Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Selalu Diremehkan


__ADS_3

Seminggu sudah Frans resmi berpisah dengan Rissa, kehidupan yang dijalaninya terasa berbeda tanpa kehadiran mantan istrinya. Bayang-bayang Rissa selalu terbayang dalam lamunannya setiap berada dirumah, maklum saja 1 tahun hidup bersama dengan mantan istrinya bukan waktunya sebentar, Frans selalu teringat apa yang dilakukan istrinya saat meraka berada dirumahnya dulu sebelum akhirnya terpaksa pindah kerumah kontrakannya saat ini.


Bahkan saat bangun tidur dipagi hari Frans sering memanggil-manggil mantan istrinya karena biasanya dialah yang membangunkan Rissa dipagi hari sampai tersadar bahwa kini Rissa sudah tak bersamanya lagi untuk selamanya. Tak ingin terlalu larut dalam kesedihan Frans menyibukan diri ditempat kerjanya bahkan meski tak ada lembur Frans sering menginap dikantor. Karena selalu terbayang mantan istrinya.


Frans masih tak rela harus bercerai dengan Rissa meski hatinya ikhlas menerima perpisahan ini demi kebaikan Jessi mantan ibu mertuanya dan juga Rissa pastinya. Dirinya sadar jika harus mempertahankan egonya yang paling terluka atas egonya ini adalah Jessi sendiri karena harus kehilangan anak tertuanya Donna yang sudah bersumpah tak akan mengurus ibunya sendiri jika masih mendukung mempertahankan pernikahan Frans dengan Rissa.


Baginya yang belum memiliki rumah sendiri akan kesulitan jika harus menanggung mertuanya untuk tinggal bersama dengan dirinya dan Rissa, bukan kesulitan untuk menghidupi ibu mertuanya. Namun juga harus menanggung biaya hidup Johan berserta istri dan anaknya, karena sudah pasti Donna akan memutuskan aliran keuangan untuk menghidupi keluarga yang tinggal dikediaman keluarga wie.


Belum lagi harus menghadapi cacian dan hinaan dari adik-adik dari alm. David wie dan Jessi dan saudara-saudara Rissa yang lain, yang pasti akan lebih keras dibandingkan yang diterima saat menjadi menantu keluarga wie. 1 tahun pernikahan dirinya dan Rissa banyak hinaan yang diterimanya dari tante maupun sepupunya Rissa terlebih sejak kematian David wie yang biasanya hanya lewat mantan istrinya saja, semakin terdengar oleh telinga Frans sendiri meskipun tak langsung didepan mukanya.


Sindirian halus maupun kasar sudah biasa terdengar ditelinganya saat dirinya menghadiri pertemuan dikeluarga wie bersama istrinya, meski tidak langsung menujuk dirinya namun Frans yang berada tak jauh dari mereka yang berbicara sudah paham bahwa dirinyalah yang dimaksud oleh mereka, Hanya Donna dan beberapa adik dari David wie yang secara terang-terang selalu menyinggungnya secara langsung bahkan terkadang sampai menunjuk-nujuk muka Frans. Hanya Lenny dan Liany yang selalu membela Frans dan Rissa jika perkataan dari Donna dan adiknya dirasa terlalu keras dan merendahkan martabat seseorang.

__ADS_1


Seperti saat setelah pesta pernikahan anak dari Liany, Donna dan Adik dari David wie mempermasalahkan isi dari amplop yang diberikan oleh Frans dan Rissa.


"Lu gak salah sa, lu sama laki lu cuma ngasih angpau 500rb, lu gak inget dulu saat lu nikahan si Randi ngasih angpau lu 1jt. jangan mentang-mentang lu gak terima duit sisa angpaunya lu gak tau aturan" tegur Donna didepan saudara sepupu Rissa yang lain


"Setidaknya balikin angpau yang dikasih dulu dengan nilai yang sama 1 juta, yang sukur-sukur klo bisa lu lebihin" lanjut Donna dengan nada sedikit kesal karena baginya angpau yang diberikan oleh Rissa dan Frans tidak sesuai yang seharusnya.


*FYI : ada aturan yang tidak tertulis dalam kehidupan masyarakat keturunan pada umumnya bahwa amplop yang terima mereka baik saat pesta pernikahan atau saat acara kematian seseorang, harus dikembalikan setidaknya dengan nominal yang sama saat orang yang memberi mengadakan pesta pernikahan atau saat acara kematian dirumah duka.


Tidak heran jika saat menhadiri pesta pernikahan masyarakat keturunan amplop yang diberikan ditandai oleh stiker nomor, atau dirumah duka disediakan buku tamu untuk yang hadir. Agar suatu saat orang yang memberikan amplop mengadakan acara pesta pernikahan atau mengalami kedukaan pihak yang dulu menerima, dapat mengembalikan jumlah uang yang mereka terima dulu.


Frans yang tak menyangka jika nominal uang amplop yang diberikannya sampai dipermasalahkan seperti ini, walau sebenarnya pihak tuan rumah yaitu Liany dan pasangan yang menikah tidak mempersoalkan hal ini. Hanya bisa meminta maaf karena memang tabungan dirinya dan Rissa tak banyak tersisa mengingat banyaknya pengeluaran mereka pasca menikah dan kematian David wie.

__ADS_1


"Elu selain cuma bisa bantu tenaga sama minta maaf, bisanya apa lagi sih" ucap Donna ketus menimpali permintaan maaf dari Frans


"Lu berduakan kerja, pas ko David meninggal juga gak banyak bantu. Masa iya ngembaliin angpao si Randi aja gak sanggup" timpal salah satu adik David Wie yang sedari awal Frans dan Rissa menikah sudah menunjukan sikap yang tidak ramah kepada Frans.


"Knapa lu orang yang jadi ribut sih, orang mau ngasih berapa yang urusan mereka. Yang penting doa dan kehadirannya, bukan masalah nominalnya" potong Liany yang tak ingin ada keributan di acara jamuan keluarga yang diadakannya sebagai ucapan syukur pernikahan anaknya


Frans dan Rissa yang saat itu merasa dipojokan tidak terlalu banyak bicara sampai acara jamuan selesai, Frans sendiri ingin rasanya mengambil uang diatm lalu melemparkannya diwajah kedua orang yang merendahkannya, namun tak ingin membuat keributan lebih lagi.


Jika bukan karena memandang mertuanya Jessi dan alm. David Wie, Frans saat masih menjadi suami dari Rissa tidak ingin rasanya menghadiri pertemuan keluarga besar wieranto, karena hanya dirinya dan Rissa yang selalu saja diolok-olok oleh Donna dan adik dari David, bahkan ada sepupu Rissa yang mulai berani mempersoalkan perkerjaan dan gaji yang diterima oleh Frans. Namun Frans tidak pernah mau membalas kata-kata dari sepupu istrinya.


Baginya tak masalah hanya menjadi kepala gudang dengan gaji yang lebih kecil dari Rissa, yang terpenting tidak sekalipun Frans meminta makan kepada mereka. Jika memang tak bisa membantu lewat dana, memangnya knapa jika bisa membantu tenaga, bukankah intinya sama saja yang terpenting sudah membantu. Tak jarang Frans meminta ijin kekantornya untuk pulang cepat hanya demi memberikan bantuan tenaga jika ada acara keluarga dikediaman keluarga wie baik dikota gading maupun dikota JB, tak jarang pula Frans harus bangun ditengah malam hanya sekedar mengirimkan obat atau makanan bagi anak Donna dari rumah keluarga wie menuju kerumah Donna karena permintaan dari mertuanya Jessi maupun Donna sendiri.

__ADS_1


Frans tak pernah mau menerima imbalan atas bantuan yang berikannya, bagi dirinya membantu keluarga sendiri mengapa harus hitung-hitungan. Namun sayang bantuannya selama ini saat menjadi menantu keluarga David wie tak jarang dianggap sepele oleh Donna dan adik-adik alm. David wie, meski sering kali Donna meminta pertolongan kepada Frans dan Rissa walau hanya sekedar menjaga dan mengantarkan anak-anak Donna kesekolah atau tempat les saat keduanya libur kerja.


Hanya Rudy Tan dan Johan maupun istrinya Susan yang menghargai bantuan yang diberikan oleh Frans maupun Rissa, Rudy sendiri pernah menawarkan Rissa dan Frans untuk tinggal bersama dirumah miliknya. Namun ditolak oleh Frans selain terlalu jauh dari kantor Rissa sehingga perjalanan menuju kantornya harus berangkat lebih pagi, juga tak ingin suatu saat menjadi masalah bagi dirinya, terlebih Joice istri Rudy dan kakak perempuan kedua Rissa memiliki sifat yang hampir mirip dengan Donna.


__ADS_2