Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Hari Raya


__ADS_3

Seminggu pasca kecelakaan yang menimpa diriya Frans sudah mulai beraktifitas seperti biasa meski nyeri dibahu kanannya masih sedikit terasa jika harus digunakan untuk mengangkat beban berat, terlebih dia hanya izin kekantor hanya 3 hari ditambah 2 hari sabtu minggu yang merupakan hari libur kerja. Jika harus beristirahat lebih lama lagi Frans tak ingin gaji bulanannya dipotong lebih banyak lagi, terlebih tak lama lagi sudah memasuki Imlek atau tahun baru menurut penanggalan Cina.


Karena mereka sudah menikah, sudah pasti banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk merayakan hari raya imlek juga memberikan angpau kepada orang tua serta adik dan keponakannya yang belum menikah meski nominal angpau besar/kecilnya bukan suatu kewajiban atau paksaan melainkan sebagai simbol agar mereka yang diberikan angpau yang indentik dengan warna merah, selalu diberikan keberuntungan, kesehatan, dan kelancaran rejekinya sepanjang tahun.


Frans memahami sifat keluarga besar istrinya Rissa jika angpau yang diberikan mereka terlalu sedikit tentu saja dapat menjadi bahan omongan dibelakang mereka. Terlebih jika dihitung paling sedikit saja mereka harus memasukan 50rb disetiap angpau, mengingat banyaknya adik dan sepupu serta keponakan Frans maupun Rissa yang belum menikah sudah tentu setidaknya bisa menghabiskan lebih dari satu bulan gaji Frans yang hanya sekitar kurang dari 3,8 juta perbulan itupun belum termasuk potongan wajib seperti pajak penghasilan,BPJS Tenaga kerja, dan BPJS kesehatan yang totalnya lebih dari 10% gaji Frans tiap bulan.


Untung saja cicilan kasbon dikantornya sudah lunas 1 bulannya yang lalu, sedangkan untuk mengajukan kasbon lagi harus menunggu 3 bulan setelah pelunasan baru bisa mengajukan kembali. Sepertinya untuk kekurangan biaya nanti harus menarik tunai dari kartu kredit milik istrinya, sedangkan kartu kredit milik Frans sudah lama ditutupnya setelah melunasi semua tagihan, karena tak ingin menjadi pisau bermata dua dilain hari.


Bulan ini saja pengeluaran Frans dan Rissa sudah cukup banyak sehingga anggaran untuk menabungpun dipakai mereka untuk kebutuhan sehari-hari juga untuk memperbaiki motor miliknya akibat kecelakaan tempo hari. Imlek tahun ini kebetulan jatuh dihari tengah minggu kerja, Frans pun harus mengajukan cuti kekantornya karena meskipun hari raya, imlek tidak memiliki cuti bersama sehingga mau tidak mau harus mengambil cuti karena hari pertama imlek mereka biasanya hanya berkumpul dirumah anggota keluarga masing-masing yang dituakan atau yang memiliki meja abu sesepuh keluarga dirumah mereka. Barulah hari kedua imlek mengunjungi saudara dan kerabat jauh yang merayakan.


...*Meja abu : adalah meja sarana persembahyangan bagi anggota keluarga yang sudah meninggal berupa sisa abu pembakaran jenazah yang disimpan dalam pasu atau guci rumah abu, atau disimbolkan dengan Foto alm/almh. bisa juga berupa papan nama yang dituliskan dengan aksara mandarin. Biasa ritual sembahyang dilaksanakan setiap malam ce it ( awal bulan ) dan malam cap go ( pertengahan bulan ) menurut kalender imlek. Dengan menyediakan teh yang dituang ke cawan kecil sebanyak 3 buah juga makanan kesukaan alm/alm. semasa hidup/buah-buahan....


Malam menjelang imlek Frans dan istrinya Rissa berkumpul bersama keluarga dari David Wie dikediaman keluarga wie untuk makam malam bersama menlanjutkan tradisi yang sudah turun menurun dilakukan oleh keturunan Tionghua. Selepas makan malam dikeluarga wie Frans meminta ijin untuk menginap dirumah keluarga tantenya Nita di kota SBD, namun tak diketahuinya kepergiannya ini kembali menimbulkan kesalahpahaman iparnya Donna yang menang tak menyukai Frans sama sekali.


Rissa yang sengaja tinggal memilih tak ikut suaminya kerumah tante Nita Young di SBD karena ingin menemani ibunya Jessi Wie yang nampak kembali sedih mengingat bahwa suaminya telah tiada, terlebih ini pertama kali bagi Jessi merayakan imlek tanpa kehadiran suaminya.


Ditengah ruang kumpul keluarga nampak Rissa berserta Kedua kakak perempuannya Donna dan Joice sedang berbicara, sedangkan kedua iparnya David Yan dan Rudy Tan berserta kakak lekakinya Johan sedang menonton acara malam pergantian Tahun baru imlek l di saluran tv berbayar yang disiarkan secara langsung dari negeri tirai bambu tak jauh dari ruang santai keluarga sedangkan Jessi, Susan istri Johan dan keempat keponakan Rissa sudah terlelap dikamar masing-masing.


"Laki lu sombong amat sa, malam imlek bukannya nginep disini malah kerumah Ai'nya, emang besok gak bisa kesananya?" ucap Donna membuka pembicaraan malam itu


"Bukanya sombong ci, Frans gak enak sama Ai nya kalo gak kesana, tadi sore Ai nya nelpon dia disuruh makan kesana. Ada Ii nya yang dari luar pulau dateng udah lama gak ketemu Frans katanya" jawab Rissa mencoba menjelaskan kepada kedua kakak perempuannya.


"Alesan aja, klo laki lu gak betah klo ada gw disini mah bilang aja sa" sambut Donna

__ADS_1


"Lagian gw perhatiin nih ya sa, sejak lu nikah sama Frans lu dah jarang nginep nemenin mama disini" timpal Joice yang mulai tidak suka dengan Frans karena menurutnya pribadi Frans mencoba menjauhkan adiknya dari keluarga Wie


"Lagian ya, kaya lu tinggal dirumah mewah aja pake takut ditinggal segala. Rumah masih ngontrak aja belagu amat jadi orang laki lu sa' lanjut Joice


"Aku sama Frans gak ada pikiran kaya gitu ci, meski gak nginep tapikan tiap sabtu minggu kita berdua selalu kemari buat nemenin mama ngobrol. Lagian Frans juga tadi dari sore udah disini bantuin mama masak buat makan malem" jawab Rissa membela diri dan suaminya yang memang sedari sore selepas pulang kerja langsung menuju kediaman keluarga wie untuk membantu Jessi memasak berbagai jenis makanan.


"Terus lu berdua lu ngasih mama duit gak buat belanja?" Tanya Donna


"Frans ngasih tadi kemama sekalian ngasih duit baru 20rban buat mama bagi-bagi angpau besok" jawab Rissa


"Lu ngasih berapa kemama" Tanya Donna lebih rinci


"Udah mi, ngapain sih mau tau urusan orang, lagian Rissa mau ngasih berapa ke mama urusan Frans sama Rissa, Mami gak perlu tau juga urusan begituan" potong David Yan sebelum Rissa sempat menjawab pertanyaan dari Donna


"Besok siang pas di nangka besar lu berdua harus ikut kerumah cek Ishan buat cek ramalan lu berdua, mama juga udah setuju biar lu berdua diramal sama cek ishan. Harusnya pas sebelum lu berdua kawin, tapi kata papa gak usah" lanjut Donna kemudian menyusul suaminya yang sudah masuk kamar terlebih dahulu diikuti oleh Joice dan suaminya Rudy yang menuju kamar tidurnya dilantai atas.


Sedangkan Johan masih asik menonton pertunjukan seni Barongsai disaluran yang sama sebelumnya. Tak lama kemudian setelah saling berbalas pesan dengan suaminya Rissa memasuki kamar tidur ibunya yang sudah terlebih dahulu terlelap.


Keesokan paginya setelah makan pagi di kediaman Ai nya di SBD Frans menuju kerumah keluarga Wie untuk menjemput Rissa untuk berkunjung ke rumah ayah dari Frans lalu ke rumah Ibu tirinya Yenni di kota JB sebelum berkumpul dengan keluarga besar Wie di nangka besar yang masih termasuk wilayah kota JB.


Setibanya dikediaman keluarga wie nampak Donna berserta suami dan anak-anaknya baru saja keluar dari rumah keluarga wie hendak berangkat menuju kediaman mertuanya orang tua dari David Yan


"Wihh bos besar baru dateng nih, baru nyampe bos" celetuk Donna menyinggung Frans yang baru tiba

__ADS_1


Frans tak ingin menjawab celetukan dari Donna mengingat hari ini adalah hari raya kurang pantas rasanya jika sampai bersilih kata, ia hanya mengucap selamat hari raya imlek kepada Donna dan Suaminya dan menerima salam dari kedua keponakan istrinya setelah Donna dan keluarga menuju mobilnya, Frans kemudian memasuki kediaman keluarga wie


"Baru nyampe lu bro" tanya Rudy yang baru turun dari tangga yang menuju kamarnya


sementara Frans dan Rissa belum lama selesai bersujud kepada Jessi untuk mengucapkan selamat hari raya imlek sebagai tanda hormat dan bakti kepada orang tua


"Iya ko, tadi habis jemput saudara dulu di stasiun rawa ungu, mobil Ai lagi dipake anaknya jadinya jemput satu-satu pake motor" jawab Frans yang memang sebelum ke rumah mertuanya harus menjemput 4 saudaranya yang datang naik kereta dari kota BK menuju kota SBD, jika hari biasa mungkin mereka akan naik ojek pangkalan stasiun rawa ungu.


Tapi mengingat hari ini adalah hari raya imlek banyak oknum ojek pangkalan yang serempak menaikan tarif diluar akal sehat dari tarif hari biasa yang hanya berkisar 10 - 15 ribu saja khusus kepada penumpang kereta yang sedang merayakan imlek dari pakaian yang mereka pakai. Sedangkan taksi online tidak diijinkan menarik penumpang 500 meter dari stasiun kecuali hanya menurukan penumpang.


Begitulah sifat manusia yang mencari keuntungan lebih dengan memanfaatkan situasi yang ada, tak ada salahnya memang namun tidak semua orang mampu membayar tarif yang dipatok oleh oknum yang menaikan tarif dengan semena-mena.


Akankah hasil ramalan Frans dan Rissa bagus atau malah jelek.


Dan bisakan hasil ramalan tersebut memberikan dampak yang besar bagi pernikahan mereka berdua


-------------Bersambung------------


Dukung terus novel karya Author dengan saran dan kritik dikolom komentar


Happy Fun Reading


^_^

__ADS_1


__ADS_2