
Masa kecil yang penuh penderitaan menjadikan Frans Lim sosok yang tegar dan mandiri itulah mengapa saat menjadi menantu dikeluarga wie dia begitu tegar menghadapi hinaan dan cacian dari kakak ipar dan saudara mantan istrinya, dirinya yang tidak mempunyai keluarga yang utuh semenjak kecil menjadikan sosok pria yang begitu menjadikan keluarga adalah prioritas utamanya tak heran Frans begitu melindungi Rissa dari hinaan dan cacian keluarga wie. Baginya tidak masalah jika dirinya yang selalu dihina dan direndahkan namum tidak jika itu istrinya, Frans tidak segan-segan untuk menghadapi siapapun yang berani menghina dan merendahkan mantan istrinya itu, meski akhirnya menjadi kekecewaan terbesar dalam hidupnya karena Rissa memilih untuk menyerah mempertahankan pernikahan mereka bahkan menerima perjodohannya dengan laki-laki lain walau memang semua karena paksaan dari kakak perempuannya Donna.
Frans tidak pernah melupakan siapapun yang pernah berjasa dalam kehidupannya termasuk ketiga temannya saat hidup dijalanan dulu, Frans yang saat itu sudah memiliki kehidupan yang lebih baik pernah mencoba mencari ketiga temannya itu diwilayah sekitar tempat biasa mereka mencari makan namun sayangnya tidak pernah berhasil entah mereka masih hidup atau sudah tiada terlebih 2 tahun setelah mereka berpisah terjadi kerusuhan massa diseluruh kota dan tempat mereka mencari kardus bekas dulu adalah wilayah yang paling parah terkena dampak kerusuhan yang mengincar properti atau aset milik warga keturunan yang memang banyak berada diwilayah tersebut. Frans hanya berharap dan mendoakan agar mereka selamat dan sudah memiliki kehidupan yang layak dan lebih baik lagi dimanapun mereka berada saat ini.
Tekad kuatnya membuat Frans berusaha sekuat tenaga agar memiliki kehidupan yang lebih baik dan suatu saat jika dirinya sudah memiliki usaha yang sukses, Frans ingin membangun panti asuhan atau rumah singgah bagi anak-anak yatim piatu atau anak jalanan agar mereka memiliki bekal pendidikan yang cukup sehingga dimasa depan memiliki kehidupan yang lebih layak, meski saat ini semua itu masih menjadi angan-angan semata tapi setidaknya dirinya meyakini suatu saat nanti keinginan mulianya dapat terwujud walau hanya sekedar membantu beberapa anak-anak nantinya. Kehidupan Frans dikantor pun masih belum kondusif terlebih sejak dirinya berani membantah Tanti sang kepala personalia Frans yang seharusnya juga mendapatkan bonus tahunan yang diberikan oleh perusahaan sempat ditahan bonusnya kerena menurut pihak personalia Frans yang diberikan SP3 oleh kantor dianggap belum layak menerima bonus tahunan dan sedang dievaluasi terlebih dahulu oleh pihak manajemen perusahaan.
__ADS_1
Merasa bahwa hak sebagai seorang karyawan tidak dipenuhi dengan alasan yang dibuat-buat Frans lalu mengadukan masalah ini ke atasannya pak Suryajaya, Frans menganggap jika dirinya dianggap melanggar peraturan perusahaan dan bonus tahunnya kali ini sedang dievaluasi dahulu, lalu mengapa erwin dan kawan-kawan yang sama-sama diberikan SP dan jelas-jelas merugikan perusahaan mengapa bonus tahunan mereka tetap turun sedangkan dirinya yang hanya menjalankan perintah atasan dan pekerjaan hanya karena jelas-jelas ketidaksukaan dari kepala personalia sehingga diberikan SP3 dan bonus tahunannya ditangguhkan. Setelah menhadapi perdebatan yang alot dengan atasnya dan bu Tanti kepala personalia, Frans pun diminta menghadap direktur keuangan dan HRD Mr. Ronald. Dihadapan dir. keuangan Frans menjelaskan kronologi mengapa dirinya bisa mendapatkan SP3 meski dirinya memang bersalah karena tidak mengindahkan perintah Mr. Bobby namun dirinya juga hanya menjalankan perintah atasannya langsung yaitu pak Suryajaya, setelah mendengarkan keterangan dari Frans dan mendengarkan penjelasan dari pihak terkait termasuk Tanti dan dir. logistik pak Surya, Mr. Ronald memutuskan bahwa bonus tahunanan milik Frans yang tunda wajib diberikan kepadanya karena memang menjadi haknya, Mr Ronald pun memberikan teguran kepada Tanti agar tidak menahan hak seorang karyawan selama seluruh kewajibannya sebagai karyawan telah dijalankan dan tidak bersikap berat sebelah tergantung siapa yang disukai atau siapa yang tidak disukai.
Frans yang akhirnya mendapatkan haknya kembali segera mengambil bonus tahunannya diruangan personalia meski harus mendapatkan ucapan sinis dari bu Tanti namun Frans tidak perduli lalu segera menuju kegudang untuk mentraktir seluruh anak buahnya makan siang termasuk kevin seperti yang dilakukannya setiap tahun saat mendapatkan bonus tahunan, kevin yang belum genap setahun bekerja jadi belum mendapatkan bonus tersebut, namun dirinya tidak merasa risau karena Frans yang merasa telah menumpang dirumahnya memberikan kevin beberapa ratus ribu untuk kevin jalan-jalan bersama pacarnya. Sedangkan Frans sendiri nanti malam akan mengajak Mei dan anak perempuannya untuk berkeliling mencari makan malam di pusat kuliner kota lama.
Hubungan percintaan antara Frans dengan Mei memang tidak ada perkembangan apapun, keduanya hanya menikmati hubungan yang saling membutuhkan ini tanpa ada paksaan untuk saling terikat dalam hubungan serius, meski belakangan ini keduanya sudah mulai berani untuk janjian atau jalan berdua didepan Juni karena merasa perbuatannya sudah dirasa kelewat batas, jadi lebih baik sekalian saja kelihatan orangnya dari pada sudah sembunyi-sembunyi masih saja ada isu-isu miring yang dihembuskan oleh Juni tentang mereka. Adapun Juni yang sempat mengoda Frans agar mau berpaling dari Mei harus merasa malu dan kecewa karena perbuatannya sempat ketahuan oleh kevin dan Frans yang sama sekali tidak tertarik dengannya, kevin yang baru kembali dari rumah orang tuanya mendapati Juni sedang mengoda Frans dengan cara memaksa agar Frans mau memegang kedua gunung kembarnya yang tidak ditutupi oleh kacamata pengaman, Frans sempat merasakan puncak gunung yang 2 kali lebih besar milik Mei itu mengeras mungkin efek dari Juni yang sedang merasa bergairah untuk mengodanya, bahkan daster miliknya sudah tersingkap sehingga segitiga hitam miliknya terlihat jelas dengan rerumputan yang menyembul keluar dari sisi kanan kiri segitiga hitam milik Juni.
__ADS_1
Frans yang memang tidak terlalu mempersoalkan perbuatan Juni kepadanya masih membelikan makanan saat dirinya dan Mei berbelanja dipusat kuliner kota lama untuk Juni dan anaknya supaya Juni tidak merasa terlalu malu dan minder terhadapnya, walau sempat membuat Mei merasa cemburu kepadanya serta melarang Frans membelikan Juni dan anaknya makanan tetapi setelah dijelaskan oleh Frans agar Mei tidak merasa cemburu kepada Juni dan tujuannya membelikan makanan hanya sekedar ingin mentraktir anaknya Juni karena bonus tahunannya sudah keluar. Terlebih bagaimanapun juga ada jasa Juni yang mengenalkannya kepada Frans sehingga mereka bisa menjadi sedekat ini, jadi setidaknya Mei harus menghargai Juni meski memang perbuatannya selama ini sudah melewati batas meski alasannya karena cemburu dengan kedekatan atara Frans dan Mei.
-----------+Bersambung+------------
Dukung terus karya author agar tetap semangat
__ADS_1
Happy Fun Reading
XOXO