Memperbaiki Masa Lalu

Memperbaiki Masa Lalu
FUTSAL


__ADS_3

Kini hari telah malam dan jadwal futsal sudah dekat. Para siswa berdatangan satu - satu ke lapangan futsal dekat pusat kota.


10 menit lagi sebelum permainan dimulai biasanya para pemain pemasan dulu di lapangan.


Siswa kelas 10 - 1 telah berkumpul dan banyak siswi juga yang datang termasuk Elisa dan Elana yang baru saja datang bersamaan.


“Hei itu Elana dia datang loh!!” Ucap seorang pria di kelas 10-2.


“Waahh cantik banget kalau gak pakai seragam sekolah ya style nya oke banget. Tapi di sebelah nya juga cantik banget tuh, Elisa kan namanya” ucap seorang satunya.


“Aku harus caper - caper tipis nih biar mereka liatin aku haha” ucap siswa 10- 2 lainnya.


“Hmmm” ucap terlihat seorang pria bernama hendra yang terus memandangi Elana sepertinya dia tertarik dengan Elana.


Pria ini adalah siswa tertampan di 10-2 bahkan salah satu siswa tertampan di sekolah.


Dia merupakan atlet sepakbola memiliki tinggi 178 cm dengan bentuk tubuh yang atletis.


Elana yang duduk di bangku beton pinggiran lapangan futsal tak memperhatikan apapun dan fokus berbicara ke teman sekelas nya.


Namun tiba - tiba hendra menghampirinya.


“Kamu Elana kan? Aku hendra kenalin” ucap nya lembut


“Wah hendra!!” Ucap siswi 10-1 lain.


“Ohh ya salam kenal ya” ucap Elana.


“Evan mana ya kok belum dateng sih!” Ucap ketua kelas.


“Iya nih parah banget sih dia kalau sampe gak datang” ucap Rian.


7 menit kemudian aku datang sambil mengantuk bosan. Aku tak tertarik main futsal karena aku sudah bosan main futsal dimasa lalu.


Aku merupakan seorang anak SSB futsal dimasa lalu dan merupakan seorang striker murni.


“Oy Evan napa lama banget sih!!” Teriak angga.


“Iya nih tadi jalanan macet hehe” jawab ku sambil berjalan ke arah mereka.


“Kamu ini ya. Cepat pakai sepatu mu biar kita main!” Ucap ketua kelas.


“Kamu bisa main kan Van?” Ucap kevin.


“Enggak terlalu sih kalian deluan aja , aku cadangan aja gpp deh” jawab ku.


“Yaudah ntar kalau ada yang cape kamu ganti ya!” Ucap ketua kelas


“Ogeh!!” Ucap ku sambil mengacungkan jempol.


Aku melihat kepinggiran di luar jaring lapangan, aku terkejut banyak anak perempuan disitu melihat ku.


“Wah ganteng banget!” Bisik siswi kelas 10-2 keteman nya setelah melihat ku.


Aku menghampiri temen - temen cewek ku di kelas.


“Hi guys maaf telat ya hehe, aku cuma pelengkap jadi gpp lah ya” ucap ku.


“Gada yang peduli juga hehe” jawab elisa mengejek.


Aku melihat Elana, mata kami saling bertatapan kemudian dia tersenyum kepada ku namun aku hanya bengong.


“Kamu mana bisa main futsal muka mu aja kaya cewe gitu van apalagi kutu buku biasa nya letoy hahaha” ledek elisa lagi.


Aku langsung menjepit Elisa dengan ketiak ku.


“Kamu bilang apa tadi hah?” Sambil mencengkram nya.


“Aammpun vaan!” Ucap nya


Aku pun melepasnya.


\~duaaggh


Suara bola melesat kencang dan memasuki gawang kami.


Ketua kelas yang menjadi kiper di squad terbengong karena tendangan itu terlalu keras.


Ternyata itu adalah tendangan Hendra. Setelah melakukan goal dia menatap Elana seakan mau pamer.


“Ohh jadi dia jago main ya” ucap ku dalam hati.


Tim kami terus tertekan mereka di sayurin sama squad nya Hendra yang begitu mendominasi. Ya wajar sih melihat mereka yang tak bisa lepas dari kacamatanya saja udah membuat ku ngeri karena teman teman ku hanya bisa belajar tak pernah melakukan olah raga, sementara tim hendra walaupun 11-12 namun ada hendra yang jago di permainan ini.

__ADS_1


Goal terus terjadi dan sekarang score nya sudah 3-0 tanpa balas bahkan hendra melakukan beberapa freestyle sebelum melakukan goal.


“Kamu tak bersiap Van? Kaya nya mereka udah kena mental tuh!” Ucap Elana pelan kepada ku.


Aku melihat nya dan tersenyum.


“Yaudah deh aku besiap dulu ya, kasian temen - temen kita di mainin gitu” ucap ku


Aku pun memakai sepatu ku dan bersiap - siap.


Kemudian aku meminta pergantian pemain kepada dion yang menjadi striker disana. Kami pun berganti.


Hendra lagi - lagi freestlye disana untuk menunjukkan seakan - akan dia sangat hebat, aku yang di posisi depan berlari dan melakukan body kepada nya membuat nya kaget, kemudian aku merebut bola itu dari ya.


Aku berlari sprint kedepan melewati 2 pemain dan menendang sangat - sangat keras,


\~Duuarr


Suara bola yang ku tendang ke gawang musuh dan menghasilkan goal


aku sengaja mengincar kiper musuh namun kupastikan dia bisa menghindari itu agar goal tetap terjadi namun mental kiper musuh menjadi jatuh setelah itu, karena itu adalah salah satu teknik intimidasi ku dalam bermain futsal.


Aku yang dimasa lalu terkenal jago main futsal dengan finishing yang luar biasa, aku beberapa kali memenangkan kejuaraan antar pelajar bahkan di juluki tendangan nuklir. namun orang tua tidak pernah mendukungku.


Apalagi dengan diri ku yang sekarang konsisten berolahraga baik stamina maupun power ku yang setiap hari ku latih. Jadi bisa disimpulkan kemampuan ku meningkat dari aku yang dulu secara fisik dan stamina namun skill masih sama.


Setelah kejadian itu keadaan hening sejenak, semua terkejut tak menyangka.


Aku berlari ke arah angga dan melakukan selebrasi berbalik ala CR7.


“Ssiiiiuuuu!!!” Teriak ku bertujuan membangkitkan semangat mereka lagi setelah kejadian tadi.


Semua siswi kelas kami yang menonton berteriak girang.


Score masih 3-1 jadi kami belum menang.


“Jaga jarak dengan Hendra, jangan bermain - main drible jika masih di dalam jangkauan nya, jika dia melakukan press oper ke arah ku, oke?” Ucap ku kepada mereka.


Mereka mudah mengerti ucapan ku karena mereka ini anak - anak pintar ber IQ di atas rata - rata.


Hendra melakukan press ke arah kevin namun kevin langsung mengoper ke luar jalur yang bisa di tuju hendra. Aku pun sigap karena takut teman yang lain juga di press habis. Setelah bola sampai kekaki teman satunya mereka langsung melakuan oper ke depan ke arah angga.


Hendra pun mengejar angga bertujuan mengambil bola dikaki nya namun angga tak bodoh dia pun melakukan umpan lambung ke bagian depan.


Semua orang tak menyangka karena bagian depan kosong kami semua berada di area kami. Jadi bagian itu pun tak dilakukan defend oleh pemain musuh.


\~duaaarr


Aku menendang keras


Lagi - lagi aku megincar titik yang bisa kiper hindari namun beresiko dia terkena itu.


Kiper musuh pucat ketakutan.


“Bro lu aja dah kiper gak berani gua” ucap kiper itu ke teman nya yang masih cadangan.


“Gak bro lu aja dah gua lagi sakit perut” temen nya ngeles ketakutan.


“Dih apaan sih kalian bikin malu aja” ucap hendra.


“Yeeeyy Mantap Evaan!” Teriak Elisa


Permainan pun berlanjut. Kali ini hendra langsung membawa bola dengan sendirinya kearah depan namun aku sudah mengintruksikan kemereka untuk melakukan blok ke arah tengah sejajar bertujuan agar hendra tak melakukan sprint lurus.


Mau tak mau hendra melakukan dribling menzig- zag dia memilih zig - zag ke arah kanan karena kami sengaja lebih memberikan ruang disana. Karena hendra pun merupakan pemain yang menendang dengan kaki kanan nya itu adalah pilihan terbaik buat nya agar setelah dia melewati para pemain bertahan dia langsung dapat melakukan shoot.


Namun siapa sangka dia terjebak oleh strategiku, kami memang membiarkan nya mekalukan itu agar aku bisa melakukan sprint kencang kearah itu dan melakukan kontak body kepadanya.


Aku berlari kencang dan merebut bola itu dengan mudah, karena sebelum hendra bergerak kearah situ aku sudah tahu dan memang fokus kebagian itu saat berlari jadi aku sudah beruntung satu langkah.


Setelah merebut bola itu lagi - lagi aku berlari kencang melakukan dribling kearah depan dan melakukan shoot ancaman seakan - akan aku akan menendang kuat namun setelah kiper menghindar aku menendang dengan pelan dan goal.


“Hmm lagi - lagi kebiasaan nya. Dia selalu selangkah lebih maju dari siapapun, otot memang tak selalu efektif dalam permainan namun otak selalu berguna di kondisi apapun” ucap Elana di dalam hatinya.


Score seimbang kali ini namun waktu sudah hampir habis. Disana hendra langsung melakukan shoot dengan keras. Namun seperti biasanya para dull back melakukan block membelakangi sehingga tendangan hendra tak akan masuk.


Hendra merasa stress seakan - akan kami membaca difikirannya. Keadaan stress dalam bertanding mampu merusak mental dan emosi sehingga membuat permainan yang awal nya bagus menjadi rusak.


Itulah yang aku inginkan sebelum aku memasuki lapangan. Yaitu sesuatu intimidasi yang terjadi. Keadaan ini selalu menguntungkan bagi ku.


Dalam kondisi ini hendra dan kiper sudah tak merasa nyaman bermain. Aku hanya memikirkan sisanya namun mereka tak bisa bermain bola.


Aku mengambil bola yang meleset dari tendangan hendra. Seperti biasa aku melakukan sprint kearah depan.

__ADS_1


Hendra dan teman - teman nya yang faham bahwa semua titik eksekusi adalah aku mereka mengepung ku.


Namun sebelum mereka berhasil mengepungku aku berlari kesudut lapangan. Aku melihat jangkauan musuh yang mendatangiku.


Ketika kaki mereka mulai melesat beberapa langkah menuju pojok lapangan aku langsung melakukan oper ke arah angga yang sedari tadi tak di perhatikan mereka.


Mereka berfikir teman - teman ku adalah umpan untuk ku namun mereka salah kali ini aku lah umpan nya dan angga lah yang akan mengeksekusi.


Karena mereka terlalu kencang berlari mengejarku mereka tak sempat mengejar angga lagi.


Angga pun dengan gampang nya mencetak goal.


Angga berlari ketengah lapangan dan melakukan selebrasi yang sama seperti ku.


“SSIIIIUUUUU!!” Teriak nya


Dan semua orang - orang berteriak kegirangan.


Kami pun memenangkan pertandingan nya.


Kami pun saling bersalaman karena memang pertandingan ini adalah ajang silaturahmi antar kelas saja.


“Kau jago ya bro, kapan - kapan main lah bareng kami di tim sekolah” ucap hendra.


“Aku lagi sibukes bro, nanti lah kalau ada jam kosong aku ikut kalian deh” ucap ku


Kami pun berpelukan respect satu sama lain.


Aku suka dengan teman maupun lawan yang sportif seperti ini.


Setelah itu aku duduk di suatu bangku disana elisa menghampiriku dan mengambil saputangan nya melap keringat di dahi ku.


“Wah romantis banget ya anak satu ini” ucap ku padanya sambil tersenyum.


“Gak kok, aku cuma bangga aja sama kamu udah bikin anak - anak lain sekompak itu, aku tahu itu ulah mu” jawab nya


“Ahh masa sih dek” ucap ku mengejek


Dia menarik hidung ku.


“Nih rasain kamu!!” Ucap nya


“Aduh, apaan sih”


“Awas kamu ya”


Aku langsung mengejar nya dan menangkap nya.


“Hahaha gak asik kok dendam sih” ucap nya


“Hahaha anak kurang ajar kamu nih” sambil aku tak sengaja memeluknya.


Orang - orang memperhatikan kami bengong termasuk Elana yang menatap ku.


“Opp apa nih, han liat tuh Elisa di embat sama Evan haha” teriak angga.


Aku langsung melepas Elisa dan merasa malu padahal aku tak sengaja. Elisa juga langsung menghindar malu.


Rayhan hanya menunduk karena cemburu. namun dia tak bisa berkata apa - apa.


“Ey aku gak sengaja ya!” Ucap ku mencoba menjelaskan.


“Elana boleh minta nomor hp kamu gak, mana tau ada perlu hehe” ucap hendra ngeles aja minta nomor Elana.


“Oh hendra, sini hp kamu!” Ucap elana


Hendra memberikan Hp nya kemudian Elana langsung mengetik nomornya disitu.


“Nanti telfon aja ya kalau perlu” ucap nya.


Hendra langsung senang mendengar nya. Namun aku malah merasa terganggu melihat nya.


“Kamu keringetan tuh” ucap elana sambil melapkan sapu tangan yang pernah ku kembalikan kepadanya.


Hatiku merasa terpukul karena seolah dia melecehkan ku. Dia memakai sapu tangan itu untuk menyapu keringat pria lain.


“Waduh banyak bucin disini bikin mual aja!!” Ucap kevin


Tak lama setelah itu kami pun bersiap pulang. Banyak siswi 10-2 yang mengajak ku bicara dan tak sedikit dari mereka meminta nomor hp ku.


Namun aku tak merasa senang hari ini entah kenapa ada yang mengganjal hati ku hingga aku pulang dan sampai kerumah.


Tak lama aku teringat dengan Elisa, aku yang selalu memancing keluh kesah di hati Elisa namun dia selalu melakukan block pada dirinya padahal aku tahu dia orang yang sedang rapuh, aku selalu memperhatikan Elisa setiap pagi dia tak terlihat bahagia.

__ADS_1


Ntah lah mungkin ada sesuatu yang membuat nya tertekan dan besok aku sudah janji menemaninya ke pasar malam bersama rayhan.


Next\~


__ADS_2