
Usaha cafe warung gaul 88 milik Frans telah berhasil melewati 3 bulan pertama hal ini dibuktikan dengan selalu penuhnya kursi pengunjung saat jam makan siang juga sore hingga malam hari terutama saat akhir pekan membuat sebagian para pengunjung yang tidak kebagian tempat duduk rela menunggu terlebih dahulu, demi mengatasi hal ini Frans meminta ijin kepada pemilik tempat untuk membangun tempat outdoor didepan ruko yang disewanya untuk menambah kapasitas pengunjung hingga 60 orang plus panggung mini untuk live band sebagai sarana hiburan bagi pengunjung.
Frans sendiri tidak terlalu dibebankan dengan biaya untuk pertunjukan live musik akustik setiap malam hari hanya cukup menyediakan sound sistem dan speakernya saja, sedangkan alat musik dibawa sendiri oleh para musisi amatir yang ingin mencari uang tambahan dari saweran serta menambah jam terbang skill musik mereka dihadapan para pengunjung yang hadir setelah membaca iklan yang ditempelkan oleh Frans dicafe miliknya yang sedang mencari musisi amatir untuk tampil menghibur pengunjung cafe tanpa bayaran hanya mengandalkan uang saweran saja, tentu saja iklan ini menarik perhatian band-band kampus dan sekolah dekat cafenya.
Karena kesibukannya mengurus cafe miliknya Frans sendiri menjadi jarang bertemu dengan Mei sehingga membuat hubungan keduanya tidak sehangat dulu, meski sesekali Frans mengunjungi rumah Mei saat cafenya tutup lebih awal saat sedang sepi pengunjung dimalam hari dan memberikan kesempatan kru cafenya beristirahat lebih awal setelah sibuk melayani pengunjung disiang hari, kru cafenya juga sudah bertambah menjadi 5 orang termasuk barista dan koki menu-menu spesial cafe miliknya sedangkan Frans sendiri kini fokus dimeja kasir dan melayani para pengunjung yang dapat untuk sekedar mengobrol dan meminta saran dari para pengunjung fasilitas atau menu baru apa yang mereka inginkan.
Mei yang awalnya sempat merasa tidak diperhatikan lagi oleh Frans karena jarang menemuinya hanya beberapa kali dalam seminggu mulai bisa menerima hal ini setelah melihat langsung kesibukan Frans dicafe miliknya, meski dalam hatinya dirinya sangat haus akan sentuhan dan sudah lama tidak tersalurkan hasrat birahinya hingga memaksa Frans untuk melayaninya dikamar atas cafe saat semua kru sudah pulang kerumah masing-masing. Frans sendiri sedang memikirkan untuk mencari waktu agar para kru cafe miliknya setidaknya memiliki waktu libur 1 hari dalam seminggu meski harus secara bergantian jika ingin menutup cafe seminggu sekali sulit dilakukan sebab meskipun kegiatan kampus maupun sekolah sedang diliburkan tetap saja cafe miliknya selalu ramai pengunjung karena sudah dikenal sebagai tempat kongkow yang asik dan ringan dikantong dikalangan anak muda.
__ADS_1
Untuk semakin menarik minat pengunjung dalam sebulan sekali Frans selalu mengadakan turnamen offline game mobile online batle arena yang sedang digandrungi oleh anak-anak muda meski hanya menawarkan hadiah total jutaan saja tidak menghalangi minat peserta yang ingin ikut turnamen hingga mencapai puluhan perserta setiap bulannya, Frans pun mulai mendapatkan tawaran dari sponsor yang ingin mensponsori turnamen yang diadakan dicafe miliknya bahkan turnamen rutin yang diadakannya rupanya mendapatkan perhatian dari pihak pengembang game yang dilombakan dengan menjadikan salah satu turnamen bulanannya sebagai babak penyisihan turnamen resmi baik tingkat kota maupun provinsi yang diadakan setiap setahun sekali.
Menjelang pergantian tahun baru Frans mendapatkan undangan untuk mengikuti reuni akbar alumnin angkatan sekolah SMKnya dulu yang akan diadakan selama 3 hari 2 malam dikota JK yang terkenal akan keberadaan candi terbesar didunia yang masuk kedalam salah satu keajaiban dunia, Mei yang awalnya ingin ikut pergi bersama Frans sekaligus berlibur dimalam pergantian tahun baru namun terpaksa membatalkan niatnya itu karena tidak mendapatkan cuti dari pabriknya sebab cuti tahunannya sudah habis digunakan saat libur hari raya keagamaan beberapa bulan yang lalu. Frans sebenarnya malas untuk pergi keacara reuni itu karena kehadiran Rissa mantan istrinya diacara tersebut namun setelah dipaksa oleh Happy diapun terpaksa menurutinya, dan berencana untuk mengajak Neng ikut dengannya namun tidak jadi karena takut timbul kesalahpahaman antara dirinya dengan Mei.
Sedangkan cafe miliknya akan diserahkan kepada anak buah kepercayaannya dibantu oleh Fatur yang memang sering nongkrong dicafe miliknya bersama dengan Rey hampir setiap malam sambil bermain game online dilaptop atau ponsel masing-masing, Frans yang memang tinggal sendiri dicafe miliknya sering malas untuk kemana-mana ketika cafe sudah tutup karena merasa lelah tak jarang pula baik Mei mau pun Neng menginap disana saat sedang main ke cafe miliknya, Neng yang sering membantu dicafe milik Frans memang cukup sering menginap dikamar milik pacar ibunya terlebih saat sedang bertengkar dengan Mei, sedangkan Frans memilik tidur diruangan tempatnya bersantai sekaligus menjadi ruangan kerjanya dilantai atas cafe miliknya agar tidak sesuatu yang tidak diinginkan antara dirinya dengan Neng. Sempat memang Mei cemburu dengan anaknya sendiri karena cukup sering menginap ditempat Frans namun karena dijelaskan oleh Frans bahwa dirinya tidak berbuat apapun bahkan tidur diruangan yang terpisah dengan melakukan panggilan video dengan Mei barulah dirinya mengerti memang tidak ada hubungan apapun antara Frans dengan Neng dibelakangnya.
Setibanya dikota JK rombongan peserta diinapkan disalah satu hotel yang disewa oleh panitia setelah pembagian kamar masing-masing hanya Frans dan Rissa belum mendapatkan kamar kerena tidak mungkin keduanya menginap dikamar yang sama karena keterbatasan kamar hotel sebab ada beberapa tamu yang belum check out dari kamar yang disewa oleh panitia, tak ingin harus menunggu dilobi lebih lama sampai tamu yang menempati kamarnya checkout Frans lalu memesan kamar sendiri meski harus merogoh kantong pribadinya sedangkan Rissa memesan kasur tambahan dikamar Happy biaya keduanya ditanggung oleh Frans yang meminta Rissa mengunakan uangnya saja agar mantan istrinya itu bisa berbelanja selama acara reuni berlangsung.
__ADS_1
Setelah semua rombongan peserta masuk kekamar masing-masing Frans masih harus menunggu kamar yang dipesannya selesai dibersihkan dicafe restoran hotel, dirinya yang terpisah dari rombongan tidak mempersoalkan letak kamarnya berada dilantai yang berbeda dengan peserta yang lain lalu menghabiskan waktunya memesan kopi dan menghisap rokok diarea khusus merokok dicafe restoran. Bagi Frans ini kedua kalinya dia berada dikota JK yang pertama saat menghadiri pernikahan Viola sepupunya anak dari tante Nita setahun yang lalu, sehingga sebenarnya Frans tidak tertalu tertarik mengunjungi candi tempat acara reuni dilakukan karena sudah pernah kesana sebelumnya, saat tengah menikmati segelas kopi dan sebatang rokok menthol kesukaannya Frans dihampiri oleh Happy dan Rissa yang memang sedang menuju restoran hotel karena anak dari Happy merasa lapar, Ran suami happy meski berada dikantor yang sama dengan Rissa tidak bisa ikut menghadiri acara reuni karena diwajibkan masuk oleh atasannya sebab sedang banyak pekerjaan yang harus selesaikan itulah mengapa Happy hanya berangkat dengan kedua anaknya saja.
Ketiganya lalu mengobrol bersama dicafe hotel hingga salah satu staff hotel menyerahkan kunci kamarnya yang telah selesai dirapihkan barulah ketiganya berpisah menuju kamar masing-masing. Setibanya dikamar Frans yang merasa sangat lelah lalu membersihkan dirinya sebelum merabahkan tubuhnya diatas ranjang hotel yang sangat empuk jauh berbeda dengan kasur busa miliknya dikamar tidurnya diatas cafe, setelah menelpon Mei dan kru cafe untuk mengabari bahwa dirinya telah sampai dikota JK serta menanyakan keadaan cafe miliknya Frans berniat untuk memejamkan kedua matanya agar besok bagi tidak terlambat untuk sarapan.
------------+Bersambung+-----------
Happy Fun Reading
__ADS_1
XOXO