
Kabar mengenai kehamilan Mei rupanya sudah tersebar hingga ke para tetangga sekitar rumah keluarga Mei, entah siapa yang menyebarkannya terlebih dahulu sebab Frans sendiri baru diberitahukan oleh Neng yang mengatakan bahwa ibunya sedang hamil lagi dan sempat merasa kecewa sebab jika ibunya hamil keduanya pun akan menikah dan Frans akan benar-benar menjadi ayah tirinya hal yang sangat tidak diinginkan oleh Neng yang benar-benar telah jatuh cinta dengan Frans.
Frans yang baru selesai berbelanja kebutuhan cafenya menyempatkan untuk datang kerumah orangtua Mei untuk membicarakan mengenai kehamilan Mei serta rencana selanjutnya tentang pernikahan keduanya, dihadapan keluarga serta ibu dari Mei nampak suasana begitu tegang terlebih sejak kehadiran Frans didalam tak banyak pembicaraan yang keluar dari mulut Mei maupun keluarganya, meski hanya sesekali menanyakan bisnis cafe yang dijalaninya tanpa sekalipun membahas tentang kehamilan Mei atau mengenai pernikahan keduanya, hal ini membuat perasaan Frans menjadi tidak enak meski dia sudah menyiapkan hati untuk mengatakan bertanggung jawab akan kehamilan Mei dan akan segera menikahinya.
" Ko Frans mohon maaf sebelumnya kalau ini bakalan bikin koko merasa kecewa, kami keluarga sebelumnya mengucapkan terima kasih atas niat baik dan tulus ko Frans buat menikahi Mei dan bertanggung jawab atas kehamilan dari Mei" ucap dari kakak perempuan tertua dari Mei
"Tapi mohon maaf kami gak bisa menerima niat baik dari ko Frans, untuk alasannya biar Mei sendiri yang ngomong langsung" lanjutnya
"Maksudnya gimana ya ci, saya kurang faham soalnya. Lamaran saya ditolak atau gimana bukanya saya bermaksud gak sopan dengan datang sendiri ngelamar ci Mei cuma memang keluarga saya belum ada yang saya kasih tau soal rencana saya nikah sama ci Mei" jawab Frans yang merasa kebingungan
__ADS_1
"Bukan itu maksudnya ko Frans, Mei minta maaf sebelumnya udah bikin ko Frans kecewa, tapi Mei harus jujur bahwa anak yang ada dikandungan Mei saat ini bukan anak dari ko Frans tapi dari cowo lain. Mei gak bermaksud mengkhianati koko tapi memang sejak ko Frans sibuk dicafe Mei juga deket sama cowo lain tapi Mei gak bisa kasih tau siapa orangnya takut koko marah sama dia" jawab Mei berterus terang sehingga membuat Frans seakan tak percaya bahwa apa yang dikatakan oleh Neng belum lama ini benar adanya
Memang sejak kembali dari acara reuni dikota JK Mei tidak terlalu mendesaknya agar ditemani tidur saat Neng sedang tidak dirumah, memang beberapa kali dirinya sendiri yang datang menginap ditempat tinggal Frans. Neng sendiri pernah mengatakan bahwa ibunya pergi berdua dengan laki-laki yang dulu hampir menjadi ayah tirinya ketika malam tahun baru dan baru besok siangnya kembali kerumah disaat Frans sedang pergi keacara reuni dan beberapa kali pergi berdua tanpa sepengetahuan Frans, namun Frans tidak terlalu mempercayainya karena menganggap Neng sedang berbohong kepadanya karena sebab Frans melarangnya untuk terlalu sering menginap dicafe miliknya.
Setelah berbincang sejenak dengan seluruh keluarga Mei, Frans yang merasa kehadirannya saat ini tidak terlalu diperlukan lagi lalu berpamitan untuk pulang dengan alasan harus segera mengantarkan bahan-bahan cafenya sebab ada beberapa barang yang harus segera diantar kesana karena telah habis stoknya. Dipersimpangan antara jalan yang menuju rumah orang tua Mei dengan jalanan yang menuju jalan raya Frans lalu berpamitan dengan Mei yang tidak banyak bicara mungkin merasa bersalah dengannya hanya meminta maaf dan berterima kasih sebab Frans telah menjaganya dan anaknya Neng selama ini. Frans yang memang tidak merasa sakit hati dengan Mei hanya mengatakan dirinya tidak membencinya bahkan memintai Mei untuk sesekali berkunjung ke cafe miliknya dan mengijinkan Neng untuk tetap membantu dicafenya agar anaknya itu bisa mempunyai uang jajan lebih sebab anak gadis seusianya pasti banyak yang ingin dibeli supaya tidak terlalu membebani keuangan Mei.
Dipersimpangan itu pula keduanya saling berpelukan untuk terakhir dan mengucapkan kata perpisahan lalu menuju jalannya masing-masing, memang kehadiran Mei cukup berarti dalam hidupnya juga sangat membantu mengisi kekosongan dalam hidupnya terutama dalam hal menuntaskan hasrat seksualnya, begitu pula sebaliknya bagi Mei kehadiran Frans selain membuatnya merasakan kembali sentuhan laki-laki setelah lama menjanda juga sangat membantunya dalam menjalani hidup belakangan ini berkat Frans juga dirinya kini mulai berani berdandan dan pandai menginvestasikan uangnya terbukti jumah tabungan emasnya sudah cukup untuk biaya kuliah anaknya nanti jika memang ingin meneruskan kejenjang yang lebih tinggi.
Frans yang sudah tiba dicafenya terlalu memikirkan perpisahannya dengan Mei, meski mulai saat ini dirinya sudah tidak mempunyai pasangan lagi atau tempat untuk menyalurkan hasrat lelakinya, meski dengan keadaannya saat ini mungkin akan mudah baginya mencari pasangan dengan usaha cafenya sudah banyak pengunjung tentu akan ada suatu hari akan ada wanita yang menarik hatinya dan tak mungkin jika salah satu pengunjung cafe ada yang jatuh hati padanya meski saat ini hal itu bukan menjadi prioritasnya melainkan memajukan usahanya agar lebih berkembang namun bukan berati dirinya menolak jika ada wanita yang menarik hatinya dan akan berusaha mendekatinya.
__ADS_1
Yang membuatnya sangat kecewa adalah fakta bahwa ternyata anak yang dikandung oleh Mei bukanlah anak dari benihnya sehingga dirinya hanya berharap bahwa anak yang didalam kandungan Rissa saat ini adalah hasil benihnya yang tertanam dirahim milik Rissa walau hingga saat ini tak ada satupun kata terucap dari mulut Rissa mengenai kehamilannya bahkan kontak dirinya diponsel milik Rissa sepertinya sudah kembali dihapus bahkan sepertinya telah diblokir sebab pesan yang dikirimkan olehnya untuk mengucapkan selamat atas kehamilan Rissa tidak terkirim sama sekali, hanya bisa menunggu sampai Rissa melahirkan nanti jika anak yang dilahirkan lebih mirip dengannya dapat dipastikan bahwa itu adalah memang benar anak kandungnya hanya saja tidak mungkin Rissa akan mengatakan bahwa itu adalah anak kandungnya jika tidak tentu akan berdampak sangat fatal bagi rumah tangganya meski Frans sendiri akan menyanggupi untuk merawat Rissa beserta anaknya jika sampai diceraikan oleh suaminya, termasuk harus melawan Donna sekali lagi. Dengan keadaannya saat ini Frans yakin dirinya mampu membalikan ucapan Donna jika kembali beradu mulut nantinya itupun hanya memang benar-benar terjadi yang rasanya sangat sulit untuk terwujud.
Harapan memang tinggal harapan semata jika yang Maha Kuasa memang belum berkenan manusia hanya bisa terus berharap dan menunggu agar keinginannya dapat terwujud, termasuk keinginan dari Frans untuk memiliki anak dan istri sebagai pelengkap dalam kehidupannya agar tidak merasa kesepian lagi, walau sebenarnya keinginan itu sempat akan terwujud dengan kehamilan dari Mei namun sangat disayangkan bahwa semua itu gagal terlaksana, Frans pun tidak merasa kecewa dirinya percaya jika para Dewa-dewi sedang mempersiapkan yang terbaik untuknya hanya kapan waktunya Frans masih harus bersabar dan menunggu sambil fokus dengan usaha miliknya saat ini jika sudah tiba waktunya semua akan indah pada saat yang tepat.
------------+Bersambung+------------
Dukung terus karya author agar tetap semangat
Happy Fun Reading
__ADS_1
XoXo