
Bab kali ini akan menceritakan sudut pandang Elana sesuai dengan keinginan tokoh utama yang bertanya - tanya seperti apa kehidupan Elana yang sebenarnya.
Elana adalah seorang anak yang populer sejak dia kecil. Bahkan saat dia masih bayi semua orang ingin menggendong dan mengasuhnya.
Elana adalah anak dari seorang Letnan berbakat, ayah elana seorang Lulusan akademi Kepolisian yang bertugas di Kota ini.
Wajah cantik Elana bukan lah tanpa sebab karena ayah dan ibu Elana memiliki wajah yang indah dengan tubuh yang sangat bagus.
Sejak Elana Tk dia sudah di kelilingi orang - orang yang memuja nya baik itu pria maupun wanita. Baik seorang yang lebih tua, Sebaya nya atau pun lebih muda darinya.
Apapun yang Elana inginkan adalah hal yang mutlak karena Elana dapat memanipulasi Orang - orang dengan tampangnya.
Elana Yor 16 tahun memiliki tinggi badan 165 cm dengan berat badan 50 kg, berkulit putih dengan hidung yang mancung dan rambut yang lurus sepanjang lengan namun Elana sering mengikat rambutnya, Elana memiliki mata yang coklat dengan bulu mata yang lentik dan alis yang tebal, bibir Elana juga tipis namun sangat seksi.
Ini adalah tahun dimana Elana baru saja lulus SMP dan memutuskan masuk ke SMA favorit di kota itu, Elana yang pintar mampu masuk dengan nilai yang tinggi dan mampu memasuki kelas unggulan.
Walaupun memiliki segalanya Elana adalah wanita yang rendah hati. Sejak dia hidup ratusan pria menyatakan cinta padanya namun dia menolak mereka dengan baik. Elana pernah berpacaran dengan seorang pria yang sangat tampan namun tak bertahan lama karena Elana merasa pria tampan dan kaya itu selalu hidup dengan membosankan dan hanya mementingkan gengsi mereka.
Di hari pertama Elana masuk SMA saat dia ospek banyak yang memperhatikan nya namun dia tak memperdulikan segalanya, dia hampir memiliki sifat seperti Evan yang cuek dan lebih fokus ke tujuan yang lain.
Elana berpotensi menjadi seorang bintang namun dia tak menginginkan maupun memimpikan itu, dia lebih tertarik menjadi sesuatu yang berbeda.
Setelah ospek berakhir dan pembagian kelas sudah di tentukan, Elana bertujuan duduk di bangku nya Evan saat ini namun dia telat dan di dahului oleh Evan.
Kesan pertama Elana melihat seorang pria yang mau duduk paling depan dia lumayan kagum.
Elana memperhatikan keseharian Evan sepertinya Evan pria yang berbeda dari pria - pria yang dia temui.
H-1 sekolah sudut pandang Elana.
“Elana kenapa kamu buru - buru seperti itu?” Teriak ibu Elana.
“Pap gada hari ini jadi aku harus naik ojek ke sekolah ma, aku mau duduk di depan takut di dahului orang lain” elana berlari terburu - buru
“Dah ma. Love you” teriak nya
“Duh anak ku memang bagaikan bidadari ya” ucap mama Elana
Elana memesan ojek menuju sekolah nya. Sampai di sekolah dia pun langsung berlari menuju kelas, namun setelah hampir sampai pintu dia berhenti dan berjalan anggun masuk ke kelas.
“Loh udah ada orang -___-, bangku depan juga udah penuh semua” ucap nya dalam hati
“Tapi cowo loh yang ambil tempat yang ku mau, kok bisa ya biasa nya cowo mau duduk di belakang” gumam nya lagi.
Elana pun duduk di belakang, sambil melihat Evan yang membuatnya perhatian nya tertuju.
Pelajaran pertama pun di mulai, disitu guru memberikan pertanyaan dengan hadiah jaminan nilai.
__ADS_1
“Aku harus menjawab nya” ucap elana dalam hati dan mencoba menjawab soal itu.
Namun dia kesulitan, mungkin karena ini cuma olok - olok sang guru fikir nya untuk pamer kemampuan.
Tapi dia terkejut sejadinya saat Evan menjawab soal itu dengan gampang nya.
“Hah kok bisa dia jawab soal yang aku gak bisa?” Ucap Elana dalam hatinya.
Dia menatap Evan yang terlihat sangat berbeda. Tapi dia merasa Evan bukan lah orang yang asing di ingatan nya.
H-3 SMA
Sewaktu para senior brandal memasuki kelas mereka dan memeras yang lain.
Senior itu pun menggoda Elana saat itu
“Seperti biasa para brandal mencoba menggoda ku, aku harus mengeluarkan kata - kata yang sama setiap saat kalau bertemu orang seperti ini” ucap elana dalam hati seakan - akan di tahu apa yang harus dia katakan kepada setiap pria yang menggoda nya.
Namun tak lama dari itu evan menghajar pria itu. Dia terkejut lagi - lagi orang ini membuat sensasi baru.
Elana mengetahui watak para preman sekolah, Evan tak akan aman ketika pulang jadi dia memutuskan untuk menunggu Evan.
“Aku harus menunggu pria ini pulang, bisa di pastikan dia akan di kroyok sih sama preman - preman itu, kalau itu terjadi aku akan melerainya,sehebat apapun dia pasti akan hancur kalau di keroyok” ucap elana dalam hatinya.
Evan pulan dan bertemu para preman itu, namun Elana lagi - lagi terkejut dengan persiapan Evan melawan preman itu.
Setelah itupun dia menghampiri Evan dan memberinya sapu tangan nya.
H-8 masuk sekolah dimana time line sekarang setelah sekolah usai dan besok nya tanding futsal anak kelas mereka.
Elana pun pulang menuju rumah nya, namun hati nya selalu gelisah ketika memikirkan Evan yang selalu satu langkah di depan nya. Elana yang merasa berambisi mendapatkan segalanya merasa dia tak ada apa - apa nya di depan Evan yang jenius.
Elana menghilangkan stress nya dan pergi ke taman kota pada sore hari. Dia pergi sendirian dengan mengunakan masker dan topi agar laki - laki tak menggodanya karena dia ingin tenang untuk hari ini.
Elana melihat seorang anak kecil yang mengemis dijalanan. Tak ada yang menghiraukan anak itu. Hingga seseorang datang dan merampas hasil yang anak itu kumpulkan hari ini.
Anak itu pun menangis karena dia kehilangan uang yang dia kumpulkan sementara uang itu untuk kebutuhan nya dan saudara nya.
Elana hanya bisa terdiam dan merenung melihat itu, dia berfikir seharusnya dia bersyukur atas apa yang dia miliki saat ini. Karena banyak di luar sana yang menginginkan menjadi dia terus kenapa dia malah ingin menjadi orang lain.
Tak lama kemudian dia melihat seorang pria menghampiri anak itu. Pria bertopi itu memberikan anak itu uang 50 ribu rupiah dan tas sandang kecil milik nya.
Elana bingung melihat pria itu tapi dia masih banyak fikiran dan menatap kebawah sambil menghiraukan nya.
“Kenapa kau memakai topi dan masker” ucap pria itu.
Elana terkejut karena seorang pria menyapa nya.
__ADS_1
Dia melihat ke atas dan ternyata pria bertopi itu adalah Evan.
“Loh Evan kenapa kamu disini” ucap elana bingung.
Evan duduk di sebelah Elana.
“Aku baru pulang Bimbel, kamu juga kenapa disini?” Tanya Evan.
“Gak ada, aku bosan aja di rumah pengen sendiri aja” jawab Elana.
“Lah aku ganggu kamu doang, maaf ya kalau gitu aku pergi” jawab Evan
“Hahaha gak lah santai aja” ucap Elana.
“Kenapa kamu berikan tas mu ke bocah itu van? Kenapa gak kasih uang aja sih” tanya Elana bingung.
“Elana dengar ya, kamu boleh aja menolong orang tapi kamu harus kasih solusi setelah menolongnya. Ada pepatah mengatakan jangan hanya kasih ikan namun juga berikan dia pancingnya, jadi aku berikan anak itu tas sandang ku biar besok dia letakin uangny disana” ucap Evan
“Kom bisa ya kamu berfikir sejauh itu, kamu selalu berfikir selangkah di depan Van” ucap Elana sambil merenung kosong
“Kamu kenapa sih, ada yang menggangu fikiran mu hari ini?” Tanya Evan
“Menggangu fikiran ku?” Elana berbicara sambil melihat Evan.
“Hmm ya ada seorang pria yang menggangu sekali hari ini di otak ku” jawab Elana
“Haha kamu lagi masa puber ya? Atau lagi jatuh cinta” jawba evan sambil tertawa kecil.
“Apasih kamu-___” ucap Elana
“Yaudah aku temenin disini, kalau mau curhat ke aku gak apa - apa, cowo itu gimana orang nya?” Tanya Evan
“Hmm, dia ganteng, pintar namun Emosional, tapi entah kenapa aku merasa dia berbeda” jawab Elana sambil menatap Evan.
Evan yang merasa aneh pun menjawab
“Ohh gitu ya, aku malah berfikir begitu saat melihat mu, kamu terlihat berbeda di mata ku, namun ternyata ada seseorang yang seperti itu di mata mu ya Elana, mungkin orang itu sangat istimewa” ucap Evan.
“Kau berfikir aku begitu?!!” Elana terkejut saat dia tahu fikiran Evan namun dia sedikit lega karena dia sadar dia hanya overthinking selama ini.
“Aku lega kau juga memikirkan ku van” ucap Elana sambil tersenyum
Next\~
__ADS_1