Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Tak ingin kembali


__ADS_3

Frans yang mendapatkan kenaikan jabatan dikantornya mencoba menghubungi Rissa untuk bertemu dengan mantan istrinya itu. Frans berharap dengan kenaikan gajinya nanti mungkin perceraiannya dengan Rissa bisa dibatalkan setidaknya gajinya sudah dipastikan lebih tinggi dari mantan istrinya. Namun berapa kali ia mencoba menghubungi Rissa baik lewat panggilan suara maupun lewat pesan, tidak ada satupun balasan dari Rissa.


Frans yang kembali sulit menghubungi Rissa, langsung menanyakan kepada Happy selain sahabat dari Rissa, Ran suami dari Happy merupakan teman 1 kantor Rissa, pasti mereka tahu tentang keadaan dan kabar dari mantan istrinya itu.


"Lagi dimana bu? lu tau kabar Rissa gak Hep, susah gw hubungi dia" tanya Frans kepada Happy


"Dirumah lim, gw juga gak tau kabarnya. Nomornya juga gak aktif, kalo kata laki gw mah, ganti nomor kayanya. Soalnya Hp dia juga baru dibeliin sama kakaknya dia Donna kata laki gw mah" jawab Happy yang memang tidak tahu nomor baru milik Rissa


"Rissa juga sekarang gak banyak ngomong sama laki gw, kaya ngejauh gitu. Gak tau ada masalah apa sama laki gw, kayanya emang sengaja. Mungkin dia tau lu pasti nanya dia ke gw" lanjut Happy


"Terus dia kekantor berangkat sendiri apa masih diantar jemput hep" tanya Frans lagi


"Kalo kata laki gw mah, sekarang udah berangkat sendiri lagi, cuma klo sabtu diantar jemput sama iparnya" jawab Happy yang tak ingin berterus terang kepada Frans soal ada lelaki lain yang sering mengantar jemput sahabatnya Rissa ke kantor


"Emang knapa sih pak, koq lu sering nanyain dia terus" lanjut Happy bertanya kepada Frans yang masih terus mencari informasi tentang Rissa meski mereka sudah resmi bercerai


"Gak apa-apa hep, gw mau ngajak dia ketemuan aja, gw naik jabatan dikantor gaji juga naik. Gw mau coba ngajak dia rujuk lagi, sekarang gaji gw udah lebih gede dari dia. Setidaknya Donna gak bakalan permasalahin soal gaji lagi' jawab Frans berterus terang soal keinginannya


"Maaf nih ya Lim, saran gw sebagai temen lu. Lebih baik lu cari lagi yang lebih baik dari pada Rissa, gw emang sahabatnya dia gw seneng seandainya lu bisa rujuk sama Rissa. Cuma gw gak ingin lu lebih kecewa nantinya"

__ADS_1


"Setahu gw bukan soal gaji dech lu cerai sama Rissa, lu lebih paham sendirikan gimana fanatik dan percayanya keluarga Rissa sama yang namanya ramalan. Jangan buang-buang waktu berharga lu lim" terang Happy yang tak ingin Frans lebih terluka lagi, mengingat dia tahu bahwa sahabatnya sudah akan dijodohkan dengan laki-laki lain.


Happy tak tega memberitahukan hal kepada Frans, terlebih mereka baru satu bulan lebih bercerai. Jika Frans tahu jika Rissa mantan istrinya akan dijodohkan dengan laki-laki lain terlebih lelaki itu adalah orang yang sempat mengoda Rissa ketika masih sah menjadi istri dari Frans.


Entah apa yang akan terjadi nanti kepada Frans jika mengetahui semua hal ini, Happy tak ingin terjadi sesuatu yang buruk kepada mantan suami sahabatnya itu.


Sementara itu Rissa yang mengecek BB lamanya melihat begitu banyak panggilan masuk ke nomor lamanya dari Frans, kemudian membalas pesan dari mantan suaminya itu untuk menanyakan ada hal apa sehingga menghubungi dirinya.


Rissa membalas pesan melalui BB miliknya yang kini jarang dibawanya kemana-mana, HP sumsung Note 2 terbaru berikut nomor cantik miliknya hadiah dari Donna sebagai permintaan maaf kepada dirinya karena telah meminta Rissa bercerai dengan Frans, terlebih uang kompensasi darinya kepada Frans sebesar 15 juta ditolak mentah-mentah oleh Frans, jadi knapa tidak diberikan saja kepada adiknya Rissa.


Rissa memang sengaja tidak memberitahukan kepada Frans perihal nomor baru yang dimilikinya karena tak ingin sampai Donna tahu bahwa Rissa masih berkomumikasi dengan Frans, terlebih jika Freddy lelaki yang sengaja diminta Donna untuk mendekati Rissa sampai tahu jika Rissa dan Frans masih berhubungan sudah pasti akan mengadukannya kepada Donna. Rissa tak ingin masalah antara dirinya dengan kakak perempuannya Donna menjadi bertambah besar lagi.


Sementara Frans yang menerima pesan dari Rissa langsung mencoba menghubungi mantan istrinya itu, setelah beberapa kali mencoba menghubungi nomor lama milik Rissa, akhirnya panggilan darinya dapat terhubung.


"Kamu dimana sa? bisa ketemu gak, ada yang mau aku bicarakan sama kamu" ucap Frans sesaat panggilannya tersambung


"Apa lagi yang mau diomongin sih lim, semua yang terjadi antara kita kan udah jelas" jawab Rissa yang sekarang memangil nama belakang Frans seperti saat sebelum mereka berpacaran dulu


"Aku cuma mau ngasih tau kamu sa, aku udah naik jabatan gaji aku juga dinaikin, aku masih berharap kita bisa bersama lagi. Aku bener-bener gak bisa hidup tanpa kamu sa" ucap Frans mencoba membujuk mantan istrinya agar bisa bersatu kembali

__ADS_1


"Udah dech lim, kita udah gak bisa balikan lagi, kamu tau sendirikan resikonya gimana, belum lagi ramalan kita berdua itu gak bagus. Aku gak mau hidup susah lim, please jangan korbanin aku sama mama aku demi ego kamu" ucap Rissa memohon agar Frans menerima perceraian mereka dan tidak berusaha untuk membuat mereka bersatu kembali


"Masa kamu mau nyerah begitu aja sa, gaji aku sekarang lebih besar dari kamu. Masa iya ci Donna masih nganggap remeh aku" ucap Frans yang tak percaya secepat ini Rissa berubah hatinya


"Ya aku udah nyerah, aku gak ingin balik lagi jadi istri kamu lim. Bukan soal gaji siapa yang paling gede, ini soal kepercayaan dikeluarga kami. Aku mohon tolong kamu hargain hal ini lim, udah ya kalau gak ada hal yang penting kamu jangan hubungin aku lagi" ucap Rissa kemudian mematikan panggilan yang diterimanya.


Mendengar apa yang diucapkan Rissa baru saja, membuat hati Frans semakin hancur berantakan sepertinya tak ada lagi cara untuk mengembalikan Rissa untuk tetap berada disisinya, jika saja Rissa tetap ingin mempertahankan pernikahannya seberat apapun masalah yang akan dihadapi nanti Frans akan sekuat tenaga menghadapinya meski harus mengorbankan nyawanya untuk melindungi Rissa.


Namun dengan keadaan saat ini, Rissa yang tak ingin kembali menjadi istrinya lagi. Tentu akan sulit baginya meyakinan keluarga dari mantan istrinya tersebut. Sepertinya memang harus melepaskan Rissa sepenuhnya karena percuma saja jika cinta hanya bertepuk sebelah tangan.


Frans yang kembali kecewa untuk kedua kalinya hanya bisa mengutuk keadaannya saat ini, dirinya tak pernah mengira perpisahannya yang baru lebih dari satu bulan ini dengan mantan istrinya, bisa merubah keyakinan dan perasaan Rissa terhadap dirinya. Seakan-akan semua perjuangan dan pengorbannya selama 3 tahun pacaran dan 1 tahun menjadi suami yang baik untuk Rissa tidak ada harganya sama sekali, menurut Frans Rissa seakan tak ada bedanya dengan Donna dan saudara kerabat Rissa yang lain. Tak pernah menghargai dan memandang pengorbannya selama ini.


Frans yang larut dalam kesedihan dan kesendiriannya didalam kamar kontrakannya, jika bukan besok harus kembali masuk kerja ingin rasanya Frans menghabiskan malam ini dengan mabuk-mabukan, meski sempat berpikiran untu keluar membeli berapa botol minuman keras namun diurungkannya karena tak ingin dirinya nanti jika sampai mabuk berbuat macam-macam yang bisa merugikan dirinya dan orang lain, juga tak ingin menghabiskan uang bulanannya untuk mabuk-mabukan. Nanti saja malam minggu minum bir bersama dengan Kevin pikirnya dalam hati, tak lama kemudian terlelap tertidur pulas mesti air mata masih terus menetes membasahi bantal miliknya.


--------------+Bersambung+---------------


Jangan lupa dukung terus karya author dengan saran dan kritiknya


Happy Fun Reading

__ADS_1


__ADS_2