
Keputusan Rissa mempertahankan rumahtangganya bersama Frans, rupanya telah sampai ketelinga Donna, Kakak tertuanya tak habis pikir mengapa adik bungsunya begitu bodoh mempertahankan pernikahan yang jelas-jelas menurut dirinya tidak akan pernah bisa membahagiakan adiknya itu. Donna sendiri dan suaminya sudah diramalkan bahwa kehidupan dia dan suaminya akan sukses dalam karir maupun rumahtangga itu sudah dibuktikan oleh Donna dan suaminya David Yan yang telah menikah selama 12 Tahun dan baik dia dan suaminya memiliki karir yang bagus dikantornya masing-masing.
Itulah sebabnya dirinya begitu mempercayai ramalan cek Ishan, ia tak ingin adiknya sengsara demi seorang lelaki yang tidak memiliki masa depan yang cerah. Baginya Rissa adiknya meskipun nantinya menjadi janda masih banyak laki-laki yang mau menikahi Rissa disamping memang adiknya memiliki wajah yang manis khas wanita peranakan bentuk tubuhnya yang sekal yang membuat laki-laki mana yang tidak akan meliriknya seperti setiap saat Rissa pergi ke mall meski bersama suaminya Frans tetap saja banyak mata lelaki yang mencuri pandang ke Rissa.
Donna memaksa ibunya Jessi untuk mendukung dirinya meminta agar Rissa dan Frans segera bercerai, meski mereka baru genap 1 tahun berpisah tapi untung saja Rissa belum ada tanda-tanda kehamilan. Sehingga belum terlalu terlambat untuk berpisah, bahkan Donna siap untuk memberikan kompensasi bagi Rissa dan Frans selama mereka mau bercerai, entah itu berupa benda atau pun uang tunai selama permintaannya masuk akal. Jika Rissa nanti bercerai Donna pun sudah menyiapkan beberapa calon suami untuk adiknya nanti yang pasti memiliki masa depan yang cerah bukan seperti suaminya saat ini.
Frans yang tidak mengetahui rencana iparnya Donna sibuk dengan pekerjaannya dikantor mengingat bulan depan dirinya sudah harus membayar sewa rumah tempat tinggalnya saat ini, banyaknya pengeluaran tahun kemarin sampai saat ini memaksa sedikit demi sedikit tabungan dirinya dan istrinya harus terpakai, terlebih saat imlek kemarin sisa tabungan direkening Rissa tersisa 5 juta saja sedangkan gajinya dan istrinya jika digabung sisanya setelah dikurangi biaya untuk bulanan dan ini itu hanya tersisa 3 juta, masih kurang 4 juta lagi untuk membayar sewa rumah yang pertahunnya 12 juta, harga yang terbilang cukup murah untuk sewa rumah ukuran 2 kamar tidur meski terletak diantara perbatasan kota TK dan TL suasana tempat tinggal mereka sudah ramai penduduk dan memiliki akses yang mudah bagi kendaraan roda 4 atau lebih, terlebih dengan dibangunnya jalan alternatif menuju perumahan kota sutera, serta segera dibangun mall terbesar diprovinsi itu membuat lalu lintas semakin ramai tak jarang sampai membuat macet dipertigaan menuju tempat tinggalnya.
Sepertinya harus meminta keringanan kepada pak Bandi untuk bisa membayar seadanya terlebih dulu dan sisanya bulan depannya lagi baru dilunasi. Pikir Frans saat itu meskipun tak enak hati, tapi mengingat bahwa dirinya sudah lumayan lama menyewa rumah milik pak Bandi, sepertinya tidak akan ada masalah lagi. Frans pun melanjutkan pekerjaannya yang sudah menumpuk dimejanya karena banyaknya barang material yang masuk,sehingga membuatnya tidak sempat mengimput data stok material kedalam komputer.
Sementara itu dikantor Rissa yang sedang tidak terlalu sibuk karena sedang tidak terlalu banyak permintaan barang dan jasa yang masuk kekantornya bulan ini, semua pekerjaannya hari ini sudah diselesaikan sebelum siang hari, dirinya sempat menelpon suaminya namun karena sedang sibuk jadi tidak terlalu lama berbicara dengan Frans, karena bosan tidak ada pekerjaan lagi yang bisa dikerjakannya Rissa pun memasuki ruang teknisi bekerja untuk melihat karyawan lagi bekerja menyambung karet untuk mesin produksi pesanan client yang akan dikirim esok hari.
__ADS_1
Saat sedang memperhatikan teknisi kantornya bekerja ada pangilan masuk ke BB miliknya dari nomor yang tidak dikenali oleh Rissa
"Halo maaf dengan siapa ini yang menelpon" tanya Rissa memastikan siapa yang menelponnya
"Halo, Ica sayang apa kabarnya kamu, ini Koko Fredy kesayangan Ica, nomor baru koko kamu simpen ya" jawab lelaki diujung telpon yang ternyata adalah mantan seniornya dikampus dulu juga orang yang sempat membuat suaminya Frans cemburu
"Ih, apaan sih ko, gak jelas amat, ko2 tau nomor aku dari siapa? tolong yang sopan ya ko, aku udah merried" ucap Rissa tegas menolak laki-laki selain suaminya memanggilnya sayang
"Jangan sembarangan ya ko jadi orang itu, tolong dijaga omongannya, koko tau dari mana ogut mau cerai, jangan asal ko" omel Rissa lantas mematikan panggilan yang masuk ke BBnya lantas memblokir nomor tersebut, setelahnya Rissa langsung menelpon sahabatnya Happy menceritakan panggilan masuk dari Freddy yang baru saja diterimanya, berduanya pun heran dari mana kabar ini bisa berasal sedangkan masalah Rissa dan Frans selain hanya Happy dan keluarga Rissa tidak ada orang lain yang tahu, bahkan nomor Rissa yang belum lama digantinya tak banyak orang yang tahu.
Hanya bisa menebak saja mungkin saja ada salah satu teman dekat Rissa dan anggota keluarga Rissa yang memberitahukan masalah rumah tangga Rissa dan nomor barunya kepada Freddy, Rissa meminta agar Happy sahabatnya tidak menceritakan kejadian hari ini kepada suaminya Frans, Ia tidak ingin suaminya marah dan menegur Freddy secara membabi buta. Dan Happy pun menyanggupinya.
__ADS_1
Ditempat lainnya tanpa Rissa dan Frans ketahuinya ada sepupu Rissa yang juga teman bermain Freddy menceritakan soal hasil ramalan Rissa dan Frans juga soal keinginan Donna agar mereka berdua bercerai setelah mendengarkan pembicaraan antara Ibu sepupunya Rissa dengan Ibu Rissa Jessie ,dia juga yang memberikan nomor Rissa yang baru kepada Freddy, Freddy yang mendengar soalnya ini langsung bertanya kepada Donna yang sudah lama dikenalnya sebab dirinya sempat berada digroup perusahaan yang sama dengan Donna, Donna yang memang juga mengenal Freddy langsung menceritakan semuanya kepada Freddy bahkan dia juga menawarkan adiknya nanti untuk dinikahi oleh Freddy jika sudah bercerai.
Karena itulah sebabnya setelah mengetahui langsung masalah yang terjadi dirumah tangga Rissa, melalui Donna. Freddy langsung menelpon Rissa untuk mengodanya, Karena memang dari dulu sejak jaman masih kuliah dirinya sudah mengincar Rissa untuk dijadikan kekasih namun selalu ditolak oleh Rissa, bahkan saat hampir berhasil mengoda saat Rissa baru beberapa bulan menikah namun keburu dipergoki oleh Frans, rencananya untuk melihat tubuh Rissa tanpa sehelai benang pun gagal total, meski hanya berupa gambar saja baginya sudah dari cukup menghilangkan rasa penasarannya atas tubuh molek Rissa.
Sementara itu Donna yang sepertinya sudah menemukan sosok ideal suami penganti bagi Rissa, mulai memikirkan rencana untuk membuat adiknya dan suami bercerai, meskipun harus mengunakan kekerasan nantinya dirinya sudah tidak perduli lagi, selama ini semua demi kebaikan dan kebahagiaan Rissa adiknya dan nama baik keluarga wie, Donna tidak ingin jika kedepannya nanti keluarga wie memiliki menantu / ipar yang tidak berguna yang hanya hidup mengandalkan gaji istrinya saja, suami yang tidak memiliki masa depan yang bagus menurut hasil ramalan cek Ishan.
---------------Bersambung---------------
Yuk dukung author dengan saran dan kritiknya dikolom komentar
Happy Fun Reading
__ADS_1