Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Tersenyum Kembali


__ADS_3

Menjelang akhir tahun Frans yang sudah mendapatkan THR dari kantornya bermaksud untuk mengambil liburan panjang sekaligus menghabiskan jatah cuti tahunannya dikantor yang sayang jika tidak diambil karena tidak ada kompensasi apapun jika jatah cuti tidak diambil, meski tidak punya rencana untuk berpergian atau liburan keluar kota Frans hanya ingin melakukan hobinya saja yaitu bermain game online hingga pagi hari sekaligus mengelola tambang bitcoin miliknya yang sudah beberapa bulan ini tidak serius dijalaninya selain karena kesibukannya dikantor, Mei yang selalu memintanya untuk menemaninya berbelanja atau sekedar makan malam berdua atau bersama anaknya hampir setiap Frans pulang bekerja .


Frans sangat ini merasakan hasil pertamanya dari menambang uang digital seperti Fatur dan Rey yang sudah merasakannya, Frans merasa termotivasi untuk memperoleh uang lebih dari hasil tambangnya namun urung menjual bitcoin miliknya yang baru berkisar dibawah 10 juta jika diuangkan didunia nyata. Rey sendiri meminta Frans untuk menyimpan terlebih dahulu bitcoin miliknya sambil mencari uang digital sejenis yang mulai banyak bermunculan agar hasil yang diperoleh lebih besar nantinya meski cara memperolehnya lebih mudah dibandingkan dengan bitcoin namun harganya masih jauh dibawah harga bitcoin dipasaran. Hanya dengan melalakukan tugas yang diberikan pengembang atau donatur bisa mendapatkan berbagai jenis mata uang digital dengan nominal secara acak Rey meminta Frans jangan melihat harga dipasaran atau nominal yang didapatnya perhari kumpulkan saja dahulu didompet digital miliknya sedikit demi sedikit niscaya lama-lama tentu akan menjadi bukit.


Frans mengambil cuti sejak hari raya natal hingga selepas tahun baru sementara gajinya yang belum turun akan dititipkan kepada kevin yang masih harus masuk kerja karena belum genap setahun bekerja, meski mungkin terasa membosankan jika hanya dirumah saja nantinya karena tidak memiliki rencana untuk jalan-jalan Frans tidak perduli karena baginya yang sudah jenuh dengan pekerjaannya dikantor juga dengan sikap para pimpinan kantor yang selalu mempermasalahkan pekerjaannya setidaknya lebih baik berlibur dirumah saja dahulu sambil mencari tambahan diwarnet agar selepas tahun baru menjadi lebih segar.


Hari pertamanya libur kerja Frans menghabiskan waktunya berada diwarnet untuk bermain game online terlebih biaya makan rokok dan billingnya ditanggung sepenuhnya oleh Rey yang meminta Frans memainkan karakter game miliknya untuk menaikan level dan mencari item langka didalam game, tentunya sambil menambang bitcoin dan menjalankan tugas yang didapatnya dari situs komunitas penambang kripto dengan imbalan berbagai jenis mata uang digital disela-sela rehatnya bermain game, Mei yang mengetahui Frans yang mengambil cuti panjang mengajak Frans untuk liburan bersama dipulau untung banyak saat dirinya sudah libur kerja nanti namun belum diiyakan olehnya karena ingin melihat suasana hatinya beberapa hari ini terlebih dahulu.


Saat tengah asik bermain game Frans mendapatkan telepon dari Happy yang memintanya dan kevin untuk bertemu dimall kota gading untuk membicarakan rencana reuni akbar angkatan SMKnya dulu bersama teman-teman sekolahnya dulu nanti malam, Frans yang sebenarnya malas untuk hadir karena mantan istrinya Rissa kemungkinan juga hadir nanti malam akhirnya menyetujui untuk datang setelah dipaksa oleh Happy. Setelah menutup panggilan dari Happy Frans lalu menelpon kevin agar selepas pulang kerja nanti agar bersiap-siap untuk berangkat bersama ke mall kota gading.


Malam harinya setelah selesai mandi dan berganti pakaian Frans bersama dengan kevin lalu berangkat menuju mall kota gading, Frans yang sudah lama tidak bertemu mantan istrinya itu memantapkan hati dan perasaannya agar tidak sampai merasa sedih kembali saat bertemu dengan Rissa, Frans memutuskan untuk tidak terlalu banyak bicara saat berada disana nantinya dan menjadi pendengar yang baik saja, jika ada ide yang terlintas nanti dikepalanya biarkan kevin saja yang berbicara mewakilinya.


Setibanya dimall Frans yang langsung menghubungi Happy untuk menanyakan titik kumpulnya segera menuju tempat bertemu setelah diberitahukan oleh Happy. Ditempat yang menjadi lokasi bertemu telah hadir belasan mantan rekan SMKnya dulu bersama pasangannya masing-masing termasuk Rissa yang hanya datang sendirian sepertinya masih merasa malu untuk mengenalkan calon suami barunya, yang belum lama meresmikan pertunangan mereka dan berencana untuk menikah sehabis tahun baru imlek nanti menurut cerita Happy kepadanya belum lama ini. Setelah menyapa satu persatu mantan teman sekolahnya termasuk Rissa, Frans dan kevin mengambil posisi duduk berada diujung seberang meja yang duduki oleh Rissa meski ada dua bangku kosong disamping Rissa yang seakan sengaja disediakan oleh Happy yang duduk disamping Rissa untuk Frans dan kevin.


Frans yang sedari awal selepas menyapa satu persatu teman sekolahnya, perhatian kedua matanya tertuju ke kalung emas yang dikenakan oleh Rissa dilehernya nampak liontin dengan inisial F dan S sama persis dengan yang dahulu kenakannya saat melamar mantan istrinya itu meski rantainya berbeda, Frans masih mengenali dengan jelas liontin yang kenakan oleh Rissa yang dibelinya dengan uang yang diberikan oleh ayahnya Ridwan dan hasil mengesek kartu kredit BNI miliknya untuk melunasi uang pembelian kalung emas itu, meski memang kini rantai emas yang dikenakan oleh Rissa jauh lebih tebal dan pastinya lebih berat dibandingkan dengan rantai emas yang diberikannya dulu.

__ADS_1


Mungkin karena calon suaminya tidak bermodal atau karena sayang untuk dijual karena Rissa masih memendam kenangan atau perasaan terhadap mantan suaminya ini, juga mungkin karena memang kebetulan inisial calon suami baru Rissa sama dengannya, entahlah Frans tidak terlalu memikirkan hal itu karena memang kalung itu sudah ikhlas diberikannya kepada Rissa terserah mau dikemanakan kalung pemberian Frans itu sudah menjadi urusan mantan istrinya bukan urusannya lagi sekarang. Rissa yang menyadari Frans yang terus memperhatikan kalung yang dikenakannya langsung menutupi kalung itu dengan mengancingkan kemeja putih yang dikenakannya saat itu.


Selama pertemuan yang berancana untuk mengadakan acara reuni teman-teman seangkatan sekolahnya, Frans lewat kevin mengusulkan agar diadakan karyawista saja agar keluarga dan pasangan setiap mantan rekan sekolahnya bisa turut berpartisipasi dibandingkan hanya mengadakan acara digedung sewaan yang hanya beberapa jam saja tanpa ada kenangan apapun yang menjadi tujuan reuni diadakan. Mengenai tempat acara Frans hanya mengusulkan agar tidak terlalu jauh dari kota tempat tinggal mereka yang bisa ditempuh hanya beberapa jam saja dengan mengunakan bus sewaan atau kendaraan pribadi bagi yang ingin mengunakan kendaraan miliknya sendiri.


Frans yang selama pembicaraan dengan teman-teman alumninya hanya menikmati cemilan yang dipesannya dan dibeli oleh kevin disupermarket mall, berusaha untuk menghindari bertatap muka langsung dengan Rissa yang sedari tadi terus memperhatikannya seakan ada yang ingin diungkapkan olehnya kepada Frans, namun tertahan ditengorokannya. Happy yang menyadari gerak gerik keduanya nampak membisikan sesuatu kepada Rissa namun hanya ditanggapi oleh Rissa dengan mengelengkan kepalanya lalu nampak serius melihat arah Frans yang masih asik memakan kacang walau sesekali matanya melirik kearah wajah Rissa. Wajah yang telah lama berada dihati dan pikirannya walau sekarang perlahan-lahan memudar, nampak mulai terdapat kerutan didahi Rissa seakan-akan banyak beban yang menjadi pikirannya selama ini semenjak bercerai dengan Frans, Rissa yang dahulu selalu tersenyum kini nampak mulai berwajah serius menyembunyikan sesuatu dihatinya. Tak nampak juga tawa lepasnya saat mendengarkan lelucon yang dilontarkan salah satu teman sekolahnya meskin hanya tertawa kecil seakan terpaksa, dan kembali berwajah datar memikirkan sesuatu, mungkin kehadiran Frans saat itu menganggu suasana hatinya.


Memikirkan keadaan mantan istrinya Frans seakan menyesali keputusannya untuk hadir malam ini, mungkin tanpa kehadirannya saat ini Rissa bisa tersenyum dan tertawa lepas didepan semua orang yang hadir. Setelah menikmati makan malam bersama traktiran dari salah satu teman sekolahnya dulu Nella yang kini bersuamikan pengusaha batubara, Rissa menghampiri Frans untuk meminta waktu berbicara empat mata dengannya dicafe langganan mereka dulu, Frans yang meminta kevin menunggunya dibar tempat biasa mereka minum bir, lalu pergi bersama Rissa menuju cafe langganan mereka dulu. Setelah memesan minuman favorit keduanya Frans lalu menuju lantai atas cafe lokasi favorit keduanya untuk berbicara.


"Aku 2 bulan lagi mau merrit sama Freddy, belum lama lamarannya atas permintaan ci Donna" ucap Rissa membuka pembicaraan


"Iya aku dah tau, Happy udah cerita semua ke aku, aku cuma bisa berdoa semoga kamu berdua bisa bahagai sampai kakek nenek" jawab Frans dengan nada datar tak ingin rasa kesedihannya kembali muncul dihadapan Rissa


"Kamu gak perlu minta maaf sa, kamu udah dewasa udah bisa nentuin keputusan kamu sendiri, kita juga udah resmi pisah jadi aku juga gak berhak melarang kamu, memang aku sempat kecewa knapa harus Freddy. Tapi ya mau gimana lagi kalau memang dia jodoh kamu aku harus ikhlas menerima" jawab Frans


"Aku juga gak milih dia langsung, pas tau aku udah cerai sama kamu, dia yang terus deketin aku sama ci Donna, sampe akhirnya cici bilang kalau dia emang serius sama aku langsung bawa aja keluarga dia buat ketemu mama sama ci Donna" ucap Rissa dengan menahan air matanya

__ADS_1


"Kalau kamu memang ada perasaan sama calon suami kamu, jalanin aja dengan tulus. Jangan sampai jadi penyesalan buat kamu dihari nanti sa" jawab Frans mencoba menjadi bijak didepan mantan istrinya itu meski luka lama dihatinya yang mulai mengering kembali terluka.


"Kamu sendiri udah ada pasangan" ucap Rissa mencoba bertanya


"Belum ada yang cocok, aku mau fokus perbaikin kehidupan aku dulu agar gak dihina dan direndahkan lagi sama keluarga calon istri aku nantinya"


"Maafin ci Donna ya sama Oo dan keluarga aku yang lain yang udah menghina kamu dulu" ucap Rissa menyesali perbuatan kakak tertuanya Donna dan keluarganya yang lain kepada Frans selama menjadi menantu keluarga wie


"Semua udah jadi masa lalu, udah gak pernah aku permasalahin lagi, gak ada niatan sedikitpun untuk membalas omongan dan perbuatan mereka ke aku dulu. Kamu tenang aja sa" ucap Frans


"Makasih lim, aku percaya sama kamu. Kamu cepetan cari istri jangan lama-lama, maaf aku gak bisa ngundang kamu nanti. Ci Donna udah ngelarang aku buat ngundang kamu"


"Aku paham sa, diundangpun aku belum tentu bisa dateng" jawab Frans


Setelah lama berbincang keduanya pun akhirnya berpisah nampak kelegaan diwajah Rissa setelah berbicara empat mata dengan Frans, senyum diwajahnya mulai kembali terlihat saat mereka akan berpisah. Frans yang menuju tempat kevin menunggunya lalu menghabiskan waktu mereka untuk memesan minum bir hingga mall tutup hal yang lama mereka tidak lakukan hanya saja kali ini kevin yang mendapatkan THR pertamanya meski belum penuh yang membayar tagihan minuman mereka.

__ADS_1


------------+Bersambung+-------------


Happy Fun Reading


__ADS_2