Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Roda Berputar


__ADS_3

Frans yang merasa hidupnya begitu hancur, memutuskan untuk mampir ke mall kota gading, dirinya tidak ingin pulang kerumah dulu karena ingin mengilangkan kepedihan hatinya. Sesampai dimall kota gading suasana masih begitu ramai, maklum saja hari ini merupakan malam minggu. Sehingga banyak muda mudi maupun pasangan muda yang menghabiskan waktu mereka baik hanya sekedar berkumpul bersama maupun makan malam bersama. Karena memang akhir pekan jam operasional mall berlaku sampai jam 3 pagi sehingga meski sudah hampir larut malam masih banyak pengujung yang belum beranjak dari tempatnya.


Konsep tenant mall yang mengusung tema outdoor dengan berbagai macam tenant yang menyediakan berbagai pilihan masakan mulai dari restoran khas lokal hingga restoran dengan konsep luar negeri. Frans yang nampak begitu lelah seakan tiada lagi gairah hidup memilih duduk disamping tenant yang menyediakan berbagai jenis minuman beralkohol, setelah 1 pitcher bir yang dipesannya datang lengkap bonus cemilan kacangnya Frans langsung menenguk habis segelas bir tanpa tersisa.


Alunan lagu-lagu bertema cinta yang dibawakan oleh band lokal yang disediakan oleh pihak mall, rasanya seperti menyiramkan air garam diatas luka. Frans ingin meriquest lagu-lagu bertema patah hati untuk sekedar menghibur hatinya, namun urung dilakukannya karena merasa tidak etis rasanya bukankah sebagian besar pengunjung yang datang ingin menikmati waktu bersama pasangannya. Ahh rasanya aku sendiri yang berada ditempat yang salah, pikirnya dalam hati.


Tak terasa sudah 3 gelas bir yang diteguknya sekaligus ditemani cemilan kacang yang begitu enak sehingga tidak bisa berhenti memakannya hingga sudah mau habis. Frans yang memanggil pelayan bar tempatnya berada meminta tambahan cemilan kacang sambil memesan sebotol minuman dengan kadar alkohol lebih tinggi untuk dicampur dengan bir yang terlebih dahulu dipesannya yang sudah tersisa 1/2 pitcher.


Merasa bosan jika rasanya hanya sendirian, Frans kemudian menghubungi temannya Kevin untuk datang ke mall kota gading menemaninya melalui malam ini sekedar mendengarkan isi hatinya yang baru saja resmi bercerai. Kevin yang memang saat itu sedang bosan hanya sendirian dirumahnya langsung meluncur menuju mall setelah dihubungi oleh Frans. Setelah kurang lebih 40 menit perjalanan mengunakan ojek online tibalah dia ditempat pertemuan.


"Wuihh ada acara apa nih bro, tumben ngajak gw minum" ucap Kevin yang baru saja tiba langsung duduk dikursi.


"Bosen gw minum sendirian, gak ada yang bisa diajak ngobrol. Makanya gw langsung nelpon lu kemari" jawab Frans yang lalu meminta gelas tambahan kepada pelayan bar.


"Lah bukannya lu setahu gw gak pernah minum kecuali bir, mang bini gak marah nanti" tanya Kevin melihat botol kosong minuman yang kadar alkoholnya lebih dari 25%


"Ya gak apa-apalah sekali-kali, lagian gw sama Rissa udah resmi pisah" jawab Frans sambil menuangkan minuman yang diraciknya kedalam gelas milik Kevin.


"Sorry Bro, maaf gw gak tau" ucap Kevin yang merasa tidak enak kepada temannya


"Santai aja bro, lagian gw juga gak mau minum sampe mabok. Ntar nambah bir aja lagi klo udah habis yang dipitcher" jawab Frans langsung meneguk minuman didalam gelasnya

__ADS_1


Malam itu mereka berdua menghabiskan waktu saling bertukar pikiran dan mendengarkan curhatan masalah hidup masing masing, hingga tak terasa waktu jam tutup operasional mall sudah tiba. Frans yang memang sedari awal malas pulang kerumah memesan beberapa kaleng bir lagi, untuk melanjutkan minum dirumah Kevin. Keduanya melanjutkan minum dan obrolnya hingga matahari mulai nampak bersinar diujung timur barulah keduanya tertidur karena kelelahan dan mengantuk.


Siang harinya setelah membelikan makan untuk dirinya dan Kevin Frans langsung kembali pulang kerumah kontrakannya untuk mengantarkan barang-barang milik mantan istrinya Rissa yang semalam tidak bisa dibawa. Setibanya dirumah selesai merapihkan pakaian milik Rissa yang dimasukannya didalam kardus, Frans menemukan kalung emas milik Rissa diatas meja kecil disamping ranjang miliknya. Kalung dengan liontin berbentuk hati dengan ukiran "FS" inisial nama mereka berdua, yang dipakaikan oleh Frans dileher mantan istrinya saat melamar Rissa dulu. Kalung yang dulu sempat dihina oleh mantan kakak iparnya Donna dan juga beberapa anggota keluarga besar dari Rissa hanya karena beratnya tidak sampai 10 gram.


Dirumah kediaman keluarga wie sesaat selesai acara lamaran Frans kepada Rissa


"Calon laki lu kerja apa sih sa, masa ngasih lu kalung tipis gini. Paling 8 gram juga gak nyampe ini mah" ucap tante dari Rissa salah satu adik dari David wie


"Yak maklum aja Oo, kerja cuma jadi kepala gudang apa yang mau diharapin, pesta juga kalo bukan papa yang tanggung pasti diadain seadanya" celetuk Donna menjawab ucapan dari tantenya


"Udah knapa Oo, Ci. Biar kelihatannya setidaknya dia udah usaha ngasih kalung yang aku aku pilih sendiri" ucap Rissa membela calon suaminya saat itu, untung saja Frans dan keluarga yang hadir sudah meninggalkan kediaman keluarga wie


"Jadi yang kemaren dulu papa lu minjem duit ke Oo, buat pesta ini" lanjut tante dari Rissa dan Donna


Rissa yang tidak ingin merusak hari bahagianya saat ini memilih tidak memperdulikan pembicaraan dari kedua tante dan kakak perempuannya


Kalung yang dipilih sendiri modelnha oleh mantan istrinya ini, diletakan disamping kotak bekas tempat Rissa menaruh peralatan make upnya. Mungkin Rissa lupa memakainya kembali atau memang sengaja ditinggalkannya entahlah Frans pun tidak mengetahui alasan Rissa. Setelah menyimpan kalung milik mantan istrinya ditas selempang miliknya, Frans lalu berangkat mengantarkan sisa barang milik mantan istrinya menuju kediaman keluarga wie.


Tak lama kemudian setibanya dikediaman keluarga wie, Fran yang hendak memarkirkan motornya langsung disapa oleh Rudy Tan suami dari Joice. Salah satu orang yang paling dekat denga dirinya maupun Rissa dikeluarga David Wie


" Udah dari tadi ko? Rissa ada didalemkan" ucap Frans membalas sapaan dari Rudy

__ADS_1


"Udah dari tadi pagi, nganterin anak bini gw doank, telat lu bro, udah pada pergi ke JB dari jam 11 tadi, didalem ada Johan sama Susan doang" jawab Rudy sambil menyalakan rokok miliknya didalam saung bambu dekat parkiran sebelah rumah keluarga wie


"Oh ya udah ko, ogut naroh barang2 dl bentar" jawab Frans sambil melepaskan ikatan kardus yang dibawanya tadi yang berisikan pakaian dan barang-barang milik mantan istrinya, lalu membawanya kedalam rumah keluarga wie. Selepas meletak barang-barang yang dibawanya Frans kemudian kembali keparkiran tempat Rudy berada.


"Ogut nitip kalung punya Rissa ya ko, ketinggalan dikontrakan" ucap Frans sambil menyerahkan kalung milik mantan istrinya kepada Rudy


"Iya ntar gw kasihiin ke dia, Lu yang sabar ya bro, sori gw gak bisa bantu lu berdua apa-apa. Gw juga posisinya cuma mantu dikeluarga ini" ucap Rudy yang mengambil kalung yang diserahkan oleh Frans


"Terlebih udah si Donna udah bawa-bawa mama, klo gw punya penghasilan tetap sih bisa gw yang nanggung mama. Gw cuma ngandelin kalo proyek goal doank, cuma emang kalo sekali cair lumayan, tapi ya gak tentu" lanjut Rudy sambil menawarkan rokok miliknya kepada Frans


"Iya ko, gak apa-apa emang udah takdirnya saya sama Rissa begini. Ogut udah terima ko" jawab Frans sambil menghembuskan asap rokok yang dihisapnya


"Gw juga ketolong karna udah kebeli rumah dari hasil proyek kelapa sawit di KL, klo gak mah yang ada gw juga ditindas sama Donna"


"Lu jangan berkecil hati bro, inget roda itu pasti berputar gak selamanya ada dibawah atau diatas terus. Lu harus tunjukin kesemua yang udah menindas lu, kalo lu juga bisa sukses" ucap Rudy menguatkan hati Frans


"Iya ko, makasih"


Setelah mengobrol beberapa lama dengan Rudy Tan, mengingat hari telah menjelang sore. Frans yang masih nampak kelelahan kemudian pamit untuk pulang kepada Rudy


Diperjalaan Frans mengingat ucapan Rudy Tan soal Roda yang pasti akan berputar, tak selalu ada dibawah dan tak terus-terusan berada diatas, seperti itulah kehidupan dan nasib manusia akan ada masanya naik atau turun. Orang yang kaya dari lahirpun akan waktunya jatuh miskin jika tidak bisa memanajemen keuangannya dengan baik, juga jika Tuhan menghendakinya untuk jatuh.

__ADS_1


--------------Bersambung---------------


Happy Fun Reading


__ADS_2