
Frans yang perlahan-lahan mencoba bangkit kembali menyibukan diri dengan perkerjaan dikantornya, dirinya mencoba menghapus semua kenangan antara dirinya dan Rissa termasuk barang-barang yang ada hubungannya dengan mantan istrinya. Motor blade kesayangannya yang diatas namakan Rissa dijual juga olehnya, karena tidak ingin masalalu antara dia dan Rissa terus-terusan membayanginya dan juga karena blade kesayangannya sudah mulai termakan usia Frans tidak sanggup jika nanti harus turun mesin lagi karena semenjak pindah jabatan dirinya lebih sering bertugas diluar kantor.
Tak jarang Frans harus mengeluarkan uang ekstra untuk menganti sparepart agar blade kesayangannya kembali prima. Dari pada harus mengeluarkan biaya lebih lagi nantinya Frans berpikir sebaiknya motornya dijual saja, dan uang hasil penjualnya akan digunakan untuk uang muka membeli motor baru.
Rissa yang mengetahui motor yang dulu uang mukanya mengunakan uang miliknya sempat memarahi Frans karena menjual motor hanya karena ingin segera melupakannya, namun Frans menjelaskan tidak ingin harus mencari Rissa nantinya hanya untuk meminjam KTP milik Rissa untuk memperpanjang pajak STNK blade miliknya, terlebih saat ini Rissa sudah memiliki kekasih baru. Frans tidak ingin menganggu hubungan mereka, meski sebenarnya Frans ingin sekali menghajar lelaki yang sudah merebut mantan istrinya itu.
Beberapa hari setelah blade kesayangan terjual Frans memutuskan untuk membeli motor sport secara kredit, setelah memilih uang muka dan angsuran perbulan yang tidak memberatkannya pilihannya jatuh pada verza 150 denga warna hitam dominan. Impiannya memiliki motor sport kopling akhirnya terwujudkan saat ini, setelah belajar menjalankan motor dengan kopling sambil menunggu surat motor terbit barulah dirinya akan mencoba membawa kuda besi miliknya kejalan raya.
Setelah 10 hari lamanya menunggu STNK motornya terbit Frans segera mengendarai verza miliknya menuju rumah Kevin sambil membawa beberapa pakaian dan barang miliknya karena minggu depan seluruh kegiatan dikantornya terhenti karena sudah memasuki libur lebaran, Frans yang tak ingin hanya berada dikantor selama libur lebaran akhirnya memilih untuk menginap ditempat Kevin selama liburan.
Saat hendak berangkat menuju rumah Kevin, Frans dikagetkan oleh panggilan masuk ke hp miliknya. Rupanya panggilan dari sepupunya Andi anak tertua dari tantenya Nita memintanya untuk segera menuju rumah tantenya dikota SBD karena mereka ingin mengajaknya liburan ke pulau BL, Frans yang mendapatkan panggilan dari Andi, segera menghubungi Kevin untuk mengabarkan bahwa dirinya tidak jadi menumpang menginap dirumah Kevin.
__ADS_1
Setelah meletakan barang-barang yang tidak jadi dibawanya kerumah Kevin, Frans lalu mengemas pakaian ganti kekoper miliknya lalu bergegas menuju kota SBD. Setibanya dikota SBD Frans sempat merasa kecewa karena mengira bahwa seluruh tiket dan akomodasinya selama dipulau BL ditanggung oleh Andi, namun ternyata dirinya masih harus membayar tiket dan kamar hotel selama dipulau BL namun hanya separuhnya saja. Untung saja sisa uang ditabungannya masih ada 3 juta lebih, setelah berpikir sesaat akhirnya Frans nekat mengambil keputusan untuk ikut berangkat kesana.
Biaya tiket pulang pergi dan sewa kamar hotel selama 4 hari 3 malam menghabiskan sekitar 4 juta karena hanya perlu membayar separuhnya saja Frans lalu mentransfer 2 juta saja kepada Andi untuk uang tiket dan kamar hotel diminimarket tempatnya berbelanja kebutuhan selama liburan dipulau BL tak jauh dari rumah tantenya. Demi mendapatkan harga tiket termurah seluruh rombongan Frans dan keluarga tante Nita memilih penerbangan pada subuh pagi, Frans yang baru pertama kalinya liburan kepulau BL memilih untuk tidak tidur menunggu keberangkatan menuju bandara nanti, selain tidak bisa tidur karena memang dirinya dari kamarin malam sampai siang tadi sudah cukup tidur, mungkin nanti saja ketika dipesawat baru dirinya akan tidur.
Penerbangan pukul empat pagi membuat Frans dan keluarga tantenya sudah berangkat ke bandara sejak pukul 1 pagi, karena waktu cek in 2 jam sebelum perbangan, waktu perjalanan ke bandara mengunakan taksi membutuhkan waktu 1 jam saja karena jarak kebandara yang tidak terlalu jauh jika lewat tol juga karena kondisi jalanan yang sudah sepi saat dini hari.
Sedangkan waktu tempuh pesawat dari bandara kota TK menuju pulau BL memakan waktu 1 jam 30 menit, setibanya dipulau BL Frans beserta rombongan langsung menuju hotel dengan mengunakan mobil sewaan untuk menaruh barang-barang bawaan mereka dihotel lalu berkeliling dikawasan pantai tak jauh hotel sambil menunggu waktu check in hotel siang nanti. Saat berjalan dipantai favorit bagi turis lokal maupun mancanegara Frans teringat dengan lokasi yang sama dengan yang pernah ditunjukan fotonya Rissa saat ia dan keluarga berlibur dipulau BL.
Setelah puas menikmati ibab guling masakan khas pulau BL Frans beserta kelima anggota keluarga tante Nita bergegas menuju hotel untuk check in dan beristirahat sejenak sebelum kembali berkeliling sore hari nanti, Frans yang sedari malam hari belum tidur sama sekali langsung membaringkan dirinya ditempat tidur setelah membersihkan diri terlebih dahulu, tak membutuhkan waktu lama setelah memejamkan matanya Frans langsung tertidur pulas.
Didalam tidurnya Frans bermimpi bahwa dia dan Rissa berwisata kepulau BL hanya berdua saja menjalani bulan madu yang tertunda sejak hari pernikahan mereka berdua, suasana kamar hotel yang berada tepat ditepi pantai membuat suasana begitu damai, deburan ombak yang saling bergantian menjadi simfoni indah ditelinga. Lautan biru yang luas terbentang dibatasi oleh langit yang cerah disore hari dengan awan-awan putih sebagai penghiasnya sungguh sebuah mahakarya yang indah dari sang pelukis Agung.
__ADS_1
Keduanya yang sedang dimabuk asmara lalu saling bercumbu dengan mesra dan hebatnya, suasana kamar yang tenang dan damai serta tembok kamar yang begitu tebal sehingga membuat keduanya tak perlu khawatir dan takut jika suara pergumulan antara Frans dan Rissa akan terdengar hingga ketelinga penghuni sebelah kamar, tidak seperti kamar rumah sewaannya yang jika tidak dikontrol dengan baik bisa terdengar hingga ketelinga para tetangganya seperti selama ini terjadi.
Rissa yang memakai bathrobe berwarna ungu yang disediakan oleh pihak hotel atas permintaannya nampak begitu angun dan mengoda membuat naluri lelaki Frans bergejolak dengan hebat, saat hendak melepaskan bathrobe yang dikenakan oleh Rissa, Frans dikagetkan oleh suara ketukan pintu kamar dan suara yang memanggil namanya dan Yandi sepupunya anak ketiga dari Nita. Frans yang terbangun lalu mencari-cari Rissa disekelilingnya akhirnya tersadar bahwa tadi hanyalah mimpinya belaka, lalu segera bangun membukakan pintu kamarnya. Rupanya Viola memintanya dan Yandi agar segera bersiap-siap karena mereka semua akan segera menuju kawasan pantai benur untuk makan malam disana.
Frans yang kejantannya tegak berdiri karena bermimpi tentang mantan istrinya tadi hanya bisa meracau dalam hati didalam kamar mandi karena harus terbangun saat sedang asik-asiknya bermimpi indah. Dirinya yang memang sudah lama tidak melampiaskan hasratnya sejak terakhir kalinya berhubungan badan dengan Rissa mantan istrinya dulu, mulai berpikir untuk kembali mengkoleksi beberapa video film panas dari negeri matahari terbit untuk sekedar melampiaskan hasratnya dimalam hari.
Ahh knapa harus terbangun pas lagi mau seru-serunya sih ucap Frans dalam hati sambil mengusap kepalanya dengan shampo agar pikirannya kembali segar, lalu segera bersiap-siap untuk kembali berkeliling menikmati hari libur panjangnya di pulau para dewa bersemayam.
------------+Bersambung+------------
Dukung terus karya author dengan saran dan kritiknya
__ADS_1
Happy Fun Reading