
Setelah lebih dari 7 tahun mengabdi untuk PT. Nasional Mandiri dengan berbagai intrik dan konflik yang dialaminya Frans memutuskan sudah saatnya untuk mulai mengakhiri perjalanannya sebagai karyawan disana terlebih modalnya untuk membuka usaha dirasa lebih dari cukup karena bak mendapatkan durian jatuh harga bitkoin yang melambung tinggi hingga menyentuh 260 juta perkeping tokennya, Frans yang seharusnya hanya mendapatkan sekitar 13 jutaan jika seluruh bitcoinnya dijual kini bisa memperoleh hampir 100 juta memang harga jualnya sering mengalami naik turun yang sangat drastis hingga terkadang membuat para penambang jadi patah semangat saat harga jualnya mencapai nilai terendah untung saja Frans yang tidak mengeluarkan modal besar untuk memperoleh bitcoin hanya mengandalkan koneksi internet miliknya atau diwarnet untuk memulung bitcoin receh demi receh yang jika dikumpulkan akan menjadi besar dengan sendirinya hanya dibutukan kesabaran dan ketekunan untuk memperolehnya masih tetap semangat setelah berbagi cerita diforum komunitas penambang bitcoin
Setelah secara resmi mengajukan surat pengunduran diri kepada atasannya lalu diteruskan ke bagian personalia, Frans lalu menyerah-terimakan pekerjaannya kepada Nisa serta berpamitan kepada rekan kerjanya dikantor dihari terakhirnya bekerja sesudah pengunduran dirinya diterima oleh atasannya. Seperti dugaannya dahulu Frans yang memang tidak terlalu berharap lebih dengan uang pesangon dari perusahaan hanya mendapatkan 1 bulan gaji ditambah gaji terakhirnya yang tentu saja tidak dihitung penuh jika ditotal seluruhnya Frans hanya memperoleh sekitar 8 jutaan saja jauh lebih kecil dibandingkan dengan pesangon yang diterimanya saat berkerja menjadi op warnet 7 tahun lalu yang mencapai 10 juta padahal gajinya perbulan saat itu hanya sekitar 1,8 juta saja.
Setidaknya masih mendapatkan pesangon 1 bulan gaji selain gaji terakhir yang memang haknya dan Frans mensyukuri hal itu, selain memang bu Tanti seperti memiliki dendam pribadi terhadap Frans jika menurut aturan ketenagakerjaan dirinya memang seharusnya tidak mendapatkan pesangon sepeserpun hanya berupa ongkos alakadarnya sesuai kebijakan perusahaan, itulah mengapa Frans tidak memiliki niat untuk mengajukan penambahan pesangon keatasannya pak suryajaya yang sempat keberatan atas pengunduran dirinya. Sedih memang mengingat pengabdiannya selama lebih dari 7 tahun hanya dihargai segitu jauh dibandingkan dengan atasannya diwarnet dulu yang dimana Frans berkerja disana hanya sekitar 3 tahun walau memang saat diwarnet Frans terkena PHK karena warnet tempatnya bekerja berhenti beroperasi.
Sesudah menyelesaikan segala urusannya dikantor termasuk menyerahkan laporan terakhirnya kepada atasan Frans lalu membagikan hadiah perpisahan kepada mantan anak buahnya digudang sebesar 200ribu perorang, kemudian pamit untuk pulang sambil membawa sebagian barang-barangnya dikantor yang memang masih dibutuhkan oleh Frans sementara sebagian yang lain dibagikan kepada anak buahnya juga rekan-rekan kerjanya termasuk jaket hitam anti air miliknya hadiah dari mantan istrinya Rissa yang diminta oleh kang maman supir yang selalu diminta tolong oleh Frans saat harus tugas keluar kantor mengunakan mobil sebagai kenang-kenangan terakhir dari Frans.
__ADS_1
Uang pesangon berikut gaji terakhirnya pun sudah masuk kedalam rekening bank CAB miliknya sehingga Frans tidak harus kembali kekantor hanya untuk mengambil gaji terakhirnya, berat memang baginya untuk meninggalkan perusahaan ini namun jika berani mengambil keputusan untuk melangkah mungkin sampai nanti Frans tidak akan bisa mewujudkan mimpinya memiliki usaha sendiri seperti menurut kata-kata mbah Neil lengankuat dimulai dari satu langkah kecil untuk langkah besar kedepannya. Hasil penjualan bitcoin miliknya pun sudah masuk kedalam rekeningnya sebesar 80 juta setelah dipotong biaya komisi agen broker dan biaya lainnya, seminggu kedepan sepertinya akan menjadi hari yang sibuk baginya untuk mempersiapkan perlengkapan dan peralatan cafe miliknya.
Mengenai tempat untuk membuka cafe Frans yang sudah menemukan tempat yang cocok dengan harga yang tidak terlalu membebankan keuangannya, dengan harga 20 juta pertahun Frans sudah mendapatkan ruko 2 lantai dengan luas yang cukup untuk menampung lebih 30 orang pengunjung dilengkap kamar dan ruangan kosong dilantai atas sebagi tempat tidur dan menaruh barang-barang miliknya, sehingga Frans tidak harus pulang pergi selepas menutup cafe hanya saja memerlukan biaya ekstra untuk melakukan pengecatan ulang dan mendekorasi seluruh ruangan cafe karena ruko yang disewanya sudah terlalu lama kosong, lokasi ruko yang tidak terlalu jauh dari kampus dan sekolah serta berdekatan dengan beberapa kantor bank dan kantor lainya cukup menjanjikan cafe miliknya ramai pengujung.
Target pasar cafenya yang menyasar para mahasiswa atau karyawan kantor membuat Frans harus menentukan konsep cafe yang cocok sebagai tempat nongkrong atau hangout sebelum atau sesudah jam kuliah atau sebagai alternatif tempat makan siang bagi karyawan kantor yang akan dilengkapi dengan fasilitas wifi dan karoke gratis bagi para pengunjung dengan pembelian tertentu. Halaman ruko yang luas bisa dimanfaatkan olehnya sebagai area outdoor dengan menambahkan kanopi didepan cafe sehingga menambah daya tampung pengunjung hingga 50 orang jika dimanfaatkan setiap sudut secara maksimal terlebih masih tersisa halaman luas untuk parkir kendaraan.
Setelah membayar lunas uang sewa ruko dan menandatangani kontrak sewa Frans lalu menghubungi tukang kenalannya untuk merapihkan ruko yang disewanya lalu membeli semua perabotan dan perlengkapan cafe dari mantan pemilik cafe yang menjual seluruh barang eks cafe miliknya yang dikenal Frans lewat iklan diforum jual beli kuskus jauh-jauh hari sebelum Frans menyewa ruko seluruh perlengkapan dan perabotan cafe berikut meja dan kursi pengunjung dibeli Frans seharga 12 juta saja, hanya perlu membeli beberapa kursi dan meja sebagai tambahan Frans lalu mencari meja dan kursi eks cafe diberbagai platform dan forum jual beli secara online serta berbagai kekurang untuk operasional cafe miliknya.
__ADS_1
Lebih dari 2 minggu waktu yang dibutuhkan oleh Frans guna mempersiapkan segalanya sebelum pembukaan cafe, total biaya yang dikeluarkan olehnya jauh dibawah perkiraan awal karena terbantu dengan peralatan bekas cafe masih layak pakai yang didapatkan olehnya diforum jual beli sisa bugjet miliknya bisa untuk dialihkan guna menambahkan gaji kru dan kebutuhan operasional cafe sehari-hari selama 3 bulan pertama terutama bahan-bahan pokok untuk menu cafe.
Hari yang dinantipun tiba pembukaan cafe dilakukan secara sederhana diawali dengan pemberkatan dan penyucian tempat oleh pemuka agama yang diundang Frans untuk memberkati tempat usaha miliknya agar kedepannya dapat berjalan lancar dan maju, lalu dilanjutkan dengan makan siang bersama dengan menu-menu yang sudah disiapkan oleh Frans sedari pagi hari dibantu oleh Mei serta Neng dan kru cafe, pembukaan cafe hari ini dihadiri oleh keluarga dan teman-teman Frans termasuk Happy bersama suami dan kedua anaknya serta kevin yang kali ini membawa istri dan anak tirinya hadir pula duo laknat bekas anak buah Frans dikantor yang membawa pasangannya masing-masing.
Cafe milik Frans dinamai warung gaul 88 angka yang dianggap hoki bagi kaum keturunan peranakan, cafe berkonsep klasik modern menjadi pilihannya dengan berbagai macam menu klasik seperti nasi goreng beraneka jenis hingga makanan dan minuman yang sedang hits pada saat itu juga serta tidak lupa menu andalan sejuta anak kost nasi telur mata sapi juga mie instan yang dimodifikasi menjadi makanan spesial dengan berbagai jenis dan toping. Frans berharap usaha miliknya ini dapat maju dan berkembang hingga memiliki cabang dan waralaba diberbagai kota, Frans pun merasa yakin dengan konsep yang diusungnya termasuk dengan berbagai menu yang ditawarkan serta kualitas rasa yang terjamin mutunya dengan harga yang masuk dikantong siswa atau mahasiswa dan karyawan kantoran.
------------+Bersambung+------------
__ADS_1
Happy Fun Reading
XOXO