
Kehadiran Frans dalam hidup Mei membuat dirinya kembali merasakan menjadi wanita dan istri seutuhnya meski tanpa ikataan apapun baginya Frans merupakan sosok calon ayah yang baik untuk Neng anaknya dan lelaki yang baik baginya terutama dalam urusan ranjang, Mei yang sudah belasan tahun menjadi janda sudah lama tidak merasakan sentuhan laki-laki dalam hidupnya sehingga membuatnya menjadi liar saat bertemu dengan Frans. Mei tidak perduli dengan tanggapan keluarga maupun para tetangga yang menanyakan hubungan antara dirinya dengan Frans bahkan merasa siap menjadi ibu bagi anak kandung kekasih hatinya ini, Mei juga tidak berharap akan dinikahi oleh Frans meski nanti dirinya ditinggalkan olehnya dan berpaling kepada wanita lain, Mei yang sudah mapan dengan penghasilan dari pekerjaannya dipabrik tidak mempersoalkan jika dia hanya dinafkahi secara batin oleh Frans, untuk keperluan dirinya dan anaknya gaji Mei lebih dari cukup sehingga tak terlalu membutuhkan uang bulanan dari Frans seandainya mereka menikah nanti, apalagi atas saran dari Frans saat ini Mei mulai berinvestasi logam mulia dan membuka tabungan deposito agar sewaktu-waktu dirinya membutuhkan dana untuk keperluan pendidikan anaknya Mei tidak harus kebingungan mencari pinjaman kesana-kemari jika dibandingkan menabung uang hasil gaji bulannya secara konvensional dibank yang bunga perbulannya tidak seberapa besar, terlebih harga logam mulia cenderung naik setiap tahunnya mengikuti harga pasar global.
Mei sebenarnya ingin menanamkan modal diusaha cafe milik Frans namun ditolak karena Frans menganggap usaha miliknya belumlah terjamin untuk menghasilkan keuntungan baginya, Frans khawatir jikalau usaha miliknya tidak berjalan sesuai harapannya uang milik Mei akan ikut lenyap jadi sebaiknya menurut Frans setiap bulan Mei menyisihkan gajinya untuk berinvestasi logam mulia disalah satu perusahaan gadai milik negara yang selain terjamin keamanannya juga Mei tidak harus menyimpan emas miliknya dirumah yang beresiko hilang karena dicuri atau Mei lupa menyimpannya serta nilai jual yang tinggi dibandingkan membeli emas ditoko yang harga jualnya nanti tidak terlalu besar dibandingkan harga resmi pasar.
Neng yang selalu diajarkan oleh Frans pelajaran yang tidak dimengertinya juga menganggap sosok ayah yang ideal baginya meski diam-diam juga menyukai pacar ibunya ibu namun tidak berani mengungkapkan perasaannya secara langsung hanya berani secara sengaja menyentuhkan tubuhnya kepada Frans saat keduanya sedang berduaan saja dirumah kevin ketika Frans membantunya perkerjaan rumah dari sekolah. Merasa terkejut dengan sikap Neng, Frans hanya menasehatinya agar tidak berbuat seperti itu kepadanya atau laki-laki lain karena bisa memancing birahi lelaki dan itu kurang pantas dilakukan oleh remaja seumurannya namun hanya dijawab oleh Neng dengan menempelkan bagian dadanya yang belum tumbuh sempurna ketubuh Frans sambil memeluk tangannya erat-erat.
__ADS_1
Tak ingin Neng berbuat nekat dan perbuatannya sampai ketahuan oleh orang lain, Frans lalu menyingkirkan tangan Neng dari lengannya dan menginggatkannya bahwa dirinya adalah kekasih ibunya jangan sampai perbuatan Neng menimbulkan salah paham untuk keduanya dilain hari jika ketahuan oleh orang lain, Frans tidak memarahi Neng akan perbuatannya melainkan hanya menasehati agar mengerti batas-batasan yang bisa dilakukan seorang laki-laki dan perempuan terlebih saat ini anak dari Mei itu sedang dalam masa pubertas sangat ingin tahu akan asmara maupun hubungan antara lelaki dan perempuan. Meski Neng sempat mempertanyakan mengenai hubungan antara Frans dengan ibunya yang sering tidur berduaan dikamar meski mereka bukanlah suami istri yang sah, Frans hanya menjelaskan jika nanti Neng sudah dewasa barulah akan mengerti tentang hubungan asmara antara Mei dengan dirinya dan perbuatan keduanya tidak sepatutnya dicontoh oleh Neng.
Frans tidak ingin jika nanti Neng mengikuti apa yang dilakukan oleh Mei dan dirinya, meski keduanya menjalani hubungan dengan bertanggung jawab, Frans meminta Neng agar mencari pacar yang benar-benar mencintainya dan jangan memberikan miliknya yang berharga sebelum mereka menikah dan jangan tertipu oleh rayuan manis dan tipu daya laki-laki yang hanya menginginkan tubuhnya saja tanpa mau bertanggung jawab menikahinya seperti kisah mantan istrinya dulu. Frans juga menasehati Neng agar jangan malu untuk bertanya kepadanya juga kepada Mei ibunya mengenai hubungan antara laki-laki dan perempuan terumana mengenai hubungan **** yang tidak didapatkannya disekolah, bagi Frans pendidikan **** bagi usia remaja seperti Neng sangat penting terutama agar mereka tidak penasaran dan mencari tahu sendiri sehingga membuat mereka salah melangkah dan menyebabkan masa depan mereka hancur karena terpaksa menikah terlalu dini.
Frans sendiri merasa tidak pantas untuk menasehati Neng karena apa yang dilakukannya bukan merupakan contoh yang baik baginya walau apa yang dilakukannya bersama dengan Mei didasari suka sama suka dan saling bertanggung jawab dengan resiko yang timbul nantinya, namun sebagai orang yang lebih dewasa dan sudah merasakan dunia asmara terlebih dahulu adalah sebuah kewajiban untuknya untuk menasehati Neng agar tidak salah mengambil langkah jika dirinya sudah mempunyai pacar nanti.
__ADS_1
Tidak lupa malam harinya Frans juga mengajak Mei untuk berkeliling dipasar malam untuk membeli makanan kesukaannya dan Neng dirumah, bagi Frans komisi dari pembelian alat maupun kendaraan baru dari para sales merupakan bonus yang harus rayakan dengan rekan-rekannya dikantor meski terkadang nominalnya tidak seberapa setidaknya Frans selalu membagikan rejeki yang diperolehnya dari para sales dengan membelikan makanan atau pulsa, agar tidak menjadi bahan omongan karena menganggap Frans memakan sendiri komisi yang diterimanya. Walau terkadang tetap saja ada mulut-mulut yang tidak suka kepadanya karena mengambil keuntungan pribadi dari kantor padahal merupakan hal yang lumrah jika ada komisi yang diberikan oleh para sales meski Frans tidak pernah memintanya dan proses pembelian pun sudah sesuai dengan peraturan perusahan tanpa ada bujukan atau rayuan dari Frans agar pembelian alat atau kendaraan dilakukan lewat sales yang menjanjikan komisi yang lebih tinggi untuknya.
Omongan dari rekan kantor yang tidak menyukainya termasuk erwin hanya dianggap angin lalu oleh Frans, terlebih komisi yang diterimanya dari para sales tidak merugikan perusahan karena diambil dari bonus yang diterima oleh mereka bukan dari uang pembayaran perusahan langsung dan bukan hasil dari memainkan harga beli seperti yang dilakukan beberapa orang karyawan dikantornya, komisi dari para sales lebih sebagai tanda terima kasih karena telah membantu mereka mencapai target penjualan atau membantu mereka memperoleh penjualan dikantor sehingga karir mereka dikantor masing-masing menjadi aman sehingga tidak dibayangi oleh pemutusan kerja karena target yang tidak tercapai atau nihil penjualan. Dan tidak selalu pembelian yang diurusi oleh Frans memperoleh komisi hanya pembelian yang nominalnya mencapai puluhan juta itupun tidak setiap bulan didapatkannya hanya beberapa kali dalam setahun tergantung permintaan dari proyek atau direksi, jika tidak berupa uang Frans selalu mendapatkan bingkisan dari para supplier langganannya berbelanja setiap hari raya namun terlebih dahulu diserahkan kepada pak surya atasannya jika barang yang diberikan tidak menarik bagi atasannya barulah dibagi-bagikan oleh Frans kepada rekan-rekannya dilogistik maupun gudang.
-----------+Bersambung+------------
__ADS_1
Dukung terus karya author dengan saran dan kritiknya
Happy Fun Reading