Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Tawaran Mengiurkan


__ADS_3

Seminggu sudah sejak liburan hari raya lebaran berakhir Frans yang saat ini sudah menumpang tinggal dirumah kevin tidak terlalu lagi memikirkan untuk mencari tempat tinggal untuknya, selain lumayan untuk mengurangi pengeluaran bulanannya Frans yang masih mencicil Verzanya setiap bulan cukup terbantu dengan tawaran kevin.


Hanya saja jarak antara rumah kevin dengan kantornya sama-sama memerlukan waktu satu jam, hanya saja tidak memiliki jalir alternatif untuk menghindari kemacetan dipagi dan sore hari dibandingkan dengan rumah kontrakannya bersama Rissa dulu. Frans yang terbiasa untuk berangkat jam 7.30 kekantor saat ini harus membiasakan diri berangkat 1 jam lebih awal guna menghindari kemacetan dijalan.


Saat tengah menikmati istirahat makan siangnya Frans mendapatkan panggilan masuk lewat aplikasi apakabar yang baru diinstalnya beberapa hari yang lalu, aplikasi yang sangat praktis selain bisa bertukar pesan namun juga bisa digunakan untuk menelpon tanpa mengunakan pulsa namun hanya cukup mengunakan data internet. Panggilan telepon dari Tata yang belum lama mereka saling bertukar nomor masing-masing cukup membuat Frans bertanya-tanya dalam hatinya ada apa gerangan Tata menelponnya.


"Halo ko Frans, lagi dikantor gak? Koko udah makan siang belum" ucap Tata mengawali pembicaraan


"Halo ta, iya masih dikantor hari ini blm ada tugas keluar. Tumben Tata nelpon koko ada apa ya?" jawab Frans


"Gak Tata lagi ada di KPC samping kantor koko nih, bisa gak ketemuan. Aku mau ngasih nasi bakar buat ko Frans"


"Owh ya udah, koko kesana sekarang" ucap Frans lalu segera menuju gerai waralaba ayam goreng KPC yang berada persis disebelah kantornya itu.


Setibanya disana Frans yang sudah lama tak bertemu dengan Tata salah satu mantan pacarnya cukup merasa terpana dengan penampilannya saat ini, tubuh padat berisi dan nampak sudah mulai terbiasa berdandan jauh berbeda saat mereka masih pacaran dulu. Mungkin karena saat itu Tata yang masih sekolah hanya berdandan seadanya dengan bedak putih dan lipbalm, sekarang yang telah menjadi ibu dari satu orang anak nampak lebih dewasa dengan riasan tipis dan lipstik merah terang. Jika bukan istri orang lain mungkin dirinya bisa jatuh hati saat itu juga.


"Tata udah dari tadi disini? Emang habis dari mana" ucap Frans yang langsung duduk dihadapannya

__ADS_1


"Belum lama ko, gak habis dari mana-mana emang sengaja kesini mau ketemu ko Frans, cuma mau kekantornya takut ganggu" jawab Tata sambil menyibakan rambut panjangnya yang kini sudah diwarnai warna pirang kearah samping.


"Koko udah makan belum nih cobain nasi bakar buatan Tata, aku sekarang jualan ini sama seblak deket rumah"


"Terus kamu kemari gak dicariin suami kamj nanti, anak kamu gimana" tanya Frans yang tak ingin pertemuannya dengan Tata menjadi persoalan dilain hari.


"Biarin aja ko, orang kita gak ngapa-ngapain koq. Laki Tata lagi dimana aja aku gak tau, klo anak aku titip sama mama. Emang biasa kalo siang mama yang urus baru sore nanti aku ambil kerumah mama" jawab Tata sambil menatap wajah Frans seakan ingin mengutarakan sesuatu


"Owh ya udah, Tata udah makan belum koko beliin makan ya, nasi bakarnya buat nanti makan sore aja" ucap Frans lalu segera mengantri untuk memesan 2 paket ayam goreng renyah lengkap dengan nasi dan minuman bersoda


Keduanya lalu menikmati makan siang bersama sambil bercerita tentang kehidupan masing-masing dan masalah yang tengah dihadapi keduanya. Rupanya Tata yang sudah 2 tahun menikah dan telah dikarunai seorang putri yang baru berusia 1 tahun, sedang mengalami masalah dalam rumah tangganya sehingga membutuhkan teman untuk mencurahkan isi hatinya. Saat sedang membuka aplikasi mukabuku disitulah dia melihat status yang diunggah oleh Frans sehingga langsung berinisiatif mengiriminya pesan.


"Seandainya Tata cerai nanti ko Frans mau kan nikah sama ta" tanya Tata kepada Frans ditengah-tengah pembicaraan mereka


"Bukan masalah mau atau gak nya ta, Tata pikirkan baik-baik sebelum ngambil keputusan buat cerai. Gimana juga pikirin anak ta yang masih kecil."


"Koko bukan gak mau nikah sama ta biar status ta udah janda atau udah punya anak, tapi ta masih istri orang. Koko gak mau jadi orang ketiga dalam rumah tangga kamu" jawab Frans mencoba menenangkan emosinya

__ADS_1


"Ta udah cape ko, masa laki ta kerja apa atau lagi dimana Tata gak boleh tau, sedangkan anak ta aja jarang dia pegang paling kalo lagi ada dirumah doang, itu juga paling seminggu sekali'


"Emang semua kebutuhan ta sama anak ta masih dipenuhi sama dia, tapi kan setidaknya tau boleh tau dia lagi ada dimana, jangan pergi gak pamit pulang kadang udah malem"


"Coba ta ngomong baik-baik sama suami, jangan langsung curiga mungkin memang dia lagi banyak kesibukan diluar, nyari duit buat ta sama anak. Yang penting jangan ngampang percaya apa kata orang lain sebelum kita liat sama mata sendiri" ucap Frans dengan bijak namun tetap saja sebagai lelaki siapa yang tidak tergoda dengan kemolekan mantan pacarnya itu tapi Frans berusaha untuk berpikir secara rasional bagaimana juga ini masih menjadi istri orang lain, kecuali memang tidak ada yang punya walau paket komplit ibu plus anak kenapa tidak gas terus pokoknya.


Keduanya pun terus melanjutkan obrolannya sampai jam istirahat Frans selesai, lalu kembali ketempat masing-masing. Tak lupa sebelum berpamitan pulang Tata meminta Frans untuk menghubunginya nanti selepas pulang bekerja nanti, ia pun mengiyakan saja permintaannya lalu segera memuju kantornya, Frans yang teringat akan masa pacarannya denga Tata dulu sempat merasa bersalah karena meninggalkannya begitu saja hanya karena tak ingin menghancurkan masa depan gadis itu karena dirinya yang sudah berkerja otomatis gaya berpacarannya jauh berbeda seperti saat masih sekolah dulu.


Frans yang sering berduaan dengan Tata saat berpacaran dulu baik dirumah Tata maupun dirumah Yenni sering bermesraan hingga hampir kelewat batas, tak jarang saat kondisi rumah sedang sepi keduanya saling bercumbu mesra hingga hasrat membumbung tinggi lalu bermain diarea terlarang yang tidak sepantasnya mereka berdua lakukan, namun untung saja Frans yang memang masih berpikir masa depan keduanya tak pernah sampai melakukan hubungan badan, jika tidak ditahannya entah apa yang akan terjadi nantinya apa lagi jika Tata sampai hamil tentu akan membuatnya kehilangan masa bahagia disekolah dan Frans yang belum memiliki pekerjaan tetap dengan apa nanti dia akan menghidupi keluarganya, selain itu jika sampai dia menghamili anak gadis orang diluar nikah tentu akan menjadi aib untuk kedua keluarga.


Namun sepertinya keadaan saat ini tidaklah sama Frans yang sudah merasakan kenikmatan dunia tentu tidak akan menolak jika nanti Tata memang akhirnya bercerai, meski saat ini otak kotor sempat memikirkan seperti apa rasa dan sensasinya bermain dengan istri orang lain biar saja dengan dosa itu urusan nanti pikirnya yang penting bisa merasakan keseruan dan ketegangan berselingkuh dengan istri orang asalkan selama bukan Frans yang meminta atau merayu lebih dulu, jika dibaratkan kucing mana yang mungkin menolak jika diberikan ikan, sudah gratis seger lagi begitulah kira-kira alasan yang selalu ucapkan oleh para buaya darat atau kucing garong selama ini. Asalkan bisa mencoba barang baru atau mencicipi milik orang lain urusan dosa atau ketahuan yang punya itu bisa dipikirkan nanti.


Memikirkan hal itu membuat seluruh bulu kuduknya seketika itu juga langsung berdiri, Frans yang tak ingin terus memikirkan hal ini langsung mencuci mukanya untuk menyegarkan otak dan pikirannya. Lalu menyibukan dirinya dengan pekerjaannya yang belum selesai.


-----------+Bersambung+-------------


Dukung terus karya author agar tetap semangat untuk terus update

__ADS_1


Happy Fun Reading


__ADS_2