Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Menjadi Buas


__ADS_3

Mei yang baru saja selesai mandi lalu berjalan kearah Frans dengan mengunakan kimono handuk putih yang disediakan oleh hotel, tubuh mungil yang putih mulus sempat terlihat lebih jelas didepan kamar mandi lalu kemudian tertutup kimono yang dikenakannya, dihadapan Frans yang sedang duduk sehabis menghabis kan sebatang rokok yang dihisapnya Mei langsung duduk dipangkuan Frans sambil menutup jendela yang dibuka oleh Frans agar asap rokok yang dihisapnya tidak memenuhi kamar setelah menutup tirai jendela dengan rapat Mei membisikan dengan lembut ditelinga Frans agar segera mandi dan masuk kedalam bed cover ranjang dimana nanti Mei menunggunya sambil memainkan tongkat miliknya yang mulai mengeras.


Frans yang tidak tahan dengan bisikan dan belaian lembut tangan mungil Mei lalu segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan pikirannya yang sudah melayang kemana-mana sejak memperhatikan Mei sedang membersihkan tubuhnya. Mungkin karena darahnya yang mulai mendidih hinga tubuhnya mulai terasa panas meski terkena air pancuran yang belum disetelnya ke mode air hangat Frans tidak merasakan kedinginan sama sekali, selesai membersihkan tubuhnya Frans yang sehabis mengelap kering tubuhnya bermaksud mengenakan kembali pakaiannya sebelum naik keatas tempat tidur. Namun segera dilarang oleh Mei dengan alasan pakaiannya dibiarkan saja dulu hingga saat mereka kembali nanti sudah kering, Frans yang sebenarnya mengerti maksud hati Mei lalu mengikuti saja keinginannya lalu segera masuk kedalam selimut dengan mengunakan ****** ***** saja agar tidak merasa kedinginan jika terlalu lama diluar.


Diatas ranjang Frans yang masih menjaga jaraknya dengan Mei karena merasa sungkan, dikagetkan dengan sentuhan kulit Mei yang entah sedari kapan sudah tidak mengunakan apapun untuk menutupi seluruh tubuhnya. Bahkan bagian bawah Frans dapat merasakan dengan jelas sentuhan dari rerumputan milik Mei yang tidak terlalu lebat seakan-akan sedang menyapu area pinggul miliknya, Frans yang merasa terkejut dengan sentuhan itu dengan refleks mengeser tubuhnya dari Mei.


"Koq minggir, badan cici gak menarik ya buat Frans" ucap Mei merasa sedih karena penolakan dari Frans


"Bukan gitu ci Mei, saya cuma sungkan aja. Takut nanti Mei kecewa sama saya, kalau saya sampe ngapa-ngapain cici" jawab Frans mencoba membuat Mei tidak salah paham terhadapnya


"Frans kamu mah emang polos atau pura-pura lugu sih, kalo cewe udah posisi begini artinya udah siap diapain aja" jawab Mei memasang muka kecawa


"Maksud saya, takut nanti ci Mei marah kecewa sama saya dikira saya cuma manfaat ci Mei, saya takut juga kalo sampe ketahuan keluarga cici terlebih kita gak ada ikatan apapun" jelas Frans

__ADS_1


"Udah kamu gak usah takut, keluarga cici juga gak akan tau atau marah. Kita berdua udah sama-sama dewasa bisa bertanggung jawab atas perbuatan kita" jawab Mei


"Meski nanti kita gak ada hubungan apa-apa cici gak masalah koq, emang maunya cici malam ini nginep berdua sama kamu dari dulu malah tapi kamu tolak terus, cici udah lama jadi janda butuh menyalurkan hasrat juga cici milih kamu karena cici yakin kamu laki-laki yang bertanggung jawab dan gak suka memanfaatkan cewe buat kepuasan aja. Cici juga gak sembarang milih cowo baru kamu pertama kali bikin cici kepengen lagi merasakan apa yang udah lama cici gak rasain sejak suami cici meninggal" lanjutnya


Frans yang merasa bersalah mendengar jawab dari Mei lalu segera memeluk tubuhnya dan langsung mencumbu bibir Mei dengan buas sehingga membuat lawan mainnya kewalahan, Frans yang tiba-tiba bagaikan hewan buas yang sedari tadi ingin melahap mangsanya karena memang sudah lama dirinya tidak pernah lagi bercocok tanam meski dirinya pernah bermain api dengan istri orang yaitu Tata namun tetap saja berbeda rasanya jika tidak memasukan tongkat ajaib miliknya dalam goa milik wanita dibandingkan dengan mengunakan tangan saja. Mei yang awalnya kaget dengan perubahan yang ditunjukan oleh Frans perlahan-lahan menikmati dan mengikuti irama dan tempo yang dibuat oleh musuhnya dalam selimut meski kini keduanya sudah tak perduli lagi dengan selimut yang awalnya menutupi tubuh keduanya kini entah berada dimana mereka tak memperdulikan lagi saat ini.


Puas melahap bagian atas tubuh Mei hingga meningalkan tanda merah bekas kecupan buas dari Frans disekitar wilayah pundak dan kaki gunung milik Mei, yang jika tidak diingatkan olehnya supaya tidak sampai ketahuan oleh anak dan keluarga Mei terutama oleh Juni sang informan lingkungan tempat tinggal mereka mungkin tanda itu juga akan berada dileher milik Mei. Jika hal ini terjadi dan terlihat dimata tetangga tentu akan membuat kehebohan didunia pergibahan para tetangga dan pasti akan membuat keduanya kesulitan mencari alibi untuk menghidari pertanyaan dari wartawan dadakan semacam Juni yang selama ini selalu kepo tentang hubungan keduanya bahkan tak jarang pura-pura memergoki Frans dan Mei yang sedang berduaan dirumah kevin.


Baru sepuluh menit bermain dalam tempo cepat dengan jab jab keras disertai dengan jump shoot Frans yang memang sudah terlalu buas akhirnya mencapai puncaknya dan merasa kelelahan tanpa menyadari bahwa lawan bertandingnya belum berkeringat sama sekali, Mei yang memang lebih berpengalaman dalam pertandingan satu lawan satu akhirnya membiarkan Frans untuk beristirahat dan mengambil nafas terlebih dahulu sebelum mengunakan pengalamannya selama ini untuk membuat hasrat bertanding Frans kembali menyala setelah mengatur nafasnya selama 15 menit, lalu membiarkan Mei bermain rodeo tentu saja Frans sebagai bantengnya hingga hampir 1 jam kemudian Frans kembali mencapai puncak permainannya disusul oleh Mei yang sudah hampir mencapai puncaknya.


Mei yang memang sangat berpengalaman dalam hal pertandingan dilapangan lunak cenderung memantul mampu membuat Frans kembali bergairah untuk bertanding setelah keduanya cukup beristirahat. Pertandingan 3 set malam ini memakan waktu hingga pagi menjelang meski skor 1 untuk Mei dan 3 untuk Frans tidak ada yang menang ataupun kalah dalam pertandingan ini hanya sama-sama terpuaskan dan kelelahan, diset ketiga yang kembali memakan waktu hampir 1 jam Mei yang tadi hampir menuju puncak akhirnya berhasil mencapai puncak kenikmatan yang telah lama tidak dirasakannya disusul oleh Frans tak lama kemudian setelah mencoba berbagai macam gaya bermain dengan tempo yang lambat cenderung cepat diakhir permainan, Frans yang lupa belum dipakaikan karet pengaman dipertandingan set ketiganya akhirnya melepaskan sisa-sisa perjuangannya yang tersimpan selama 2 bulan ini tanpa terhalang karet pengaman kedalam dinding goa milik Mei sambil berharap kealphaannya ini tidak sampai membuat Mei mengandung anaknya.


Merasa kelelahan keduanya langsung tertidur pulas dibalik selimut tebal sambil memeluk tubuh masing-masing agar tak merasa kedinginan, hingga hari menjelang siang baru terbangun dengan rasa puas diwajah masing-masing lalu membersihkan sisa peluh dan keringat bekas pertandingan semalam dan bergegas kembali menuju rumah masing-masing, Mei yang tak ingin ketahuan pergi menginap bersama Frans meminta diturunkan oleh Frans didepan SPBU tak jauh dari komplek tempat tinggalnya sementara itu Frans sendiri memilih untuk mampir kewarnet terlebih dahulu untuk mengecek akun tambang miliknya sambil menunggu Mei tiba dirumahnya terlebih dahulu barulah dirinya pulang untuk berganti pakaian dan beristirahat sejenak baru kembali lagi kewarnet.

__ADS_1


Dan benar saja baru saja Frans tiba dirumah sang detektif dadakan sekaligus wartawan gadungan Juni yang berdiri didepan pintu rumahya langsung membombardir Frans dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kemana dirinya semalam apakah pergi berduaan dengan Mei karena dirinya sempat melihat Mei baru kembali pulang kerumahnya sebelum Frans pulang, Frans yang memang sudah menduga hal ini akan terjadi langsung menjawab dengan alasan yang sudah disiapkan bahwa dirinya semalam menghabiskan malam tahun baruan dengan teman-teman warnetnya dan menginap disana hingga siang ini, sedangkan malam tadi dirinya hanya mengantarkan Mei menuju rumah teman kerjanya untuk tahun baruan disana, untung saja kevin yang memang menginap dirumah orang tuanya tidak bisa digali informasinya oleh Juni.


Juni yang tidak percaya begitu saja dengan jawab yang diberikan oleh Frans masih terus berusaha mengungkap tabir apakah gerangan yang sesungguhnya terjadi antara Frans dan Mei apakah benar sesuai dugaannya atau memang penyataan dari Frans benar adanya, terus mengulangi pertanyaan agar mendapatkan jawaban yang memuaskan. Frans yang dipusingkan oleh pertanyaan dari Juni meminta ijin untuk masuk kedalam untuk beristirahat karena kurang tidur setelah bergadang diwarnet, setelah masuk Frans mengirimkan pesan lewat aplikasi apakabar kepada Mei untuk menjawab sesuai dengan apa yang dberikannya kepada Juni dan meminta Mei sore ini setelah beristirahat untuk tetap datang kerumah kevin seperti biasanya agar Juni tidak semakin curiga dan menyebarkan gosip kemana-mana seperti yang dilakukannya terhadap kevin dan pacar barunya. Mei yang membalas pesan dari Frans mengucapkan terima kasih kepada Frans karena telah menemani dan memuaskannya malam tadi dan akan melakukan apa yang Frans minta sore nanti.


NB : Apa yang dilakukan oleh MC merupakan perbuatan bukan untuk ditiru ya kawan-kawan, Author hanya menceritakan kejadian yang dialami oleh MC dengan bumbu-bumbu manis tentunya mendekati kejadian aslinya


Pastikan sebisa mungkin melakukannya setelah mempunyai ikatan yang sah dimata hukum dan agama, jika terpaksa berbuat diluar pernikahan lakukan dengan aman dan bertanggung jawab kalau kata iklan mah "Safety can be fun"


-------------+Bersambung+--------------


Yuk dukung terus karya author dengan saran dan kritiknya


Happy Fun Reading

__ADS_1


__ADS_2