Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Bermimpi


__ADS_3

Seminggu sudah Neng menginap ditempat Frans karena sedang marah dengan keluarganya karena dipaksa untuk tinggal bersama ibu dan ayah tirinya, sedangkan Neng menolak untuk tinggal disana karena ayah tirinya terlalu genit kepadanya sehingga dirinya merasa jijik dengan lelaki yang menjadi suami Mei itu. Selama tinggal dengan Frans Neng tidur dikamar milik Frans sedangkan empunya tempat terpaksa tidur diruangan pribadinya yang untung saja sudah selesai dirapihkan sebelumnya, meski hampir setiap malam dikala dirinya lengah karena sudah tertidur Neng selalu pindah untuk tidur disebelahnya dengan alasan takut tidur sendirian dikamar, yang tentu saja tidak dipercaya oleh Frans begitu saja sebab Neng sudah sering menginap dan tidur sendirian dikamar.


Frans yang berpikir keras untuk mencari jalan keluar bagaimana caranya agar gadis remaja yang sedang tinggi rasa ingin tahunya akan hubungan seksual ini tidak berbuat nekat dan selalu mengodanya terus-terusan, meski Neng sudah sangat jarang berkumpul dengan teman-teman yang mengotori pikiran lugunya namun tetap saja gaya hidup mereka yang bebas dengan sering berhubungan seksual dengan pacar meraka membuat Neng menjadi sangat penasaran ingin mencobanya dengan Frans. Banyak cara yang digunakan oleh Frans baik secara halus maupun sedikit keras untuk menasehati Neng agar mengerti bahwa keinginannya itu belum waktunya untuk dicoba sebab dapat membuat masa depannya nanti jadi hancur berantakan, namun tetap saja Neng masih selalu berusaha mengoda Frans agar mau mempraktekan film dewasa yang ditontonnya bersama dengannya.


Frans yang merasa putus aja bahkan sampai harus mengancam Neng jika terus-terusan seperti itu tidak akan mengijinkan dirinya untuk kerja sambilan maupun menginap ditempatnya lagi, bukannya takut Neng malah mengancam balik bahwa dirinya akan menyerahkan keperawannya kepada orang lain dan akan memberitahukan keluarganya bahwa Frans yang telah memperkosa dia.


"Pokoknya neng gak mau tau klo om bilang apa-apa sama mama, neng bakalan nekat main sama cowo lain terus bilang ke mama sama semua, bahwa om yang udah perkosa neng" ucap Neng dengan nada marah kepada Frans setelah diancam oleh Frans bahwa perbuatannya selama ini akan dilaporkan kepada Mei


"Gak bisa begitu donk Neng, om melakukan ini demi kebaikan kamu, demi masa depan kamu juga kalau kamu hamil nanti gimana, misalnya kamu udah gak perawan terus om gak mau tanggung jawab gimana? Neng fokus aja belajar biar lulus dengan nilai bagus, kan kamu bilang mau kerja dibank" jawab Frans berusaha menenangkan emosi gadis ini


" Ah om mah alasan aja, temen neng aman-aman aja koq padahal sering begituan sama cowonya, malah ada yang dapet duit dari om-om yang main sama dia, masih bisa sekolah juga klo hamil tinggal digugurin neng tau koq tempatnya buat gugurin klo hamil" jawab Neng membela diri


"Lagian kan om juga yang merasa enak dapet perawan aku, kalau om gak mau nikah sama neng aku juga gak keberatan, pokoknya neng cuma mau pertama kali ngelakuin ini sama om endut ( panggilan sayang neng kepada Frans )"

__ADS_1


"Astaga neng buang jauh-jauh pikiran kaya gitu jangan kamu kira ngegugurin kandungan segampang itu, bahaya buat kamu kalau sampe kamu meninggal gimana apa gak kasihan sama mama kamu emak ( nenek )" ucap Frans yang terkejut dengan jawaban dari gadis ini


"Biarin pokoknya neng udah gak perduli sama semuanya, udah pada gak sayang lagi sama aku, om endut juga mulai jahat sama neng" jawab Neng sambil terisak


Melihat Neng menangis Frans pun merasa tidak tega lalu mengusap kepalanya dengan lembut sambil menenangkan Neng yang menangis semakin keras, untung sama tidak ada siapapun disekitar mereka jika tidak tentu akan mengundang perhatian dari banyak orang karena mendengar tangisan dari Neng. Sepertinya banyak masalah yang dialami gadis ini namun tidak mempunyai tempat untuk mencurahkan hatinya, semenjak Mei melahirkan dan menikah lagi perhatiannya terhadap Neng memang sedikit berkurang mungkin Mei merasa Neng sudah besar sudah seharusnya belajar mendiri terlebih ada Frans yang selama ini sudah seperti ayah bagi Neng.


Frans lalu menasehati Neng agar dirinya jangan bertindak atau mempunyai pemikiran seperti itu lagi sebab meski temannya kelihatan baik-baik saja setelah mengugurkan kandungannya bukan berati tanpa resiko, selain dosa besar karena membunuh nyawa bayi yang tidak berdosa mengugurkan kandungan juga mempunyai resiko besar dimana nyawa menjadi taruhannya, jangan sampai hanya karena penasaran ingin mencoba sesuatu yang belum pantas dilakukannya sebab masih belum cukup umur. Frans juga mengatakan bukan dirinya tidak sayang lagi terhadap Neng justru karena dirinya sudah menganggap Neng seperti adik sendiri Frans tidak mungkin tega merusak masa depan adiknya.


Mei yang menyetujui Neng tinggal sementara bersama dengan Frans sebenarnya merasa khawatir jika terjadi sesuatu terhadap anaknya meski dirinya percaya bahwa Frans tidak mungkin akan melakukan sesuatu yang tidak pantas terhadap Neng, namun tidak sebaliknya justru Mei khawatir jika anak gadisnya yang sudah mulai beranjak dewasa ini yang akan duluan mengoda Frans, sebab Mei memang mengetahui bahwa Neng sangat menyukai Frans namun selama ini dirinya hanya berpura-pura tidak tahu saja. Mei sendiri tidak rela seandainya anak gadisnya itu berpacaran atau menikah dengan Frans nantinya bukan karena tidak setuju hanya saja dirinya masih menyimpan perasaan terhadapnya.


Seandainya dirinya tidak tergoda oleh rayuan laki-laki yang kini menjadi suaminya hingga hamik tentunya saat ini Mei masih bersama dengan Frans sesalnya dalam hati, terlebih dirinya juga menyadari jika keenganan Neng tinggal bersamanya dikarenkan sikap suami barunya ini yang memang sangat genit dengan wanita muda hingga mempunyai banyak istri, Mei sendiri adalah istri ketiga suami barunya walau memang selama mereka menikah kebutuhan Mei selalu terpenuhi bahkan Mei sudah dibelikan rumah tinggal sehingga tidak harus mengontrak rumah lagi. Karena itulah Mei hanya bisa membiarkan Neng tinggal bersama dengan Frans sampai hubungannya dengan orang tua Mei kembali baik, dirinya juga percaya bahwa mantan pacarnya itu pasti akan menjaga dan merawat Neng dengan baik.


Disekolahnya Neng yang selama ini selalu mengenakan aksesoris yang harganya diatas rata-rata yang dikenakan oleh teman-temannya bahkan ponsel miliknya merupakan keluaran seri terbaru saat ini bahkan belakangan ini Neng selalu diantarkan kesekolah mengunakan mobil oleh Frans, sehingga menimbulkan kecemburuan serta rasa iri dari teman sekolahnya yang sempat menaruh curiga bahwa Neng berpacaran dengan om-om sehingga selalu dibelikan barang-barang mahal, meski akhirnya kecurigaan itu hilang dengan sendirinya setelah Frans mengambil rapot milik Neng mewakili Mei ibunya juga berkat kesaksian dari teman dekatnya bahwa semua barang-barang yang dipakai oleh Neng adalah hasil gajinya bekerja paruh waktu dicafe milik Frans laki-laki yang mereka anggap pacar Neng.

__ADS_1


Mungkin karena penasaran banyak dari teman sekolahnya akhirnya berkunjung ke cafe milik Frans dan melihat secara langsung bahwa benar Neng memang bekerja disana setelah pulang sekolah dan saat libur sekolah bahkan tidak sedikit yang meminta agak bisa diterima bekerja dicafe agar bisa memiliki uang jajan tambahan seperti Neng, tentu saja ditolak langsung oleh Frans sebab selain belum membutuhkan tenaga tambahan untuk kru cafenya dirinya juga tidak ingin berurusan dengan pihak berwajib karena memperkerjakan anak dibawah umur kecuali sedang magang atau praktek kerja lapangan dengan persetujuan pihak sekolah, sedangkan khusus untuk Neng memang statusnya dicafe selama ini adalah diperbantukan bukan bekerja dengan syarat harus mengutamakan sekolah dan tugas-tugasnya.


Bagi Frans pendidikan adalah hal utama untuk itulah dirinya selalu memberikan ijin kepada kru cafenya yang masih kuliah untuk pulang lebih awal atau pergi ke kampus dahulu saat sedang ada jadwal kuliah termasuk untuk Neng, meski dirinya tinggal dicafe Frans mengharuskannya mengerjakan pekerjaan rumahnya terlebih dahulu sebelum turus membantu dicafe kecuali pelajaran yang tidak dimengertinya barulah sesudah jam operasional cafe Frans akan membantu mengajarinya.


Ditengah-tengah kesibukannya Frans selalu menanyakan kabar dan keadaan Cassandra meski harus lewat Happy sebab Frans tidak berani menghubungi Rissa secara langsung sedangkan semua media sosial milik Rissa sudah lama tidak aktif, Frans pun meminta Happy untuk memberitahunya jika mengetahui ada kebutuhan lain yang dibutuhkan Cassandra selain susu formula dan popok bayi yang rutin dikirimkannya perdua minggu sekali untuk sang bayi yang mulai sangat mengemaskan dan semakin mirip dengannya. Frans sangat berharap agar bisa bertemu dan mengendong Cassandra meski mustahil untuk terwujud hanya bisa mengendong sang bayi dalam mimpinya saja.


-----------+Bersambung+-------------


Dukung karya author dengan saran dan kritiknya dikolom komentar


Happy Fun Reading


XoXo

__ADS_1


__ADS_2