Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Surat Peringatan


__ADS_3

Pernikahan mantan istrinya Rissa berlangsung tanpa kehadiran Frans pesta pernikahan yang seharusnya digelar sederhana karena kedua mempelai yang sama-sama berstatus sudah pernah menikah dan telah bercerai dengan pasangan masing-masing, Rissa bercerai dari Frans atas desakan kakak perempuannya Donna yang memang tidak menyukai Frans sedari awal mereka hendak menikah dan semakin ingin menceraikan adiknya Rissa dari Frans setelah hasil ramalan keduanya yang tidak bagus. Sementara itu Freddy diceraikan oleh mantan istrinya yang memiliki seorang anak karena tidak kuat menghadapi kelakuan suaminya yang sering bermain perempuan belakangnya dan seorang pengangguran. Seakan-akan sedang mengejek Frans pesta pernikahan Rissa dan suami barunya diadakan secara mewah disalah satu hotel terbaik dikota gading dengan biaya yang menurut Happy sahabat Rissa ditanggung oleh Donna, meski awalnya pihak keluarga mempelai lelaki keberatan untuk mengadakan pesta secara mewah karena keterbatasan ekonomi keluarga besar mereka sebab Freddy sendiri saat ini hanya mengandalkan gaji dari pabrik plastik milik adik dari ibunya yang tidak seberapa. Meski demikian pesta tetap berlangsung karena permintaan Donna yang akan menanggung seluruh biaya pesta sebab Donna yang memiliki banyak relasi berniat mengundang seluruh rekan bisnisnya yang tidak diundangnya saat acara pernikahan Frans dan Rissa dulu, itulah sebabnya dia tidak ingin membuat malu nama baiknya dihadapan rekan bisnis maupun relasi bisnisnya.


Frans yang mendapatkan kabar ini dari Happy hanya mengelus dadanya dan hanya bisa kembali mendoakan Rissa bahagia dan tidak terlalu memperdulikan perbedaan pesta dirinya dengan suami baru Rissa, baginya kebaikan mantan mertuanya alm. David wie akan dikenang seumur hidupnya termasuk juga istri David, Jessi yang setiap bulan masih Frans kirimkan makanan atau kue kesukaannya lewat aplikasi pesan online tanpa menyebutkan nama pengirimnya meski Frans mengetahui pasti mantan ibu mertuanya itu tahu bahwa siapa yang mengirimkan semua ini setiap bulannya. Frans hanya ingin tetap menghormati Jessi maupun alm. David dengan secara diam-diam bersembahyang dimakam David setiap peringatan kematiannya, saat terakhir berkunjung ke makam David Wie saat seminggu menjelang perayaan imlek Frans mendapati bahwa namanya telah dihapuskan dari batu nissan David sebagai menantu laki-laki bahkan yang menyakitkan hatinya adalah namanya langsung digantikan oleh Freddy padahal Rissa sendiri belum resmi menikah dengannya.


Frans meyakini bahwa hal ini adalah kehendak dari mantan kakak iparnya Donna yang benar-benar sangat ingin menghapuskan jejak dirinya dari kenangan keluarga wie, dihadapan makam alm. David dirinya hanya mendoakan agar David dapat tenang di alam sana dan terlahir di alam yang lebih berbahagia dan tidak menyalahkan Donna yang menghapus namanya dari batu nisan makam David. Frans akan tetap selalu menjadi menantu laki-laki David meski dikehidupan ini dirinya sudah tidak dianggap lagi sebagai menantu keluarga wie.


Dikantor Frans mulai merasa jenuh dengan perkerjaannya karena merasa terjepit atas perbedaan kebijakan 2 pimpinannya tentab tugas pokok dari perkerjaannya saat ini, Mr. Bobby menginginkan agar Frans selalu berada didalam ruangannya dan semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya selama ini dilakukan dibalik meja kerjanya saja tanpa harus keluar kantor seperti membeli sparepart alat dan kendaraan atau mencari perbandingan harga bisa lewat via telepon saja, sementara untuk urusan dokumen pendukung proyek atau penawaran material dari suplier agar diserahkan kekaryawan lain saja. Sedangkan pak Suryajaya meminta Frans tetap melakukan pekerjaannya selama ini sebab selain kantor tidak memiliki karyawan diposisi kurir kebijakan kantor juga tidak bersedia mengeluarkan pergantian biaya untuk pengiriman dokumen dari pihak penyedia barang, Frans sendiri sudah menjelaskan kepada Mr. Bobby bahwa jika barang yang ingin dibeli hanya sedikit tidak memungkinkan baginya meminta toko atau pihak penyedia mengirimkan barangnya kekantor sehingga mengharuskannya datang sendiri mengambil kesana, namun penjelasannya ini malah berhadiah teguran lisan kepadanya dari sang direktur utama.

__ADS_1


Keadaan ini terus berlanjut hingga mencapai puncaknya saat Frans yang ditugaskan untuk membeli spare part kendaaraan yang sedang diservis dibengkel perusahaan dan sekalian diminta untuk mengambil salinan invoice pembelian material proyek oleh bagian keuangan sebab pembayaran mereka hampir jatuh tempo jika tidak diproses PT. Nasional Mandiri bisa mendapatkan denda yang jumlahnya cukup besar sedangn invocie aslinya entah berada dimana mungkin terselip atau sudah hilang. Frans yang memang tujuan antara toko sprepart dan PT yang dimaksud oleh bagian keuangan searah jalannya sehingga menyanggupi permintaan ini terlebih invoice ini masih berkaitan dengan divisi logistik tempatnya bekerja setelah meminta ijin untuk keluar kepada atasannya pak surya dan memberitahukan resepsionis agar saat Mr. Bobby mencarinya Dewi dapat segera menghubunginya.


Nahas baginya saat sedang dalam perjalanan pulang kekantor selepas membeli sparepart yang terus diminta oleh kepala bengkel dan mengambil salinan invoice, Frans mengalami musibah kecil saat mengangkat panggilan masuk dari dewi resepsionis kantor diponsel miliknya, tiba-tiba ada dua orang lelaki tidak dikenal merampas ponsel miliknya lalu melarikan diri dengan motor yang dinaiki keduanya Frans yang sempat merasa terkejut langsung mengejar keduanya sambil berteriak meminta bantuan dari pengendara sekitar namun sayangnya tidak berhasil karena kedua orang yang merampas ponselnya sudah hilang entah kemana. Frans yang awalnya berniat melaporkan perampasan yang dialaminya ke pos polisi terdekat membatalkan niatnya itu karena meningat percakapannya dengan dewi yang memintanya agar segera kembali kekantor karena Mr. Bobby sedang marah-marah mencarinya yang sedang tidak ada dimeja kerjanya atau berada dikantor, sedangkan melaporkannya kepolisi pun akan percuma saja menurut Frans karena selain belum tentu dapat menemukan pelaku perampasan juga jika pelaku ditemukan pun belum tentu ponsel miliknya masih berada ditanggal pelaku.


Untung saja ponsel android miliknya sudah aktifnya sistem yang bisa menemukan posisi terakhir ponsel miliknya dan dapat menghapus data-data didalam ponsel secara daring atau online, Frans juga terbiasa memback-up atau menyimpan cadangan data diponselnya diakun mbah gugel miliknya sehingga saat sudah memiliki ponsel baru nanti Frans masih bisa mendownload data-data penting milikinya mesti tidak bisa semuanya termasuk foto-foto erotis yang dikirimkan oleh Tata dan Mei yang disimpannya difolder tersembunyi dalam ponsel miliknya. Sepertinya Frans akan kehilangan ratusan foto dan video koleksi miliknya mungkin foto-foto erotis milik Mei, Frans masih bisa memilikinya karena setiap mereka habis berkencan Mei selalu mengiriminya sebagai kenang-kenangan untuk Frans, lain halnya koleksi Tata sepertinya dia harus merelakannya sebab Frans dan Tata saat ini sudah jarang sekali berhubungan tidak mungkin rasanya tiba-tiba meminta Tata mengirimkan foto dan video dirinya dengan busana minim atau tanpa busana seperti yang pernah dikirimkannya dulu saat masih dekat dengan Frans.


Setibanya dikantor setelah menyerahkan barang yang dibawanya kebengkel dan bagian keuangan Frans yang baru akan meletakan tas miliknya dimeja kerja langsung diminta menghadap keruangan direktur utama karena sudah hampir 2 jam Mr. Bobby terus-terusan mencarinya bahkan semua karyawan diruangan kerja Frans terkena marah dari sang direktur utama karena tidak ada yang bisa menghubunginya. Didalam ruangan Mr. Bobby segala luapan emosi dan caci maki diterima Frans termasuk ancaman untuk menurunkan jabatannya saat ini menjadi kurir kantor yang memang tidak ada lowongan posisi itu dikantornya, Frans yang tidak bisa membantah hanya menerima kemarahan sang direktur utama dengan pasrah termasuk surat peringatan terulis dari kantor untuknya setelah Mr. Bobby menelpon ibu Tanti untuk membuatkan surat peringatan atau SP baginya.

__ADS_1


Frans yang merasa sangat kecewa melampiaskan kekesalannya didalam gudang dengan menghabiskan sebungkus rokok mentholnya, bagaimana mungkin dirinya bisa merasa tenang dan menerima begitu saja keputusan ini bukankah kesalahan yang dilakukannya bukan karena kehendaknya sendiri melainkan masih melakukan tugasnya dikantor, Frans merasa tidak habis pikir bagaimana mungkin kesalahannya kali ini dihadiahi SP3 sedangkan oknuk-oknum pencuri dikantornya hanya mendapatkan SP pertama dan diminta ganti rugi saja padahal kesalahan mereka jauh lebih besar dibandinkan dengannya. Frans beranggapan dengan SP3 yang diterimaya ini sama saja dengan PHK secara tidak hormat untuknya jika sekali lagi dianggap melanggar peraturan kantor dan terancam tidak mendapatkan pesangon yang menjadi haknya karena dipecat dengan tidak hormat.


Sudah jatuh tertimpa tangga pula begitulah kira-kira yang dialaminya hari ini, sudah kehilangan ponsel karena dirampas dijalan eh dikantor malah kena SP, Frans yang sempat melaporkan kejadian perampasan yang dialaminya kepada pak surya dan ibu Tutti kasir kantor yang memintanya mengambil salinan invoice hanya menjawab agar Frans lebih berhati-hati saat dijalan tanpa memberikan solusi untuk menganti ponsel miliknya yang hilang. Frans yang sempat mengecek lokasi terakhir ponsel miliknya berada didaerah dikota JB yang terkenal akan tempat penjualan barang-barang curian atau hasil kejahatan lainnya, langsung menghapus data dan mereset ponsel miliknya lewat fasilitas yang disediakan oleh produsen ponsel adroid miliknya dan memasrahkan ponsel itu yang saat ini mungkin sudah berada ditangan orang lain.


------------+Bersambung+------------


Dukung terus karya author ya readers sekalian

__ADS_1


Happy Fun Reading


XOXO


__ADS_2