Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Karma


__ADS_3

Perceraian Rissa dengan suaminya saat ini terkendala keenganan Freddy menerimanya meski sudah meminta maaf berkali-kali Rissa bersikeras ingin bercerai apapun resikonya, tak ingin anaknya dibawa oleh suaminya itu dirinya bahkan sampai menitipkan Cassandra dirumah sahabatnya selagi bekerja selain mencegah juga Rissa bisa merasa lebih tenang jika anaknya berada dirumah Happy dibandingkan dengan rumah orangtuanya sendiri yang dimana kakaknya Donna sudah pasti lebih mendukung suaminya untuk membawa kabur anaknya agar Rissa mau membatalkan niatnya untuk bercerai.


Kekerasan hati dari Rissa yang ingin bercerai rupanya dianggap karena pengaruh dari Frans dan Happy yang dituduh telah menghasut Rissa menceraikan suaminya baik oleh Donna maupun keluarga suaminya Freddy, Donna bahkan nekat menghubungi Frans juga Happy untuk mengancam diri kedua agar jangan ikut campur dalam urusan rumah tangga mantan istrinya itu, Frans yang memang tidak merasa mempengaruhi Rissa dalam mengambil keputusan untuk bercerai mengancam balik Donna dengan akan menempuh jalur hukum karena telah diancam dan dicemarkan nama baiknya, juga dirinya sengaja menyinggung ucapan Donna yang akan bersujud dikakinya jika dirinya nanti lebih baik kehidupannya dibandingkan saat masih menjadi menantu keluarga wie.


Donna yang terkejut bahwa Frans masih mengingat kata-katanya dulu langsung mematikan panggilan suaranya dengan Frans serta terdiam dimeja makan kediaman keluarga wie disertai keringat dingin mengalir diwajahnya, dirinya takut bahwa sumpahnya dulu benar-benar ditagih oleh Frans meski dilain pihak tak ada niatan untuk menagih hal itu hanya untuk membuat Donna diam saja, sebab Frans yang baru selesai berbelanja dan merasa lelah mendapat panggilan masuk dari nomor tak dikenal diponselnya yang ternyata adalah Donna tentu saja membuat harinya yang berbahagia karena semalam telah mendapatkan servis yang luar biasa dari kekasihnua menjadi suram, melihat Frans yang menjadi muram setelah mengangkat telepon diponselnya Bella yang baru selesai menyusui anaknya langsung duduk dipangkuan Frans dan mendaratkan ciuman manja dibibirnya kemudian memeluk kekasihnya itu agar kembali ceria dan melupakan pembicaraannya dengan mantan kakak iparnya itu.


Frans memang tidak mengerti mengapa hingga sampai saat ini Donna masih saja membenci dan memandang rendah dirinya meski sudah lama tidak berhubungan lagi, bahkan sampai kepikiran untuk memfitnahnya telah mempengaruhi pikiran dari mantan istrinya padahal sebagi seorang kakak seharusnya Donna lebih membela adik kandungnya sendiri bukan lelaki yang berani memukul istrinya sendiri, jika saja Frans menjadi kakak atau ipar dari Rissa dirinya adalah orang pertama yang akan membalas memukul suami dari mantan istrinya itu, bagaimana pun juga menurut keyakinan Frans wanita itu diciptakan dari tulang rusuk laki-laki sehingga harus dilindungi bukan disakiti ibarat jika tulang rusuk kita patah atau terluka tentu akan merasakan sakit yang luar biasa disekujur tubuh kita.


Terlebih mantan istrinya itu sudah dewasa sudah bisa menentukan pilihan terbaik dalam hidupnya yang mungkin merasa lebih baik menjadi ibu tunggal dari anaknya dibandingkan menjadi istri dari seorang suami yang pemalas serta ringan tangan dalam arti yang negatif bukan positif, Rissa masih bisa menerima kelakuan suaminya yang bermalas-malasan dan engan mencari penghasilan lebih baik sebab suatu hari nanti saat tidak ada lagi orang yang membantunya suaminya itu masih bisa berubah, namun jika sudah berani memukulnya hanya karena emosi selamanya suaminya akan menjadi orang yang dengan mudah memukulinya bahkan bisa memukuli anaknya jika berbuat salah hal yang tidak ingin diterima kenyataannya oleh Rissa saat anaknya Cassandra tumbuh dewasa nanti, dari pada bertahan dengan bayang-bayang ketakuan akan perlakuan suaminya lebih baik dirinya menjadi janda untuk kedua kalinya saja.


Happy yang juga ditelepon oleh Donna juga senada dengan Frans yang tidak terima jika sahabatnya itu dipukuli oleh suaminya dan mendukung keputusan dari Rissa untuk bercerai, sebab dirinya lebih mengetahui bagaimana perasaan sahabatnya itu semenjak menikah dan melahirkan Cassandra yang merasa lelah sebab dirinyalah yang harus menanggung semua kebutuhan rumah tangganya, Happy juga dengan tegas meminta Donna untuk lebih menghargai dan mengerti dari keinginan adik kandungnya sendiri yang merasa tersiksa dengan penikahannya dengan Freddy dimana semua itu adalah kehendak dan paksaan dari Donna sendiri bukan murni karena keinginan dari Rissa sahabatnya.


Happy juga berterus terang jika bukan karena bantuan dari Frans mungkin saat ini sahabatnya sudah nekat mengakhiri hidupnya sendiri karena terjerat oleh bunga hutang bank dan pinjaman lainnya dimana semua gajinya habis untuk mencicil hutang-hutang serta memenuhi kebutuhan rumah tangganya termasuk kebutuhan dari Cassandra yang membuat Rissa terpaksa mengali lobang tutup lobang pinjam uang bayar hutang asek asek joss seperti lagu bang Haji Rhoma Irama, sebab itulah Happy meminta dengan hormat kepada kakak sahabatnya itu untuk mengerti sedikit saja dengan beban yang ditanggung oleh adiknya.


Memang dasarnya manusia berhati batu Donna yang tidak terima merasa dinasehati oleh Happy langsung memaharinya dan meminta agar Happy menjauhi adiknya dan jangan pernah lagi ikut campur masalah keluarganya lalu mematikan panggilan teleponnya sambil berteriak dengan kesal dimeja ruang makan kediaman orangtuanya sehingga membuat sesisi rumah terbangun untuk melihat apa yang telah terjadi dan mengapa anak perempuan tertua dirumah itu sampai berteriak kesal.

__ADS_1


Sementara itu Frans yang baru selesai melanjutkan babak tambahan pertandingan gulat bersama dengan Bella diruang kerjanya, terburu-buru mengenakan pakaian yang dilepasnya saat melihat panggilan video dari Happy diponselnya kemudian langsung menerima panggilan itu


" Lu habis ngapain pak koq keringetan gitu?" tanya Happy yang melihat Frans dipenuhi keringat


"Baru balik dari pasar biasa habis belanja, kenapa bu tumben pagi-pagi nelpon gw? Cassandra mana? lagi dirumah lu kan"


"Kesel tau gw pak habis ditelpon sama cicinya Rissa, gila tuh manusia malah belain tuh laki-laki brengsek bukan ngebelain ade kandungnya sendiri"


"Owh habis dari pasar kirain habis olahraga pagi sama bokin( pacar ) emang semalem gak bisa pak hahaha" ucap Happy yang paham apa yang sebenarnya habis dilakukan oleh Frans


"Sama bu gw juga kesel jadinya masa iya Donna nuduh gw sam elu yang pengaruhin Rissa buat cerai sama lakinya, padahal anak kecil aja bisa tau kali gimana rasanya sakit hati dipukul sama orang yang kita sayang, apalagi Rissa yang udah gede" ucap Frans


"Kesel-kesel gw tagih aja janji dia yang mau sujud dikaki gw biar dia diem gak ngomel-ngomel ( marah-marah ) terus, eh beneran langsung dimatiin dong telponnya" lanjut Frans sambil tertawa lepas


"Emang harus digituin pak, biar mikir jadi manusia itu jangan asal ngucap sumpah giliran kejadian gak terima gak takut kena karmanya apa ya"

__ADS_1


"Kalau soal karma mah biar dia yang tanggung aja bu, yang penting gw mah ngak ada niatan serius buat nagih janji itu" jawab Frans dengan nada serius


"Ya udah deh pak maaf udah ganggu waktu lu, sana dilanjut lagi olahraganya sama bokin" ucap Happy sambil mengoda Frans


"Untung udah selesai dong pas lu nelpon, klo gak bisa siarang langsung gw didepan lu nanti hahahah" jawab Frans tertawa


"Udah ah lama-lama ngomong sama lu nambah ngaco" ucap Happy sambil tertawa lalu kemudian mematikan panggilan videonya


Bella yang sedari tadi hanya tertidur dipangkuan Frans ketika menerima panggilan dari Happy kemudian bangun untuk mencium bibir kekasihnya itu kemudian mengajak mandi bersama sebab sebentar lagi para kru cafe akan segera datang, kemudian keduanya pun saling membersihkan tubuh satu sama lain sambil sesekali mengulangi keintiman diantara keduanya yang semalam lebih merasa saling terpuaskan setelah Frans meminum obat yang dulu pernah membuat Mei ketagihan hingga berkali-kali terus ingin mengulanginya dengan Frans, semoga saja Bella yang hasrat seksualnya lebih kecil dibandingkan dengan Mei tidak menjadi ketagihan sehingga membuatnya menjadi liar, Frans sendiri iseng meminum obat penambah stamina yang ditemukannya setelah membuka boks yang berisi peralatan kerjanya saat masih berkerja dulu di National Mandiri hanya untuk memberikan sensasi lebih bagi pasangannya yang selama ini telah merasa sama-sama puas dengan permainan masing-masing.


------------+Bersambung+--------------


Dukung terus karya author dengan like dan komennya berserta saran dan kritik untuk kemajuan karya athur


Happy Fun Reading

__ADS_1


XoXo


__ADS_2