
Frans yang merasa begitu lelah setibanya dirumah milik tantenya langsung merebahkan tubuhnya disofa ruang tamu, dirinya yang sebenarnya tak terbiasa untuk tidak segera mandi saat kembali dari luar entah mengapa hari ini begitu malasnya mesti hanya sekedar tuh membasahi tubuhnya. Setelah beristirahat sebentar lalu Frans mengabari Nita tantenya bahwa dia sudah tiba dirumah milik Nita. Selesai mengabari tantenya lalu Frans membersihkan diri walau dengan perasaan engan setelahnya Frans menyalakan AC dikamar agar saat nanti dia sudah mulai mengantuk suhu kamar sudah terasa sejuk dan AC dikamar bisa dimatikan karena Frans tak terbiasa tidur dengan AC menyala meski selama dipulau BL dirinya terpaksa tidur dengan AC menyala karena Yandi memang terbiasa tidur dikamar dengan suhu dingin.
Setelah berbalas pesan dengan Happy dan Kevin serta kedua anak buahnya dikantor Frans lalu tak sengaja tertidur disofa ruang tamu, meski tak lama kemudian dirinya pun terbangun lalu kemudian melanjutkan tidur dikamar milik Yandi. Keesokan harinya setelah tertidur pulas semalaman Frans segera memasak mie instan untuk mengisi perutnya sebelum melakukan hal yang sudah direncanakannya sedari malam hari tadi.
Hari ini Frans berencana untuk mengantarkan pia lekong yang dibelinya dipulau BL kerumah Happy dan Kevin juga kerumah mantan mertuanya Jessi karena Frans mengetahui bahwa pia lekong adalah salah satu makanan kesukaan Jessi Wie, setelah selesai makan dan mandi Frans lalu memanaskan Versa barunya yang sudah beberapa hari ini terparkir dihalaman depan rumah tantenya. Setelah memanaskan motornya Frans lalu segera mengendarai Versa 150cc miliknya menuju rumah Happy yang tak jauh dari rumah tantenya kemudian menuju kediaman keluarga wie baru terakhir menuju rumah Kevin.
Sesampainya dirumah Happy Frans lalu menyerahkan pia lekong kepada Happy lalu mengobrol sejenak dengan Happy dan Ran suaminya. Happy bermaksud untuk membayar pia yang diterimanya namun langsung ditolak oleh Frans karena memang Frans berniat untuk memberikannya sebagai oleh-oleh terlebih Happy yang pernah berkerja dipulau BL tentu sangat kangen memakan pia lekong itulah sebabnya saat ditanya apakah ada yang diinginkan Happy saat Frans berada dipulau BL Happy meminta untuk dibawakan pia lekong.
Setelah mengobrol dan meminum minuman yang disediakan tuan rumah Frans lalu berpamitan untuk melanjutkan tujuannya kerumah keluarga wie, Sebelum berangkat Frans memantapkan hati dan pikirannya agar tidak grogi setibanya disana, karena bagaimanapun juga kediaman keluarga wie memiliki banyak kenangan untuknya terutama kenangannya dengan Rissa mantan istrinya dulu saat dirinya masih berpacaran dan saat masih menjadi menantu dari David dan Jessie wie. Happy yang melihat Frans seakan ragu untuk berangkat menuju kerumah mantan istrinya itu mencoba menawarkan diri agar oleh-oleh yang dibawa Frans itu dititipkan saja kepadanya baru nanti akan disampaikan kepada Rissa, namun ditolak oleh Frans bagaimanapun juga dia masih menghormati Jessi sebagai mantan mertua jadi sebaikannya diserahkan saja secara langsung.
Setelah hatinya dirasa cukup tenang Frans lalu melanjutkan perjalanannya,dirinya siap menerima apapun yang akan terjadi nanti termasuk jika nanti Frans diusir saat tiba disana, tak lama setibanya dikediaman keluarga wie Frans lalu memencet bel dipintu gerbang rumah keluarga wie hal yang sudah lama tak dilakukannya karena selama ini dia langsung masuk saja kedalam halaman rumah keluarga wie, namun dirinya yang bukan anggota keluarga wie lagi tentu akan menjadi masalah jika masuk begitu saja, tak lalu kemudian datanglah johan yang membukakan pintu gerbang rumah.
"Eh Frans apa kabar lu, tumben kemari Rissanya lagi keluar tapi" ucap Johan yang membukan pintu
"Baik ko, Ko Johan gimana kabarnya so Susan sama Jojo sehat ko? Ogut nyari tante Jessi ada gak ko" jawab Frans membalas sapaan dari Johan
"Ada noh didalem masuk aja, mama lagi ada diruang tengah, masuk aja gpp" jawab Johan
"Iya ko, makasih" lanjut Frans lalu memasuki kediaman keluarga wie
"Eh lu ngapain masih kesini hah, ada urusan apa lu kemari" ucap Donna yang melihat Frans memasuki ruang keluarga kediaman wie
"Kalo gw tau lu yang dateng mah gak bakalan gw kasih si Johan bukain pintu buat lu" lanjut Donna
"Maaf ci, saya gak ada maksud apa-apa kesini, cuma mau nganterin oleh-oleh pia lekong kesukaan tante Jessi" jawab Frans yang mencoba bersikap tenang atas sikap dan ucapan Donna
"Tan ini pia lekong kesukaan tante, Frans baru pulang dari pulau BL sengaja beli ini untuk tante, semoga tante mau menerima" lanjutnya sambil meletakan sekotak pia lekong yang dibawanya dimeja depan Jessi duduk
"Gak usah repot-repot Frans, tapi makasih udah mau beliin tante pia lekong" jawab Jessi lalu mengambil bungkusan yang diserahkan oleh Frans
"Gak apa-apa tan, gak ngerepotin koq sekalian mau njenguk tante aja, tante sehat-sehatkan" ucap Frans
"Tante sehat-sehat aja, makasih udah mau nengok tante"
"Alah bilang aja lu mau pamer udah bisa jalan-jalan kepulau BL, sok-sokan mau tau kabar mama" ucap Donna ketus
__ADS_1
"Baru bisa ke pulau BL aja sama bisa beli pia lekong udah mau sombong" lanjut Donna sambil menyilangkan kedua tangannya didada
"Udah Don, jangan begitu gimana juga Frans itu bekas mantu mama" ucap Jessi meredakan emosi Donna
"Ayo duduk dulu Frans, mau minum apa biar tante buatin"
"Gak usah repot-repot tan, saya juga gak bisa lama-lama disini mau nganterin pesaanan temen kerumahnya" jawab Frans
"Maaf ci Donna kalau kehadiran saya menganggu, saya gak ada maksud untuk sombong atau pamer. Saya hanya menghormati tante Jessi karena saya tau tante suka sama pia lekong makanya saya beliin buat tante" lanjut Frans menjelaskan kedatangannya
"Gw kasih tau lu ya, Rissa tahun depan mau merried gw masih menghargai lu makanya lewat setahun lu cerai sama ade gw, baru gw nikahin dia, dan sori aja lu gak bakalan diundang. Gw harap lu gak usah kemari lagi dan ganggu Rissa lagi"
"Maaf sebelumnya ci, saya sudah gak perduli lagi Rissa mau nikah kapan dan dengan siapa, itu urusan pribadi dia saya udah gak punya hak untuk melarang atau mengatur Rissa" jawab Frans dengan tegas kepada Donna
"Mau diundang atau tidak saya juga gak masalah, kalo diundangpun saya belum tentu datang kenikahannya, saya kemari hanya karena saya masih menghormati dan menghargai tante Jessi sebagai mantan mertua saya"
"Baguslah klo lu masih tau diri, asal lu tau aja ya klo nanti lu bisa lebih hebat dari calon suami Rissa gw sembah kaki lu" ucap Donna seakan menghina Frans
Frans yang tak ingin beradu mulut lebih lagi kemudian berpamitan kepada Jessi dan Johan yang berada diruang tau lalu keluar dari rumah keluarga wie untuk melanjutkan perjalanannya. Saat akan menuju parkiran disamping rumah keluarga wie Frans bertemu dengan Rudy Tan salah satu menantu keluarga wie
"Woi bro apa kabar lu, kemana aja gak ada kabarnya. Tumben lu kemari ada apa emangnya" ucap Rudy Tan kepada Frans sementara Joice yang sedang mengendong anaknya langsung masuk kedalam rumah mengabaikan sapaan Frans kepadanya
"Buru-buru amat sih lu, udah temenin gw ngerokok ngopi dulu, lu mau kopi apa sekalian gw bikinin, tunggu disaung aja ya jangan kemana-mana gw bikin kopi dulu" ucap Rudy
"Udah ko, gak usah repot-repot gak enak saya" ucap Frans menolak tawaran dari Rudy
"Gak enak sama siapa, Donna udah urusan gw itu masa cuma segelas kopi doang dipermasalahin gw bayar nanti kopinya kalo dia marah-marah" jawab Rudy lalu beranjak masuk kedalam rumah lalu tak lama kemudian kembali sambil membawa 2 gelas kopi
"Ayo minum kopinya sama nih isep aja rokok gw" ucap Rudy meletak kopi dan sebungkus rokok moalboros menthol miliknya
"Lu tinggal dimana sekarang bro, masih kerja ditempat lama kan" tanya Rudy
"Makasih ko, ogut sekarang tinggal dikarangkuaci bareng temen sekolah kebetulan sekantor bareng dia gantiin ogut jadi kepala gudang kalo ogut naik jadi staf logistik"
"Wih hebat dong lu sekarang udah naik jabatan, motor baru lagi " ucap Rudy yang melihat dan menebak Versa berwarna hitam biru yang terparkir disamping kediaman keluara wie adalah milik Frans
__ADS_1
"Gak hebat-hebat amat ko, cuma naik gaji sedikit, blade kemaren ogut jual buat DP motor ini" jawab Frans merendah
"Ya setidaknya masih naik lah, klo bisa mah lu buktiin ke Donna kalo lu bisa lebih hebat dari lakinya"
"Gw juga heran sama si Rissa bisa terima begitu aja cowo yang dijodohin Donna, masa iya dia gak mikirin perasaan elu sama sekali sih"
"Ya biarin aja ko, ogut mah udah terima takdir, juga gak ada perasaan dendam sama sekali sama Rissa apa lagi ci Donna mesti nanti hidup ogut lebih baik dari suaminya Rissa gak mau ogut disembah kakinya sama ci Donna" terang Frans
"Gila tuh orang, dia ngomong begitu sama lu?" tanya Rudy yang tak percaya dengan ucapan Donna kepada Frans
"Iya tadi didalem dia ngomong gitu sama ogut" jawab Frans
"Klo gw digituin mah gw maki-maki dia, walau dia kakak ipar gw tapi dari umur gw jauh lebih tua dari pada Donna" terang Rudy
"Ya biarin aja ko, makanya ogut langsung pamit pulang aja tadi gak mau ribut sama dia, ogut masih menghargai tante Jessi"
"Iya lah, lu jangan berkecil hati, gak usah percaya sama hasil ramalan, jujur gw aja gak mau diramal-ramal. Gw lebih percaya sama Tuhan gw"
Saat keduanya asik mengobrol , tak lama tibalah Rissa dibonceng oleh Freddy. Setelah memarkir motor disamping motor milik Frans , Rissa dan Freddy lalu berjalan menuju kedalam rumah tanpa menghiraukan kehadiran Frans disana
"Lu main masuk aja sa, orang mah kesini dulu temenin gw sama Frans ngobrol" ucap Rudy kepada Rissa yang tergesa-gesa masuk kedalam rumah
"Jangan ko, udah masuk aja sa gak apa-apa" jawab Frans menghalangi maksud dari Rudy
Rissa yang tidak berkata sepatah kata pun langsung masuk kedalam rumahnya bersama Freddy pacar barunya.
"Jangan diambil hati ya bro, sejak dijodohin sama tuh cowo, sikap Rissa jadi berubah mana lakinya gak ada sopan santunnya sama sekali jadi orang, jauh kemana-mana dibandingkan sama lu, ketemu gw disini aja main lewat-lewat aja gak ada basa-basinya mentang-mentang kenal deket sama Donna" ucap Rudy dengan nada kesal
"Iya ko, ogut mah udah gak mau ambil perduli lagi sama Rissa dan gak ada hak lagi untuk perduli" jawab Frans yang menahan pahit didalam hatinya tak menyangka bahwa Rissa sudah benar-benar tak menganggapnya pernah ada
Frans dan Rudy kemudian melanjutkan obrolan mereka setelah menghabiskan segelas kopi miliknya dan beberapa batang rokok Frans pun berpamitan untuk pulang kepada Rudy setelah bertukar nomor satu sama lain.
Sepanjang perjalanan menuju rumah Kevin Frans berjalan pelan sambil memikirkan sikap Rissa kepadanya tadi entah mengapa begitu sakit rasanya jika orang yang begitu Frans cintai dan satu-satunya wanita yang ada didalam hati Frans seakan-akan sudah menganggapnya tak pernah ada dalam hidupnya
------------+Bersambung+------------
__ADS_1
Dukung terus karya author agar author tetap semangat untuk update
Happy Fun Reading