
Hari kedua perayaan imlek Frans yang masih terlelap, tiba-tiba terbangun oleh panggilan masuk dari istrinya Rissa, nada dering yang melantunkan intro lagu dari Ost. Hunter x Hunter berjudul Ohayou yang dibawakan oleh Keno rockband dari negeri matahari terbit, membuyarkan mimpi indahnya di pagi hari menjelang siang itu.
"Kamu udah jalan belum yang, udah mau jam 10 ini. Kata mama kita disuruh kerumah Oo Lenny buat ngambil undangan nikahan anak dia si ko Sofyan, sekalian mampir kerumah ade papa yang lain." tanya Rissa diujung BB miliknya
"Iya, ini bentar lagi jalan, mau mandi dulu" jawab Frans sambil menguap karena terbangun tiba-tiba sehingga setengah jiwanya masih melayang menari-nari dalam mimpinya tadi
"Kamu baru bangun? Emang semalam begadang ngapain, udah tau besok pagi masih harus kesana kemari" lanjut Rissa yang sedikit kesal karena suaminya ternyata belum siap-siap sama sekali
"Gimana bisa tidur pules, dingin banget semalem, eh kamunya lagi nginep dirumah mama" jawab Frans mengoda istrinya
"Kamu tuh ya pikirannya kesana mulu, udah knapa jangan mikirnya begituan terus. Buruan nanti tambah siang" ucap Rissa yang bertambah kesal mendengar jawaban dari suaminya
"Iya... iya... mau gimana lagi punya istri yang seksi kaya kamu gimana gak kepikiran terus hehehe" lanjut Frans yang masih mengoda istrinya
"Tut...." Rissa yang kesal karena suaminya masih saja mengoda dirinya langsung mematikan panggilan dari Hpnya
Frans yang kaget karena istrinya mematikan panggilannya tak menyangka bahwa istrinya sekesal itu padanya, lalu dia buru-buru memanaskan siputih motor vario milik istrinya, sementara Fransa blade kesayangannya sudah lama tinggal dibengkel kantornya karena Velg depan dan footstep tengah dan dudukan footstep dibawah mesin motornya harus diganti yang baru tidak bisa diperbaiki lagi.
Setelah hanya gosok gigi,cuci muka, dan membasahi badannya agar merasa lebih segar. Sambil menunggu mesin motor panas sebelum digunakan Frans menyeduh secangkir kopi susu dan menyalakan sebatang rokok filter yang dibelinya secara ketengan diwarung depan rumahnya karena rokok favoritnya black menthol sedang kosong.
Disela-sela menikmati rokok dan kopinya Frans dikejutan oleh kedatangan pemilik rumah tempatnya mengontrak.
"Gak kerja om Frans, tumben jam segini masih dirumah" tanya Pak Subandi pemilik rumah yang ditempati oleh Frans dan istrinya
"Saya libur pak Bandi, masih cuti imlek. Tumben kemari biasanya nelpon saya kalo ada apa-apa" jawab Frans sembari menawarkan untuk menyeduhkan kopi namun ditolak oleh pak Subandi karena sudah ngopi dirumahnya
__ADS_1
"Habis cek rumah yang dibelakang aja sekalian lewat sini ngeliat ada om Frans saya mampir aja, mau nanya om kan bulan depan sewa rumahnya sudah habis. Mau diperpanjang lagi gak"
"Kayanya diperpanjang pak, nanti saya kabari lagi kalo udah dirembukan dulu saya istri saya, saya juga udah betah disini soalnya males buat pindah lagi" jawab Frans sambil merapihkan cangkir kopinya
"Ya sudah nanti tolong secepatnya dikabarin kesaya, soalnya sudah ada nanyain kesaya dia mau nempatin rumah ini. Tapi kalo om Frans mau perpanjang harga samain aja kaya sebelumnya, klo yang lain saya gak kasih segitu"
"Soalnya kalo om Frans emang udah lama kan sewa disini, udah gitu suka bantu-bantu kalo ada kegiatan warga disini. warga sekitar juga seneng om Frans sama istri tinggal disini, walau kadang malam suka ada suara yang bikin tetangga ngiri dari rumah om Frans, apa lagi yang masih tinggal sendiri" ucap pak Bandi sambil tertawa mengoda Frans
"Waduh, hahaha nanti saya kecilin lagi volume suara istri saya pak" jawab Frans ikut tertawa tak menyangka apa yang dikhawatirkannya setiap melakukan mabar duo bersama istrinya dimalam hari demi push rank dari suami istri naik ke ayah ibu, menjadi kenyataan karena terdengar dirumah tetangga
"Soal perpanjangan sewa rumah, secepatnya saya kabarin ke bapak, sebelum habis masa kontraknya" lanjut Frans sembari pamit untuk segera berangkat menuju rumah orangtua istrinya
Sementara dirumah kediaman keluarga wie, Rissa yang sedang menunggu kedatangan suaminya yang sudah 30 menit belum sampai juga, nampak sedang berbicara serius dengan Jessi ibunya dan Donna beserta David Yan suami Donna.
"Mami gak bisa mutusin begitu seorang diri, Kan Frans sama Rissa yang ngejalaninnya, setidaknya harus dengerin dulu Rissa maunya gimana Frans maunya apa. Kalau mereka berdua mau tetep maju terus biar jalannya terjal, kita sebagai yang tua harus mendukung aja" ucap David Yan mencoba menengahi antara istrinya dan Rissa
"Papi denger sendirikan dari mulut mama, apa kata cek Ishan. Mumpung belum terlambat lebih baik mencegah dari pada mengobati, mami gak tega liat ade mami nantinya buat makan sehari-hari aja harus banting tulang" sanggah Donna mendengar perkataan suaminya
"Biar disyaratin juga, tetep susah nanti kedepannya, belum tentu walau udah dijalani syarat-syaratnya hasilnya bisa berubah, cek Ishan juga yang bilang sendirikan ke mama langsung pas tadi ditelpon" lanjut Donna mempertahankan pendapatnya
"Si Frans belum dateng juga sa? biar nanti mama yang bilang apa yang cek Ishan sampein, mama sih terserah apa kata lu berdua aja. Yang jalanin lu berdua nantinya, papa lu juga udah bilang kedepannya nanti gimana lu berdua yang nentuin" ucah Jessi yang tak ingin putri bungsunya terlalu terluka, terlebih amanat suaminya dulu juga agak anak dan menantunya yang menentukan jalan hidup mereka.
"Masih dijalan kayanya ma, tadi dia baru bangun pas Rissa telpon. Biar Rissa aja ma, nanti yang ceritain apa hasil dari cek Ishan" jawab Rissa yang nampak bimbang mendengar perkataan dari ibu dan kakaknya
Tak lama kemudian terdengar suara motor yang dikendarai oleh Frans memasuki tempat parkir kendaraan disamping rumah keluarga wie.
__ADS_1
"Rissa langsung jalan ya ma sama Frans takut kesiangan ke rumah Oo Lenny" ucap Rissa yang kemudian membawa jaket dan helmnya
Belum sempat Frans memasuki teras rumah mertuanya Rissa sudah keluar dari pintu rumah orangtuanya.
"Ayo langsung jalan yang, udah kesiangan jam 2 Oo Lenny mau ke villa di BR sama anak-anaknya" ucap Rissa langsung menuju ketempat parkir kendaraan
"Ya udah, aku tadi ngobrol dulu sama pak Bandi. Dia tiba-tiba deteng gak enak kan klo langsung ditinggal" jawab Frans mencoba menjelaskan keterlambatan dirinya. Namun istrinya tak menanggapi penjelasannya langsung menuju keparkiran sambil memakai jaket dan helmnya.
Frans yang segera menyusul istrinya tak berkata lebih banyak lagi, lalu menstarter motor dan langsung menunggu istrinya naik ke jok belakang motor. Frans berpikir mungkin istrinya masih kesal karena digoda saat menelpon tadi terlebih Frans terlambat mejemput istrinya.
Sepanjang perjalanan tak banyak pembicaraan yang terjadi antara mereka berdua, sesekali melirik ke kaca spion motor guna melihat raut wajah istrinya yang sedari tadi hanya diam saja dan tidak memeluknya sama sekali, namun sayangnya terhalang kaca helm istrinya yang berwarna hitam, sehingga raut wajah Rissa tak nampak jelas sama sekali. Frans juga tak menyangka bahwa candaan kepada istrinya tadi bisa membuat Rissa begitu kesalnya sampai saat ini.
Saat ditanya apakah Rissa marah kepadanya, juga tidak dijawab sama sekali ditanya mengapa dirinya diam saja Rissa hanya menjawab gak apa-apa. Jawaban standar dari perempuan yang sedang datang bulan, namun bukan seharusnya belum tanggalnya Rissa kedatangan tamu bulanan. Frans mencoba mengingat keras jadwal menstruasi istrinya, atau sedang tidak teratur datangnya. Ahhh sepertinya usaha kerasnya setiap malam berapa minggu ini masih belum membuahkan hasil. Sepertinya Dewa-dewi masih belum mempercayai aku dan istri ku untuk merawat dan membesarkan keturunan, gumam Frans dengan kecewa didalam hati.
Entah kecewa masih belum juga ada tanda-tanda istrinya hamil, atau memikirkan seminggu ini dia harus puasa di malam hari jika istrinya benar-benar sedang datang bulan. Hanya Frans dan Joni yang tahu.
Apakah Rissa segera memberitahukan apa yang dikatakan oleh Cek Ishan orang yang meramal dia dan suaminya.
Keputusan apa yang akan diambil oleh Rissa nantinya
---------------Bersambung----------------
Terus dukung karya author dengan saran dan kritiknya dikolom komentar
Happy Fun Reading
__ADS_1