
Pasca kejadian dikantor Frans tempo hari, konflik antara dirinya dan erwin semakin sering terjadi. Frans yang merasa tidak suka difitnah oleh erwin masih berusaha untuk tetap tenang, hanya saja beberapa kali permintaan erwin untuk meminta bantuan anak buah gudang dan meminjam truck kantor ditolak olehnya karena bukan untuk keperluan pekerjaan dikantor, Frans tidak ingin nama baiknya kembali tercemar jika memberikan ijin kepada erwin mengunakan truck milik kantor dan anak buah gudang. Saat erwin beralasan karena mendapatkan tugas dari pemilik perusahaan Frans juga tidak mempercayainya begitu saja, Frans selalu bertanya langsung dengan orang kepercayaan dari pemilik kantor apakah benar bahwa ada permintaan peminjaman truck kantor, jika memang ada barulah Frans membuat dokumen resmi peminjaman inventaris kantor dengan ditanda-tangani olehnya dan juga direktur logistik atasannya langsung.
Tak jarang tindakan Frans ini memancing emosi erwin sehingga membuat dia menanyakan apa maksud dari Frans yang seakan-akan mencurigai erwin akan mengelapkan barang maupun inventaris kantor, namun hanya ditanggapi oleh Frans dengan dingin, Frans beralasan bahwa dia hanya menjalankan perintah dari pak suryajaya dan Mr. Bobby selaku direktur utama PT. Nasional Mandiri bahwa setiap ada peminjaman alat maupun kendaraan kantor harus melalui persetujuan dari pak suryajaya selaku direktur logistik, meskipun tujuan peminjamnya untuk keperluan dari pemilik perusahaan tetap harus mempunyai dokumen resmi sebagai alat bukti dan dokumentasi peredaran alat dan kendaraan kantor.
Puncak konflik antara Frans dan erwin terjadi saat salah satu anak buah gudang melihat erwin berada didalam gudang saat baru membuka pintu gudang dipagi hari, saat ditanya erwin beralasan hendak memeriksa kabel jaringan internet milik divisi proyek dan masuk lewat pagar kawat pembatas yang sudah rusak dari pintu gudang divisi proyek yang memang kini menjadi gudang pribadi erwin dan berada dalam gedung yang sama dengan gudang material dan peralatan kantor. Frans yang mengetahui kejadian ini setelah diberi laporan oleh kevin atas laporan dari wahid langsung memerintahkan kevin beserta anak buah gudang untuk memperbaiki pagar kawat pembatas yang sepertinya memang sudah dirusak dengan secara sengaja, dan melakukan pendataan setiap barang berharga yang berada didalam gudang terutama potongan kabel tembaga sisa proyek maupun stok material gudang.
Setelah bandingkan antara data stok milik gudang dan bukti fisik barang didapati perbedaan selisih cukup jauh, Frans lalu membuat berita acara temuan ini untuk diserahkan kepada atasannya termasuk kejadian pagi tadi yang disaksikan oleh wajib. Meski tidak mempunyai bukti langsung Frans memcurigai erwin adalah pelakunya namun tidak menuduhnya secara langsung didepan atasannya Frans hanya menyarankan kepada atasannya agar gudang milik proyek yang kini digunakan secara pribadi oleh erwin sebagai tempat penyimpanan barang-barang miliknya itu digembok saja agar tidak terjadi kejadian lagi dilain hari. Hal ini membuat erwin merasa marah kepada Frans setelah mendapati barang-barang miliknya sudah dikeluarkan oleh kru gudang atas perintah dari pak suryajaya dengan diawasi oleh Frans, lalu menganti gembok pintu yang lama dengan yang baru. Erwin yang marah langsung melayangkan pukulan kearah pipi Frans yang tidak mengetahui akan menerima pukulan dari arah belakang bermaksud untuk membalas pukulan erwin namun dicegah oleh anak buahnya.
Tidak puas telah memukul Frans erwin yang tersulut emosinya langsung berteriak mengancam akan membunuh dirinya karena telah ikut campur dalam urusannya saat pulang kerja nanti, Frans yang tidak terima telah dipukul dan menerima ancaman pembunuhan lalu segera menuju kantor polisi untuk melaporkan erwin, setibanya dipos polisi yang tidak jauh dari kantornya Frans yang bermaksud untuk melaporkan tidak penganiayaan dan ancaman pembunuhan dirinya dipersilahkan untuk melakukan visum lukanya terlebih dahulu dan membawa saksi setidaknya minimal 3 orang, Frans yang merasa kecewa laporannya tidak langsung diterima lalu segera menuju rumah sakit untuk melakukan visum.
__ADS_1
Saat baru tiba dirumah sakit Frans mendapatkan panggilan masuk dari dewi yang memintanya untuk segera kembali dikantor karena diminta menghadap ibu Tanti kepala personalia, Frans yang mendapatkan panggilan pun lalu membatalkan niatnya untuk melakukan visum luka yang diterimanya dan segera kembali dikantor. Diruangan personalia Frans dan erwin dihadapkan dengan atasan mereka pak surya juga direktur divisi proyek serta pihak HRD dan personalia, keduanya lalu diminta memberikan keterangan masing erwin yang mengatakan dipenuhi emosi kepada Frans karena sudah mencampuri urusannya dan sering mempersulit dirinya, sementara itu Frans tidak pernah mencampuri urusan pribadi erwin dan mempersulitnya, Frans hanya menjalankan perintah dari atasannya dan pemukulannya yang diterimanya akan dibawa keranah hukum. Namun rencananya itu ditentang oleh pihak perusahaan terutama kepala personalia karena bisa membawa masalah nantinya bagi pihak perusahaan dan seakan-akan menyalahkan Frans agar tidak membuat keributan dikantor dan mencari masalah dikantor, Frans merasa heran mengapa malah dirinya yang disalahkan padahal dalam hal ini dirinya yang menjadi korban pemukulan terlebih karena bermaksud melindungi aset perusahaan, pak suryajaya yang berada didalam ruangan pun tidak membelanya sama sekali malah meminta masalah ini diakhiri secara damai.
Frans yang malah ditekan oleh pihak perusahaan seakan-akan dirinya yang bersalah, hanya bisa merasa kecewa terutama terhadap pak surya atasannya yang tidak membelanya sama sekali padahal Frans selama ini hanya menjalankan perintah untuk menjaga aset kantor agar tidak dijual lagi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pasca kejadian itu membuat Frans tersadar untuk bersikap masa bodo saja dengan dengan hal yang bukan menjadi tanggung jawabnya termasuk soal bekas alat mau pun kendaraan yang sudah rusak yang diletakan disamping luar gudang yang penting Frans sudah mendatanya jika kemudian hari ada yang hilang Frans akan memilih untuk diam saja, sementara itu asrori yang sebenarnya juga tidak menyukai erwin sejak lama meminta Frans untuk berhati-hati karena erwin sudah dikenal dikantor sering mengunakan dukun agar posisinya dikantor selalu aman. Asrori berani berkata seperti itu karena pernah beberapa kali memergoki erwin nampak menaburkan atau menyiramkan sesuatu didalam ruangan yang dilewati atau didepan pintu ruangan para direksi, mungkin itulah sebabnya saat kejadian erwin dan anak buahnya menjual aset kantor hanya dikenai sanksi peringatan dan menganti rugi saja.
Itulah mengapa asrori tidak menyukai erwin karena asrori yang terkenal rajin beribadah dikantor bahkan diangkat menjadi pemuka agama dikantor menganggap perbuatan erwin yang selalu mengandalkan dukun sejak dahulu sebagai perbuatan hina dan bertentangan dengan agama yang dianut oleh asrori dan erwin. Tak jarang pula asrori yang memang selama ini tinggal dikantor langsung membersihkan area kantor yang ditaburi atau siram oleh erwin, sementara itu Frans yang tidak percaya dengan hal-hal klenik semacam ini hanya menyerahkan hidupnya kepada Tuhan YME saja agar senantiasa melindungi dan menjaganya selalu dari perbuatan jahat manusia maupun mahluk tak kasat mata.
Frans bukan tidak ingin menghamili Tata, namun statusnya yang masih istri orang lain tak ingin nantinya jika Tata hamil dan melahirkan anaknya suami dari Tata akan menganggap itu adalah anak kandungnya, sehingga membuat Frans kesulitan untuk menemui anak nanti, terlebih jika suami Tata masih menolak menceraikannya dan Tata akhirnya memilih untuk tetap bersama dengan suaminya saat ini tentu akan membuatnya menyesal dikemudian hari. Sementara Mei yang masih terus mengejarnya membuat Frans merasa risih karena tak jarang Mei bercerita kepada tetangga lain bahwa dirinya dan Frans sudah berpacaran agar terus bisa berada diruma kevin hingga larut malam, Frans yang berusaha menghindari kehadirian dari Mei dengan langsung menuju kewarnet tanpa pulang lebih diri kerumah, tetap saja tidak bisa karena Mei selalu mencarinya kewarnet untuk diantarkan membeli makan atau sesuatu.
Tindakan Mei yang menyukai Frans bahkan terkadang sampai membuat Frans tidak enak hati, cukup sering Mei berbicara tentang hal-hal yang memancing birahi Frans saat berada dirumah kevin maupun saat atas motor, bahkan tak jarang dengan berani Mei melancarkan serangan langsung kepada Frans dengan cara sengaja menempelkan dan mengosok-gosokan kedua gunung kembarnya yang sebesar buah jeruk mandarin kepunggung milik Frans saat dibonceng, serta secara sengaja meletakan kedua tangannya diatas adik Frans yang sedang tertidur pulas, tindakan dari Mei ini membuat adik Frans yang memang sangat sensitif dengan sentuhan wanita akhirnya terbangun. Hal ini membuat Mei merasa senang karena mengetahui setidaknya Frans masih bisa terlena oleh sentuhan dan permainan tangannya hanya tinggal menunggu waktu untuk bisa melancarkan hasratnya terhadap Frans.
__ADS_1
Frans yang sesaat menikmati perbuatan Mei kepadanya lalu tersadar dan segera memindahkan tangan Mei yang masih mengenggam pusaka milikinya yang terasa sesak didalam sangkarnya, karena tidak ingin dilihat oleh pengendara lain. Frans yang memang tidak memiliki rasa apapun terhadap Mei tidak ingin membalas rasa sukai Mei karena perbedaan usia Mei yang cukup jauh diatasnya, Frans takut jika nanti akhirnya dia menikah dengan Mei namun tidak memiliki perasaan apapun malah berbuat hal yang tidak pantas terhadai anak dari Mei yang sepertinya juga menyukai Frans karena sering mengajaknya jalan-jalan dan mentraktirnya makan, meski sebenarnya Frans mengajaknya agar tidak pergi berduaan saja dengan Mei ibunya. Jika diibaratkan Mei sebagai kelapa tua tentunya memiliki santan yang gurih dan berpengalaman dalam rumah tangga namun Frans tidak menyukainya karena takut terkena kolestrol dan dirinya yang memiliki birahi besar takut jika nanti Mei sudah tidak sanggup melayaninya Frans akan mencari pelampiasan kepada anak tirinya yang sekarang ibaratkan kelapa muda yang sudah mulai padat berisi tinggal menunggu dipetik beberapa tahun lagi.
Lain halnya jika anak tirinya masih kecil tentu akan dirawatnya sungguh-sungguh seperti anak kandungnya sendiri. Lebih baik menghindari hal semacam ini dari pada terkena masalah dilain hari, jika memang tidak memiliki perasaan untuk apa dipaksakan dari pada menyesal dikemudian hari.
----------+Bersambung+----------
Dukung terus karya author dengan saran kritiknya
Happy Fun Reading
__ADS_1