
Frans yang sementara masih tinggal dimess kantor belum juga menemukan kontrakan atau kos-kosan yang cocok untuk dirinya, sedangkan untuk memilih menyewa kamar kosan atau rumah petakan didaerah dekat kantornya tidak dipikirkan lagi olehnya sebab termasuk daerah rawan banjir. Frans tak ingin kesulitan jika nanti tempat tinggalnya terkena banjir meski tidak semua daerah terkena banjir namun tetap saja membuatnya sulit beraktivitas nantinya.
Frans yang siang itu sedang sibuk didepan komputer meja kerjanya mendapatkan panggilan masuk dari adik tirinya Fransiska putri ketiga pasangan Ridwan ayah kandungnya dengan Yenni istri pertama Ridwan. Fransiska mengabarkan bahwa Ridwan dilarikan kerumah sakit karena mengalami pendarahan diotaknya akibat tekanan darahnya tinggi sekali.
Frans yang menerima kabar ini sedikit terkejut meski dirinya memang tidak dekat dengan ayahnya namun tetap saja bagaimanapun Ridwan adalah ayah kandungnya. Frans pun meminta Fransiska untuk terus mengabarinya, dan baru bisa kerumah sakit sore hari nanti. Sebab perkerjaan dikantornya saat ini tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
Sore harinya selepas menyelesaikan perkerjaannya, Frans meminta ijin kepada atasannya dan bagian personalia untuk pulang lebih awal karena ayahnya saat ini sedang dirawat di UGD RS Indah, jarak dari kantornya menuju rumah sakit hanya membutuhkan waktu 20 menit saja. Frans yang memutuskan membawa pakaian ganti karena jika memang Ridwan harus dirawat inap dirinya berencana untuk menjaganya malam ini.
Sesampainya dirumah sakit Frans langsung menuju Unit Gawat Darurat RS Indah, nampak sudah hadir Maria dan Fransiska berserta suami Fransiska disana, Frans yang melihat ketiganya segera langsung menyapa mereka. Ridwan yang sedang dirawat intensif diUGD baru bisa dipindahkan keruangan ICU malam nanti karena saat ini sedang penuh dengan pasien.
Frans mengetahui dari Fransiska bahwa Ridwan menurut pengakuan dari Lela istri ketiga Ridwan sudah mengeluhkan sakit kepala yang luar biasa sejak malam hari, namun siang harinya diberitahukan kepada anak-anaknya terutama Fransiska saat ayahnya sudah tak sadarkan diri lagi. Menurut pemeriksaan dokter dan hasil dari CT Scan otak, Ridwan mengalami pendarahan diotaknya karena ada beberapa pembuluh darah yang pecah. Sehingga saat ini dalam keadaan Koma, dan perlu perawatan inap dirumah sakit.
Frans yang memang kondisinya saat ini tidak bisa sama sekali membantu biaya pengobatan ayahnya, menawarkan diri untuk menjaga Ridwan selama dirawat dirumah sakit. Bagaimanapun juga anak-anak Ridwan yang lain tidak ada yang bisa menungguinya saat malam hari karena Putri dan Nico yang masih kecil Maria dan Fransiska sudah berkeluarga jadi tidak mungkin bisa menjaganya selama dirumah sakit. Sementara Lia anak pertama Ridwan dan Yenni saat ini berada diluar negeri mengikuti suaminya yang merupakan seorang WNA dan Anes anak bungsu Yenni sedang menyelesaikan kuliahnya yang sudah masuk semester akhir.
__ADS_1
Seminggu lamanya Ridwan harus dirawat diruangan ICU meski sempat sadar dan bisa berkomukasi dengan keluarga yang menjenguknya, namun kondisinya kembali tak sadarkan diri. Akibat pendarahan yang dialaminya separuh anggota tubuh Ridwan tidak bisa berfunsi dengan baik, Frans yang seminggu ini menjaga ayahnya saat malam hari bergantian dengan Yenni maupun Lela dipagi sampai sore hari, mulai merasakankan lelah yang begitu hebat karena tidak bisa tidur dengan nyenyak dirumah sakit, Frans hanya bisa mencuri-curi waktu tidur disiang hari saat pekerjaannya dikantor tidak terlalu banyak.
Biaya perawatan yang semakin membesar hampir melebihi 120 juta membuat Lia dan Fransiska yang memang menanggung biaya perawatan dirumah sakit, memutuskan untuk membawa pulang ayah mereka untuk menjalani rawat jalan sekaligus mencari pengobatan alternatif setelah berembuk dengan anak-anak Ridwan yang lain termasuk Yenni.
Selama Ridwan dirawat dirumah dan menjalani terapi saraf, Frans memilih tinggal direstoran milik ayahnya sekedar membantu menjalankan bisnis ayahnya sepulang bekerja, karena Lela istri ketiga Ridwan harus merawat suaminya yang kini lumpuh tak berdaya ditempat tidur. Terlebih kedua anaknya masih berada sekolah dasar hingga masih membutuhkan perhatian lebih.
2 minggu dirawat dirumah kondisi Ridwan semakin memburuk sehingga harus dilarikan kerumah sakit kembali, beruntung belajar dari pengalaman sebelumnya Ridwan sudah didaftarkan kedalam program kesehatan gratis yang disediakan oleh pemerintah, sehingga kali ini keluarga tidak dipusingkan biaya perawatan selama dirumah sakit karena semua telah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah meski harus dipusingkan oleh proses persyaratan dan birokrasi yang rumit.
Sudah hampir seminggu Frans harus menjaga ayahnya dirumah sakit setiap malam, sementara selepas pulang kerja dirinya harus membantu menjaga restoran milik Ridwan yang tetap beroperasi mengingat ada anak istrinya yang tetap membutuhkan biaya untuk sehari-hari, meski ada bantuan dari kerabat dan saudara namun tetap saja tidak mencukupi biaya hidup ketiganya selama Ridwan lumpuh karena sakit yang dideritanya.
Dirinya yang memang sedari kecil tidak mengenal ayah kandungnya tidak terlalu merasa kehilangan, jika bukan karena paksaan oleh tantenya Nita. Frans sebenarnya tak ada niatan untuk mencari dimana Ridwan berada. Namun bagaimana pun darah Ridwan mengalir dalam dirinya, Frans yang sebulan lebih menjaga Ridwan selama ayahnya dirawat dirumah sakit merasa sedikit lega sudah berbakti untuk merawat Ridwan selama sisa hidupnya.
Sempat terjadi perselisihan kecil diantara anak-anak Ridwan dari Yenni dengan Lela dan keluarganya soal pemakaman Ridwan apakah mengikuti keyakinan Ridwan sebelumnya atau mengikuti keyakinan Lela istrinya sedangkan Ridwan selama menikah dengan istri ketiganya hanya meyakini sebatas dikolom KTP saja. Karena merasa Lela dan keluarga nantinya tidak mampu merawat makam ayah mereka, Lia sebagai anak tertua mengambil keputusan agar ayah mereka dimakamkan menurut keyakinan mereka dan keyakinan Ridwan sebelumnya, terlebih biaya pemakaman Ridwan akan ditanggung sepenuhnya oleh Lia yang langsung kembali dari luar negeri setelah mendapat kabar kematian ayahnya.
__ADS_1
Frans sebagai anak laki-laki Ridwan yang paling tua, harus mengikuti prosesi pemakaman secara adat warga keturunan dan juga secara agama yang dianutnya. Langsung mengajukan ijin cuti kepada perusahan tempatnya bekerja sampai pemakamna ayahnya selesai, lewat bantuan temannya Kevin. Prosesi persemayaman sampai pemakaman Ridwan memerlukan waktu selama tiga hari, selain menunggu beberapa anggota keluarga dan saudara yang tinggal diluar kota termasuk Lia kakak tiri Frans yang paling tua yang baru tiba dihari kedua kematian Ridwan.
Saat malam acara proses tutup peti dihari kedua kematian ayahnya mengingat seluruh anak-anak dari Ridwan telah berkumpul termasuk cucunya. Frans dikejutkan oleh kedatangan mantan istrinya Rissa yang ditemani oleh Rudy Tan dan istri Joice yang mewakili keluarga wie untuk menyampaikan rasa simpati dan ungkapan dukacita. Kehadiran Rissa malam untuk sempat membuat perasaan dirinya menjadi sedih karena mantan istrinya itu bagaikan orang lain dimatanya, Rissa seakan-akan datang hanya sebagai tamu biasa seolah-olah tidak ada yang pernah terjadi diantara mereka berdua.
Selama berada dirumah duka, Rissa tidak banyak berbicara hanya Rudy dan Joice yang lebih sering berbicara panjang lebar dengannya, Saat ketiganya berpamitan pulangpun Rissa hanya berbasa-basi mengucapkan turut berduka tanpa berani menatap mata mantan suaminya itu.
Selepas kepergian Rissa Frans hanya menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan keras, sepertinya Rissa memang sudah tidak menganggapnya apa-apa lagi hanya sekedar teman biasa, hanya menunggu waktu sampai Rissa benar-benar melupakannya. Tak ingin terlalu larut dalam kekecewaan lebih dalam lagi, Frans langsung menyibukan dirinya menghampiri meja tamu yang datang untuk sekedar berterima kasih dan mengajak mereka mengobrol.
Baginya saat ini hubungannya dengan Rissa ibaratkan habis manis sepah dibuang, terasa pahit memang namun begitulah takdir yang dijalaninya.
------------+Bersambung+------------
Jangan lupa dukung terus karya author dengan saran dan kritiknya
__ADS_1
Happy Fun Reading