang melempar adalah Elisa.
“Dih apaan wanita ini!” Teriak abdul.
“Jangan ghibahi orang, ngomong - ngomong aku juga nonton loh!” Teriak elisa
__ADS_1
“Terus kalau kamu nonton kenapa?” Jawab abdul kesal.
“Gpp sih cuma ngasih tahu saja” jawab elisa
Rayhan melihat pembicaraan itu, seperti nya dia menyukai Elisa yang cantik itu sejak pandangan pertama.
Dia berfikir inilah kesempatan nya tampil baik saat sparing futsal nanti agar keren di mata Elisa.
90% pria yang menyukai elana namun rayhan masuk dalam 10% pengecualian, namun aku bisa di kategorikan yang 90% itu gak sih?
Tempat berganti ke kelas 10-2 dimana angga datang kesana untuk membahas masalah sparing futsal besok. Dia berbincang - bincang dengan seorang siswa disana.
Namun para brandal sekolah anak buah tigor datang meminta setoran rutin ke kelas - kelas. Mereka memasuki kelas 10-2.
“Hei kami mau ngutip setoran rutin, yang gak mau mati jangan coba melawan kalian bo***” bentak senior itu
Semua orang ketakutan dan di kutip uang - uang nya. Namun mereka melihat angga disana.
“Bro itu anak kelas 10-1 kan, gimana nih” ucap senior satunya berbisik.
“Abaikan aja, jangan kutip dia, bang tigor udah janji sama monster itu supaya gak nyentuh anak - anak nya” jawab teman nya
Mereka mengabaikan angga padahal angga sudah mengeluarkan uang nya. Namun mereka enggan mengutip nya kemudian mereka pergi.
“Loh kamu kok gak di kutip sih” ucap salah satu anak kelas itu.
“Ntah gatau lah, mungkin karena beberapa hari yang lalu aku menghajar meraka sampai mereka tahu bahwa julukan ku sewaktu SMP adalah si pembunuh berdarah biru” angga mulai mengeluarkan jurus bualan maut nya.
“Ohh iya kabarnya teman mu berkelahi dengan salah - satu dari mereka kan?”
“Ohh iya dia anak buah ku dulu di SMP, padahal aku sudah bilang jangan lawan para kroco” bual angga
Dengan aneh nya anak - anak 10 -2 pada percaya dengan bualan itu. Hingga sekarang Angga di julusi si Elang biru.
Angga kembali ke kelas dan memberi kabar anak - anak kelas 10-2 setuju bertanding besok.
“Woy mereka setuju katanya main sore jam 4” teriak angga
“Nah gimana van bisa kan besok jam 4?” Tanya ketua kelas.
“Aku tak punya waktu, aku harus les besok. Kalian saja main” ucap ku
“Hei jangan gitu dong, masa kamu gak ikut, paling gak ramein lah!” Ucap abdul
“Jam berala kamu bisa nya ?” Tanya ketua kelas
“Yaudah angga kabari anak 10-2 main nya malam, semua harus bisa ikut soal nya kita harus kuatin kebersamaan kita” ucap ketua kelas.
“Hmm yaudah nanti aku kabari kemereka, memang tadi mereka ngajak nya malam cuma kalian yang bilang sore kan” jawab angga
“Oke deal ya malam” ucap angga.
Aku cuma menghela nafas saja, aku sebenarnya sudah bosan bermain - main, tapi yasudah lah aku mengikut saja.
Waktu pun berlalu sampai istirahat kedua. Semua orang keluar ada yang ke kantin dan ada pula yang duduk di taman sekolah.
Sementara aku hanya diam di kelas belajar hal - hal yang menurut ku penting.
“Kau tak keluar?” Tanya Elisa.
“Deluan saja aku tak tertarik” ucap ku
“Hmm yasudah aku deluan ya” jawab elisa
Aku masih membaca buku, kali ini aku membaca materi hukum, undang - undang dan peraturan - peraturan presiden terbaru.
“Kau tak keluar juga?” Aku berbicara namun aku tetap melihat buku ku.
“Aku masih mau disini” jawab Seorang wanita yang ternyata itu adalah Elana.
Aku hanya diam dan fokus membaca buku.
“Apa kau selalu begitu?” Saut elana dari meja nya.
“Apa maksud mu?” Jawab ku sambil membaca
“Kau terlihat tak memiliki kehidupan, kau hanya belajar dan berkelahi sejauh ini, aku juga tak yakin kau akan ikut futsal besok” ucap nya
“Siapa ya tahu” jawab ku
“Kalau begitu ku balikkan padamu. Apa kau akan datang besok? Aku tahu mereka sengaja ngajak semuanya nonton futsal untuk caper di mata mu” aku blak - blakan pada Elana.
“Yah aku juga tahu itu, aku juga males karena aku tak tertarik modus cowo” jawabnya.
“Aku tahu kau wanita yang sempurna, tapi kenapa kau tidak berpacaran dengan cowo populer atau kaya? Kau tak pernah terlihat memanfaat kan kelebihan mu Elana” ucap ku.
Elana berdiri dan menghampiri ku “jika kau berfikir kelebihan ku hanya karena fisik, berarti kau sama saja dengan mereka, aku tak suka di perlakukan seperti itu” bentak nya
__ADS_1
Aku menutup buku ku kemudian menatap matanya.
“Kau ingin aku seperti apa?” Tanya ku ke Elana sambil menatap matanya.
“Aku tak akan terpengaruh tatapan mata mu, aku sudah bertemu ratusan cowo seperti mu” ucap Elana sambil memandang ke bawah menatap mata ku
“Siapa kau sebenarnya” ucap Elana kepada ku.
“Apa maksud mu?” Jawab ku
“Aku merasa kau bukan orang yang baru ku kenal, apa kita pernah saling kenal dulu?” Tanya Elana serius.
Aku yang biasa nya tenang tiba - tiba jantung ku serasa terhenti sesaat. Fikiran ku tak karuan mendengar omongan nya, bulu kuduk ku merinding seakan merasakan ancaman.
“Apa maksud mu” ucap ku sinis.
Tidak mungkin elana mengetahui semua nya, hanya aku yang kembali ke masa lalu tidak mungkin ada orang lain yang seperti ku. Tanya ku dalam hati
Elana duduk di sebelah ku.
“Evan boleh kah aku meminta nomor BBM mu?” Tanya nya
Aku seketika merasa jatuh dari lantai 10 yang dimana gedung itu adalah Elana. Aku merasa terhipnotis, seorang elana yang aku kagumi sejak dulu meminta nomor ku deluan, namun aku tak boleh terlihat senang.
“Kenapa meminta nomor ku? Apa yang kau rencana kan?” Jawab ku curiga.
Tak mungkin orang seperti nya mendekati ku aku tahu fikiran wanita cantik, aku di jaman dahulu sudah mempelajari kehidupan wanita karena aku lumayan play boy dulu.
Dalam fikiran ku wanita itu berbeda dengan pria, Wanita secantik Elana ini tak butuh seorang pria tampan karena ada ratusan pria tampan di luar sana yang mendekati nya dan menginginkan perhatian nya.
Saingan seorang pria untuk mendapat kan seorang wanita cantik itu luas, mau dari si paling tampan ada juga si paling kaya ada juga si paling pintar ada juga si paling alim . Lengkap semua dia tinggal pilih. Jadi aku tak akan tergoda oleh rayuan nya, mungkin bukan cuma aku yang di rayu oleh nya.
Aku pun memberi nomor BBM ku.
“Oke makasih ya, lain kali ku hubungi kau aku butuh” ucap nya
“Lakukan sesuka mu, tapi jangan ganggu aku belajar” jawab ku
Elana hanya tersenyum.
Kemudian segerombolan orang melewati kelas kami. Mereka adalah pria - pria dari kelas lain yang ingin melihat Elana.
“Lihat itu Elana cantik banget euy kaya barbie gak sih” ucap pria satunya
“Iya asli dah kok ada ya cewe se cantik dan se glowing itu” ucap yang satu nya
“Cuy aku minta nomor nya ahh siapa tau jodoh” ucap satu lainnya
“Ngapain nih para mony** berkumpul di pintu kelas ku” aku sudah didepan mereka tanpa mereka sadari.
Mereka terkejut melihat ku yang menatap sinis.
“Bro omongan mu kok gak sopan gitu hah!!” Teriak pria itu
“Memang nya kenapa? Kau mau mati?” Jawab ku ketus sambil menatap matanya seakan - akan aku adalah singa yang siap melahap nya.
“Udah kita mundur aja, awas lu ya” ucap teman nya
Mereka pun meninggal kan kelas ku.
“Hei jangan cari masalah samanya”
“Kenapa sih, takut amat luh” ucap temen nya
“Dia itu Evan yang ngehajar senior kelas dua sendirian, kabar nya dia juga berantem sama bang tigor di WAGE” jelas nya
“Ahh seriusan lu, ahh gila aja hampir aja aku mati tadi”
Pria - pria itu pun hilang entah kemana karena takut mendengar rumor tentang ku.
“Kenapa ketus begitu? Kau cemburu ya Van” ucap Elana sambil ketawa kecil.
“Cemburu? Gak lah, aku cuma gak suka di pantau dari luar” jawab ku ngeles
“Dih ke gr an luh” ucap Elana kepada ku
Aku cuek sama omongan Elana.
“Jangan berkelahi ya Evan Diantara ntar aku gak mau temenan sama kamu” jawab elana dengan nada yang melambai lembut.
“Dih apaan, emang kamu kira aku ngarep temenan sama kamu apa” jawab ku cuek
“Iya deh iya hahaa” Elana tertawa disitu
Aku melihat tawa nya yang indah seakan aku melihat seorang bidadari yang suci. Ini pertama kali aku sebahagia ini melihat lawan jenis ku. Aku merasa begitu namun aku taktahu ini perasaan apa, kurasa ini bukan perasaan cinta namun hanya sebatas mengagumi keindahan.
Tapi aku penasaran seperti apa sih kehidupan Elana? Apa yang dia fikirkan dan apa yang dia anggap penting dalam hidup nya.
__ADS_1
Next \~