
Seminggu sudah Frans dan istrinya Rissa tinggal diatap yang berbeda, meski setiap hari dirinya masih mengantar jemput istrinya bekerja namun tetap saja keadaan ini menyiksa dirinya bukan karena tidak bisa melakukan kewajiban sebagai suami istri, tetapi bukankah mereka sudah menikah jika tidak tinggal diatap yang sama apa bedanya mereka dengan sepasang kekasih yang masih pacaran bukan sebagai suami istri.
Rissa meminta Frans untuk bersabar karena emosi Donna kakaknya masih belum reda, juga karena kondisi Jessi ibunya sedang menurun akibat kejadian sore itu, Jessie yang tak mengira keadaannya menjadi seperti ini sering terlihat melamun entah memikirkan nasib putrinya Rissa jika mengikuti kemauan dari Donna anak bungsunya akan menjanda sedangkan jika mendukung keinginan Frans dan Rissa untuk mempertahankan pernikahan ini, sudah pasti Donna akan melakukan tindakan apapun termasuk tidak menganggapnya sebagai ibu. Andai saja suaminya David Wie masih ada mungkin masalah ini tidak akan terlalu menjadi besar begitu isi hati Jessi saat ini.
Terlebih baik adik-adik dari David wie maupun Jessi sudah menghubunginya lewat telepon maupun datang langsung kerumahnya, mereka meminta Jessi agar merelakan perceraian Rissa dan suaminya Frans, terlebih menurut mereka meskipun Rissa menjadi janda tapi Rissa masih muda masih bisa mendapatkan suami yang lebih baik dibandingkan harus mempertahankan pernikahan ini, bukankah nantinya jika ramalan itu benar menjadi kenyataan seperti yang sudah terjadi selama ini, Rissa juga yang akan menderita.
Rissa sendiri pun mulai kembali merasa bimbang, harus memilih suaminya mempertahankan pernikahan mereka dengan segala resikonya termasuk mendapatkan sikap permusuhan dari Donna yang juga sudah mengancam Rissa tidak akan pernah membantu dirinya dan suami jika mengalami kesusahan nantinya, juga tidak akan membiarkan satupun keluarga wie untuk membantu dia dan suaminya Frans. Sementara jika dia memilih bercerai dengan suaminya selain harus kehilangan orang yang dicintainya, Rissa juga tidak tega menghancurkan perasaan suaminya juga masa depan suaminya nanti, terlebih Rissa menyadari bahwa darinya adalah satu-satunya hal yang berharga bagi Frans.
Ibaratkan batu keras yang terkena tetesan air setiap hari, begitu juga kondisi hati Rissa yang semula sudah memantapkan hati untuk terus bersama suaminya sampai maut memisahkan, mulai tergoyahkan karena Rissa juga memikirkan ancaman Donna terhadap ibunya, yang tidak akan perduli lagi dengan Jessi jika masih terus mendukung Rissa dan Frans. Beban dihatinya tak pernah dibagikan Rissa kepada siapapun termasuk dengan Happy sahabatnya, sementara jika bercerita dengan suaminya hanya membuat beban dirinya dan suami bertambah.
__ADS_1
Rissa hanya bisa menangis setiap malam saat semua orang mulai terlelap, pertemuan dirinya dan Frans dulu ibarat air yang membasahi tanah yang kering, dirinya yang kecewa dengan Rico mantan pacar yang sudah merebut mahkota Rissa yang berharga dengan berbagai rayuan dan kata-kata manis, Rissa yang lugu dan polos termakan rayuan dari mantan pacarnya yang akhirnya meninggalkan Rissa begitu saja dengan alasan ayah Rissa David wie, baru satu kali ditolak sudah menyerah ini jugalah yang membuat dirinya kecewa.
Sedangkan Frans lelaki yang saat ini menjadi suaminya adalah sosok yang memperjuangkan dirinya dengan pintar mengambil hati dan simpati dari kedua orang tuanya juga saudara Rissa yang lain, dan meski sebelum mereka mulai menjalani hubungan ke arah yang lebih serius lagi Rissa yang berterus terang dengan keadaan dirinya yang memang sudah tidak suci lagi karena kehilangan mahkota kegadisannya, tak menyangka bahwa jawaban yang diterima dari calon suaminya itu membuat dirinya tersentuh, Frans ingin menikahi dirinya karena memang mencintai Rissa sepenuh hati, ia ingin menikah dengan Rissa bukan menikah dengan keperawanan Rissa.
Ditengah perpisahan sementara mereka Frans yang mulai sibuk dikantor karena proyek dikantornya sudai mulai berjalan memaksanya harus sering lembur hingga larut malam, sehingga memaksa dirinya tidak bisa setiap hari mengantar Rissa ketempatnya bekerja, juga tidak bisa menjemputnya ketika jam kerja selesai. Untung saja Fransa motor Blade kesayangannya sudah selesai diperbaiki sehingga Rissa bisa kembali mengunakan si putih vario milik Rissa sebagai sarana transportasi sehari-hari.
Meski keadaan memaksa mereka berdua untuk tinggal dirumah yang berbeda, Frans selalu menyempatkan menelpon istrinya setiap malam sampai keduanya tertidur lelap, setiap ada kesempatan dirinya pun selalu mengajak istrinya bertemu di cafe langganan mereka atau ditaman mall kota gading untuk sekedar melepas rindu, Rissa yang sadar kewajibannya sebagai istri masih memberikan hak suaminya sesekali dirumah mereka berdua meski sesudah mereka berhubungan intim Rissa harus segera kembali pulang karena tak ingin kakaknya Donna mengetahui Rissa masih melaksanakan kewajibannya sebagai istri.
Bahkan Donna yang mulai curiga bahwa Rissa masih sering bertemu dengan suaminya, sampai menyita kartu ATM dan buku tabungan milik Rissa karena Donna tahu bahwa sebentar lagi sewa rumah Frans dan Rissa harus dibayar, Donna ingin melihat bisa apa Frans tanpa dukungan keuangan dari Rissa. Keadaan ini pula yang membuat Frans harus pindah dari rumah yang disewanya pertahun ke kontrakan bulanan tak jauh dari rumahnya saat ini, karena tidak enak hati kepada pemilik rumah yang disewanya meskipun Pak Subandi sudah menawarkan dirinya untuk tetap menyewa rumah yang sama secara bulanan, namun Frans menolak niat baik pemilik rumah karena memang sedari awal sudah diberitahu bahwa jika memang dirinya tidak melanjutkan sewa tahunannya sudah ada yang ingin menempati rumah tersebut.
__ADS_1
Rumah petakan terdiri dari ruang tamu kamar tidur dapur dan kamar mandi rasanya masih sangat nyamau ditingali berdua dengan istrinya, meski tidak ada kamar ekstra jika ada yang akan menginap dirumah mereka, soal perpindahan rumah ini sudah diberitahukan kepada Rissa saat ia sedang istirahat siang dikantornya, Istrinya pun memahami keadaan Frans saat ini terlebih uang yang berada ditabungannya tidak bisa digunakan karena sedang disita oleh Donna kakak perempuannya.
Karena kartu atm milik Rissa ditahan oleh Donna, untuk ongkos sehari-hari Rissa baik untuk bensin maupun makan siang, Donna menitipkan uang kepada Jessi agar diberikan kepada Rissa 100ribu perhari, Dia juga tak ingin jika adiknya sampai kehabisan uang saku untuk bekerja. Bagaimana pun juga Donna memang sangat menyayangi adiknya itu juga yang menjadi dasar baginya memaksakan perceraian antara Frans dan Rissa karena tidak ingin melihat adik bungsunya sampai hidup susah nantinya.
Sementara Frans yang ekonominya mulai pincang sebelah mulai mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting, terlebih gajinya bulan ini hanya cukup untuk membeli bensin dan makan sehari-hari. Dirinya juga hanya mengajak istrinya bertemu ditaman atau dirumah kontrakannya untuk sekedar melepas rindu sesaat, ketika hari sabtu minggu pun ketika dirinya libur bekerja. Kesempatan Frans bertemu istrinya seakan mulai dibatasi oleh Donna karena ada saja rencana iparnya mengajak istrinya dan keluarga yang lain untuk berpergian bahkan sampai menginap diluar kota setiap akhir pekan.
Rissa yang memahami rencana kakaknya Donna ingin membuat dirinya dan Frans agar jarang bertemu, tak bisa berbuat apa-apa lagi. Hanya bisa mencuri-curi waktu setiap hari ketika pulang berkerja menunggu suaminya dirumah kontrakan Frans untuk sekedar melepas rindu atau makan malam berdua meski hanya satu hingga 2 jam saja.
Keduanya masih terus berharap dan berdoa kepada Tuhan agar mereka segera dipersatukan kembali, terutama Frans yang terus memohon agar istrinya Rissa bisa segera hamil. Namun hingga hampir 1 bulan mereka berpisah sementara, belum ada satupun tanda-tanda kehamilan dari istrinya.
__ADS_1
Apakah dewa pun tidak lagi merestui pernikahan mereka, karena berbagai cara yang ditempuh oleh dirinya agar Rissa bisa segera hamil masih tidak membuahkan hasil nyata, keadaan ini membuat Frans sedikit kecewa kepada para Dewa yang seakan tidak ingin menolong dirinya dan istrinya mempertahankan pernikahan mereka. Karena bagi Frans hanya ini satu-satunya cara yang ada, jika Rissa hamil makan perceraian ini bisa dihindari.
---------------Bersambung---------------