
Sejak kesalah pahaman yang terjadi antara keduanya hubungan Frans dengan Bella semakin dekat dan mesra meski Frans sebenarnya ingin mengungkapkan perasaan nya kepada Bella namun dijawab oleh Bella bahwa Frans tidak perlu menyatakan cinta karena dirinya telah mengetahui apa isi hati Frans lewat perhatian dan sikap serta perbuatannya terhadap dirinya dan Sam anaknya. Lagi pula keduanya bukan lagi anak remaja yang harus mengunakan kata-kata manis untuk menyatakan cinta atau meminjam istilah anak muda nembak pasangan, bagi Bella biarlah hubungan ini mengalir bagaikan air tanpa perlu harus menyatakan perasaan ditempat romantis atau dihadapan orang banyak cukup dengan kasih sayang dan perhatian yang diberikan oleh Frans terhadapnya khususnya untuk Sam anaknya yang memang sudah sangat dekat dengan Frans.
Bahkan saat Sam diantarkan pulang bersama dengan ibunya kerumah kontrakan Bella selepas diasuh ditempat Frans, seperti engan berpisah Sam selalu menanggis saat hendak ditinggal pulang oleh Frans jika tidak digendong hingga tertidur terlebih dahulu, Frans yang ingin membeli rumah sempat menawarkan Bella untuk tinggal dirumah yang nanti dibelinya dibandingkan harus mengontrak yang sewa perbulannya hampir separuh gajinya perbulan sehingga hutang disepupunya bisa cepat lunas, sebab meski Frans sudah berulang kali menawarkan melunasi hutangnya Bella masih saja menolaknya karena dirinya tidak ingin membebani Frans.
Padahal tanpa sepengetahuan Frans sepupu Bella telah menambahkan bunga pada hutang yang dimiliki Bella dengan harapan dirinya merasa kesulitan untuk melunasi semua hutangnya yang semakin bertambah besar dan menyetujui rencana perjodohan dengan adik ipar sepupunya, meski sebenarnya ingin protes karena hutangnya tiba-tiba dikenakan bunga 10% perbulannya namun tentu saja akan menjadi senjata untuk semakin menekan Bella untuk menyetujui permintaan sepupunya itu. Baginya hutang tetaplah hutang meski memberatkan selama gajinya masih bisa untuk membayar bunga serta sebagian kecil hutangnya setidaknya Bella masih merasa sanggup menanggung itu semua kecuali memang jika dirinya sudah tidak bisa membayar atau mencicil sebagian hutangnya barulah dia akan menerima tawaran Frans untuk bekerja dicafe miliknya, sedangkan tawaran untuk melunasi hutangnya Bella masih engan menerimanya meski Frans sendiri sudah mengatakan Bella bisa kapan saja membayarnya tanpa perlu memikirkannya.
Sementara ini rencana untuk membeli rumah harus ditunda oleh Frans selain Bella masih pikir-pikir dengan tawaran darinya, lokasi yang tepat juga belum didapatkannya sebab harga pasaran rumah yang tidak terlalu jauh dari cafenya tidak masuk dalam bugjet yang disiapankannya baik untuk uang muka maupun cicilan perbulannya, jika ada yang masih dalam kisaran dana yang disiapkan olehnya lokasi perumahannya terlalu jauh dan masih sepi penghuni tidak mungkin rasanya harus membiarkan ibu dan anak ini tinggal dilokasi perumahan yang belum banyak penghuninya, selain faktor keamanan juga faktor jarak tempuh dr tempat kerja keduanya menuju perumahan tersebut setidaknya membutuhkan waktu 1 hingga 2 jam tergantung kondisi jalanan yang terkadang padat oleh bubaran pekerja pabrik, lain soal jika keduanya sudah hidup bersama sehingga Frans tidak harus bolak-balik menjemput dan mengantar Bella dari rumah ke toko juga sebaliknya.
__ADS_1
Sebenarnya sejak keduanya berada diatas ranjang yang sama keinginan Frans untuk menjadikan Bella sebagai penganti mantan istrinya sudah diungkapkannya langsung didepannya bahwa Frans ingin melamar Bella sebagai istrinya yang sah sehingga setidaknya mereka bisa tinggal diatap yang sama seterusnya tanpa merasa khawatir perbuatan mereka yang tidur bersama meski tidak melakukan apa-apa menjadi persoalan dilain hari, namun keinginan Frans itu masih belum bisa terlaksana sebab Bella masih belum mau menerima lamaran Frans karena terkendala surat cerai dari pengadilan agama masih belum berada ditangannya meski dirinya sudah mengajukan permohonan cerai dipengadilan agama namun hingga saat ini suaminya masih belum mau menanda-tanganinya karena mengingkan sejumlah uang yang besarnya tidak masuk akal bagi Bella yang merasa justru dirinya lah yang dikhianati oleh mantan suaminya itu.
Untuk itulah Frans juga meminta ibu dari Bella mengurus surat perceraian anaknya dan menemui mantan menantunya agar nominal yang diminta olehnya tidak sebesar keinginannya saat ini, jika memang masih ngotot dengan nominal yang dimintanya Frans meminta tolong agar calon mertuanya itu mencarikan orang yang bisa mengurusnya dikampung halaman Bella dan biayanya nanti akan ditanggung sendiri oleh Frans dengan syarat surat cerai harus jadi terlebih dahulu dan berada ditangan calon mertuanya guna menghindari penipuan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
Keinginan Frans yang ingin menikahi Bella juga sudah mendapatkan restu dari calon mertuanya itu yang memang jadi lebih merasa tenang meninggalkan anak dan cucunya hidup dikota dan dirinya lebih memilih tinggal dikampung tanpa merasa khawatir dengan keadaan anak cucunya sebab sudah ada Frans yang merawatnya seperti saat ini, meski awalnya sempat ragu dengan Frans karena hasutan dari keponakannya namun setelah melihat anaknya Bella khususnya Sam cucunya lebih terlihat bahagia semenjak kehadiran Frans dalam hidup mereka barulah dirinya percaya bahwa kekasih anaknya bisa menjadi sosok suami dan ayah yang baik serta bisa merawat cucunya seperti anak sendiri, itulah mengapa saat mengetahui bahwa Bella dan Dam sering menginap ditempat Frans saat ia pulang ke kampung halaman dirinya tidak marah ataupun merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang membahayakan bagi anak dan cucunya.
Kondisi cafe miliknya saat ini juga masih terbilang stabil tanpa kenaikan dan penurunan omset yang berarti meski sudah banyak cafe-cafe yang menjamur disekitarnya, namun konsep yang ditawarkan oleh Frans masih mampu menarik minat pengunjung yang datang terlebih fasilitas wifi gratis yang disediakan setelah nilai transaksi pembelian tertentu tanpa batas waktu pemakaian selama jam operasional cafe masih buka menjadi primadona bagi siswa-siswi sekolah dan mahasiswa-mahasiswi kampus tak jauh dari cafenya yang bisa dengan tenang mengerjakan tugas sekolah atau kampus mereka tanpa harus mencari tempat lain atau mengunakan wifi sekolah/kampus yang meski gratis namun sering terkendala kecepatan jaringannya ataupun mati ketika digunakan.
__ADS_1
Begitu juga menu-menu yang ditawarkan Frans mencoba agar menu cafenya berbeda dengan menu yang disajikan dicafe yang lain meski untuk itu Frans atau kru yang diutusnya harus berpura-pura menjadi pengunjung dicafe disekitar yang terlihat ramai guna mencari info apa saja yang menjadi kelebihan dari cafe tersebut sehingga menjadi ramai meski belumlah seramai cafe miliknya, bukan bermaksud untuk memata-matai namun hanya mencari perbandingan saja tanpa merendahkan kualitas menu atau fasilitas cafe yang menjadi saingan cafenya, bagi Frans rejeki sudah diatur masing-masing jika nanti cafe saingannya lebih ramai dibandingkan cafe miliknya sudah tentu itu adalah rejeki sang pemilik yang mampu menyajikan menu dan fasilitas yang lebih baik dari cafe miliknya.
------------+Bersambung+-------------
Dukung terus karya author dengan like dan komennya dikolom komentar
Happy Fun Reading
__ADS_1
XoXo