Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Hikmah dibalik musibah


__ADS_3

Sebulan lamanya perceraian antara Frans dan Rissa terjadi, komunikasi mereka berdua seakan seperti jaringan selular plat merah yang putus nyambung terkena cuaca hujan. Mesti sesekali saling menghubungi atau bertukar pesan hanya sekedar mengetahui kabar masing-masing namun tidak seintens atau sesering ketika masih jadi suami istri bahkan saat pacaran dulu.


Rissa yang seakan menjauhi dirinya membuat Frans merasa kecewa, bukankah dirinya pernah meminta pada Rissa agar meskipun mereka sudah bercerai namun setidaknya menjaga tali silaturahmi diantara mereka, jika Frans tidak memulai menghubungi Rissa duluan tidak ada kabar sama sekali dari mantan istrinya tersebut.


Pernah sesekali Frans sengaja tidak menghubungi Rissa selama beberapa hari, Rissa langsung menghubunginya namun bukan untuk menanyakan kabar dari mantan suaminya melainkan hanya untuk meminta Frans menalangi cicilan kartu kredit milik Rissa yang jatuh tempo, karena tanggal gajian Frans lebih dulu keluar dibandingkan Rissa. Bahkan saat Frans mennghubunginya lewat panggilan suara untuk memberitahukan Rissa bahwa cicilan kartu kreditnya sudah dibayarkan, Rissa hanya mengucapkan terima kasih lalu langsung mematikan panggilan masuk dari mantan suaminya.


Frans yang merasa terkejut hanya menarik nafas, dan berpikir mungkin Rissa sedang sibuk atau tidak ingin sampai Donna mengetahui bahwa mereka masih saling berhubungan.


"Sudahlah lebih baik fokus saja dengan pekerjaan sendiri" gumam Frans dalam hatinya menguatkan hati dan menghibur dirinya sendiri.


Saat sedang menyerahkan laporan bulanan kepada direktur divisi dia berada, Frans diminta untuk masuk ruangan direktur logistik bapak Pendi Surjaya


"Lim si Jason sudah resign, kamu kan biasa yang pegang kerjaan dia kalau dia tidak masuk, Kamu siap gak kalau gantiin posisi dia" tanya pak Pendi kepada Frans menawarkan posisi Staff logistik yang kosong karena karyawan yang mengisi posisi sebelumnya mengundurkan diri


"Saya sih siap aja, selama gajinya disesuaikan ya pak"


"Lalu untuk posisi penganti saya nanti gimana pak" jawab Frans sambil bertanya tentang penganti dirinya


"Soal gaji nanti disamakan saja dengan Jason, klo soal penganti posisi kamu nanti saya minta Bu Tanti pasang lowongan saja" jawab pak Pendi


"Kalau boleh saya mau rekomendasikan teman sekolah saya pak, dia punya pengalaman jadi staf gudang dan bagian purchasing sparepart kendaraan" ucap Frans merekomendasikan temannya Kevin yang kebetulan sudah lama menganggur.


"Kalau dia ada pengalaman dibidang purcashing apa dia yang mengantikan posisi Jason saja ya lim" tanya pak Pendi kepadanya

__ADS_1


"Saya sih terserah bapak saja, dimana saja saya siap, kalau memang bapak berkenan, hari senin saya minta yang bersangkutan kemari untuk bertemu dengan bapak" jawab Frans kepada bosnya


"Ya sudah, kamu saja yang isi posisi Jason. Nanti biar teman kamu saja yang gantikan posisi kamu digudang. Takutnya Mr. Bobby tidak setuju kalau orang baru yang mengantikan Jason, soalnya sebelum di staff logistik Jason juga pernah jadi Kepala gudang dulu"


"Nanti senin biar teman kamu langsung ketemu saya saja, kalau lewat bu Tanti terlalu ribet ursannya nanti" lanjut pak Pendi memberikan perintah kepada Frans.


"Baik pak, saya permisi dahulu kalau begitu" jawab Frans sambil undur diri dari ruangan


Frans yang mendapatkan promosi dikantornya merasa gembira karena sudah pasti gajinya akan meningkat, terlebih bisa membantu Kevin teman baiknya mendapatkan perkerjaan guna memperbaiki hidupnya yang berantakan karena berpisah dengan mantan pasangannya juga anak kandungnya, terlebih sudah 1 tahun lamanya Kevin belum memiliki pekerjaan tetap.


"Vin, senin lu bareng gw kekantor. Siapin berkas lamarannya, lu gantiin posisi gw digudang" ucap Frans yang langsung menelpon Kevin memberitahukan tentang pekerjaan untuknya


"Oke thanks bro, lah lu sendiri gimana nanti? Lu resign" tanya Kevin


"Ya udah bro, lu minggu nginep dirumah gw aja ya, biar senin berangkat bareng. Lu tau sendirikan gw gak ada kendaraan, gak ada ongkos juga" ucap Kevin


" Oke, Ntar minggu gw kerumah lu" jawab Frans


Kenaikan jabatan Frans nantinya sudah dipastikan juga menaikan gaji bulanannya, diatas gaji nya saat ini bahkan melebihi gaji mantan istrinya Rissa, namun sayangnya mereka berdua sudah bercerai. Hal ini membuatnya senang sekaligus sedih, senang karena gajinya lebih besar, sedih karena Frans dan Rissa sudah bercerai sehingga tidak bisa berbagai berita bahagia ini. Mungkin inilah yang dimaksud pasti ada berkah atau hikmah dibalik musibah.


Duo laknat yaitu Yanto dan Edi mengetahui bahwa bosnya akan pindah jabatan langsung saja menodong Frans untuk mentraktir mereka makan atau minum bir merayakan kenaikan jabatan Frans.


"Buset dah gaji aja belum naik masih bulan depan udah nodong aja lu berdua, sabarlah bulan depan tunggu gaji gw naik dulu" ucap Frans memarahi dua anak buahnya digudang sambil tertawa. Lalu mengeluarkan uang 20 ribu untuk membeli kopi dan gorengan.

__ADS_1


"Dah minum kopi sama gorengan aja dl, duit duit pas" lanjut Frans sambil menyerahkan uang kepada Yanto dan Edy agar dibelikan kopi dan gorengan sore itu.


"Siap bos, bulang depan mah minum birnya ditempat karoke aja ya bos, sekalian kita karokean" jawab duo laknat kompak sambil tertawa


" Gampang ntar minta traktir sama bos baru lu digudang" sambil mengusir keduanya agar segera jalan karena 1 jam lagi sudah mau jam pulang kerja


"Wah parah bos lu mah to, masa anak baru udah dipalak aja" ucap Edy sambil menghidari kotak bungkus yang dilempar oleh Frans


Frans sendiri sudah seminggu ini, tidak pulang kerumah kontrakan miliknya selain malas juga karena kenangan bersama mantan istrinya dulu dirumah selalu terbayang setiap malam, bahkan permainan solonya dilakukan sambil membayangkan saat dia dan Rissa bergulat bersama untuk yang terakhir kalinya. Sayang dia tak pernah mengdokomentasikan permainannya bersama Rissa atau menyimpan foto mantan istrinya yang tanpa busana kedalam hp miliknya, sesal Frans dalam hati. Tentu saja meski Frans berniat sekalipun sudah pasti Rissa akan menolak mentah-mentah keinginan dari dirinya.


Sementara itu Rissa tanpa sepengetahuan dari Frans mantan suaminya, sekarang sering berkomunikasi dengan Freddy senior dikampusnya dulu, sepertinya Donna sudah menjodohkan Rissa dengan Fredy. Bahkan sesekali setiap sabtu Fredy menjemput Rissa dikantornya, hal ini ketehaui Happy dari suaminya Ran. Namun dia tak ingin memberitahukan kepada Frans karena menurut Happy jika dia memberitahukan kepada Frans sama saja meneteskan air garam keatas luka mantan suami sahabatnya itu.


Terlebih lagi bukankah Freddy adalah sosok yang dulu pernah menganggu pernikahan antara Rissa dan Frans, Happy tak ingin ikut campur dalam masalah orang lain, bukankah sahabatnya sendiri sudah resmi bercerai dengan mantan suaminya Frans. Memang secara manusiawi kurang etis rasanya karena Frans dan Rissa belum lama bercerai, namun sahabatnya sudah dekat dengan laki-laki lain. Tak ada yang salah memang dengan semua ini, tetapi bagi Happy sendiri jika sampai Frans tahu, apakah sahabatnya, Rissa tidak memikirkan perasaan Frans mantan suaminya itu.


Apakah Rissa benar-benar sudah melupakan mantan suaminya, atau sudah tidak mencintai Frans lagi. Happy hanya menebak-nebak saja tak berani bertanya secara langsung kepada Rissa sahabatnya, karena tak ingin sampai bertengkar karena pertanyaan yang diajukannya kepada Rissa. Happy hanya berharap yang terbaik bagi pilihan sahabatnya, juga berharap Frans mendapatkan pasangan yang lebih baik dari Rissa.


---------------Bersambung----------------


Dukung terus karya author dengan saran dan kritiknya


Happy Fun Reading


xoxoxo

__ADS_1


__ADS_2