
Setelah makan sore bersama direstoran dengan ciri khas masakan peranakan, Frans dan Rissa yang sedari awal memang mengunakan motor Vario milik istrinya, memutuskan untuk berpisah dengan rombongan keluarga istrinya, ia bermaksud mengajak istrinya kerumah beberapa kerabat dari ibu kandung Frans yang tidak sempat diundang atau memang tidak bisa hadir ke acara resepsi pernikahan mereka dulu karena berbagai alasan.
Hari sudah mulai gelap disamping karena sudah petang cuaca pun sudah mulai turun hujan mesti hanya rintik-rintik, Frans dan istrinya hanya sempat mengunjungi beberapa kerabat saja, karena ada yang memang tidak berada dirumah atau sudah pindah tempat tinggalnya tanpa ada tetangga yang tau kemana mereka pindah.
Karena hujan mulai bertambah deras dan juga hari sudah mulai malam, Frans memutuskan pulang saja dari pada tujuannya sia-sia, mengingat hari ini hari pertama imlek biasanya orang akan makan malam diluar bersama keluarga. Terlebih ia hanya hafal alamat tempat tinggal kerabat tapi tidak memiliki nomor kontaknya, mengingat Frans sendiri tidak terlalu akrab dengan kerabat dari ibunya, hanya bermaksud mewakili alm. Ibunya berkunjung kerumah kerabat jauh dari almh. Ibu Frans.
"Besok saja jika sempat, selepas dari rumah tante dan sepupu Rissa" ucap Frans dalam hati.
Sebelum melanjutkan perjalanan pulang kerumah keluarga wie, karena Rissa masih ingin menemani Jessi ibunya malam ini. Frans mengajak istrinya mampir ke warung bakso dan mie ayam langganannya dulu saat tinggal dirumah milik Yenni ibu tirinya selepas Frans 2 tahun lulus sekolah karena belum mendapat perkerjaan Yenni menawarkan dirinya untuk membantu dikios milik Yenni yang menjual berbagai macam sayur matang.
30 menit perjalanan dari distrik garuda kota JU sampailah mereka diwarung bakso langgannya didistrik Tegal Hilir tak jauh dari Sambi Lama, tempat yang dulu hanya berupa gerobak panjang lengkap dengan tenda dan 2 buah meja dengan bangku plastik standar khas warung bakso dan mie ayam, kini telah berubah menjadi bangunan permanen berukuran 6 x 8 m² dengan delapan meja berukuran sedang/kecil lengkap dengan kursi yang biasanya ada direstoran umumnya
"Mas josker piye kabare, kangen aku mas karo bakso mu ( Mas josker apa kabar, saya kangen sama baksonya ), biasa mas bakso urat + mie ayam sayuran ne dipisah ya, Bakso telor 1 pake bihun aja" teriak Frans kepada seorang lelaki yang sedang sibuk meracik bumbu bakso didepan gerobak yang sama saat warung bakso ini belum seperti sekarang
"Ooalah tak kira siapa, Bang Frans toh lama gak keliatan. Kemana aja bang, kata mamanya udah nikah ( Yenni ), itu yang disamping istrinya bang?" jawab Josker yang langsung menyiapkan pesanan Frans dan istrinya.
"Iya mas, hampura ne( maaf ) kemarin gak bisa nganterin undangan waktunya mepet soalnya" jawab Frans sambil mengenalkan istrinya Rissa
__ADS_1
"Mas agus udah gak dimari mas, gak keliatan soalnya" lanjut Frans bertanya
"Iya bang Frans gak apa-apa , agus wes ora bantu aku lagi, wes mandiri saiki ( udah gak bantu saya lagi, sudah mandiri sekarang ) jualanan dipasar deket rumah istrinya" terang Josker sambil meletakan bakso dan pesanan Frans
"Hebat yo saiki mas, warung'e wes tambah maju. Mugo-mugo tambah sukses mas Josker ( Hebat ya sekarang mas, warungnya tambah maju. Semoga tambah sukses)" ucap Frans lalu menikmati hidangan yang dipesan bersama istrinya
"Amin bang Frans, berkah Gusti Allah juga, usaha gak akan mengkhianati hasil bang Frans" lanjut Josker kemudian kembali kedepan gerobaknya untuk melayani pelanggan yang datang
Sebuah kata-kata yang sederhana yang penuh makna bahwa usaha dan kerja keras seseorang di iringi doa yang tulus, atas izin Tuhan YME pasti akan membuahkan hasil yang baik. Walau terkadang memang waktunya tidak secepat yang kita harapkan, bukankan segala sesuatu akan indah pada waktuNya.
Malam mulai semakin larut, selesai makan dan mengobrol sebentar dengan Josker pemilik warung bakso, Frans dan istrinya lalu berpamitan pulang. Sepanjang perjalanan udara terasa begitu dingin menusuk tulang, untung saja hujan sudah berhenti tak lama mereka sampai diwarung bakso, walau sudah mengunakan setelan jas hujan ditambah dengan jaket tetap saja Rissa merasa kedinginan, lalu diapun memelut erat suaminya agar merasa sedikit lebih hangat.
"Gak salah gw milih laki, ada untungnya bisa ngalangi angin kalo dibonceng motor" mungkin begitulah gumam Rissa dalam hatinya.
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam menuju kota gading tibalah mereka berdua dikediaman keluarga wie, nampak suasana dirumah sudah sepi, hanya ada mobil milik suamin Donna, David Yan yang terparkir dihalaman parkir disamping kediaman keluarga wie, sedangkan Rudy dan istrinya sepertinya memilih pulang kerumahnya.
Sebelum pulang kerumah Frans menyempatkan mengobrol dengan iparnya Johan sambil menikmati sebatang rokok black menthol yang hari ini hanya tersimpan di jok motor milik istrinya yang tak sempat dinikmatinya karena permintaan istrinya agar tak merokok didepan pihak keluarga dari ayahnya, meski saat berada dikediaman Liany tante Rissa tadi Rudy sempat menawarinya rokok moalboros methol milik Rudy namun demi menghargai permintaan istrinya Frans pun menolak tawaran Rudy.
__ADS_1
Sementara itu Donna dan suami berserta anak-anak mereka sudah terlelap sepertinya karena kelelahan bepergian sepanjang hari. Terbukti saat mereka tiba tidak ada auman dari macan betina julukan Frans kepada iparnya Donna. Malam itu Frans memutuskan pulang saja kerumah disamping karena dia tidak mempunyai pakaian ganti, juga karena memang sepertinya dia tidak ingin menginap disana hari ini, sementara istrinya memang sengaja membawa pakaian seperlunya saja yang dibawa kerumah kontrakan mereka berdua. Jadi jika menginap tidak harus direpotkan pulang pergi membawa pakaian ganti.
Dengan cuaca yang mendukung sebenarnya dalam hati Frans malam ini ingin menghangatkan tempat peraduan dia dan istrinya, ditengah malam yang dingin selepas hujan sejak sore hari. Namun apalah daya Rissa istrinya ingin menginap malam ini menemani Jessi ibunya, memiliki istri yang sayang kepada ibunya tentu saja Frans tidak tega melarang istrinya menginap malam ini demi menyalurkan hasratnya yang sejak tadi sembat terbangun akibat pelukan erat istrinya sepanjang perjalanan tadi.
Sepertinya harus meminta bantuan seseorang dari negeri matahari terbit malam ini, semoga saja tidak ada gangguan sinyal 3G malam ini. Batin Frans yang berencana untuk mencari siapkah sosok yang sedang naik daun saat ini penganti mba Risa Murakami yang koleksinya sudah lama dihapus oleh Frans. Ahh setidaknya sedikit lebih hangat akibat jantung yang memacu lebih cepat memompa aliran darah keseluruh tubuh akibat pemainan solonya. Meskipun jauh lebih hangat saat berduet dengan istrinya sendiri seperti malam-malam dingin yang pernah dilalui dengan istrinya tercinta...
Sayangnya semesta tak mendukung keinginan Frans malam itu karena sinyal yang terpampang diHPnya hanya berupa jaringan Edge tentu saja tidak akan kuat untuk streaming film panas guna mendukung permainan solonya.
Arghhh andai saja koleksi mba Risa Murakami miliknya yang sering mendukungnya dulu belum dihapus sudah pasti dirinya bisa tertidur dengan pulas, umpat Frans dalam hatinya sambil mengumpat perusahaan kuning biru provider penyedia jaringan internet yang digunakan agar bangkrut saja, karena bermasalah saat suasana tanggung seperti ini.
Tak lama kemudian mungkin karena sudah lelah karena kesal atau kelelahan akibat perjalanan hari ini, Frans mulai tertidur lelap meski harus sesekali terbangun akibat perasaan ini membuang air kecil karena cuaca yang dingin meski sudah tertutupi oleh selimut yang sipenuhi aroma tubuh milik istrinya. Ah ternyata sepertinya benar apa kata orang-orang selimut hidup itu lebih hangat dan nikmat pikirnya sambil kemudian memejamkan mata.
Hari esok berita apakah yang akan menghampiri Frans
Akankah berhubungan dengan hasil ramalan dia dan istrinya.
--------------Bersambung--------------
__ADS_1
Dukung terus Author dengan saran dan kritik para readers sekalian dikolom komentar
Happy Fun Reading