Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Malam Yang Hangat


__ADS_3

Mengetahui Neng adalah anak perempuan Mei sempat membuat Bella merasa terkejut dah setelah mendengar penjelasan dari Neng membuatnya merasa bersalah sebab telah menuduh laki-laki yang benar-benar tulus dan perduli terhadap dirinya dan anaknya itu hanyalah lelaki yang mencari keuntungan saja dengan wanita seperti dirinya sama dengan laki-laki yang mendekatinya sejak menjanda, namun setelah semuanya menjadi jelas barulah dirinya menyadari sedang dibohongi sepupunya yang memang tidak menginginkan dirinya dekat dengan Frans, sebab sangat ingin menjodohkan dirinya dengan adik iparnya yang sebenarnya Bella sendiri pun tidak menyukai tingkah lakunya yang merendahkan dirinya yang merupakan seorang janda.


Neng juga berterus terang kepada Bella bahwa dirinya juga memang menyukai Frans bahkan sempat sengaja mengodanya mengunakan tubuhnya agar bisa memiliki Frans, namun nyatanya Frans bahkan hampir tidak tergoda oleh perbuatannya dan bersyukur memiliki kakak laki-laki yang perduli terhadapnya bagi adik kandung sendiri, setelah menjelaskan semuanya Neng pun kembali turun agar tidak menganggu keduanya yang terlihat suasana diantara keduanya kembali cair tidak sepeti saat dirinya baru naik keatas yang terlihat sangat tegang.


"Sekarang udah jelas semuakan, aku gak maksa kamu mau percaya atau engak yang pasti aku memang benar-benar tulus suka sama kamu dan sayang sama anak kamu Samuel." ucap Frans sambil menatap mata Bella yang mulai sembab seperti menahan air mata mungkin merasa bersalah telah menuduhnya yang tidak-tidak


"Jujur sebagai laki-laki aku pasti berkeinginan untuk menyalurkan hasrat seksualnya, tapi bukan berarti tujuan aku deketin kamu ke arah itu, aku sama Mei memang sering berhubungan layaknya suami istri tapi atas dasar suka sama suka meski tanpa ikatan cinta, itu juga setelah Mei sendiri yang gak keberatan meski aku gak ada perasaan sama dia tetep mau ngelakuinnya"


"Sekarang semua terserah Bella aja, aku gak akan maksa seandainya kamu gak mau berhubungan lagi dengan aku, cuma sendainya kamu butuh bantuan terutama buat Samuel jangan sungkan bilang sama aku, anggap aja Samuel itu anak angkat aku sama kaya Cassandra" lanjut Frans yang menghapus air mata Bella mengunakan sapu tangannya


Bella yang tidak menjawab penyataan dari Frans lalu mengusap sendiri air matanya mengunakan sapu tangan milik Frans kemudian memintanya untuk menjemput anaknya dirumah sepupunya lalu mengantarkannya pulang, setelah menitipkan cafenya kepada krunya dan meminta mereka mengunci saja pintu cafe sebab Frans sudah membawa kunci cadangan agar mereka tidak perlu menunggunya pulang lebih dulu, lalu dirinya beserta Bella segera beranjak menuju rumah sepupu Bella mengunakan mobil milik Frans sebab motornya akan digunakan oleh Neng selama satu minggu sebab dirinya harus pulang kerumah ibunya karena ayah tirinya sedang bekerja diluar kota.


Didalam perjalanan tak banyak kata yang keluar dari mulut keduanya, Frans yang tidak tahu ingin berkata apa lagi sebab semua isi hatinya sudah diungkapkan saat keduanya masih diatas cafe, sedangkan Bella hanya terdiam sambil sesekali menghapus sisa-sisa air matanya yang jatuh membasahi pipinya lalu memandangi wajah Frans yang sedang fokus menyetir mobil, saat Frans menoleh kearahnya dirinya hanya tersenyum malu lalu berbaring dipundak lengan Frans seakan hendak ingin menyampaikan sesuatu namun sulit keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Sesampainya mereka dirumah sepupu Bella, Frans yang hendak ikut turun diminta menunggu saja dimobil sebab dirinya tidak lama berada disana hanya ingin menjemput anaknya saja yanh dititipkan disana sebab ibunya sedang pulang kekampung halamannya lagi karena merasa tidak betah hidup dikota TK yang terasa panas dan kotor udaranya tidak seperti rumahnya dikampung yang sejuk dan jauh dari kebisingan kendaraan yang melintas dijalan raya. Saat hendak pulang bersama bayi Sam, Bella yang hendak diantarkan oleh adik sepupunya lalu menolak untuk diantarkan sebab Frans masih menunggunya didepan gang menuju rumah sepupunya, mengetahui bahwa dirinya masih saja berhubungan dengan Frans membuat sepupunya merasa tidak senang sebab merasa telah berhasil menjauhkan Frans dari Bella, kemudian kembali menasehatinya agar jangan jatuh kedalam tipu daya lelaki seperti Frans.


Bella yang merasa hidupnya diatur-atur oleh sepupunya itu memintanya untuk tidak ikut campur dengan kehidupannya sebab dirinya sudah dewasa dan bisa mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk serta siap menerima apapun akibatnya, dirinya juga dengan tegas menolak untuk dijodohkan dengan adik ipar sepupunya itu sebab tidak menyukainya sama sekali, dan jika sepupunya merasa keberatan akan hal itu dirinya siap melunasi hutang-hutangnya serta bersedia jika tidak diijinkan lagi bekerja ditoko ponsel milik suami sepupunya. Meski mempunyai hutang budi kepadanya sepupunya itu bukan berati mereka berhak mengatur hidupnya dan menentukan jodoh baginya sesuka hati mereka.


Frans yang masih menunggu dimobil bermaksud untuk menyusul Bella dan bayi Sam kedalam sebab sedari tadi belum muncul-muncul juga, namun tak jadi dilakukannya sebab telah melihat dari kejauhan Bella yang sedang mengendong Sam berjalan menuju kearahnya sambil menahan tangisnya, Frans yang melihat itu langsung turun dari mobilnya kemudian mengambil Sam dari pelukan Bella dan beberapa barang yang dibawanya yang berisikan keperluan bayi Sam, setelah ketiga naik kedalam mobil Frans lalu melajukan mobilnya menuju kearah kontrakan Bella yang jarak tempuhnya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.


Didepan rumah kontrakan milik Bella dirinya yang ingin langsung pulang saja sebab tidak enak dilihat tetangga jika dirinya berlama-lama berada disana bermaksud menurunkan barang-barang milik Bella lalu segera kembali pulang, namun Bella segera menahannya turun dari mobil sambil menyerahkan bayi Sam kepangkuan Frans dan memintanya menunggu sebentar sebab Bella hanya akan mengambil pakaian ganti miliknya serta barang keperluan lain untuk bayi Sam karena bermaksud untuk menginap ditempat Frans hingga ibunya kembali dari sukadunia kampung halamannya.


Setelah menurunkan semua barang-barang yang dibawa oleh Bella, Frans lalu mempersilahkan keduanya untuk naik terlebih dahulu sebab dirinya harus menghitung uang dilaci kasir apakah sudah sesuai dengan saldo terakhir disistem POS ( Point Of Sales ), setelah memastikan semuanya sesuai dan mengambil uang penjualan hari ini barulah dirinya segera naik keatas untuk membersihkan diri lalu beristirahat sejenak sambil menikmati segelas teh herbal yang menjadi kebiasaan barunya yang mulai mencoba berhenti merokok setidaknya saat bayi Sam berada ditempatnya.


Frans yang sedang menghitung pendapatan cafenya bulan ini sebab ingin menentukan bonus yang akan diterima oleh para kru cafe miliknya selain gaji bulanan mereka yang nominalnya sudah pasti, Bella yang menemani Frans dimeja kerjanya sepertinya sudah terbiasa dengan kehadiran Frans tidak merasa sungkan atau malu lagi saat mengeluarkan buah dadanya untuk menyusui bayi Sam, melihat Frans yang terpana dan sesekali melirik kearah kantong ASInya yang sedang dihisap oleh bayi Sam membuat Bella sengaja mengoda Frans dengan menanyakan apakan dirinya ingin menyusui sambil menunjuk kearah salah satu kantong ASInya yang masih tertutup pakaian tidur yang dikenakan olehnya, Frans yang menjawab mau sambil tertawa kemudian melanjutkan pekerjaannya sebab dirinya tahu bahwa Bella sedang iseng mengodanya.


Malam itu Bella yang mengenakan pakain tidur berupa daster terbuat dari kain satin halus berwarna biru muda diatas lutut membuat jantung Frans berdetak kencang selain terpana akan bentuk gunung kembarnya yang sekilas terlihat oleh Frans juga kedua paha putih Bella yang mungkin terasa mulus jika disentuh membuatnya tidak bisa konsentrasi menghitung bonus untuk anak buahnya, takut membuat dirinya salah hitung bonus karena gagal fokus akibat pikirannya teralihkan oleh pemandangan disebelahnya membuat Frans segera menunda pekerjaannya untuk dilanjutkan esok hari lalu membuka permainan game online yang sudah lama tidak dimainkannya karena kesibukannya dicafe.

__ADS_1


Menyadari Frans yang menjadi salah tingkah karena daster tidur yang dikenakannya membuat Bella tersenyuk kearah Frans, untung saja bayi Sam yang berada dipangkuannya sambil meminum susu dari puncak gunungnya membuat segitiga berwarna senada dengan dasternya itu tidak terlihat oleh Frans, meski tidak merasa malu sumber ASInya terlihat oleh Frans namun tetap saja dirinya akan merasa malu jika sampai warna segitiga pengaman yang dikenakannya malam itu sampai terlihat oleh Frans. Samuel yang merasa kenyang setelah meminum ASI langsung dari sumber pegunungan milik ibunya lalu tertidur pulas, melihat anaknya telah tertidur pulas Bella segera merapihkan daster yang dikenakannya lalu meletakan bayi Sam diboks untuk bayi yang sengaja dibeli oleh Frans agar merasa tenang ketika meninggalkan bayi Sam sendirian dikamar saat sedang sibuk dicafe.


Frans yang hendak mengelar kasur lipatnya bermaksud untuk tidur diluar kamar namun langsung ditarik oleh Bella yang memintanya tidur dikamar saja bersama dirinya dan bayi Sam, sebab selain karena tidak tega membiarkan Frans tidur diluar juga tempat tidur dikamar cukup luas untuk menampung mereka berdua sebab kini bayi Sam sudah tidur diboks bayi khusus untuknya, meski pertama kalinya berada diatas ranjang yang sama tak ada niatan dari Frans untuk berbuat macam-macam karena tidak ingin kembali membuat Bella kecewa dan berpikir bahwa dirinya adalah lelaki mesum.


Frans yang mulai mengantuk kemudian memejamkan kedua matanya untuk tidur hingga kembali terbuka lebar setelah sentuhan lembut mendarat dibibirnya ya ciuman selamat tidur dari Bella untuknya sebagai permintaan maaf dan ucapan terima kasih karena telah menyayanginya sepenuh hati dan mencintai anaknya dengan tulus seperti anak sendiri, lalu memejamkan kedua matanya sambil memeluk Frans yang membalas pelukannya disertai kecupan sayang dikening Bella keduanya kemudian tertidur pulas setelah lelah dengan kejadian hari ini, dinginnya suhu ruangan yang mengunakan AC tidak dapat menganggu kehangatan keduanya yang tertidur sambil berpelukan untuk pertama kali dalam kisah percintaan mereka, meski Frans harus sesekali terbangun dari tidurnya setelah mendengar tagisan dari bayi Sam yang mungkin merasa takut tidak ada orang dewasa menemaninya tidur juga saat dirinya merasa lapar hingga terbangun dari tidur indahnya disebelah ibu dan calon ayahnya yang kini mengunakan selimut untuk mengaja kehangatan yang tercipta dari tubuh keduanya yang sama-sama bertambah hangat seiring bertambah kencangnya detak jantung walau tidak melakukan kegiatan apapun hingga pagi hari menjelang.


------------+Bersambung+-------------


Dukung terus karya author dengan like dan komennya dikolom komentar


Hapy Fun Reading


XoXo

__ADS_1


__ADS_2