
Frans yang berada dalam lamunan mengenang masa lalunya tersadarkan oleh suara decitan roda pintu gudang yang ditutup oleh Yanto dan Edi, tidak terasa waktu sudah sore menjelang waktu pulang kantor. Dirinya yang tersadar langsung segera merapihkan barang-barang miliknya dan bergegas segera menuju keluar dari pintu gerbang gudang, Yanto yang sedari tadi mencoba menyadarkan Frans dari lamunannya hanya tertawa terkekeh karena kepanikan dari bosnya yang tak ingin ditinggal sendirian dalam gudang.
"Kirain mau didalem dulu bos, habis tadi dipanggil gak sadar-sadar" ucap Yanto sambil tertawa
"Parah lu mah to, masa bos mau dikunciin didalem. Ntar mah gak usah diajak minum bos" timpal Edi mencoba mengejek Yanto
"Ah elu mah fitnah aja, gak bos tadi udah saya panggil-panggil. Tanya aja sama bos Kevin" jawab Yanto mencoba membela dirinya
"Lu mau balik ketempat gw gak bro" ucap Kevin menawarkan Frans untuk menginap ditempatnya malam ini, Kevin berfikir mungkin temannya membutuhkan tempat untuk mencurahkan hatinya.
"Gw tidur dikantor aja dulu, ntar aja jumat baru gw balik ke rumah lu" jawab Frans yang menolak tawar kevin. Dirinya masih enggan untuk kemana-mana dulu
Setelah selesai membersihkan badan Frans lalu menuju kewarung mang ujang tempat langganannya membeli kopi dan rokok yang berada tak jauh dari lokasi kantornya berada. Setelah menyeduh kopi untuknya dan membelikan beberapa bungkus untuk kedua security yang bertugas malam itu, Frans menghabiskan waktu sebentar menikmati kopi dan rokok sambil menonton siaran berita ditelevisi. Setelah seluruh karyawan kantor yang tidak tinggal dimess kantor pulang, barulah dirinya memutuskan menuju tempat biasa para karyawan berkumpul saat istirahat siang untuk melanjutkan kenangannya tentang Rissa mantan istrinya yang terputus sore tadi.
Frans yang sedari pagi belum makan apapun karena tidak merasa lapar seharian ini, hanya membeli beberapa bungkus roti dan biskuit sekeda mengisi perutnya yang kosong ditemani oleh segelas kopi yang baru diseduhnya lagi, setelah menyalakan sebatang rokok black menthol favoritnya Frans menghisap dalam-dalam rokok dimulutnya dan menghembuskan asap dari mulutnya sekuat tenaga, sambil kembali membayangkan wajah Rissa yang tak bisa dilupakannya.
Wajah yang berbentuk oval dengan lesung pipit yang menawan diperindah dengan ginsul milik Rissa yang sudah dirapihkannya dengan memakai behel saat mereka akan berencana menikah waktu itu, kacamata yang selalu dipakainya dahulu telah digantikan dengan sepasang softlens karena Rissa tidak ingin mengunakan kacamata lagi.
Frans masih ingat kencan pertama mereka di mall kota gading, berbekal dengan motor pinjaman milik sepupunya. Frans berniat menjemput Rissa dirumah kediaman keluarga wie sekaligus meminta ijin untuk membawa Rissa keluar, karena dalam hidupnya Frans mempunyai prinsip sebagai laki-laki jika ingin membawa anak gadis seseorang haruslah meminta ijin kepada orang tuanya, sehingga orang tua Rissa bisa mengetahui kemana dan dengan siapa anak mereka pergi. Namun niat baiknya itu ditolak mentah-mentah oleh Rissa karena ia belum ingin keluarganya tahu bahwa dirinya berpacaran dengan Frans.
Frans yang terpaksa memenuhi kemauan Rissa hanya bisa menjemputnya didepan gerbang komplek kediaman Rissa, namun dengan catatan Rissa harus memberitahukan kedua orang tuanya dengan siapa dan kemana mereka akan pergi. Setelah beberapa menit menunggu Rissa didepan gerbang komplek, Frans kembali terpukau melihat kedatangan Rissa yang siang itu mengunakan setelan kaos berwarna merah muda dipadukan sweater ungu dengan logo kepala sapi serta jeans biru tua dengan memakai flat shoes berwarna lilac. Riasan tipis dengan lip tint pinky rose yang menghiasi bibirnya membuat Rissa bagaikan sosok berbeda yang ditemuinya saat itu.
__ADS_1
Kencan pertama mereka setelah pendekatan beberapa minggu ini, Frans mengajak Rissa menuju mall dikota gading yang belum lama ini dibuka. Mall dengan konsep modern dilengkapi dengan lokasi tenant dengan konsep downtown walk dan tempat outdoor serta taman dengan nuasa negeri sakura lengkap kolam ikan koi, merupakan pilihan menarik untuk berkencan.
Keduanya yang baru pertama kali datang kedalam mall itu terpukau dengan keadaan didalamnya, banyaknya pilihan untuk belanja segala macam kebutuhan termasuk pilihan berbagai macam restoran dan kedai yang menyajikan masakan dari berbagai daerah dan negara, mampu menarik minat pengunjung untuk datang ke mall itu meskipun hari masih siang. Setelah menikmati suasana didalam mall sambil berkeliling melihat berbagai jenis barang yang dijual, Frans lalu mengajak Rissa untuk menonton bioskop setelah memilih film secara acak keduanya pun memikmati pertunjukan film sambil sesekali memandangi satu sama lain.
Puas menonton film dibioskop keduanya langsung mencari tempat untuk sekedar mengobrol sambil menikmati hari yang menjelang sore, setelah memilih cafe yang sesuai untuk mereka keduanya akhirnya memilih cafe dengan konsep kopitiam yang memiliki area outdoor lantai atas mereka, keduanya pun memesan minuman dan makanan ringan sebagai teman mengobrol.
"Kamu yakin mau sama aku Lim" tanya Rissa membuka pembicaraan diantara keduanya
"Yakin sa, emang knapa?" tanya Frans yang heran
"Alesannya apa kamu milih aku jadi pacar kamu" tanya Rissa lebih lanjut
"Gak ada alasan khusus, cuma ya aku udah jatuh cinta sama kamu sejak pandangan pertama, dan niat aku bukan sekedar jadi pacar kamu. Aku beneran serius buat jadiin kamu calon istri aku" jawab Frans yang memang tak ingin mencari-cari alasan
"Maksud kamu sa? Gak suci lagi, udah gak perawan lagi gitu" Frans berbalik bertanya kepada Rissa
"Ya , bisa jadi seperti itu keadaannya" jelas Rissa
"Kamu masih mau nikah sama cewe yang udah gak perawan lagi?"
"Jujur aku sih, gak pernah mau perduli dengan masa lalu seseorang, mau dia masih gadis atau udah gak perawan, buat aku gak masalah. Itu cuma selaput tipis apa yang dipermasalahkan, yang penting saling jujur setia satu sama lain" terang Frans
__ADS_1
"Nikah sama janda aja aku udah siap koq"
"Ya beda dong jangan disamain sama janda" protes Rissa
"Buat aku mah sama aja sih, yang satu ada surat yang satu gak ada surat. Tapi yang terpenting buat aku mah, apapun masalalu dia selama dia mau serius buat jalanin hubungan dan menatap masa depan bareng-bareng udah cukup buat aku sa" jawab Frans menjelaskan maksud perkataannya
"Kalau perempuan itu aku, kamu bakalan tetep mau sama aku" tanya Rissa dengan raut wajah yang serius
"Maksud kamu, kamu udah gak ..." ucap Frans dengan nada penuh heran
"Kalau memang keadaan kamu seperti itu aku gak keberatan selama kamu benar-benar serius menjalani hubungan sama aku, apapun masa lalu kamu aku gak akan pernah permasalahin hal itu" lanjut Frans sambil mengengam kedua tangan Rissa
"Aku terima maksud baik kamu, tapi aku minta kamu jangan cerita siapapun soal ini nantinya. Selain nyokap sama Happy, kamu yang aku kasih tau karena aku percaya kamu akan jadi pacar yang baik buat aku" ucap Rissa mencoba menahan kesedihannya karena teringat dirinya yang ditinggalkan begitu saja oleh mantan pacarnya setelah memberikan segalanya termasuk kesuciannya yang berharga
"Soal pernikahan kita mengalir saja, kalau memang kita jodoh sampai kepelaminan biar Tuhan saja yang atur"
"Ya aku janji aku jadi lelaki yang mencintai kamu apa adanya dan bertanggung jawab" ucap Frans sambil menghapus air mata dipipi Rissa dan meminta maaf karena membuat Rissa mengingat kejadian pahit yang dialaminya.
Keduanya lalu saling bercerita tentang masa lalu masing-masing dan rencana masa depan mereka nantinya.
Gatal-gatal seluruh tangan dan kakinya membuat Frans tersadar dari lamunanya, rupanya sedari tadi kawanan nyamuk terpuaskan menghisap darahnya tanpa perlawanan sehingga membuat lengan dan kakinya bentol-bentol. Tidak terasa malam sudah semakin larut, Frans yang sudah lama duduk dalam lamunan mengingat kencan pertamanya dengan Rissa lalu segera menuju tempat tidurnya untuk beristirahat agar besok tidak kesiangan bangunnya sebelum karyawan lain tiba dikantor.
__ADS_1
------------+Bersambung+------------
Happy Fun Reading