
Pasca pemakaman ayahnya, Frans memutuskan untuk tetap tinggal direstoran milik alm. Ridwan untuk membantu menjalankan bisnis milik ayahnya itu. Semua keperluan bahan masakan untuk restoran dikerjakan oleh Lela dibantu oleh seorang keponakannya, sedangkan Frans hanya membantu memasak dan melayani pesanan pelanggan yang datang. Meski baru 2 bulan membantu banyak langganan Ridwan yang mengatakan cita rasa masakannya sama dengan masakan yang dimasak oleh alm. ayahnya.
Ibarat pepatah yang mengatakan buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kemampuan memasak miliknya diturunkan oleh Ridwan dan alm. Ibunya yang memang semasa hidup mereka pernah bekerja sebagai koki restoran saat keduanya bertemu dulu. Hanya dengan melihat resep masakan Frans bisa memasak setiap menu dengan baik.
Untung saja jam buka restoran yang dari sore hari sampai jam 10 malam tidak tertalu menganggu aktivitas pekerjaannya dikantor. Pelanggan yang datang pun tidak terlalu ramai dihari biasa hanya akhir pekan saja yang membuatnya mengeluarkan tenaga ekstra, beruntung Frans yang memang libur kerja setiap hari sabtu minggu jadi bisa beristirahat dengan tenang saat restoran sudah tutup.
Namun terkadang niat baik seseorang tidak selalu bisa diterima begitu saja, begitu juga maksud baik dan niat tulus dirinya tidak diterima oleh Lela istri muda alm. Ridwan. Lela menganggap kehadiran Frans direstoran milik suaminya bermaksud ingin merebut usaha yang kini menjadi miliknya, tak jarang Lela memfitnah dirinya dibelakang. Frans dikatakan sering mengambil uang pendapatan restoran tanpa sepengetahuan Lela termasuk kepada Yenni istri pertama ayahnya, namun Udin pemilik warung pecel lele disamping restoran milik alm. Ridwan membantah hal tersebut kepada Yenni yang sering makan diwarung miliknya.
Udin yang mengetahui keadaan sebenarnya dari Frans selama tinggal membantu usaha milik ayahnya tersebut mengungkapkan kepada Yenni, bahwa selama 2 bulan ini Frans tidak pernah sekalipun mengunakan uang pemasukan dari usaha Ridwan untuk keperluan pribadinya, bahkan uang pembayaran dari tamu yang datang selalu dipegang oleh adik dari Lela, bahkan untuk makan sehari-hari Frans sangat jarang sekali makan direstoran ayahnya. Bahkan untuk makan Frans selalu berhutang dulu diwarung milikinya dan setiap akhir pekan baru dibayar olehnya.
Mengetahui hal tersebut Yenni langsung menasehati Frans untuk tidak usah membantu lagi direstoran milik Ridwan, bahkan Fransiska adik tirinya saat mengunjungi Frans direstoran meminta Frans untuk pergi saja dari restoran itu. Karena memang seluruh anak-anak dari Yenni tidak menyukai kehadiran Lela dalam kehidupan keluarga mereka, Jika bukan karena Putri dan Niko yang merupakan anak kandung Ridwan ayah mereka, tak ingin sekalipun mereka peduli dengan keadaan Lela.
Frans yang sedari awal tidak perduli dengan ucapan dari Lela termasuk segala fitnahan terhadap dirinya, karena baginya hanya ingin kedua adiknya Putri dan Niko bisa mendapatkan perhatian dari Lela tanpa disibukan harus mengurus restoran milik Ridwan. Terlebih fitnahan dari Lela tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan hinaan dan cacian yang diterimanya dari Donna mantan kakak iparnya dan keluarga dari Rissa yang tidak menyukai dirinya.
Frans yang memang tidak tahu harus tinggal dimana pasca perceraiannya dengan Rissa, sebab itulah dirinya memilih menumpang untuk tinggal direstoran milik ayahnya sembari membantu agar restoran milik Ridwan dapat terus berjalan, bahkan segala kebutuhannya ditanggung sendiri karena dia masih mendapatkan gaji dari perkerjaannya dikantor.
Frans yang hanya menginginkan ketenangan batinnya pasca perceraiannya dengan Rissa tak ingin keadaan tambah rumit lagi akhirnya memutuskan pindah dari restoran milik ayahnya, setelah berpamitan kepada pemilik usaha dan karyawan sekitar restoran milik ayahnya dan menitipkan kunci restoran kepada udin pemilik warung pecel lele tetangganya selama tinggal disana. Frans lalu membawa semua barang miliknya mengunakan fransa motor blade kesayangannya menuju kekantornya, sepertinya setelah menaruh barang-barangnya dikantor nanti Frans memutuskan untuk berkeliling mencari tempat tinggal yang nyaman baginya.
Setelah berkeliling dari siang sampai sore hari disekitar perbatasan kota JB dengan kota TK, Frans masih belum menemukan kontrakan maupun kosan yang memiliki lingkungan yang cocok untuk dirinya. Karena sudah lelah berkeliling tanpa hasil Frans memutuskan mampir disebuah minimarket yang mulai berjamuran dimana-mana, setelah membeli sebotol minuman bersoda dan makanan ringan Frans lalu menghubungi kevin.
"Lu lagi dimana vin" tanya Frans membuka pembicaraan
"Dirumah bro, mau kemana gw gak ada kendaraan" jawab kevin
"Jalan yuk ke mall gading, lagi pusing gw. Gw jemput kerumah ya" lanjut Frans
"Ya udah ayo, gw siap-siap dulu" ucap Kevin lagi bergegas mandi dan bertukar pakaian
__ADS_1
Setelah menjemput Kevin keduanya pun langsung meluncur menuju mall kota gading. Setibanya didalam mall keduanya langsung menuju supermarket untuk membeli minuman dan makanan ringan sebagai teman untuk mengobrol nanti, selesai berbelanja keduanya langsung mencari tempat duduk ditengah halaman outdoor mall tak jauh dari panggung hiburan live music.
Keadaan mall yang mulai ramai pengunjung dihari minggu sore itu, sempat membuat keduanya mendapatkan kursi untuk mengobrol. Namun akhirnya setelah menemukan meja yang kosong keduanya langsung meletakan barang bawaan mereka ditengah meja.
"Lu pusing knapa bro" tanya Kevin sambil membuka bungkus kacang kulit untuk teman mengobrol
"Gw bingung mau nyari kontrakan kemana, dari siang tadi muter seharian gak dapet yang cocok" jawab Frans yang ikut menikmati kacang yang tadi dibeli oleh Kevin
"Lah bukannya lu katanya tinggal dikios bokap lu, sambil bantuin disana" tanya Kevib lagi
"Justru itu tadinya kan gw niatnya bantu-bantu disana biar usaha bokap gw tetep jalan, sementara bini mudanya fokus ngurus anak aja"
"Tapi gw malah dituduh macem-macem, dibilang ngambil duitlah suka habisin bahan masakan. Padahal gw selama disana gak pernah minta duit sama dia, Kasir juga yang megang adik bini muda bokap gw"
"Buat makan sehari-hari gw keluar duit sendiri yang ada, paling gw make sayur doang buat bikin mie instan" ucap Frans yang terlihat sedikit kesal dengan perlakuan Lela istri muda alm. Ridwan ayahnya
"Terus lu balik ke mess kantor lagi jadinya, memang lu nyari kemana aja tadi?" tanya Kevin lebih lanjut
"Kalau lu mau ini juga ya, dari pada lu ngekost atau atau ngontrak sayang duitnya. Lu tinggal bareng gw aja dulu, ya emang rumah gw kondisinya masih berantakan. Sekarang gw udah kerja posisinya nanti pelan-pelan gw perbaikin rumah gw" ucap Kevin mencoba menawarkan solusi bagi teman baiknya
"Nanti dah gw pikir-pikir dulu" jawab Frans sambil berterima kasih atas tawaran yang diberikan Kevin
Keduanya kemudian lanjut mengobrol sambil memenikmati alunan lagu dari live music yang baru dimulai, sambil ditemani makanan dan minuman yang dibeli oleh keduanya disupermarket tadi. Saat sedang asik mengobrol keduanya nampak melihat seseorang yang familiar dimata mereka tak jauh dari tempat duduk mereka berada. Ya seseorang yang sangat dikenal baik oleh mereka berdua teman semasa SMK dulu dan mantan istri dari Frans, ya sosok itu adalah Rissa yang sedang berjalan berdampingan dengan seorang lelaki yang tak dikenal oleh Frans didepan keduanya nampak Donna beserta suami dan anak-anaknya serta Jessi dan Johan bersama istrinya Susan dan anaknya dibelakang Rissa.
Rissa yang tak sengaja melihat Frans dan Kevin nampak langsung memalingkan muka nampak kaget dengan kehadiran mantan suaminya di mall itu.
"Bro itu bukannya Rissa sama keluarganya" tanya Kevin yang nampak terkejut melihat Rissa mantan istri dari Frans beserta keluarganya
__ADS_1
"Iya gw juga lihat, cuma cowo yang disebelahnya siapa ya, gw tanya Happy dulu deh" ucap Frans yang terkejut melihat Rissa berjalan berdampingan dengan lelaki yang tak dikenalnya segera menghubungi Happy sahabat mantan istrinya itu.
"Haloo bu, lagi dimana" tanya Frans kepada Happy
"Dirumah pak sama laki dan anak gw, knapa lim tumben lu tiba-tiba langsung nelpon biasa sms gw dulu" jawab Happy
"Gw lagi di mall gading sama Kevin, gw tadi liat Rissa sama keluarganya, tapi gw juga liat Rissa jalan disamping cowo yang badan sama mukanya hampir mirip gw, lu tau info gak bu siapa cowo itu, gw gak kenal soalnya" tanya Frans dengan suara agak berat
"Sebelumnya maaf ya lim, gw bukannya gw gak mau kasih tau elu, soalnya gw takut lu tambah sedih. Lu inget Freddy gak lim? temen kuliah bini lu dulu" jawab Happy menjelaskan
"Maaf kenapa Hep, kasih tau apaan. Iya gw inget yang dulu pernah godain Rissa kan" lanjut Frans penuh keheranan
"Sebenernya kalo kata laki gw si Ran, Rissa sama Freddy udah berapa bulan ini suka jalan bareng, klo sabtu dia yang anter jemput Rissa kekantor, cuma gw juga gak tau lebih lanjut lagi, Rissa juga udah gak pernah curhat masalah dia ke gw lagi" ucap Happy menjelaskan keadaan sebenarnya yang diketahui olehnya
"Pantes aja dia langsung berubah sikapnya sama gw, ya udah makasih ya bu, lu gak usah merasa gak enak sama gw, bukan salah elu koq Hep" lanjut Frans kepada Happy
"Iya lim sama-sama, lu yang sabar ya. Udah jangan mikirin Rissa lagi, lu pasti bisa koq lupain dia dan dapet yang lebih pantas buat lu" jawab Happy yang sebenarnya juga tidak mengira bahwa sahabatnya begitu cepat berpaling hati kepada lelaki lain. Padahal selama ini dirinya mengetahui betapa besar perasaan dan pengorbanan Frans terhadap Rissa sahabatnya
Kevin yang mendengar percakapan antara Frans dan Happy hanya bisa menenangkan perasaan Frans yang mulai nampak raut wajahnya begitu memilukan, Kevin pun mengajak Frans untuk berpindah tempat ngobrol mereka namun ditolak oleh Frans karena tak ingin kemana-mana lagi. Akhirnya keduanya pun kembali melanjutkan obrolannya hingga malam hari.
Frans yang kembali rapuh, tak menyangka bahwa mantan istrinya itu sudah dekat dengan lelaki lain, padahal perceraian mereka baru seumur jagung. Sebenarnya bukan itu yang paling membuatnya sakit hati, jikalau Rissa mau berterus terang kepadanya tentang perasaannya selama ini atau setelah mereka bercerai mungkin dirinya akan lebih menerima dibandingkan jika mengetahui dari orang lain atau tak sengaja melihatnya bersama laki-laki lain seperti sekarang ini.
Semanis-manisnya suatu kebohongan akan terasa sangat pahit saat diketahui kebenarannya
Sepahit-pahitnya suatu kebenaran akan terasa manis diakhirnya nanti
------------+Bersambung+------------
__ADS_1
Dukung terus karya author dengan saran dan kritiknya
Happy Fun Reading