Menantu Tak Dianggap

Menantu Tak Dianggap
Bertahan atau Pergi


__ADS_3

Masih merasa kecewa karena insiden pemukulan terhadapnya yang berakhir damai begitu saja bahkan Frans yang dianggap memulai terlebih dahulu, karena menurut Tanti kepala personalia tidak ada asap jika tidak ada api, jika Frans yang memulai terlebih dahulu tidak mungkin erwin akan memukulnya. Merasa percuma berdebat dengan bu Tanti Frans mencoba mengalah saja sebab sedari awal Frans bekerja disana sudah beberapa kali Tanti bersikap tidak adil dan cenderung meremehkan kemampuannya bekerja hanya karena dirinya cuma lulusan SMK, Frans yang sudah lolos interview dengan pak Suryajaya dan sepakat untuk memberikan gaji sesuai UMK kota saat itu sebesar 1,8 juta akhirnya menolak untuk mulai bekerja saat menghadap Tanti untuk menandatangani kontrak kerja selama 6 bulan pertama karena nominal gaji yang berikan tidak sesuai dengan kesepakatan antara dirinya dengan calon atasannya dikantor. Tanti beralasan Frans yang hanya memiliki ijasah SMK tidak pantas mendapatkan gaji sesuai UMK dan hanya mau menawarkan gaji sebesar 1,2 juta/bulan itupun gaji kotor belum termasuk pajak dan potongan lain-lain, Frans yang merasa mempunyai pengalaman lebih dari 3 tahun dan memiliki keahlian sesuai yang dibutuhkan, menolak gaji yang ditawarkan dan kontrak yang disodorkan selama nominalnya belum dirubah meski Tanti beralasan bahwa ini hanya gaji selama 3 bulan pertama saja namun menang tidak dimasukan dalam keterangan kontrak.


Frans yang memang hanya lulusan SMK tidak sebodoh yang dikira, dirinya tidak ingin begitu saja percaya jika tidak ada hitam diatas putih. Frans yang seharusnya sudah masuk berkerja pada waktu itu menerima panggilan telepon dari ibu Yani salah satu staff logistik menanyakan mengapa dirinya masih belum mulai bekerja, Frans menjelaskan bahwa ada tidak kesesuaian soal gaji antara pernyataan pak suryajaya dengan kontrak yang disodorkan oleh bagian personalia kepadanya, tidak ingin nantinya jika tetap masuk bekerja menerima gaji yang sama meski telah 3 bulan bekerja karena tidak adanya kejelasan dikontrak yang akan ditanda-tanganinya. Mendengarkan penjelasan dari Frans Yani lalu menghubunginya setelah mendapatkan mandat langsung dari pak Suryajaya agar besok dapat langsung bekerja dengan gaji sesuai kesepakatan atara dirinya dengan atasannya dikantor yaitu pak suryajaya.


Keesokan siangnya Frans yang sudah mulai bekerja kembali menghadap ibu Yanti untuk menanda-tangani kontrak yang sudah direvisi sesuai dengan gaji yang diinginkan oleh Frans dan durasi kontrak yang ditambah menjadi 1tahun. Yanti yang terlihat kesal dengan Frans yang memperoleh gaji sesuai UMK padahal dirinya hanya lulusan SMK saja dan baru masuk kerja lalu menanyakan ada hubungan apa antara dirinya dengan pak surya atasannya karena pak suryajaya secara langsung menemuinya untuk memberikan rekomendasi untuk Frans agar bisa segera masuk kerja dan diberikan gaji sesuai yang diminta olehnya. Frans yang menang tidak memiliki hubungan apapun dengan atasannya menjawab apa adanya namun tidak dipercayai begitu saja oleh Yanti.


Setelah sebulan bekerja tibalah hari dimana Frans menerima gaji pertamanya hatinya yang begitu merasa senang menerima gaji dan berencana untuk mentraktir pacarnya Rissa dan keluarga tantenya Nita makan malam meski hanya berupa nasi goreng harus merasa kecewa dan sedih, karena saat membuka amplop yang berisi gajinya Frans hanya menerima upah sebesar 900ribu saja hanya separuh dari nominal gajinya dan jika dihitung menurut hitungan gaji kantornya yang dihitung mulai tanggal 21 hingga tanggal 20 setiap bulan, Frans yang masuk kerja tanggal 27 seharusnya menerima lebih dari yang diterimanya saat ini. Setelah bertanya kepada ibu Yanti selaku yang bertanggung jawab menghitung gaji karyawan namun Frans tidak memperoleh jawaban yang memuaskan malah seakan-akan dirinya dianggap tidak bersyukur masih mendapatkan perkerjaan dan memperoleh gaji. Lalu menghadap atasanya yaitu pak surya untuk menanyakan ketidak sesuaian gaji yang diterimanya, setelah mendapatkan penjelasan langsung teryata memang terjadi kesalahan perhitungan gaji yang seharusnya diterima oleh Frans dan akan dimasukan kedalam gajinya bulan depan.

__ADS_1


Frans yang kemudian diminta menghadap ibu Yanti kembali, mendapatkan ceramah agar tidak sedikit-sedikit melaporkan kepada atasannya jika menemukan ketidak-sesuian dengan gajinya, Frans yang memang tidak mendapatkan kejelasan sedari awal mengapa gaji yang diterimanya berselisih cukup besar untuknya, hanya mengatakan jika sedari awal diberitahukan ada kesalahan perhitungan soal gajinya tentu tidak akan melaporkan hal ini kepada atasannya. Jawaban Frans ini membuat Yanti bertambah kesal dan memintanya untuk meninggalkan meja kerjanya. Frans didalam hatinya juga merasa kesal dengan sikap bu Yanti yang seakan-akan merendahkan latar belakang pendidikannya padahal kemampuannya lebih dari yang dibutuhkan oleh seorang kepala gudang hal ini terbukti Frans yang baru bekerja sudah menguasai semua tugas yang diberikan tanpa harus didampingi oleh atau ditraining terlebih dahulu, didalam hatinya Frans berkata lagi pula mana ada lulusan S1 yang mau menduduki posisinya dengan gaji yang diterimanya saat ini.


Untung saja Frans menolak berkerja dengan gaji yang ditawarkan oleh ibu Yanti jika tidak Frans akan memperoleh gaji yang lebih kecil dibandingkan dengan kedua senior anak buahnya digudang yang digaji hanya berbeda beberapa ratus ribu dari gaji yang disepakati oleh Frans, bukankah tidak lucu jika diketahui oleh orang lain Frans yang seorang kepala gudang memperoleh gaji lebih kecil dibandingkan dengan anak buahnya jika menerima gaji yang ditawarkan oleh bu Yanti dalam kontraknya dulu sebelum akhirnya direvisi sesuai kesepakatan dirinya dengan atasannya.


Sepulangnya bekerja Frans yang masih tinggal dirumah Tantenya Nita lalu membelikan makan malam berupa nasi goreng dipedangan nasi goreng yang menjadi langganannya, sedangankan untuk Rissa nanti saat keduanya bertemu diakhir pekan baru akan ditraktir Frans. Rissa yang juga baru sebulan berkerja dan akan menerima gaji pertama bermaksud untuk mengunakan sebagian gaji pertamanya sebagai uang muka kredit motor bagi Frans, karena Frans yang selama ini bekerja mengunakan angkutan umum dirasa terlalu berat bagi Rissa terutama jika akan pergi berkencan kurang nyaman baginya kemana-mana mengunakan angkutan umum. Frans yang awalnya menolak rencana Rissa bermaksud untuk mengumpulkan uang muka terlebih dahulu baru mengambil motor secara kredit, akhirnya menuruti saja keinginan Rissa setelah dipaksa Rissa dan dibujuk oleh Happy, dengan syarat bahwa motornya nanti diatas namakan Rissa saja meski cicilan perbulannya Frans yang akan membayarnya hingga lunas.


Seminggu setelah Rissa gajian dan membayar uang muka akhirnya motor yang dipesan pun tiba dirumah keluarga Happy, Rissa yang tidak ingin keluarganya tahu bahwa mengunakan uang dari gajinya sebagai uang muka motor pacarnya meminta tolong kepada Happy untuk mengijinkan Rissa dan Frans mengunakan alamat rumahnya sebagai alamat pengiriman. Setelah menimbang berbagai merk dan jenis motor akhirnya pilihan keduanya jatuh pada Honda Blade 110 Cc yang berwarna mirip dengan salah satu team motto gp lengkap sticker sebagai variasi tambahan dibandingkan dengan pilihan warna originalnya, motor yang baru tiba masih harus menunggu beberapa hari lagi bahkan minggu agar bisa dibawa meluncur dijalan raya karena surat-surat dan plat nomor kendaraan belum ada. Setelah dimandikan dengan bunga 7 rupa agar tidak bernasib naas dijalan Frans dan Rissa sepakat menberikan nama Fransa kepada motor baru mereka berdasarkan singkatan nama mereka berdua.

__ADS_1


Frans yang baru kembali setelah mengambil dokumen pendukung pengadaan barang dari para supllier sebagai syarat untuk tender proyek yang akan diikuti oleh kantornya diminta menghadap Mr. Bobby karena sedari pagi tadi mencarinya namun Frans belum juga kembali, diruangan Mr. Bobby Frans yang menjelaskan kemana dirinya setiap kali dicari namun tidak ada langsung dimarahi, Frans diminta untuk tetap berada dimejanya sedangkan tugas yang diberikan kepadanya diserahkan saja kekaryawan lainnya, Frans yang tidak bisa membantah mengiyakan saja perkataan dari Mr. Bobby lalu pamit keluar untuk memesan barang yang diminta oleh istri sang direktur.


Frans yang kemudian menghadap keruangan pak suryajaya untuk menceritakan teguran yang diterimanya sekaligus meminta solusi akan perintah yang diberikan oleh Mr. Bobby yang memintanya tetap berada dimejanya sehingga saat dibutuhkan dirinya selalu ada diruangannya. Namun bukan solusi yang didapatnya melainkan disuruh mengabaikan saja perintah dari Mr. Bobby, karena memang tugas pokok dari Frans memang mengharuskannya sering keluar kantor, kecewa tidak mendapatkan solusi dari atasannya Frans lalu meminta dewi agar menghubunginya langsung lewat ponselnya jika Mr. Bobby mencarinya, kemudian menuju ke dalam gudang untuk bersantai sejenak dengan segelas kopi dan beberapa batang rokok untuk menenangkan pikirannya.


Didalam gudang Frans merasa sedari awal selalu merasa dipojokan oleh manajemen kantor bahkan tak jarang dirinya lah yang disalahkan jika terjadi sesuatu, bahkan atasannya tidak pernah sekalipun membelanya meski Frans selalu menjalankan perintah dan tugas yang diberikan meski sekalipun bukan menjadi tanggung-jawabnya. Frans berpikir apakah akan terus bertahan dengan kondisi ini atau mengundurkan diri saja dari perusahaan dan mulai mencari pekerjaan baru atau memulai usaha miliknya sendiri, terlebih tambang bitcoin miliknya sudah menampakan hasil walau baru beberapa ratus ribu saja perminggu, Frans sudah berhitung jika 1 tahun lagi bitcoin miliknya dijual tentu akan cukup untuk memulai usaha ditambah dengan saldo jaminan hari tua miliknya dan pesangon dari kantor jika dirinya resign nanti meski tak sebesar jika dirinya dipecat oleh kantor namun setidaknya jika usahanya gagal Frans tidak memiliki catatan buruk dalam karirnya.


------------+Bersambung+------------

__ADS_1


Dukung terus karya author dengan saran dan kritiknya


Happy Fun Reading


__ADS_2