Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Api Cemburu


__ADS_3

Sejak malam pertama mereka berdua saat malam pergantian tahun belum lama ini, sikap Mei semakin manja terhadap Frans tak jarang ia membawakan masakan yang dimasaknya untuk Frans jika tidak dipagi hari untuk sarapan atau sore harinya untuk makan malam jika semalam Frans bergadang diwarnet, seakan nalurinya sebagai istri yang baik bangkit kembali. Bahkan saat tidak ada orang lain didekat keduanya Mei memanggil Frans dengan panggilan Koko meski usianya jauh lebih tua dibandingkan dengan Frans, Mei pun meminta Frans memanggilnya nama saja tanpa ada embel-embel lain didepannya saat berdua. Mei yang biasanya hanya datang pagi dan disore hari saja saat Frans berada dirumah kali ini seperti obat yang harus dimakan 3 kali sehari pagi siang dan malam hari selalu meminta Frans pulang kerumah dulu untuk makan masakan yang dibawa olehnya jika sedang berada diwarnet.


Mei tidak melarang Frans untuk melakukan hobinya bermain game diwarnet, karena memang selama itu sudah menjadi kebiasaannya. Lagi pula selama ini pun Frans tidak pernah menolak jika diminta Mei untuk mengantarkan dirinya kemanapun dia ingin pergi termasuk beberapa hari ini Frans yang masih libur berkerja baru akan masuk kembali 2 hari kemudian sering diminta Mei mengantarkannya berkerja dimalam hari karena Mei yang seorang buruh pabrik terkena rollingan jam kerja sehingga harus masuk dishift ketiga malam harinya. Sebelum masuk kerja Mei sengaja berangkat lebih awal untuk menemui Frans diwarnet lalu meminta diantarkan kerumah temannya yang berada dekat pabrik tempatnya bekerja, sambil menunggu jam kerjanya mulai Mei memanfaatkan rumah temannya yang kosong karena temannya belum pulang bekerja untuk sekedar bemesraan dan bercumbu dengan Frans. Lingkungan rumah petak milik temannya yang jauh dari pemukiman penduduk dan hanya dihuni buruh pabrik sekitar termasuk tempat Mei bekerja menguntungkan keduanya untuk bermesraan tanpa gangguan siapapun hanya saja untuk berbuat lebih Frans selalu menolaknya karena tidak ingin Mei nanti kelelahan saat bekerja atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti digrebek massa meski sangat kecil kemungkinannya namun tetap saja bagi Frans lebih aman dan nyaman bermain dihotel seperti yang dilakukannya selama ini meski harus mengeluarkan biaya tambahan yang membebani neraca keuangan bulanannya.


Frans pun meminta Mei agar tidak sering-sering mengajaknya kerumah milik teman Mei untuk bermesraan karena Frans khawatir jika sampai teman Mei tahu jika rumahnya dijadikan sangkar madu Mei dan Frans akan merusak hubungan pertemanannya, meski Mei mengatakan temannya memang sudah tahu apa niat Mei meminjam rumah miliknya dan tidak mempersoalkannya karena memang rumah ini hanya sebagai persinggahan temannya untuk bertemu kekasihnya yang berbeda tempat kerja, namun tetap saja Frans merasa khawatir dan was-was berlama-lama disana. Jika harus memilih lebih baik bagi Frans bermesraan dirumah kevin saja sekalian jika ketahuanpun hanya akan diminta segera menikah dibandingkan berada dilingkungan orang lain yang tidak dikenalnya jika digrebek massa beresiko diarak keliling kampung sebelum diserahkan kepihak berwajib itupun jika ditelanjangi dan dipukuli sebelumnya seperti yang terjadi disuatu daerah belum lama ini, meski pasangan yang diarak merupakan korban salah tangkap dan tidak berbuat mesum seperti yang dituduhkan kepada keduanya yang sebenarnya sudah akan segera menikah dan hanya sekedar menginap karena kemalaman untuk pulang kerumahnya didesa sebelah akibat kecemburan dari salah satu warga yang cintanya ditolak oleh sang calon pengantin wanita.

__ADS_1


Mei yang mendengarkan alasan dari Frans pun menuruti nasehat dari lelaki yang disukainya dan berencana untuk memulangkan kunci rumah milik temannya saat bertemu dipabrik nanti setelah merasa puas memeluk dan bercumbu dengan Frans , Mei lalu meminta diantarkan menuju depan pabrik tempatnya bekerja dan langsung menuju kedalam pabrik setelah mencium pipi Frans. Sementara itu Frans yang masih belum memiliki perasaan apapun terhadap Mei merasa bimbang apakan yang dilakukannya saat ini benar untuk dilakukan meski sudah merasakan servis yang memuaskan dari Mei tetap saja belum ada sedikitpun benih cinta yang tumbuh dihatinya sama sekali, meski Mei sudah mengatakan tidak masalah baginya jika Frans tidak mencintainya dan tidak mempunyai niat untuk menikah dengannya, bagi Mei yang hanya ingin merasakan kembali sentuhan dan kehangatan dari seorang lelaki yaitu Frans meski tanpa ikatan apapun. Tetap saja menimbulkan keraguan dihatinya terutama jika nanti Frans sudah menemukan wanita lain calon penganti Rissa mantan istrinya, apakah Mei akan rela melepaskannya dan tidak marah atau merasa dikecewakan oleh Frans.


Bagi Frans wanita yang dibakar api cemburu akan terlihat mengerikan bahkan bisa berbuat nekat untuk melampiaskan kecemburuannya, tapi entahlah bagaimana nanti saja pikirnya saat itu. Dirinya pun sangat menikmati perlakuan yang diberikan oleh Mei terhadapnya sejak malam itu, Mei yang seakan menjadi kakak,ibu serta istri baginya sangat memanjakan Frans sepenuh hati, terutama dalam hal urusan diatas ranjang meski belum tinggal serumah Mei yang sangat paham kebutuhan biologis seorang laki-laki berusaha membuat Frans dapat menyalurkan hasrat biologisnya meski hanya mengunakan mulut dan tangan mungilnya dengan mencuri-curi waktu saat keadaan rumah kevin yang sepi atau dirumah teman Mei seperti malam ini atau dihotel untuk kedua kalinya saat malam kemarin lusa, Mei yang seharusnya masih libur bekerja beralasan kepada anak dan keluarganya sudah mulai masuk kerja demi untuk menghabiskan malam bersama sambil memuaskan hasrat masing-masing, Frans yang kali ini mulai bisa mengatur tempo permainannya dengan tidak berburu-buru seperti saat pertama kalinya bertanding dengan Mei, mampu membuat keduanya merasakan puncak kenikmatan bersama meski harus bertanding 2 set setidaknya kali ini skornya imbang 2-2 meski harus tertinggal lebih dahulu diset pertama Frans mampu menyeimbangkan skor dengan kemampuan jari miliknya diset yang sama.


Kedekatan antara Frans dan Mei yang nampak semakin lengket dimata tetangga terutama dimata Juni yang masih terus penasaran dengan hubungan antara keduanya dan dipenuhi api cemburu karena sejak kedekataan antar Frans dan Mei dirinya dan anak lelaki semata wayangnya sudah jarang sekali ditraktir oleh Frans yang sebenarnya memang jarang berada dirumah sehingga tidak bisa mentraktir Juni dan anak-anak disekitar rumah kevin. Mungkin Juni menganggap Mei yang melarang Frans untuk jangan terlalu sering mentraktir Juni dan anak-anak yang lain padahal baginya jika bukan dirinya yang mengenalkan Mei dengan Frans tidak mungkin keduanya bisa jadi sedekat ini dan Mei mungkin tidak ada yang mengantar jemputnya kemana-mana seperti sebelum dikenalkan dengan Frans.

__ADS_1


Frans yang memang tidak memiliki hubungan dan perasaan apapun dengan Mei mengatakan yang sebenarnya kepada Juni, bahwa dirinya memang dekat tapi tidak berpacaran Frans hanya mengantarkan Mei ke pabrik tempatnya berkerja atau ketempat yang ingin Mei tuju atau sesekali menjemputnya pulang kerja jika Mei kebagian shift siang atau lembur hingga larut malam sehingga membuatnya harus pulang malam hari saat sudah jarang sekali angkutan umum yang beroperasi jika ada pun Mei tidak berani pulang sendiri karena takut ditodong atau dibegal dalam angkot. Frans juga tidak mungkin menceritakan apa saja yang sudah dilakukannya bersama dengan Mei kepadanya, Mengingat mulut Juni yang bagaikan ember bocor jika diceritakan pastilah akan tersebar kemana-mana. Frans juga menyadari bahwa sangat sering Juni mengendap-endap dibalik bilik rumah kevin yang masih terbuat dari papan kayu yang dilapisi oleh ayaman bambu serta ditempeli kertas korah untuk mendengar suara-suara aneh saat dirinya berduaan dengan Mei diruang tamu tempat tidurnya selama tinggal dirumah kevin, meski memang kenyataannya saat itu tongkat pusaka miliknya sedang berada didalam mulut mungil Mei, sensasi nikmat yang diberikan oleh Mei sekuat tenaga ditahan oleh Frans meski harus menyumpal mulutnya sendiri dengan tangannya agar tidak memimbulkan suara yang bisa membuat orang lain merasa curiga terlebih saat dirinya yang mencapai puncaknya hingga memuntahkan lava putih miliknya kedalam mulut dan tengorokan milik Mei. Untung saja kondisi bilik yang rapat setelah diperbaiki olehnya bersama kevin tidak menyisakan celah lagi bagi Juni atau kedua orang tuanya untuk mengintip kedalam ruang tamu kevin seperti saat sebelum diperbaiki, jika tidak entah apa yang akan terjadi mungkin akan membuat orang-orang sekomplek menjadi heboh dan resiko terburuknya orang tua Mei dan kakak perempuannya yang seorang ketua RT bisa dipanggil dan Frans akan diusir dari rumah kevin.


-----------+Bersambung+-----------


Semoga berkenan dengan karya author dan dukung terus karya milik author dengan saran dan kritiknya dikolom komentar

__ADS_1


Happy Fun Reading


XOXO


__ADS_2